Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Wanita Ini Bernama Lan Ran


__ADS_3

Bab 93 Wanita Ini Bernama Lan Ran


"Ayo, baiklah!" Ming Hu mengangguk. Dia akhirnya mengelurkan obat penyembuh dan peningkatan kebugaran lagi agar seperti semula.


Dia memakai obat peningkatan setamina dan pemulihan tubuh dengan obat peringkat menengah.


Wudang Chanseng sambil memulihakan energi, dia juga di sempatkan untuk melirik ke arah wanita kecil yang jenaka itu dengan tatapan rumit.


Dia masih memikirkan alasan yang jelas kenapa dia tidak berdaya ketika melawan wanita kecil itu, yang sudah jelas tidak berkultivasi.


Wudang Chanseng tentu saja bergidik ngeri, apakah semua penduduk manusia biasa di wilayah Naga Azhure ini begitu galak?


Dia teringat celotehan wanita kecil itu. Rupanya anda sebagai kultivator sangatlah lemah di bandingkan manusia biasa.


"Cihh, sial..!" Wudang Chanseng menggerutu dalam hati.


sepuluh menit kemudian....


"Yahhh kita sudah memulihkan energi lagi, di mana wanita sial itu." Meng Hu ingin menangis dan melanjutkan kata-kata lagi: "Nona Chansang ayo kita cari wanita bedebah itu..!"


Wudang Changsan mengangguk: "Baiklah ayo kita cari wanita itu, kita harus bertarung lagi."


Kemudian, Meng Hu dan Wudang Chansang, mereka beruda mencari wanita kecil itu. Selama mencari, dia sangat tertuju kepada gubuk ruma biasa yang ada di samping danu yang di tumbuhi, teratai peringkat atas.


Ketika mereka berdua sedang mencari, entah kenapa dia tidak menemukan wanita itu. Sehingga kedua wanita saling menatap licik. "Ayo kita ambil seberapa bagian, selagi wanita nakal itu tidak ada."


Mereka melompat dan terbang untuk mengambil bunga lotus yang sangat menggiurkan. Namun ketika posisi Meng Hu yang berada paling depan, dia ingin mengambil lotus dengan kegembiraan tiba-tiba di air itu keluar ikan sebesar telapak tangan. Menurut Meng Hu ikan ini hanyalah ikan yang pada umumnya ketika anda mencari pengalaman di hutan anda akan melihat lusinan ikan yang serupa.


Tapi dia tidak tahu bahwa semua wilayah Naga Azhure sekarang semua mahkluk hidup, dan beserta tumbuhan dan air, terkena efek hukum jasa yang di lakukan oleh Long Fai. Sehingga karena meremehkan ikan itu, Ketika ikan melompat dari air dia tertampar ikan sehingga Meng Hu terpental dan mendarat di pinggiran danau.


"Swosh!"

__ADS_1


"Puf!"


"Uhuk....uhukkk.. Uhukkk..! Nona awas ikan itu ganas..!" Meng Hu berteriak mengingatkan.


Namun sayang sungguh sayang. Ketika dia hendak melompat ke atas, tiba-tiba dari arah kanan ada ikan meloncat seperti lomba-lumba menghantam pipinya.


"Pak!"


"Sowsh!"


Wudang Chanseng terpental menyamping menjauhi Meng Hu.


"Uhuk..uhukkk.uhukkk.!" Wudang Chanseng menyeka darah dari mulutnya. Dia menatap ganas ke arah ikan bedebah ini. Ketika kedua wanita ini sedang mengalami sengsara, akibat tamparan ikan, tiba-tiba di samping atas ada tawa bahagia.


"Hahaha..! Ini sungguh tidak terduga. Kamu adalah kultivator, namun kalah dengan ikan liar ini." Wanita kecil yang jenaka ini, dia sedang duduk di atas. Dia sambil memainkan rumput hijau di mulutnya.


Wudang Chanseng dan Meng Hu di ejek lagi. Meng Hu mendekati Wudang Chanseng seraya berkata. "Nona apakah kamu baik-baik saja."


Meng Hu mengangguk: "Nona, aku tahu, tapi apakah kita harus meminta secara sopan kepada wanita itu?"


"Apakah kamu bercanda, mungkin jika kita mengemis, kita akan di ejek." Balas Wudang Chanseng.


