
Bab 365 Bertemu Satu Rekan
Song Chufeng hanya melirik saja, alat pancing ini adalah alat pancing kelas Dewa, dia membuat alat pancing mengunakan buku kerajinan yang terpajang di perpustakaan Wanjie yang tersebar di wilayah Naga Azhure.
Walaupun semua wilayah Naga Azhure adalah orang yang kuat-kuat dan aneh, tapi untuk memilih barang tingkat tinggi tidak begitu serakah. Malahan barang seperti ini banyak yang tidak terpakai dan tentunya tidak ada berani yang mencuri.
Misi wilayah Naga Azhure adalah menjadi legenda di dunia lain, walaupun tidak serta merta.
Banyak juga pergi ke dunia lain hanya berjalan-jalan, setelah itu kembali ke kampung halaman.
Ada juga yang pergi membawa wanita dan sebaliknya.
Bahkan ada juga penghianatan dalam pasangan karena hanya ingin merampas harta tingkat surgawi, akan tetapi berakhir tragis.
Kini Song Chufeng sebenarnya tidak berniat untuk berpetualang di dunia lain, akan tetapi tanpa sengaja tiba di dunia lain dengan alasan terpeleset kulit pisang.
Setelah terpleset kulit pisang Song Chufeng berpindah di dunia lain dan sekaranh tiba-tiba ada orang yang sembrono untuk bertindak arogan, apa lagi hendak beraniat merampas harta yang berharga.
Jika yang mengambil pihak Naga Azhure tidak masalah tapi beda cerita jika itu bukan satu pengikut.
Sekarang Song Chufeng memiliki kndil ajaib yang diberikan oleh anak kecil untuk hadiah atas mau membakar ikan untuk malam bersama.
Sebagai terimakasih, anak kecil itu membuat kendil yang sangat jelek dan di berikan kepada Song Chufeng atas terimakasihnya.
Walaupun kendil jelek tidak bisa diremehkan, karena bisa memasukan kekuatan orang yang dicuri menggunakan kail pancing.
Song Chufeng sudah tak terhingga mencuri kekuatan musuh bakah mengambil jiwa musuh sampai meninggal.
Sekarang Song Chufeng melihat wanita cantik yang sedang memarahi kearahnya hanya menghela nafas, “Kamu adalah suku Fenghuang yang sudah lama tidak muncul, jika kamu merasa kehilangan jurus mu, maka kamu hanya perlu belajar lagi sehingga akan mempunyai jurus susano Fenghuang lagi.”
“Apakah kamu bercanda? Untuk mempelajari jurus tersebut sungguh sangat lama bahkan untuk mencapai kesempurnaan tidaklah mudah! Sekarang kamu telah mengambil jurusku, bahkan mengambil pengalaman ku, bagaimana aku bisa belajar lagi! Pengetahuan dan pengalaman di otak sungguh hilang dan aku tidak bisa mengingatnya!” Fenghuang Lin meraung dia sangat tidak terima, ketika jurus itu di curi, dia ingin sekali mengingat tata cara lagi dan memperaktekan, akan tetapi dia tidak mengingat sedikit sama sekali seseolah dia belum pernah memiliki jurus susano Fenghuang.
Meskipun begitu, dia tahu bahwa Song Chufeng telah mencuri jurusnya.
“Heheh kamu mau jurus ini sungguh sangat mimpi, aku akan memakai jurus ini karena bagus seperti burung.” Song Chufeng tersenyum lembut, tapi dimata Fenghuang Lin senyuman itu adalah senyuman iblis.
__ADS_1
“Ahhh dasar tua bangka!” Fenghuang Lin mengamuk lagi langsung menggunakan pedang dan sebagainya untuk menyerang Song Chufeng.
Pedang yang sangat lebar nan berat, langsung di tembakan ke arah Song Chufeng.
Akan tetapi, Song Chufeng melompat ke atas untuk menghindari dari tebasan pedang itu. Fenghuang Lin mengejar dengan melompat.
Kendil itu yang tidak memiliki tutup, seketika mengeluarkan cahaya warna-warni langsung menyelimuti tubuh Song Chufeng.
Seketika Song Chufeng mempunyai susano Fenghuang yang lebih besar dan lebih bagus. Bahkan suara kicauannya lebih keren dari pada Fenghuang Lin.
