
Bab 191 Acara Pertunangan (5)
Ketika di ruangan perjamuan sedang heboh dari perbincangan ke ingin tahu calon tunangan permaisuri Ho Tu, dan berita kematian dan musnahnya keluarga Yan, tiba-tiba dari kejauhan ada seseorang dan segerombolan manusia yang menggunakan seragam kerajaan yang sangat megah..
Para perajurit yang menggunakan jubah kerajaan yang sangat rapih, semuanya mengitari dua orang di tengahnya.
Kedua orang itu adalah satu pria dan wanita. Pemuda itu sungguh sangat tampan. Setiap langkah yang dia injakan ke tanah seperti dewa perang yang siap bertempur.
Di sisinya pemuda itu, ada satu wanita yang sangat anggun dan menawan.
“Lihatlah... bukankah dia kelompok kerajaan Ye? ” Ada tamu yang beribisik kepada tamu di sebelahnya.
“Benar, itu adalah kelompok Kerajaan Ye..! Dia adalah Ye Fan...!”
Semua orang yang sedang menghadiri pertunangan Ho Tu dan Long Fai saling berbisik.
Di sekitar wilayah permaisuri Ho Tu tidak sedikit juga orang yang mengetahui bahwa Ye Fan sudah menyukai permaisuri Ho Tu sejak dari dulu. Ada yang tahu bahwa permaisuri Ho Tu itu sudah menolak beberapa kali tapi Ye Fan masih bersikukuh.
Ketika semua orang yang menghadiri perjamuan pertunangan permaisuri Ho Tu, sudah berasumsi bahwa Ye Fan datang ke sini untuk membawa bencana api yang begitu besar.
Apalagi orang yang menghadiri pertunangan ini tidak tahu bentuk dan rupa wajah pemuda yang di kadang-kadang menjadi tunangannya Ho Tu. apakah calon tunangan permaisuri itu setara dengan raja Ye Fan, atau malahan sebaliknya?
Ye Fan dan Chi Yao sedang berjalan bergandengan tangan. Dia memilih kursi di samping para gubernur gubernur walaupun sedikit kejauhan.
Bahkan Ye Fan sendiri melihat pada Tun Ri yang sedang menatap ke arah dirinya sambil bermain-main.
__ADS_1
“Brengsek... Tun Ri awas kamu...! Terakhir kali kamu mempermalukan aku sedemikan rupa, tapi jangan salah sekarang... tidak ada kata-kata untuk mempermalukan aku lagi ingat Kamu brengsek..” Jeritan Raja Ye Fan sangat lirih, tanpa diketahui orang di sekitarnya. Namun jika ada orang yang melihat raut wajahnya maka dia akan melihat bahwa ada urat biru di dahinya karena menahan amarah.
Bukan dia sendiri melainkan Chi Yao juga menatap ke arah Tun Ri penuh kekesalan. Walaupun ada perasaan yang bersalah karena dia sudah bertahun-tahun dengan menjalin hubungannya hanya karena dipaksa dan tergiur oleh rayuan sehingga dia nekat untuk membunuh Tun Ri.
Dia membunuh seharusnya sudah tenang dan tidak ada ancaman lagi tapi apa yang dia tidak kira adalah bahwa Tun Ri sekarang berenkarnasi.
Setelah reinkarnasi, dia melejit tinggi untuk sampai datang menemuinya mendobrak pintu mempermalukan dirinya bahkan apa yang membuat dirinya sangat marah adalah Raja Ye Fan tidak bisa mengalahkan si brengsek Tun Ri.
Memikirkan kekuatan Tun Ri sekarang Chi Yao menyesal, karena telah menduakan dia. Bahkan sekarang dia merasa bahwa Ye Fan tidak memiliki cinta kepada dirinya, sepertinya Chi Yao merasakan bahwa Ye Fan ini, hanya memungkinkan wilayah yang dulu dikembangkan dengan suaminya yaitu Tun Ri.
Alasan ini diperkuat setelah membunuh suaminya dan sekarang bersama rajanya selama masa hidup ratusan tahun dia belum pernah melakukan masa-masa musim semi adegan intim dengannya sampai tubuhnya berkarat kesepian.
