
Bab 302 Tinju Kupu-kupu Malam
Yu Lo langsung bergegas ke arah Long Fai dengan Aura yang sangat menakutkan Sehingga para penonton bahkan orang yang di sampingnya Long Fai begitu sangat ketakutan hingga ingin kencing di celana.
Orang yang berada di sampingnya Long Fai bahkan mengutuk keras-keras kepada Long Fai bahwa dia begitu sembrono dan begitu berani kepada calon raja.
Tapi sayangnya, Long Fai hanya menatap ke arah Yu Lo dengan tatapan yang sangat sinis kemudian menggelengkan kepalanya. “banyak orang yang ingin mencelakaiku tapi alhasil dialah yang menemui kesialan.”
Long Fai akan repot-repot untuk mengeluarkan tenaga walaupun satu persen. Dia percaya bahwa musuh akan mendapatkan kesialan berupa hal yang tidak terduga.
Yu Lo melihat Long Fai yang masih berdiam saja di tempatnya, hanya mencibir diam-diam. Bahkan dia berpikir bahwa Long Fai, sudah ketakutan sehingga tidak ingin melawan dirinya.
karena melihat Long Fai masih berdiam saja di tempat, akhirnya dia tertawa jahat.
Begitu hanya membutuhkan beberapa langkah untuk mendekati Long Fai, dia mengeluarkan tinju yang begitu sangat mendominasi.
Cai Xuansi yang melihat Yu Lo sedang menyerang ke arah rajanya hanya menggelengkan kepalanya bahwa Yu Lo sungguh sangat Arogan dan tidak tahu ketinggian langit.
Tapi apa yang dilihat oleh Wu Mengchen, dia hanya mengurutkan keningnya lalu berkata kepada Cai Xuansi: “Suami, Kenapa raja kamu tidak berkutik sama sekali Apakah dia ketakutan.”
Cai Xuansi kemudian menjelaskan penuh kebanggaan kepada Wu Mengchen. “Hahaha kamu tidak perlu khawatir bahkan jika rajaku tidak mengeluarkan sedikit tenaga sama sekali, hukum langit akan membantunya Jika kamu tidak percaya maka lihatlah dengan cermat.”
Akhirnya Wu Mengchen mengangguk dan melihat bagaimana mantan suaminya akan menghadapi raja dari naga sejati.
Yu Lo sementara itu ketika sudah mengeluarkan tinju yang begitu mengamuk tiba-tiba entah dari mana ada kulit pisang yang terinjak sehingga terpeleset dan berguling-guling jatuh ke bawah lagi.
“Brengsek siapa yang menaruh kulit pisang Ini sialan..!” Yu Lo wajahnya sangat malu Bahkan dia ingin menangis.
"Ah.!"
"Bug!"
"Bug!"
__ADS_1
Ketika dia terpeleset langsung berguling-guling ke bawah dan pemandangan ini sungguh sangat memalukan.
"Pff!"
Cai Xuansi melihat Yu Lo terpeleset kulit pisang akhirnya tidak bisa menahan tawa. Namun, dia masih menahannya sehingga ketua pipi itu memerah tembem.
Wu Mengchen juga melihat keajaiban yang begitu memukau karena dia melihat tiba-tiba ada kulit pisang yang terinjak oleh Yu Lo sehingga dia terjatuh ke bawah lagi dan berguling-guling beberapa lusin sehingga membuat malu.
Long Fai yang melihat Yu Lo terpeleset oleh kulit pisang juga bingung, Dia merasa bahwa sebelum Yu Lo menyerang dia melihat tidak ada kulit pisang yang terdapat di depannya. Namun, entah dari mana tanpa dia sadari alhasil Yu Lo ketika menyerang dirinya tiba-tiba terpeleset kulit pisang sehingga dirinya juga sangat bingung bagaimana kulit pisang itu muncul.
Nb: Jangan tanya Dari mana asal kulit pisang itu yang pasti kulit pisang itu hanya skema author yang gabut :'v
Long Fai menghilang kan gagasan seperti itu. Dia menatap ke arah Yu Lo dan bertanya penuh minat. “Bagai mana kamu seperti itu, sebagai kultivasi bisa-bisanya sungguh gegabah terpeleset kulit pisang..”
"Hahahaha! Ini sungguh melakukan bagai mana ada raja yang begitu ceroboh..”
