Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Aku Juga Pria Normal


__ADS_3

Bab 130 Aku Juga Pria Normal


"Ini.... Bagai mana mungkin..?" Chen Chen masih bingung. Ketika clon sendiri kalah dengan Long Fai, dia tidak tahu batas kekuatan yang di milikinya.


Tapi saat ini, dia hampir tidak bisa berkata apa-apa. Pemuda itu sungguh menakutkan, dia harus memberitahu kepada para dewa dengan gelar Darah. Dia harus berkata bahwa anda sudah menemukan siapa pembunuh di balik kematianya salah satu dewa darah.


"Betul, aku harus berkata dan memberikan kabar yang bagus ini." Chen Chen serius. Dia bahkkan dalam hati, sangat marah karena kehilangan iman dari suku Xinping karena di ambil alih oleh Long Fai.


Setelah itu, dia terbang sangat cepat seperti cahaya yang berkedip.


......................


Di dunia pelanet pohon, Linglung dan bingung. Dia tidak tahu cara kembali pulang.


"Ini? Bagai mana aku bisa kembali lagi?" Long Fai menggaruk kepalanya. Dia bingung mencari solusi.


Setelah mencari solusi, dia mencoba bertanya kepada Artefak Naga. "Artefak Naga! Apakah kamu mempunyai jurus yang bisa memindahkan ke tempat wilayah Xinping!"


Namun jawaban Artefak Naga, membuat muntah darah. Kata Artrfak Naga seperti ini, anda adalah jenius, kenapa anda begitu bodoh? Bukankah di dunia Artefak lantai dua terdapat ribuan jurus yang anda pelajari, kenapa anda menjadi pikun.


"Baiklah.. baiklah, seperti biasa Artefak Naga ini begitu fierce. Kenapa aku tidak ingat bahwa aku jenus?" Long Fai berguman pada diri sendiri. Dia karena terlalu asik dengan jurus pengurangan dan peningkatan kekuatan dan pukulan seruling, dia melupakan masih ada ribuan jurus yang dia kuasai.


Long Fai mencoba mengingat sambil mengangkat dagu. Setelah itu, akhirnya dia menggunakan aray teleportasi.


Long Fai mengangkat tanganya, langsung menggunakan aray itu untuk pergi ke wilayah Xinping.

__ADS_1


Setelah sudah di aktifkan, Long Fai menghilang dari pelanet pohon dan dia sudah tiba di wilayah Xinping.


"Wahh aku sudah kembali di tempat ini, dan saatnya beristirahat." Kemudian Long Fai berjalan namun dia baru sadar bahwa dia mendarat di tempat pemandian peribadi Ratu Xinping. Dan saat ini, dia melihat Xiao Yun sedang bertelanjang bulat sedang mandi di air hangat.


Long Fai melihat Xiao Yun, Xiao Yun juga melihat Long Fai. Dia melihat Long Fai ingin berkata, namun seseolah mulut tidak bisa berkata karena gerogi dan malu akhirnya Xiao Yun hanya membuka mulut sangat lama.


"Uhuk..uhukk tenang saja, aku bukan giggolo. Aku hanya salah tempat maaf. Tapi aku akan memuji kamu bahwa tubuh kamu sangat bagus ohh lihat gunung kamu sungguh besar dan di pantat kamu ada tahi lalat. Ini sungguh menawan." Long Fai berkata sambil merasakan mulut kering karena pemandangan yang sungguuh memanjakan mata.


Wajah Xiao Yun bertambah merah, dia seperti akan mengeluarkan asap dari kepalanya karena malu. Kemudian dia berkata sambil menjentikan jarinya: "Aku tahu aku sangat cantik dan tubuh aku bagus, tapi suami apakah harus secepat ini? Jika suami ingin pergi mandi bersama aku tidak keberatan."


"Tidak..tidak ini salah paham Xiao Yun aku hanya salah jalan, aku pergi dulu selamat tinggal!" Long Fai pergi meninggalkan tempat pemandian Xiao Yun sambil mimisan terus menerus.


"Brengsek... Kenapa aku mendarat di tempat yang salah!" Long Fai di dalam hati menggerutu. Bahkan dia memandang adik laki-lakinya yang bergetar keras sangat perkasa seseolah siap kapan saja di gunakan.


