Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Yun Che Vs Jendral Kaisar Utara


__ADS_3

Bab 143 Yun Che Vs Jendral Kaisar Utara


Jendral perang kaisar Utara, terbang sangat cepat seperti jet tempur. Bahkan ada suara yang menderu yang menggema di antara langit.


“Hahaha aku baru menemukan lawan yang imbang ini menarik!” Jendral kaisar Utara tertawa terbahak bahak sambil menatap ke arah Yun Che sangat muram.


Namun Yun Che masih memandang ke arah jendral itu, dengan cara yang sangat tenang tanpa ada jejak rasa ketakutan.


“Hahaha aku melihat kamu masih tenang, huh coba aku ingin tahu apakah setelah aku menyerang kamu masih tenang!” Jendral kaisar Utara mendengus dingin ke arah Yun Che.


Kemudian Jendral kaisar Utara itu, mengambil gada raksasa untuk memukul Yun Che agar dia bisa memberikan pelajaran supaya Yun Che kapok.


“Nak... rasakan bagaimana aku membunuh kamu agar kamu tidak sombong, karena di langit masih ada langit.


“Hiyaaa!” Jendral kaisar Utara mengerang ganas langsung memukul kepala Yun Che. Namun di sisi Yun Che dia mengangkat tangan langsung membuat kepalan dan meninju gada raksasa itu.


"Bang!"


Gelombang kejut itu, mengakibatkan gada langsung terlepas dari cengkraman jendral kaisar Utara.


"Buff!"


"Sikat!" Gada itu langsung terhempas di udara sambil berputar-putar. Dan gada itu, juga sangat jauh terhempasnya.


"Bom!"


"Bom!"


"Bom!"


Gada itu, mendarat ke tanah dengan cara seperti meteor.


Di sisi Yun Che setelah meninju gada, dia langsung gerak cepat untuk meninju kepala jendral Utara.


"Bang!"


"Ahhh!"


Seketika, rahangnya ada yang patah dan ada juga gigi yang copot.


Yun Che mendekati lagi, dia menggunakan celurit yang digunakan untuk memotong rumput untuk, menyerang jendral kaisar Utara.


“Sekarang giliran untuk aku yang mengambil tindakan kepada kamu!” Kata Yun Che dia langsung memegang celurit itu, langsung dia tebasan ke arah Jendral kaisar Utara.


"Sring!"


"Dentang!"


Sementara itu, jendral kaisar Utara sedikit lihay menghindari serangan yang dilakukan oleh Yun Che.


Jendral kaisar seperti namanya dalam hal pengalaman cukup kaya. Walau Yun Che kuat tapi dalam hal pengalaman masih belum cukup di bandingkan dengan dirinya.


Untuk memenangkan pertarungan mengambil cara tercela juga tidak masalah. Saat ini, ketika Jendral kaisar Utara sedang diserang terus menerus oleh Yun Che, dia mengambil kesempatan untuk berjongkok.


Setelah berjongkok tangan kanan merah tanah langsung dia ciptakan kearah mata Yun Che.

__ADS_1


"Busss!"


“Sial mataku!!’’ Yun Che merasakan rasa perih di bagian mata karena kemasukan tanah dan debu.


Saat ini jendral kaisar setelah menemukan celah dia mengambil senjata di cincin penyimpanan. Kemudian dia mengambil pedang untuk menebas leher Yun Che.


“Hahaha Mati kamu nakk!” Jendral kaisar Utara setelah tertawa muram dengan penuh kemenangan dia langsung menebaskan pedangnya itu ke leher Yun Che.


"Sring!"


"Crack!"


“Apa mustahil... !” Dia melihat bahwa pedang milik sendiri patah menjadi dua setelah memenggal kepala Yun Che.


Walau pedang itu patah, dia mencoba meninju kepala Yun Che.


"Bang!"


"Bom!"


"Swosh!"


Yun Che terhempas ke udara sambil berputar-putar layaknya gangsing. Seseolah tidak memberikan kesempatan, Jenderal kaisar Utara sosok nya menghilang dan sudah muncul di sisi Yun Che.


Dia menyikut perut Yun Che sampai terjatuh menukik lagi ke bawah.


"Bom!"


Tanah itu, menjadi kawah yang cukup besar.


“Tapi, setiap seni beladiri ada kelebihan dan kekurangan.”


Setelah mengomel, jendral kaisar menendang Yun Che lagi dengan sangat keras sehingga dia meluncur ribuan mil dan memasuki sebuah danau.