Mu Yan yang berada di samping ayahnya langsung menyipitkan matanya sangat tajam. Kemudian dia berkata kepada ayahnya.
“Ayah, dia sungguh sangat lancang bagaimana bisa ada Pemuda seperti itu yang begitu sangat berani kepada raja selanjutnya...” Mu Yan berkata sangat kesal dan tidak suka terhadap kata-kata Long Fai.
Bahkan Mu Chen sungguh tidak senang dengan mulut kotor yang diucapkan oleh Long Fai. sehingga dia berkata kepada anaknya: “Kamu tunggu sebentar aku akan mendekati Yu Lo.”
"Baik!"
Mu Yan menganggukkan kepalanya kemudian dia melihat bagaimana ayahnya akan mengurusi Pemuda berpakaian baju hitam itu.
Mu Chen, yang sudah tiba di samping Yu Lo, akhirnya berkata kepada Yu Lo. “Kamu apakah tidak apa-apa? di masa depan ketika melawan musuh harus cermat dan tidak begitu memalukan.”
Yu Lo sangat canggung dan menjawab: “Ayah mertua, maafkan aku aku salah tapi dia sungguh sangat berani kepadaku dia sangat menghinaku dengan kata-kata yang sangat kotor.”
Mu Chen hanya mengangguk dan menatap ke arah Long Fai yang masih duduk sangat tenang sambil menatap ke arah dirinya dengan tatapan main-main.
“Pemuda kamu sungguh sangat energik dan memiliki rasa juang yang sangat tinggi tapi kamu salah berhadapan dengan orang yang seharusnya kamu tidak diusik.” Kata Mu Chen dengan tenang.
__ADS_1
“itu masuk akal Jika kamu membela dia karena dia adalah calon menantu kesayanganmu tapi aku juga berkata seperti ini karena ada alasan karena Pemuda dia (Cai Xuansi) adalah salah satu bagian dariku.”
“Karena dia sebagai pengikutku dan aku melihat bahwa menantumu akan merebut wanita yang sedang disayang oleh pengikutku. jadi sepatunya aku harus membela walaupun itu salah atau benar.” Long Fai berkata dengan suara yang sangat keras seperti pidato sehingga para orang yang sedang di sekitarnya mendengar semua kata-kata Long Fai.
Mu Chen menyipit matanya. “Kata-katamu sungguh sangat percaya diri..”
Mu Chen hendak maju untuk memberi pelajaran kepada Long Fai. Namun, tiba-tiba Yu Lo langsung menghadang dan berkata: “Ayah mertua lebih baik kamu tidak perlu membuang keringat untuk melakukan pemuda yang sempurna itu biar aku yang menghajar dia karena telah membuat malu kepadaku.”
Mu Chen berhenti dan menatap ke arah Yu Lo dan berkata: “Baik tapi, seharusnya kamu berhati-hati sekarang. Jika tidak kamu akan malu seperti tadi.”
“Yakinlah ayah mertua aku akan berhati-hati.” Yu Lo berkata penuh martabat kemudian dia menetap ke arah Long Fai penuh kebencian.
Tapi tatapan itu hanya dibalas oleh Long Fai dengan mengangkat bahu saja sehingga dia langsung marah kembali melompat terbang Untuk memukul wajah memuakkan dari Long Fai.
Dia terbang dan sesudah mematikan tidak ada kulit pisang yang tergeletak di tanah sehingga dia sudah yakin untuk menghajar Long Fai.
“Kamu Pemuda sembrono rasakanlah amarahku..!!”
"Hiya!"
"Tinju Kupu-kupu Malam🦋!"
Kepalan Yu Lo memancarkan aura biru yang sangat feminim langsung di arahkan ke wajah Long Fai.
Nmun sayangnya tatapan Long Fai sangat biasa bahkan tidak melirik tinju yang begitu menaklukkan dari Yu Lo.
Dia menganggap tangannya yang sangat putih untuk menampar pipi Yu Lo.
"Sikat!"
"Plak!"
Tamparan itu sangat keras bahkan ada suara rendah patah tulang yang terdapat tulang rahang Yu Lo.
__ADS_1
Akibat tamparan keras itu, Yu Lo terbang menyamping sekitar 10 meter dan tidak sadarkan diri langsung.
"Ini...."