Setiap dia meminta hubungan intim, Ye Fan sepertinya menolak dengan alasan masih ada keperluan yang harus dilakukan. Tentu saja dia sangat kesal wanita juga ingin belaian kasih sayang, apakah ada orang yang sudah bersuami istri tidak melakukan hubungan intim selama ratusan tahun? Chi Yao yakin percaya bahwa hanya dirimu yang seperti itu tidak ada lain selain anda sendiri.
Waktu yang berlalu tidak bisa diputar. Jika dia bisa memutar waktu, dia sudah yakin akan setia kepada Tun Ri karena sudah tahu sifat dari Ye Fan itu sendiri.
Namun karena dirinya memiliki rasa kesombongan, dan merasa dia memiliki wilayah yang sangat luas dari kerajaan Ye Fan dan bekas kerajaan iblis yang dia kuasai dulu, sekarang sudah bergabung menjadi satu. Jika wilayah permaisuri Ho Tu melawan, sudah dipastikan akan kalah telak.
Ini adalah modal kesombongan untuk melawan permaisuri Ho Tu. Bahkan dia tidak ingin melihat Tun Ri lagi, dia menjadi dingin, seseolah tatapan Tun Ri kepada dirinya seperti angin saja.
‘Ayo Tun Ri bedebah...! Bagaimana kamu akan melawan kerajaan Ye ini yang memiliki luas wilayah yang sangat luas dari pada wilayah Ho Tu.
Dari kejauhan, Tun Ri yang melihat kesombongan mereka berdua dia hanya menggelengkan kepalanya kesombongan ini anda akan dibayar nanti tunggu saja!
Setelah itu dia memeluk pinggang Lu Change dan dipamerkan ke arah Chi Yao.
__ADS_1
“Kamu brengsek lepaskan ini malu...!” Lu Change sangat malu dan sampai tersipu wajahnya.
“kamu tidak perlu malu, aku sudah menceritakan identitas sebenarnya aku dulu. Sekarang aku memeluk pinggang kamu seharusnya kamu paham.. dan kenapa kamu malu bukankah kita sudah bertukar keringat pada waktu itu?” Tanya Tun Ri sambil mengerutkan keningnya dan menatap ke arah Lu Change terus-menerus.
“Kamu jangan bicara yang tidak senonoh..!” wajah lu canggih bertambah merah walaupun dia sering membuka pakaian yang sangat panas dan berpakaian yang sedikit minum tapi sebenarnya dia masih menjaga keperawanannya.
Awalnya dia menyukai Long Fai, tapi ketika dia dan Tun Ri ditugaskan untuk mengasih kabar ke seluruh penjuru wilayah permaisuri untuk memberikan pengumuman akabar di waktu itu, dia sepertinya menimbulkan benih-benih cinta kepada Tun Ri lambatnya hari.
“Ayo kali ini saja oke....!” Bisik Tun Ri kepada lu jangan sambil mangatan tangannya di pinggang Lu Change.
Lu Change melototi terus menerus sambil tersipu malu, bahkan Chi Yao yang memelihatnya entah kenapa menggertakkan giginya karena entah kenapa ada perasaan asam di hatinya.
“brengsek apakah kamu memamerkan aku agar aku cemburu tidak akan bedebah...!” kemudian dia juga memeluk pinggang yevan erat-erat.
Tapi 2 detik kemudian setelah memeluk pinggang Ye Fan, tiba-tiba dia mendengar Ye Fan berbisik seperti tidak senang.
“Lepaskan ini di tempat umum apakah kamu tidak malu...” Gerutunya Ye Fan.
“Kamu kenapa begitu bukankah kita sudah suami berisi selama 100 tahun lebih..” Bahkan Chi Yao sangat kesal.
“Tutup mulut kamu...aku sangat malu ketika bermesraan di tempat umum lepaskan...!” Hardik Ye Fan suara kecil.
“Kamu.....!” Chi Yao sedih bukan main bahkan hatinya asam ingin menangis.
Di sisi Tun Ri dia tertawa diam-diam. Jalanng ini sungguh menyedihkan.
__ADS_1