Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Bunuh.. Bunuh...


__ADS_3

Bab 121 Bunuh.. Bunuh..


Orang yang menyerang dari atas langit, kebetulan seseorang wanita cantik, Long Fai yang melihatnya sangat bingung. Kenapa setiap dia temui selalu wanita cantik dan arogant.


Lalu, di manakah kaum adam, apakah kaum adam di dunia kultovator bakatnya kalah sama hegomoni wanita?


Di atas langit, wanita itu terabang mendekati Long Fai tanpa ada perlawanan.


Long Fai memandang wanita itu, dan berkata sambil tersenyum: "Apakah kamu sungguh cemen, menyerang sambil mengumpat?"


Kata-kata selesai, Long Fai menampar pipi wanita itu hingga babak belur.


"Pak!"


Setelah menampar pipi kanan, Long Fai menampar pipi kiri.


"Pak!"


Semua gigi wanita itu, hancur dan pada copot.


"Kenapa kamu berdiam saja? Apakah kamu hanya berani menggertak orang miskin saja?" Long Fai terus berkata.


"Aku..aku..!"


Seseolah tidak ada kesempatan, Long Fai menampar pipi wanita itu lagi.


"Pak!


"Tidak ini sungguh sakit, siapa sebenarnya dia!"


"Pak!"


"Tidak!"


"Pak!"


"Coba kamu katakan lagi sesuatu kepada aku." Long Fai tersenyum ke arah wanita itu.


"Kamu..kamu monster iblis...!" Wanita yang pipinya babak belur, di tampar lusinan oleh Long Fai, akhirnya membuat suara.


"Apa? Aku adalah monster, aku bertanya kepada kamu. Jika teman kamu menyerang aku, dan aku tidak melawan mengakibatkan aku mati, apakah kamu ada rasa kemanusaian? Ok kamu mengatakan aku adalah monster aku menerimanya. Setidaknya lebih baik dari pada manusia kultivator kotor yang serakan seperti kalian. Teman kamu berniat mencuri pakasa harta telor aku yang aku ambil sendiri. Aku hanya membela diri, apakah salah?"


"Tidak..tidak.. Itu tidak salah, aku mohon ampuni aku dewa kecil ini sungguh tidak memiliki mata untuk melihat." Wanita yang di tampar oleh Long Fai akhirnya menangis tersedu sedu.


Sementara itu, para pembudidaya dewa melihat bahwa ada dua wanita di siksa sangat menyedihkan, akhirnya tidak tahan.


Semua pemudidaya langsung menyerang Long Fai.


"Sialan kamu bocah!! Kamu berani menyiksa dua wanita cantik ini..! Mati kamu..!"

__ADS_1


Lusinan kultivator, menyerang Long Fai penuh amarah. Namun Long Fai haya melambakan tanganya dan mencoba menggunakan gelar dewa darah, untuk menyerang semua pembudidaya ini.


Setiap lambaian tangan Long Fai, maka ada lusinan para kultivator yang terjatuh karena tubuhnya meledak.


"Bom!"


"Bom!"


"Bom!"


"Lari... dia monster... Ahhh tidak..!"


"Bom!"


Di area ini, langit di hujani pembantaian masal oleh Long Fai.


Hujan darah membasahi altar di sini. Darah berkumpul menjadi genangan kecil. Setelah menjadi genangan, darah itu, berubah menjadi lusinan pedang untuk menyerang para kultivator yang selamat.


"Sring!"


"Sring!"


"Sring!"


Tubuh kultivator menjadi daging cincang. Kedua wanita ini yang sedang tergeletak, dia matanya kosong.


Di sisi Long Fai setelah membunuh semua para kultivator, dia menatap ke arah dua gadis itu seraya berkata: "Aku harus berterimakasih kepada kamu, karena telah menjadi kambing hitam aku."


Kata-kata selesai, sosok Long Fai menghilang. Dia sudah tiba di dunia Artefak lantai satu.


Long Fai memandang telor ini, yang terus menerus menyala seperti akan meledak. "Uhh telor ini apakah mau meledak, apa mau menetaskan?" Long Fai hanya menganggap bahwa telor ini, akan menetas.


Benar saja berapa detik kemudian, telor itu pecah dan pada saat itulah, mata Long Fai melihat rupa bentuk hewan itu.


Hewan santo pelindung yang masih bayi, dia berbentuk perpaduan antara rubah dan hewan rakun. Di belakang ada dua ekor yang menambahkan daya ke imutan hewan ini.


Long Fai mengusap-usap bulu hewan ini sangat lembut. Walau di dunia lantai satu terdapat hewan yang imut, namun entah kenapa Long Fai merasa nyaman dengan hewan santo ini.


"Grrrr!" Hewan santo mengeram dan langsung memakan semua cankang hingga tidak tersisa. Kemudian aku melihat hewan santo tertidur lelap lagi.