Sinar cahaya susano begitu menyilaukan sehingga Long Fai yang sedang mencari asal suara tersebut, akhirnya tahu dimana tempat tersebut.
Mu Bai dan Fang Yuan juga menoleh secara bersamaan setelah melihat cahaya yang memukau juga mendekati area tersebut.
Moncong susano Fenghuang milik Song Chufeng langsung mengeluarkan sinar warna-warni dan meluncur untuk menyerang Fenghuang Lin.
"Swosh!"
"Bam!"
Fenghuang Lin terkena serangan itu, akhirnya terhempas sambil berputar-putar salto terus menerus.
Long Fai yang sudah tiba, hanya menyipitkan matanya dia melihat area yang sangat luas berubah menjadi area gundul, jika pertempuran terus berlanjut mungkin saja toko miliknya akan mengambil masalah.
Long Fai melirik ke kanan kebetulan ada Mu Bai dan Fang Yuan yang sedang menghampirinya.
“Mu Bai kamu hentikan orang yang sedang berubah menjadi burung tersebut, jika tidak toko kita akan hancur,” pinta Long Fai kepada Mu Bai.
”Baik Tuan!" Mu Bai membalas hormat, setelah itu langsung melompat untuk menghampiri Song Chufeng.
“Halo Tuan! Bisakah kamu menghentikan pertempuran ini? Karena jika berlanjut hutan ini akan berbahaya,” teriak Mu Bai.
Song Chufeng melirik ke arah Mu Bai dan langsung melepaskan susano Fenghuang langsung berkata sopan. ”Baik aku juga merasa tidak ada gunanya bertarung melawan wanita tersebut,”
“Wanita?” Mu Bai bingung kemudian melihat sekelilingnya dan tidak menemukan wanita yang sedang dibicarakan oleh Song Chufeng.
__ADS_1
Song Chufeng berkata: ” Wanita itu sudah aku hempaskan sangat sayang mungkin saja beberapa nafas kemudian akan datang ke sini lagi.”
Benar saja, tiba-tiba Fenghuang Lin meluncur sangat cepat seperti cat pertempuran langsung mengarah Song Chufeng dan Mu Bai, bahkan dari terbangan itu akan merontokkan hutan-hutan sehingga bertambah gundul hutannya.
"Swosh!"
"Ahhh!"
Fenghuang Lin langsung menyambar Song Chufeng dan Mu Bai tanpa memperdulikan, apakah Mu Bai.
Pedang yang memiliki permukaan lipatan sedikit panjang akhirnya dihunuskan kedua orang tua dengan kekuatan yang penuh.
“Swoh!"
”Ahhhh kalian mati!”
Mu Bai matanya menyipit kemudian tangan kirinya yang sedang memegang sapu langsung memukul pedang tersebut langsung sangat keras.
"Pak!”
”Nona, hentikanlah pertarungan ini jika tidak hutan ini akan rusak oleh amukan!” Mu Bai menasehati Fenghuang Lin bahkan akibat pukulan sapu itu yang mengenai pedang milik Fenghuang Lin, seketika langsung patah menjadi dua bagian.
"Dang!"
“Ini bagai mana mungkin! Bagai mana mungkin ada sapu yang sungguh sangat keras bahkan pedangku langsung patah!” Fenghuang Lin menggelengkan kepalanya tidak percaya, sekarang dia menemukan orang yang sama seperti song Chufeng.
Mereka semuanya sungguh aneh dari yang pertama memakai senjata pancing tapi sungguh menakutkan pancing tersebut dan, dan sekarang dia menemukan satu orang lagi bisa memotong pedang sendiri hanya menggunakan gagang sapu.
Memikirkan peristiwa-peristiwa yang begitu tidak masuk akal dia sepertinya masih tidak mempercayainya bawa sudah berlalunya tahun ada orang yang begitu aneh seperti kedua orang tersebut.
Song Chufeng sementara itu, cukup terpana. Tapi, kemudian dia melihat seragam yang digunakan Mu Bai akhirnya terkejut.
“Ahh! Apakah kamu bawahan dari tuan Long Fai!”
“Benar, aku Mu Bai salah satu bawahan Tuan Xiandi.” Mu Bai tersenyum dia juga sudah tahu dengan seragam yang digunakan oleh Song Chufeng yang memiliki logo Naga Azhure.
__ADS_1