
Bab 396 Suku Orc
Ning Ming tentu saja selain mengawasi dia juga ikut andil dalam membuat Bata Merah. Karena memiliki tubuh yang kuat diakibatkan tubuh Kunpeng.
Tidak satu kali saja ikut membakar Batu Bata menggunakan teknik apinya memungkinkan lagi tidak terlalu sibuk.
Di hutan jauh dari pemukiman dan gunung yang sangat rimbun hutannya, para penduduk Kerajaan Naga Emas tidak mengetahui bahwa salah satu gunung perbukitan tinggi sedang digaruk oleh Ning Ming untuk dijadikan proyek Long Fai.
Bahkan, jika para penduduk mengetahui tidak akan ada yang peduli dengan apa yang mereka lakukan.
Untuk menjadikan batu bata seutuhnya memakan banyak waktu sekitar seperempat hari.
Semua sedang berlomba-lomba mengeruk tanah liat berwarna merah agar dijadikan batu bata tiba-tiba sekitar jarak 300 kaki, dari mereka mendengar ledakan.
"Bom!"
“Afaan tuh?” Satu pekerja yang memiliki umur kurang lebih sama dengan Oyang Feng, yang sudah memiliki gigi ompong dia berkata cedel langsung menegakkan kepalanya menengok ke arah sumber suara tersebut.
Tidak hanya dia saja Bahkan semuanya langsung menoleh ke sumber suara tersebut dengan mengerutkan keningnya.
Ning Ming terbang ke atas karena ledakan itu sungguh sangat besar dan mungkin saja akan terdengar di radius 5 km.
Begitu sudah terbang ke atas, Ning Ming dikejutkan dengan cahaya warna-warni yang sangat bagus dan memanjakan mata.
“Cahaya apa itu?” Ning Ming berkuman sambil melihat cahaya warna-warni seperti pasar malam.
Kemudian, Ning Ming kembali turun untuk meminta pria paruh baya yang memiliki suara cedal untuk mengikutinya.
“Paman, ayo kita melihat ke tempat sumber suara dan yang memiliki cahaya warna-warni,” pinta Ning Ming kepada paman Cedel.
“Vaik, nak," jawab paman Cedel.
"Swoshh!"
Mereka berdua langsung Melompat untuk mendekati ke tempat sumber cahaya dan suara itu.
Tidak membutuhkan beberapa saat akhirnya mereka berdua sudah tiba di tempat suara yang begitu menggema.
Dari pandangan Ning Ming, sepertinya ada celah dunia lain yang terbuka lebar sepanjang tiga hasta dan lebar dua hasta.
Walaupun mereka berdua sudah terbang sangat cepat untuk menuju lokasi, mereka semua masih kalah dengan beberapa kelompok yang sudah tiba di lokasi tersebut.
__ADS_1
Ning Ming berkata: “Kita amati terlebih dahulu bagaimana portal itu terbuka sampai mengeluarkan cahaya yang sangat bagus, kelompok mereka yang sudah tiba kita lihat dulu apakah itu berbahaya atau tidak.”
Pakan Cedal hanya menganggukan kepalanya kemudian menatap ke arah portal tersebut untuk melihat situasi sekitarnya.
Dirinya setelah mendapatkan buah salak yang dimakan dari pemberian Long Fai, sepertinya memiliki kekuatan yang sangat meluap-luap.
Ada satu lagi, sekarang memiliki fisik yang kuat pendengarnya juga sangat tajam sehingga bisa mendengar lebih dari beberapa mil dengan memfokuskan pikirannya.
Mungkin jika orang itu dia dunia Bumi, kemampuan tersebut bisa menguping pembicaraan musuh ketika sedang di dalam medan perang, karena pendengaran super sungguh sangat ajaib.
Bukan hanya itu saja, kedua tangannya memiliki cahaya seperti laser jika ditambahkan.
Cahaya itu bisa membelah pepohonan dan gunung-gunung jika Paman Cedel itu mau.
Ning Ming dan paman Cedel, melihat ada 6 kelompok yang mendekati ke portal tersebut. Akan tetapi tipe-tipe dari portal itu mengeluarkan dua sosok yang memiliki kulit hijau dan rahang seperti babi.
Untuk menggambarkan makhluk itu adalah genderuwo versi duniaku kultivasi.
Kedua genderuwo sama-sama Mama memakai alat pemukul seperti bisbol yang berkuasa besar dan dilengkapi gerigi-gerigi yang sangat tajam.