"Huhh tidak-tidak walau aku sangat ingin melakukan seperti itu, tapi ini belum saatnya, tapi? Gunung itu sungguh besar..! Ahh sial apa yang aku pikirkan..!" Long Fai berjalan sangat cepat dia pergi keluar dan menghirup udara segar.


Long Fai mengakui bahwa wanita di dunia kultivator semuanya cantik dan ada aura dewasa yang memikat.


Bahkan Long Fai yang manusa pria normal tidak munafik ingin mencicipi tubuh Xiao Yun yang begitu putih dan gelamor.


Sampai berlalunya waktu, siang hari sudah di gantikan malam hari. Di sebuah kamar, Xiao Yun masih memikirkan ketika tubuh sendiri yang sedang bertelanjang di lihat oleh Long Fai. Dia sangat malu, walau dia mendedikasikan untuk Long Fai seutuhnya, namun dia belum pernah ada situasi memalukan tubuh anda di lihat orang lain. Bahkan hanya pertama kalinya selama ratusan tahun tubuh ini dilihat pemuda satu kali yaitu Long Fai. Dia adalah Long Fai pria yang di kagumkan.


"Tubuh aku sudah di perlihatkan oleh Long Fai. Apakah berati aku dan Long Fai sudah resmi menjadi suami istri? Kyaa...! Apa yang aku pikirkan, apakah begitu sangat mudah?" Xiao Yun menggelengkan kepalanya. Menurut apa yang dia pelajari, setatus suami istri adalah makan bersama, tidur bersama dan melakukan itu bersama."


"Tidak mungkin tidak mungkin!" Xoao Yun Menggelengkan kepalanya dia sangat malu. Akhirnya dia membenamkan tubuhnya ke kasur. Namun sekali lagi, dia teringat bahwa Long Fai mengetahui bahwa dirinya mempunyai tahi lalat di pantatnya.

__ADS_1


"Uhh bajingan Long Fai apakah kamu curang, tadi kamu mengintip aku saat aku lengah?" Xiao Yun menggertakan giginya dia tidak marah namun tersipu karena malu.


Di kamar lain, Long Fai tidak bisa tidur dia ingin sekali mencicipi tubuh Xiao Yun setelah melihat dia bertelanjang tanpa busana.


Long Fai mencoba memejamkan matanya. Namun adik laki-laki ini semakin lama semakin tegang dan sangat sulit di atur.


Long Fai sangat gelisah mulut kering dan darah mendidih. Setelah berapa lama memejam kan matanya dia mebuka dan bangun dari tidurnya.


"Aku juga pria normal, jika melihat kecantikan tidak tergerak bukankah sama saja itu seperti kasim, karena aku tidak bisa menenagkan gairah yang begitu bergejolak maka aku harus mengobati perasaan ini. Dengan cara aku harus mencicipi tubuh Xiao Yun." Long Fai keluar dan dia pergi menuju tempat kamat Xiao Yun berada.


"Tok..tokk..tok!" Suara ketukan pintu akibat Long Fai yang mengetuk.


"Siapa?" Tiba-tiba ada suara wanita sangat samar terdengar dalam.


Long Fai menelan ludah dan berkata: "Ini aku Long Fai..!"


"Tunggu sebentar!" Suara wanita itu, seperti sangat gugup dan ada suara yang sedang berlari.


"Klerekkk...!" Pintu di buka dan munculah sosok wanita yang sangat menawan. Dia menatap ke arah Long Fai sambil raut wajah yang sangat malu.


"Uhh suami, kenapa malam-malam kamu mengetuk pintu, apakah belum tidur." Wajah Xiao Yun bertambah merah, entah kenapa dia ada firasat buruk. Di bandingkan Xiao Yun yang begitu berani menggoda Long Fai pada saat itu, entah kenapa sekarang sosok Xiao Yun menjadi pemalu dan pendiam.


"Uhh aku akan mengatakan sesuatu kepada kamu, tapi akan tidak enak di sini, bolehkah aku mebicarakan di dalam." Long Fai tidak tahan untuk memperkosa Xiao Yun.


"Hmmm baiklah. Ma..ma~suk!" Xia Yun tergagap dan mengeluarkan suara yang seperti nyamuk sangat lirih.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua memasuki kamar dan adegan hilangnya kesucian Xiao yun akan di renggut oleh Long Fai.


__ADS_2