
Bab 46. Kecantikan Yang Tak Terkalahkan
Kata-kata Wang Roulan, tentu saja membuat telinga Long Fai tergelitik, dengan ingin tahu, Long Fai berkata seperti ini. "Tempat lelang?"
"Tepat sekali, jika kamu ingin menjual teh, atau barang yang lain, yang sekiranya menurut kamu memiliki nilai jual tinggi, kamu bisa melelang." Kata Wang Roulan. Dia menjelaskan kepada Long Fai.
Menurut kesimpulan dirinya, akan hal perilaku Long Fai, tentu saja dia belum mengetahui.
Tiba-tiba, mata Long Fai cerah, dia tahu bahwa semua tanaman yang dia tanam, dan semua yang ada di dunia Artefak Naga, itu semuanya adalah harta yang sangat berharga dengan itu, dia berkata kepada Wang Roulan. "Oh jika seperti itu, maka transaksi ini, akan lebih mudah dan tidak penuh resiko. Tapi bisakah aku minta bantuan kamu Laner?"
"Sebutkan saja, aku akan mendengarkan." Kata Wang Roulan, dia memandang Long Fai dengan penuh minat.
"Kebetulan, teknik meramu pil aku belum mahir dan pastinya penuh kecacatan, namum aku sudah mempunyai pohon obat-obatan yang sekiranya berguna jika di lelang, jika berkenan apakah kamu mau pergi ke gubuk aku untuk memetik beberapa tanaman untuk di jual." Kata Long Fai, dia sudah menduga bahwa Wang Roulan sepertinya memilki pengetahuan tentang tanaman obat. Maka dari itu dia dengan pasti meminta bantuan kepada Wang Roulan.
"Kamu mengajak aku ke tempar gubuk kamu?" Diam-diam hati Wang Roulan panik, dengan tujuan apa dia mengundang dirinya, namun dia ragu-ragu apakah yang di katakan Long Fai hanya membantu memetik tanaman? Apakah ada tipu muslihat.
Karena dia juga tahu bahwa tanaman yang dia tanam oleh Long Fai salah satunya teh pencerahan. Mungkin saja selain teh pencerahan ada harta karun lagi yang lebih banyak, dari pada teh pencerahan itu sendiri.
"Iya betul Laner, aku mengajak kamu ke gubuk aku, dan ada hal satu lagi, bahwa Bai An sekarang sudah mengumpulkan ikan besar yang gemuk, maka aku akan mengundang kamu untuk makan bersama, bagai mana apakah kamu mau Laner." Kata Long Fai, dia sambil meminum teh dan tersenyum.
Walau begitu, apa yang di katakan Wang Roualan bahwa jika teh pencerahan ini memiliki kasiat sebagai meningkatkan pemahaman, entah kenapa, dia sendiri yang sudah meminum teh ini selusin kali, itu hanya membuat lepas dahaga.
"Ok baiklah aku akan ikut bersama kamu, ketika besok di mulai." Kata Wang Roulan, dia merasakan kesegaran teh ini yang begitu nikmat, bahkan pemahaman tentang pedang, sedikit demi sedikit akan meningkat.
"Baiklah aku akan pergi." Dengan itu, Long Fai membuat pamit. Namun sebelum itu, dia berkata kepada Wang Roulan seperti ini. "Apakah kamu memiliki konstitusi tubuh es?"
Setelah kata-kata Long Fai terdengar, ahirnya Wang Roulan menceritakan dari awal konstitusi tubuhnya, dan aura pasifnya yang keluar terus menerus, bahkan dia menceritakan kenapa dia melajang selama 27 tahun, yaitu karena aura pasif yang sangat dingin sehingga bisa membuat manusia yang mendekati menjadi dingin dan beku.
Long Fai juga merasa simpati, dia ahirnya tahu bahwa dia memutuskan melajang selama 27 tahun, karena bukan kemauan sendiri tapi, karena dia terpakasa.
Dengan itu, Long Fai menghampiri Wang Raoulan dan memeluk leher Wang Roulan sambil berkata lembut. "Kamu tidak perlu khawatir, sekarang sudah ada aku, yang kebal terhadap rasa dingin yang kamu di keluarkan. Mungkin ini takdir antara kamu dan aku yang telah di rancanakan oleh dewa."
Sambil memeluk bahu Wang Roulan, Long Fai sambil menghirup bau wanita yang sangat harum seperti anggrek dengan rakus.
"Hmmp kamu sangat berbakat untuk, berbicara manis." Bisik Wang Roulan dengan tersenyum. Namun ada roma merah sedikit di wajah.
__ADS_1
Entah kenapa Long Fai setelah melihat lebih lama kepada Wang Roulan, dia menyadari bahwa Wang Roulan memiliki sisi yang lembut dan manis.
"Cup!" Tiba-tiba Long Fai membuat kecupan di pipi kanan Wang Roulan. Setelah itu, dia berdiri dan berkata lagi. "Karena kamu memiliki konstitusi tubuh es, mungkin aku mempunyai beberapa buku yang mungkin kamu sukai."