Ning Ming dan paman Cedel melihat kedua makhluk itu langsung memukul orang yang memasuki portal terlebih dahulu.
"Bam!"
"Roar!"
Satu makhluk itu berlari untuk memukul kembali dengan sangat beringas.
Ning Ming melihat pukulan itu sangat keras bahkan ada satu orang berniat menghalau menggunakan pedang yang sedikit lebar langsung patah.
"Crack!"
Pedang itu patah dan terjangan pukulan bisbol itu langsung mendarat di wajah orang itu langsung seketika wajahnya hancur dan meninggal seketika.
“Paman, dua makhluk ini sungguh sangat kuat mereka bukan tandingannya, kita harus mengamati santet berakhir setelah itu barulah kita mendekati kedua kelompok tersebut.”
“Vaik, kita harus menunggu terlebih dahulu,” ucap Paman Cedel dengan suara khasnya yang tidak jelas.
Ning Ming dan paman Cedel melihat setelah satu makhluk itu membunuh orang tersebut langsung mencabut pohonnya sedikit besar dan diputar-putar sehingga mengenai kelima kelompok.
"Wosh!"
__ADS_1
Kelima kelompok tersebut, seketika terkena terjangan putaran pohon yang dilakukan oleh makhluk yang memiliki kulit hijau.
Mahluk yang memiliki kulit hijau mungkin jika Long Fai sedang berada di tempat itu, akan mengetahui bahwa makhluk tersebut adalah makhluk yang pernah dilihat di televisi maupun komik.
Makhluk yang disebut Orc ternyata ada di dunia Kultivasi, dan ini jika Long Fai mengetahuinya akan berseru.
Dari ke-6 kelompok itu hanya selama dua orang saja langsung melarikan diri dengan menggunakan terbang.
Orc itu melihat kedua orang itu terbang melarikan diri ingin mengejar Tapi sayangnya tidak bisa bahkan untuk terbang saja tidak bisa dia meloncat-loncat seperti katak tapi tidak bisa mengejarnya.
“Roar!"
Orc itu meraung seperti kingkong dan mendekati satu Orc lagi untuk memasuki portal tersebut.
Ning Ming dan paman Cedel saling memandang langsung paham dia berdua meloncat untuk mendekati kedua makhluk tersebut.
Dua Orc itu ketika ingin memasuki portal, itu mendengar suara langsung menengok ke arah sumber suara tersebut dengan waspada.
Orc yang awalnya sangat ganas dan ada aura pembunuhan begitu melihat wajah cantik dari Ning Ming tiba-tiba langsung tersipu. Bukan hanya itu saja, Aura pembunuhan juga menghilang di udara tipis.
Ning Ming tiba-tiba mengerutkan keningnya melihat raut wajah kedua makhluk tersebut, dirinya juga paham bahwa mereka adalah makhluk yang mesum.
Mengetahui hal tersebut, Ning Ming tipe-tipe memeluk kedua tangannya sambil mendengus dingin.
“Hump kamu sungguh sangat garang membunuh beberapa kelompok seketika. Tapi, dengan berhadapan kecantikan, kamu sangat mesum dasar!”
Makhluk Orc tersebut sepertinya kepalanya penuh tanda tanya, karena bingung. Bahkan ketua mahluk itu mengharukan kepalanya saling memandang sesama makhluk.
Ning Ming juga bingung tentang hal ini, bukankah semua dunia kultivasi menurut yang dia ketahui hanya memiliki satu bahasa? Yaitu bahasa Indonesia? Namun, sekarang dirinya melihat ada makhluk yang aneh tidak memiliki bahasa yang sering digunakan di dunia ini.
Ning Ming berakata kepada paman Cedel untuk menanyakan ke arah dua Orc tersebut.
Seketika paman Cedel mengangguk setuju langsung berkata, “Mohon maaf, Aku hanya ingin vertanya tidak ada maksud lain siapa kalian, dari mana asal kalian?”
Kedua Orc itu masih mengharukan kepalanya tapi di depan langsung berkata dengan bahasa alien. “Pulu pulu pulu pulu pulu!”
Ning Ming. “....”
Paman Cedel. “....”
mereka berdua bingung dengan bahasa tersebut
__ADS_1
“Vedebah bahasa apa itu!” pekik paman Cedel dengan suara yang tidak jelas tapi ada kebingungan tertentu dari raut wajahnya.