
Bab 296 Yu Lo Aku Di Sini
Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka melepaskan ciuman satu sama lain. Bahkan setelah Wu Mengchen melepaskan ciuman itu, dia masih menjilat air liur yang masih tertinggal di bibirnya.
Wu Mengchen menatap Cai Xuansi sambil tersenyum. “Ayo kita melanjutkan petualangan ke arah yang kita inginkan bersama-sama...”
“Ayo.. baiklah sekarang ada kamu di sisi ku hati ini tidak kesepian dan menjadi selalu hidup.” Cai Xuansi juga semangat, dia baru pertama mendapat wanita cantik untuk menjadi pasangannya.
Jika itu dulu, dia tidak akan berfikir sejauh ini, karena dia akan sadar diri dengan posisinya. Namun sekarang berbeda, dengan kekuatan yang kuat maka kekuatan lah yang perlu menyelesaikan semua ini.
Setelah itu, mereka berdua bergandengan tangan lagi sambil terbang di atas namun terbang itu tidak lah cepat melainkan sangat pelan.
Bahkan mereka berdua seperti melihat dari kejauhan ada sebuah permukiman penduduk yang cukup di katakan sebagai kota.
“Suami, sepertinya aku melihat ada sebuah pemukiman yang cukup ramai, apakah kita pergi untuk menghampirinya?” Wu Mengchen berbisik keras di samping kanan Cai Xuansi.
“Ayo.. kita pergi untuk mendekati kota itu.. mungkin saja ada hal yang sangat menarik di antara kota itu.” Ucap Cai Xuansi, kemudian mereka berdua mempercepat laju terbang agar sampai di tujuan.
Dengan semangat, akhirnya mereka berdua masuki kota yang megah dan banyak orang pada berinteraksi satu sama lain.
“Kota apa ini..?” Wu Mengchen ingin tahu.
“Mari kita lihat dan kita bertanya kepada penduduk di sekitarnya.” Cai Xuansi menyarankan.
"Baik!"
Wu Mengchen menganggukkan kepalanya dan mengikuti intruksi dari Cai Xuansi.
Cai Xuansi mendekati penjual daging dan bertanya: “Hallo boss jika berkenan di mana tempat ini.. aku dari wilayah lain untuk berpetualang. Kebetulan aku melihat ada kota yang begitu ramai sehingga aku datang ke tempat ini.”
Penjual daging melihat pemuda tampan dan ada wanita cantik di sampingnya, akhirnya berkata dengan baik: “Nak, sekarang kamu memasuki kota Wangxiang. Kota ini walaupun tidak terlalu megah, namun cukup hidup dan rame.”
__ADS_1
Cai Xuansi mengangguk kepalanya kemudian berkata penuh terimakasih. “Terimakasih boss.”
Setelah itu, Cai Xuansi dan Wu Mengchen pergi meninggalkan pemotongan daging. Namun sebelum itu, tiba-tiba pemotongan daging mengeluarkan suaranya.
“Nak,,, kebetulan di sini ada acara Akbar bersar, ada pelantikan raja baru dan raja itu, menyelenggarakan pertempuran di Colosseum.. jika kamu berniat kamu, berjalan lurus ketika ada perempatan gang kamu ambil kiri dan lurus terus.”
“Begitu kamu melihat bangunan megah, maka itu adalah tempat petarungan Colosseum..!”
Cai Xuansi menoleh ke arah tukang Daging dan mata itu berbinar-binar. “Hahah boss terimakasih karena memberikan sebuah informasi yang sangat menarik."
“Baik.. tidak apa-apa, tidak perlu di pikirkan. Aku melihat kamu seperti nya memiliki aura yang energik sehingga apa salahnya aku memberikan sebuah informasi agar kamu menikmati pemandangan di kota ini.” Pemotongan daging itu, berkata sambil tersenyum menyilaukan.
”Siap..!" Cai Xuansi mengacungkan jempol ke arah tukang daging.
Setelah itu mereka berdua pergi untuk melihat situasi Colosseum yang akan di selenggarakan pertarungan Akbar. Karena ada hari jadi pelantikan raja baru di wilayah ini.
Berdua mengikuti arahan dari tukang daging yang telah menunjukkan jalannya. bukan hanya itu saja ketika mereka berdua sedang berjalan mendekati Colosseum, tidak banyak juga para laki-laki dari kalangan biasa sampai kalangan menengah ke atas yang menatap ke arah wanita Wu Mengchen.
Cai Xuansi cukup paham tapi dia juga tidak berdaya jangankan salahkan para penduduk yang melihat anda. Tapi salahkan Anda yang memiliki paras wajah yang sangat begitu cantik dan menawan.
Bahkan Cai Xuansi tidak bisa berpaling ketika melihat wajah Anda.
