Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Suku Malaikat


__ADS_3

Bab 401 Suku Malaikat


Wajah Murong Ruyue tidak sedap dipandang, dia menatap Long Fai dengan wajah yang tidak bisa di jelaskan.


Tentunya Long Fai paham, kemudian langsung berkata: “Di sini tidak ada orang yang melihat, hanya kita berdua. Dunia ini milik ku, nah tunggu apa lagi ayo mari kita bercinta.”


Long Fai mendekat Murong Ruyue langsung meraih pinggangnya dan memeluk sangat erat.


“Uhh suami! Jangan terlalu erat, apakah kamu tidak tahu janin yang didalam perutku?” Murong Ruyue jantungnya berdetak kencang.


“Jangan khawatir, aku sudah menjelaskan itu kepada mu bahwa tidak akan berbahaya bagi janin jadi kamu tenanglah!” Long Fai setelah meraih pinggang Murong Ruyue langsung di angkat untuk mencari tempat yang nyaman.


"Swosh!"


Long Fai membawakan Murong Ruyue ke tempat goa yang nyaman untuk melakukan bercinta.


‘Sial, mana bisa aku tenang!’ Murong Ruyue tersipu dan mengutuk keras Long Fai karena Nympho.


Long Fai setelah sudah di goa lambung menanggalkan pakaian Murong Ruyue tanpa berlama-lama sehingga dua gunung yang sedikit besar langsung terlihat oleh mata telanjang.


Gunung itu di tengah-tengahnya ada lingkaran merah yang sangat merona sehingga tanpa sadar, cakar iblis Long Fai langsung memainkan kedua gunung Murong Ruyue.


Murong Ruyue merasakan dua gunung kembar sedang di belai cakar iblis Long Fai akhirnya tidak bisa menahan suara gerakan yang memabukkan.


"Ahhhh!”


Long Fai tersenyum tipis dan berkata, “Pada dasarnya, kamu menikmati apa yang sedang aku lakukan. Semakin kamu bersuara, semakin semangat aku untuk selalu memainkan kedua gunung kamu sampai menembakan cairan susu sehingga membasahi dinding goa.”


Kedua tangan Long Fai memainkan gunung kembar, saking besarnya satu tangan tidak bisa menjarah satu gunung.


Long Fai mengeluarkan karpet terbuat dari kulit buaya purba langsung menaruh Murong Ruyue dengan hati-hati.


Setelah menanggalkan Murong Ruyue dan sudah menidurkan Murong Ruyue di karpet biaya, Long Fai tangan kanan memainkan gunung bagian kiri. Sementara itu tangan kirinya langsung menjarah ke bawah untuk memainkan alat Vitalis Murong Ruyue.


“Uhhh!”


Suara geraman Babon semakin keras sehingga Murong Ruyue, langsung menutup menggunakan tangannya.


Long Fai langsung meraih tangan Murong Ruyue yang sedang menutupi mulutnya dan berkata: “Tidak perlu ditutupi, di sini tidak ada orang selain kita, apakah kamu tahu wajahmu sekarang sungguh mematikan dan sangat menawan. Hanya ada satu kata kamu sangat cantik dan sexy.”


Setelah berkata, Long Fai kepalanya mendekati ke goa surgawi Murong Ruyue yang sudah mengeluarkan cairan lengket seperti nektar.


Kedua tangan Long Fai, langung menekan kedua paha Murong Ruyue sehingga langsung terbuka lebar.


“Suami, apa yang kamu ingin lakukan,” ucap Murong Ruyue sambil tersipu.


Long Fai tersenyum lembut dan menjawab: “Apa yang aku lakukan? Tentu saja aku ingin mencicipi cairan nektar yang keluar dari goa Surgawi mu,”


Kemudian Long Fai langsung mendekati goa surgawi langsung menjilati seperti sedang memakan es krim.


Akhirnya Murong Ruyue berteriak tidak terkendali, ketika goa surgawi miliknya sedang di ambil cairan nektar oleh lidah Long Fai.

__ADS_1


Perasan yang menggelitik dan ada sensasi kesemutan yang mengasikkan yang berasal dari goa Surgawi langsung menjalar ke sekujur tubuhnya sehingga tanpa di sadari, kedua gunung itu menjadi tegak dan mengeluarkan cairan susu yang lumayan deras.