"Masuk akal. Dia masih bayi masih membutuhkan tidur yang cukup." Long Fai berguman sambil menggaruk pipi. Setelah itu dia tinggalkan hewan ini.


......................


Di sisi Long Bing dan lainya dia sedang menunggu kedatangan Long Fai. Tapi di kehampaan tiba-tiba ada celah ruang dan munculah sosok wanita yang anggun.


Hu Mulan yang melihatnya juga kagum, wanita itu bentuk rupanya seperti masih satu ras dengan Long Bing.


Wanita yang sangat anggun terbang mendekati Long Bing dan berkata: "Selamat yang mulia kamu telah keluar dari peti selama berjuta-juta tahun."

__ADS_1


"Kamu siapa?" Long Bing berkata kepada wanita itu. Namun wanita itu hanya mebalas sambil tersenyum sopan: "Yang mulia, nama aku Ro Ru. Ini masuk akal bahwa yang mulia tidak ingat semua ini. Tapi tidak perlu khawatir aku akan membawa kamu untuk memulihkan ingatan kamu dengan ini."


Dari awal dan akhir, Ro Ru tidak pernah memandang Hu Mulan dan Jiang Feng. Mereka berdua menurut Ro Ru seperti semut dan layak di abaikan.


Hu Mulan yang melihat kedatangan Ro Ru, berkata. "Halo apakah kamu teman dekat Long Bing?"


"Apa magsud mu? Long Bing?" Ro Ru bingung sama sekali.


"Ini?" Hu Mulan menggaruk kepalanya dan berkata lagi: "Magsudnya, wanita itu yang berbaju putih, adalah Long Bing. Dia juga tunangan Long Fai."


"Apa..! Dasar lancang...! Siapa yang berani sekali menamakan nama jelek ini...!" Ro Ru, marah, dia membuat aura dominasi sehingga Jiang Feng dan Hu Mulan terjatuh berlulut.


"Aku..aku..!" Jiang Feng dan Hu Mulan tidak tahan akan amukan aura membunuh Ro Ru. Sehingga dia pingsan sambil muntah.


"Uhukk!"


"Puf!"


"Berani sekali menamai ke Ratu dengan sampah macam ini....!" Ro Ru ingin sekali membunuh siapa pelakunya. Namun dia yang utama harus memulihakan ingatan sang ratu terlebih dahulu.


Long Bing yang melihat Jiang Feng dan Hu Mulan yang terkapar, bahkan tidak ada raut kasihan dia hanya menatap saja tanpa expresi.


"Yang mulia ratu, ini adalah bola ingatan yang kamu segel, kamu harus menyerap agar ingatan pulih." Kata Ro Ru sambil hormat menyerahkan bola ingtan kepada Long Bing.


Long Bing mengangguk dan meraih bola itu. Setelah di sentuh, tiba-tiba bola itu meledak dan cahayanya memasuki ke dalam otak Long Bing secara perlahan-lahan.


Mata Long Bing, memejam erat dia sedang mencerna seluruh informasi dari bola itu.


Empat menit berlalu.


"Ledakan!"


Otak Long Bing, akhirnya bergemuruh, ingatan masa lalu sudah sepenuhnya pulih. Dia mencerna ingtan masa lalu belum menemukan nama Long Fai sama sekali. Hanya ada satu kesimpulan bahwa ketika anda amnesia, anda di bodohi dan di manfatkan oleh Long Fai.


Long Bing membuka matanya. Dan melihar Ro Ru sambil tersenyum lembut. "Ro Ru, akhirnya aku kembali."


"Yang mulia selamat..!" Ro Ru sangat senang. Namun dia menatap ke arah Jiang Feng dan Hu Mulan yang sedang terkepar pingsan.


"Apa kah kedua orang ini sebaiknya aku bunuh?" Ro Ru berkata.


"Kamu tidak perlu. Dia adalah teman Long Fai, biarkan dia hidup karena telah merawat aku sampai selamat." Kata Long Bing.


Ro Ru ingin tahu dan berkata. "Siapa Long Fai?"


"Long Fai adalah manusia biasa tanpa kekuatan dan dia menjadikan aku sebagai tameng, dengan sebutan suami. Tapi tidak masalah, sekarang ingatan aku sudah pulih, dan dia tidak lah penting lagi ayo kita pulang dan lupakan semut itu." Mengingat kata-kata Long Fai yang menganggap dirinya adalah wanitanya bahkan sekarang tidak ada rasa. Dia sudah melupakan seperti orang asing. Karena dia lemah, fana tidak perlu di kenang.


Long Bing dan Ro Ru, berjalan melewati Jiang Feng dan Hu Mulan yang tergeletak. Dia ingin membuka celah untuk pergi dari sini. Namun tiba-tiba ada Long Fai yang keluar dari dimensi dunia lain setelah mendapatkan telor hewan santo.


"Yo Binger aku kembali.!"

__ADS_1


__ADS_2