Wu Mengchen hanya tersiput lembut dia sambil menggaruk hidungnya kemudian menatap ke arah Cai Xuansi dengan Tatapan yang sangat terkekeh. “Jika seperti ini apakah aku lebih baik memakai cadar kembali?”
Namun Cai Xuansi, tiba-tiba mengangkat tangannya dia mencoba membuat kode agar dia tidak perlu untuk repot-repot memakai cadar kembali. Karena Cai Xuansi memamerkan betapa cantiknya wanita yang sekarang dia cintai.
Wu Mengchen cemberut. “Apakah kamu suka menatap wajahku tapi di posisi seperti ini Aku merasa tidak nyaman.”
Cai Xuansi membalas sambil memandang wajah yang sangat cantik dan memegang kedua tangannya: “Kamu tidak perlu merasa takut karena ini adalah mah baru pertama kalinya kamu seperti ini lagi itu adalah hal yang sangat normal.”
“Kamu harus dibiasakan selagi para pria yang menatapmu tidak melakukan kejahatan itu tidak masalah. Jika dia berani sekali menyentuhmu apalagi merasakanmu maka kepalan tangan akan meluncur di wajah mereka.”
__ADS_1
Wu Mengchen hanya tersenyum lembut kemudian dia menatap ke arah wajah kekanak-kanakan dari Cai Xuansi. “Itu adalah hal terbodoh bagi mereka untuk memprovokasi mu.”
“Hahaha aku berpetualangan di seluruh dunia hanya ingin mencari pengalaman dan mencari pengikut naga Azhure yang sedang tersebar di dunia lain.”
“Aku tidak peduli dengan mereka tapi jika mereka menyentuhmu maka aku akan membersihkan yang pertama.” Cai Xuansi berkata sangat lantang.
“Baik... baik... baik...baik...” Wu Mengchen menganggukkan kepalanya terus-menerus setelah itu Dia memegang tangan kanan Cai Xuansi sangat erat dan berkata lagi: “Ayo.. kita lebih cepat untuk pergi ke tempat pertarungan kita ingin tahu bagaimana raja yang baru itu dilantik.”
“Kamu benar ayo kita lebih cepat untuk melihat pertarungan yang begitu menghebohkan. Jika kita ingin melihat maka ayo kita melihat lah...” Cai Xuansi menganggukan kepalanya kemudian dia melangkahkan kaki lebih cepat daripada tadi.
Hanya membutuhkan kurang lebih dari 6 menit akhirnya dia sampailah di tempat yang begitu megah seperti stadion sepak bola tapi ini lebih kuno. Tempat ini bernama Colosseum pertarungan.
Mereka berdua sangat terpana dengan sorak-sorakan para penonton yang sedang ingin melihat pertunjukan pertarungan.
Kebetulan acara ini belum dimulai mungkin saja berapa batang dupa k akan dimulai kan pertarungan ini.
TK mereka berdua dan para penonton sedang menantikan acara pertarungan tiba-tiba di podium yang paling tinggi muncullah raja yang sudah tua dan di sampingnya ada Putri dan Satu pemuda yang cukup tampan dan alisnya seperti pedang yang begitu tajam.
Cai Xuansi sudah asumsikan bahwa pemuda di samping pria paruh baya itu adalah calon Raja selanjutnya dan wanita yang berada di samping pemuda itu adalah ratu atau selir dari calon raja tersebut.
Pemandangan ini Cai Xuansi sungguh tersenyum dan memuji calon raja tersebut karena dengan menjadi raja banyak wanita-wanita yang turun Untuk memuja pahanya.
Tapi sayangnya Wu Mengchen tidak terpana sekaligus terkagum-kagum dia hanya menatap ke arah pemuda itu dengan tatapan luar biasa dan ada jejak rasa pahit di dadanya.
Bukan hanya ada rasa pahit tapi ada rasa jejak kebencian ketika Wu Mengchen menatap ke arah calon Raja itu. karena dia tahu bahwa Raja itu adalah mantan suaminya yang diam-diam telah mencelakai dirinya dan mencoba membunuh dirinya.
‘Yu Lo, Aku akhirnya melihatmu Di sini Jangan kira aku sudah mati begitu cepat tapi aku menemukanmu di sini dan aku harus membuktikan bahwa kamu telah memilih wanita yang salah.’ Tatapan Wu Mengchen sangat dingin, kepada Yu Lo bahkan ada jejak membunuh yang sangat besar melap-lelap untuk diarahkan ke Yu Lo.
Saat ini, Yu Lo yang sedang tersenyum lembut tiba-tiba mengerutkan keningnya karena melihat ada jejak membunuh yang keluar dari para penonton.
Ketika Yu Lo menoleh ke sumber Aura jahat itu tiba-tiba matanya menyusut tajam dan tidak dipercaya karena saat ini dia melihat mantan istrinya yang sedang menatap ke arah dirinya dengan tatapan dingin.
__ADS_1
“Bagai mana mungkin....!”