Long Fai mengambil nektar di goa surgawi cukup lama sekitar dua cangkir teh panas, sehingga membuat lidahnya kebas.


“Cairan milik mu sungguh unik, memiliki rasa yang asin. Namun, aku menyukainya.” Kemudian Long Fai lidahnya memainkan dinding goa Surgawi sehingga rasa kesemutan yang dirasakan Murong Ruyue semakin iten.


Otak Murong Ruyue menjadi gila dan berteriak. kedua tangan itu mencengkram kepala Long Fai untuk menekan dan memainkan goa surgawi yang lebih keras.


‘Sial aku tidak bisa nafas apakah kamu ingin membunuhku!’ batin Long Fai ingin menangis tapi tidak ada air mata karena hidung, mulut seutuhnya memasuki separuh lobang goa Surgawi sehingga tidak bisa napas.


Pada saat itu, Murong Ruyue berteriak, “Ahhh Suami! Aku tidak tahan tidak! Aku keluar!"


Akhirnya Murong Ruyue terkencing-kencing sehingga cairan madu membasahi wajah Long Fai seutuhnya.


Di samping Long Fai, dia hampir kejang-kejang karena hampir mati karena tidak bisa menahan nafas.


“Ghoahhh!” Akhirnya Long Fai lega bisa merasakan perasaan lega dan bisa bernafas.


Setelah itu Long Fai berdiri untuk melihat wajah Murong Ruyue yang sangat menawan.


Long Fai tersenyum tapi, Murong Ruyue berkata penuh harap dengan wajah yang menawan dan mata yang buram sedikit berkaca-kaca, “Suami, aku ingin lebih peluk aku, cium aku!"


Kini melihat kedua tangan Murong Ruyue yang sedang melambai ke atas seseolah sedang berharap Long Fai segera memeluknya seketika.


Akhirnya Long Fai langsung mendekati dan mencium sambil memeluk Murong Ruyue dengan romantis.


Mereka berdua sungguh sedang memasuki musim semi dan perasaan mereka seperti dunia ini, hanya milik mereka berdua.


“Hmmm mohon bantuanya aku sudah siap,” ucap Murong Ruyue kemudian kedua pahanya melebar dan dua tangannya membuka goa surgawi sehingga cairan nektar berjatuhan sangat banyak.


Kemudian Long Fai tidak memakai baju dan Tintin itu terlihat mata telanjang Murong Ruyue sehingga langsung tersipu.


“Sungguh besar.” Murong Ruyue terkesima sambil tangan kanannya memainkan barang milik sendiri.


“Hmmm aku mulai, sekarang aku akan memanjakan tubuh mu seutuhnya,” kata Long Fai langsung mendekati Murong Ruyue. Setelah itu Tintinnya langsung di gesek untuk di taburi pelumas.


Setelah sudah cukup tiba-tiba Long Fai mmasukan itunya sehingga Murong Ruyue sontak tersengal-sengal.


“Ahhh!”


Akhirnya mereka berdua menikmati musim semi tanpa ada pengganggu, selam bebarapa saat mereka berdua sangat puas.


Kami tidak bisa menggambarkan secara ditail, karena perasaan itu sungguh tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.


~


~


Tiba-tiba Long Fai dan Murong Ruyue tertidur saling menempel, tentunya siapa yang lebih awal bangun adalah Murong Ruyue.


“Uhhh! Kepalaku sakit!”

__ADS_1


Murong Ruyue bangun dari tidurnya dan melepaskan Long Fai dan mencoba berdiri. Akan tetapi tiba-tiba langung terhuyung-huyung.


“Ini masih sedikit sakit,” ucap Murong Ruyue kemudian mengambil beberapa buah yang di cincin penyimpanan untuk di makan agar kebugaran kembali seperti semula.


Di dunia Artefak Naga hanya ada lagi siang dan sore ketika matahari sudah ke ufuk barat, tiba-tiba kembali ketimur.


Satu batang dupa berlalu, akhirnya Murong Ruyue sudah sedikit ada tenaga sehingga dia memutuskan untuk keluar dari Goa.