Saat ini Yun Che sebenarnya tidak merasakan kesakitan walau di tendang oleh jendral kaisar. Namun setelah dia meluncur dan tercebur ke sebuah danau akhirnya dia bisa mencuci mata.


“Brengsek! Mata aku akhirnya sudah nyaman untuk digunakan melihat.” Setelah itu, dia melompat keluar dari danau dan dia sendiri melihat jendral kaisar sedang mengarah kepada dirinya.


“Baiklah kini giliran aku untuk menghajar jendral bapuk ini..!” Yun Che semangat dia mengepalkan tangannya sangat erat.


“Hahaha nak, aku akan pukul kamu lagi!” Jendral itu, berteriak mengerikan sehingga Yun Che merasakan tidak nyaman pada saat ini juga.


“Cihh!” Yun Che mendecakan lidahnya dia sudah siap-siap untuk memukul kepala jendral kaisar itu.


Pada saat ini, ketika Jendral kaisar Utara sudah dekat dengannya dan akan meninju, Yun Che langsung mengepalkan tangannya langsung memukul balik.


"Bang!"


"Crack!'


“Ahhhh!’’ Jendral kaisar Utara menjerit seperti babi yang sedang di sembelih. Jeritan itu sangat keras.


“Brengsek... tangan aku! Nak bedebah sialan mati kamu...!” Jendral kaisar itu, meraung hebat. Dan mencoba memukul kepala Yun Che.


Namun seketika dari lengan Yun Che keluar kilatan cahaya dengan berbentuk naga 🐲 🐉.

__ADS_1


Cahaya Naga itu, langsung menghantam tubuh jendral kaisar Utara.


“Ahhh!”


“Engah!”


Sekarang gantian yang terpental adalah jendral kaisar Utara sendiri.


“Uhukkk... uhukkk.... uhukkkk!” Dia terbatuk-batuk keras sambil meludahkan darahnya dari mulutnya.


“Bastard aku tidak akan kalah dengan kamu bocah sialan!” Dia akhirnya berdiri kemudian menggunakan jurus seni beladiri tapak pemecah gunung.


“Tapak pemecah gunung!”


“Hiyaaa mati kamu nak...!”


Seketika jurus itu dia gunakan, dari telapak tangan itu, seperti Tangan dewa yang akan menghancurkan benua ini.


"Gemuruh!''


"Gemuruh!"


"Gemuruh!"


Para penduduk Naga Azhure semuanya melihat saling bersorak-sorak.


“Ayo... tuan. Yun Che kamu harus membunuh jendral algojo itu!”


“Ketika sudah membunuh, mati kita arak-arakan tubuh jendral itu di salib sehingga penduduk kaisar Utara akan membuka mata lebar-lebar!”


Semua penduduk Naga Azhure adalah warga yang sangat fanatik dengan negara sendiri bahkan jika ada warga kerajaan lain yang menghina sudah di pastikan akan meninggal.


Di sisi Yun Che dia melihat bahwa dari tangan kanan jendral kaisar Utara, berkedip seperti api yang sangat membara, cahaya yang keluar dari telapak tangan itu, bisa memancarkan sampai radius lusinan kilometer.


Namun Yun Che tidak merasakan perasaan ketakutan. Dia sudah mendapatkan pencerahan dari Long Fai.


Hanya tekad dan semangat keberanian yang selalu menembus belenggu yang sesungguhnya.


“Baik.. dengan tinju tanpa rasa takut, maka telapak itu seperti tidak ada apa-apanya.” Kata Yun Che sambil mengepalkan tangannya secara erat-erat dan dia seperti sudah siap untuk meninju telapak tangan itu.


Setelah itu, dia berkata lagi: ‘‘Yosh... ayo tampar aku.. hahaha aku sudah siap!”


Jendral kaisar Utara, melihat kepercayaan diri yang tinggi dari Yun Che dia sangat cemberut. Kemudian dia memandang kepada Yun Che seraya berkata: “Huh.. kamu sangat sombong... kamu belum mengerti jika kamu belum merasakan jurus yang aku gunakan.”


“Sebaiknya kamu menyerahlah menghargai hidup adalah pilihan bagi yang bernyawa. Tapi sayang sekali kamu sangat sembrono dan bertindak semaunya sendiri. Maka matilah..!”


“Hiyaaa..!”


Telapak tangan itu, semakin dekat semakin berkedip menyilaukan. Tapi, Yun Che mengangkat tinju itu, dan...


"Bang!"


"Ahhhh!'


Tangan kanan jendral kaisar sampai ke bahu langsung hancur seperti bubur.

__ADS_1


“Ahhh tidak mungkin.. ini palsu..!”


__ADS_2