Meng Hu menatap serius dan menganggu. Lalu berkata: "Tapi apa salahnya mencoba?"


"Ok..ok..ok kita mencobanya, mungkin akan berhasil." Kata Wudang Chanseng. Setelah itu mereka berdua bangun dari duduknya. Tidak lupa mereka berdua menepuk-nepuk baju, untuk menghilangkan debu yang menempel.


Setelah itu mereka berdua berjalan menghampuri wanita kecil.


Wudang Chanseng berkata sangat tulus: "Adik kecil, aku meminta sifat belas kasih kamu kepada kami, agar bisa memetik lotus api. Lotus api itu sangatlah berharga bagi basis kultivasi aku."


Wanita kecil berkata terus terang: "Jika kamu menginginkan itu, kamu harus meminta ijin kepada Raja Xiandi, aku tidak memiliki wewenang. Aku hanyalah petani saja."

__ADS_1


Wudang Chanseng, dan Meng Hu saling mendang. Terus, Wudang Chanseng berkata: "jika aku ingin mendapatkan lotus api itu kami harus pergi ke ibu kota baru untuk meminta izin?"


"Itu benar, kamu harus meminta kepada raja." Wanita kecil mengangguk.


"Baiklah aku akan pergi untuk menemui raja kamu." Wudang Chanseng, menganguk ke wanita kecil itu. Namun sebelum pergi, Wudang Chanseng berkata: "Maaf jika berkenan bolehkah aku ingin tahu nama kamu?"


"Oh, pangil saja aku Lan Ran." Lan Ran berkata ringan.


"Baiklah adik Lan Ran, aku mengingat nama kamu. Jika kekuatan aku sudah sedikit kuat, aku akan datang menghampiri kamu untuk menentang." Wudang Chansang berkata sambil bermartabat.


"Baiklah aku menunggumu." Lan Ran mengangguk tersenyum.


"Kalau begitu kita pergi.. dan selamat tinggal.!" Wudang Chanseng, terbang sama Meng Hu.


Lan Ran melihat kepergian kedua wanita ini, dia bungung bahkan dia bersyukur. Ketika dia sedang di hutan yang sangat lebat, dia berkata kepada diri sendiri: "Dulu aku sangat mendabakan menjadi seseorang pembudidaya kultivator sehingga bisa terbang bebebas seperti angas. Tapi sekarang aku sudah tidak tertarik, entah kenapa ketika aku melawan kedua kultivator itu sangat mudah bahkan aku bisa membunuh seketika."


Lan Ran tidak tahu apa yang di pikirkan sekarang dan di masa lalu yang sangat menyedihkan. Namun dia tahu bahwa karena perubahan tubuhnya itu ada hubunganya dengan Raja Naga Azhure.


Ketika dia memanjatkan doa di patung entah kenapa ada sedikit pencerahan dalam jurus tongkat pemukul anjing.


Tentu saja dia tidak berdiam saja, Lan Ran berkata kepada penduduk yang tersisa di wilayah ini yang terdekat. Bawasanya, setiap orang yang memuja patung raja Xiandi akan memiliki pencerahan dan mendapatkan jurus yang berbeda.


Karena akibat fenomena itulah, yang menyebabkan seluruh penduduk Naga Azhure menjadi fanatik yang sangat menyembah-nyembah patung Long Fai.


Sebagai contoh, Lan Ran hanya menyisahkan seorang ibu karena akibat pembantaian formasi oleh raja pendahulu Dayan. Tapi sekarang setelah di selamatkan oleh Long Fai dan memuja patung Long Fai, dia mendapatkan pencerahan dan jurus teknik untuk mengendalikan hewan dan monster.


Berkah yang di dapatkan dia sangat bergembira dan sangat berterimaksih kepada Long Xiandi.


Walau menurut Lan Ran raja Xiandi terlambat menyelamatkan ayahnya, namun dia masih berterimakasih sudah menyelamatian dirinya dan ibunya dari kematian.


Lan Ran menghadap ke arah patung Long Fai dari kejauhan lalu, berkata: "Terimakasih atas penyelamatan dermawan kamu, yang mulia Raja? Aku berjanji akan mempertahankan wilayah lain dari amukan negara luar sana."

__ADS_1


__ADS_2