Ketika sudah keluar dia melihat ada pohon pisang. Akan tetapi pohon pisang itu berbuah Salak, tanpa pikir panjang Murong Ruyue mengambil buah salak tersebut yang berbuah dari pohon pisang.


“Dunia yang indah seperti peri, aku sangat beruntung menjadi wanita yang di cintai Long Fai,” guman Murong Ruyue. Setelah itu tiba-tiba tanpa pikir panjang dia ingin tahu ke arah beberapa pohon raksasa yang menjukang ke atas langit dan ketinggian tidak terbatas.


Baru berniat, tiba-tiba ada angin sepoi-sepoi yang menerpa ke arah Murong Ruyue sehingga langsung terbang seperti bulu.


“Sungguh ajaib?” Murong Ruyue kaget karena angin ini serasa sejuk dan bisa menerbangkan dirinya ke pohon raksasa tersebut.


Beberapa saat, Murong Ruyue mendekati pohon kehidupan dan melihat banyak mahkluk yang membuat sarang di tangkai pohon kehidupan tersebut.


Seperti mahluk krucaci yang memiliki sayap, setiap melihat Murong Ruyue langsung tersenyum dan bersujud memberikan kehormatan.


Murong Ruyue ingin tahu batas atas pohon kehidupan, sehingga ketika terbang ke atas hanya melihat kabut yang tebal. Akan tetapi setelah kabut tebal hilang di gantikan dunia lagi, sehingga Murong Ruyue kaget bukan main.


Bahkan sudah lusinan kali setiap Murong Ruyue ke atas pohon untuk melihat batas pohon kehidupan yang ada hanya menemuakn dunia lagi dan lagi.


Karena bingung, Murong Ruyue berkata kepada diri sendiri, “Apakah pohon ini tidak memiliki batas? Setiap aku naik ke atas hanya ada dunia baru? Membuat heran ada yang tahu mengapa?”


Hanya tiga nafas sejak Murong Ruyue berkata, tiba-tiba ada suara yang menggelar di antara langit dan bumi.


“Permaisuri Xiandi hanya Tuan Xiandi yang tahu, kami sebagai mahluk ciptaan hanya patuh dan tunduk dengan perintahnya, sesungguhnya aku sedang berlindung dengan pengampunan Tuan Xiandi!”


Murong Ruyue bingung hanya ada suara yang menggelegar tapi, tidak ada wujud sehingga karena ingin tahu, Murong Ruyue berkata: “Wahai mahluk ciptaan Xiandi siapa kamu?”


“Maaf jika kami lancang permaisuri Xiandi kami adalah suku malaikat,” ucap salah satu Malaikat.


Murong Ruyue bingung dan berkata lagi, “Suku Malaikat? Ini baru pertama kali aku mendengar suku malaikat,"


Suara salah satu malaikat menggema lagi, “Permasisuri Xiandi, kami adalah suku Malaikat di atas para Dewa.”


“Apa!” Murong Ruyue terkejut lagi, dia tahu bahwa Dewa adalah yang tertinggi dalam Piramida kekuatan, akan tetapi Murong Ruyue tidak menduga ada suku yang paling perimitif lagi yaitu, Malaikat.


Murong Ruyue menelan ludah, sekali lagi berkata: “Ini baru pertama kali aku mendengar dan berinteraksi dengan suku malaikat, bisakah kamu memperlihatkan wujud asli kamu Malaikat?”


Salah satu Malaikat langsung menggema di langit, “Aku khawatir jika Permaisuri Xiandi akan takut ketika melihat wujud asliku.”


“Tidak apa-apa aku mempunyai Long Fai,” ucap Murong Ruyue serius dan menatap kekosongan dengan penuh harap.


“Baik aku akan mengungkapkan wujud ku," balas malaikat.


Seketika di langit munculah satu mahluk yang sangat indah tapi menakutkan, mahkluk itu menutupi ufuk langit dan mahluk itu memiliki ribuan sayap. Bahkan jika satu sayap di kepakakan Murong Ruyue yakin ribuan dunia akan musnah.


Murong Ruyue terjatuh dan langsung pucat wajahnya.

__ADS_1


“Tidak! Ahhh!” Murong Ruyue ketakutan karena melihat Malaikat itu sedang bersemayam duduk di antara langit dan bumi.


__ADS_2