Dengan itu, Long Fai meraih udara tipis, walau begitu dia sebenarnya sedang meraih ketrampilan di tempat perpustakaan di Artefak Naga Lantai dua.
Dia memberikan manual jurus Dewa Phoenixe Es peringkat surga kepada Wang Roulan. Kemudian setelah mengambil, dia serahkan kepada Wang Roualan.
Wang Roulan tanpa sadar, juga menerima. Tapi, ketika dia membuka manual itu hanya mengerutkan kening. Karena, dia melihat bahwa buku ini kosong tanpa tulisan.
"Hehehe jika kamu ingin mempelajari, kamu harus meneteskan darah kepada buku itu." Kata Long Fai dia memberi tahu cara-cara untuk mempelajari manual jurus-jurus ini.
Untuk saat ini, dia tidak akan khawatir jika di masa depan, memberikan jurus-jurus kepada orang lain, jika orang itu sendiri berhianat, maka Artefak Naga itu, akan bereaksi langusung menghapus ingatan tentang jurus itu sendiri.
Setelah di berkan instruksi oleh Long Fai, ahirnya Wang Roulan mengikuti cara-cara apa yang di katakan Long Fai. Kemudian Wang Roulan, menggigit jari, hingga berdarah. Setelah itu, dia meneteskan darah itu, ke buku yang di kasih oleh Long Fai.
Ketika darah itu di jatuhkan, ke dalam buku, tiba-tiba, buku itu menjadi seberkas cahaya langsung memasuki ke dalam tubu Wang Roualan.
Pada saat Wang Roulan di masuki seberkas cahaya, tiba-tiba ada lusinan informasi yang langsung di tanam di otak dia bahkan dia merasa bahwa dia, seseolah bertahun-tahun yang sudah mempelajari.
Long Fai, mengamati dengan tenang. Dia sebenarnya juga sudah menguasai, namun dia belum memiliki konstutusi bakat es, Artefak Naga memberi tahu bahwa dia harus menunggu, ketika berlalunya waktu maka semua lantai satu persatu akan di buka dan ahirnya, anda akan mendapatkan manfaat.
Long Fai sedang mengamati, namun tiba-tiba ada gelombang energi yang muncul dari tubuh Wang Roulan membungkus Wang Roulan itu sendiri.
Bungkusan itu sendiri, mirip cangkang telur. Hanya saja dia melihat bahwa cangkang ini, terbuat dari es.
Ketika cangkang ini sudah membalut semua tubuh Wang Roulan, tiba-tiba cangkang telor es ini terbang di atas dengan ketinggian, sekitar tiga meter.
Long Fai meraskan bahwa Wang Roulan sedang menyerap aura yang ada di sekitarnya dengan rakus dan panik.
Dan pada saat itu...
"Bom!"
Setelah cangkang es ini retak, tiba-tiba ada gelombang kejut yang sangat dahsyat. Bahkan, gubuk Wang Roulan langsung hancur.
__ADS_1
Gelombang kejut itu merambat radius sekitar lima kilo meter. Bahkan, sekte dengan posisi terdekat dengan gubuk Wang Roulan ada yang hancur.
"Ini apa yang terjadi...!"
"Kekuatan menakutkan apa yang terjadi..!"
"Sial aku lagi kencing, menjadi takut..!"
"Tapi, lihat! Gelombang itu, berasal dari gubuk guru Wang!"
Ketika para murid sedang terkejut, tiba-tiba, ada cahaya biru, keluar dari tempat Wang Roulan dan cahaya itu naik ke atas langit.
"Pekikk!"
"Pekikk!"
"Pekikk!"
Tiba-tiba, di antara langit seperti ada ilusi, keluarlah burung phoenix yang mengitari cahaya itu.
"Lihat ada burung phoenix es yang mengitari di atas gubuk di mana guru Wang tinggal!"
"Oh ya tuhan! Apakah guru Wang di berkati oleh dewa Phoenix es ini..!"
Para murid yang melihatnya berseru.
Di sisi Long Fai, dia bahkan tidak meraskan energi yang mengamuk di sekitarnya, bahkan dia hanya merasakan rasa angin yang segar sangat sepoi-sepoi.
Seperti apa yang di katakan Artefak Naga, jubah dewa sarjana ini sungguh serba guna. Ketika anda merasa panas, maka jubah ini menjadi dingin. Bahkan masih ada lebih banyak lagi tentang kegunaan jubah dewa sarjana ini.
Long Fai setelah mengamati lebih lama, ahirnya cahaya biru yang sangat mencilaukan menjadi reda. Lama kelamaan sosok Wang Roualan terlihat oleh mata telanjang Long Fai.
Sekarang penampilan Wang Roulan sudah menjadi sangat peri, dengan bibir yang sangat manis mata yang tajam, dan di dahi itu ada simbol burung phoenix yang terlihat di mata Long Fai sehingga kecantikan peri Wang Roualan sekarang menjadi sangat mematikan.
Untuk menggambarkan Wang Roulan sekarang adalah hanya satu kata, yaitu. Cantik yang tak terkalahkan.
__ADS_1