Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Qin Luo Vs Pembunuh Bayaran


__ADS_3

Bab 157 Qin Luo Vs Pembunuh Bayaran


#Paviliun Wanjie Cabang Kerajaan Wudang.


“Ini sungguh sangat melelahkan.. aku sangat ingin istirahat melenturkan otot.. hoaaammmm!” Ada pemuda yang sedikit jelek yang sedang membersihkan semua barang-barang yang sudah kosong dan di rapihkan ke tempat semula.


Bahkan walaupun ini adalah Paviliun ada juga berbagai jenis obat-obatan untuk di jual kepada penduduk setempat di kerajaan Wudang.


Karena hanya membutuhkan dua hari, sekarang popularitas paviliun wanjie melejit seperti pesawat.


Saat ini seorang pemuda dari penduduk kerajaan Naga Azhure sedang di tugaskan untuk menjadi manager paviliun wanjie di cabang negara Wudang.


Pemuda itu yang tidak lain adalah Qin Luo. Sekarang setelah menjadi pengikut Naga Azhure, dia sudah menjadi pribadi yang baik.


Setelah membereskan semunya terlihat sangat rapih dan tertata di tempatnya. “Ok baiklah malam ini saatnya melakukan tidur yang sangat puas aku haru...!”


Dia di paviliun ini tidak sendiri melainkan bertiga. Kedua orang itu sudah dia perintahkan untuk tidur lebih awal sementara dirinya akhir.


Pada saat ini, ketika dia hendak mengunci pintu ada sosok berpakaian gelap langsung menyerang dirinya sangat cepat.


"Sring..!"


Belati itu, sungguh ingin melesat untuk di arahkan kepada matanya. Namun Qin Luo sangat mudah untuk menangkap hanya dengan dua jari.


“Seperti biasa banyak penyusup yang akan masuk ke dalam sini, siall aku mungkin saat ini tidak bisa tidur sangat nyenyak.” Qin Luo menggerutu.


Sosok berpakaian gelap itu terkejut karena tembakan belati yang sangat cepat, sangat mudah di tangkap menggunakan dua jari saja. Namun, dia tidak berhenti sampai di situ saja.


Sosok berpakaian gelap langsung memunculkan belati Lagi dan mencoba menyambarkan ke kepala Qin Luo. Bahkan belati itu, mengeluarkan cahaya listrik yang mencicit.


"Sring!"


Qin Luo mundur sangat lihay, Kemudian, dia mengeluarkan tongkat dari cincin penyimpanan untuk memukul sosok berpakaian gelap.


Untuk memukul sosok berpakaian gelap itu setidaknya dia harus membuat tindakan untuk menyerang balik.


“Baiklah sekarang giliran aku untuk memukuli kamu karena telah merusak waktu tidur aku.. !” Qin Luo setelah mundur memutarkan tingkat itu seperti baling-baling.


"Wug!"


"Wug!''


"Wug!"

__ADS_1


“Hiya...!” Qin Luo maju sambil melompat sangat cepat dan sudah tiba di depan orang berpakaian gelap.


"Sikat!"


“Tidak baik.. dia sangat cepat..!” Pupil mata orang berpakaian gelap menyusut tajam. Dia menghindari pukulan itu sangat panik.


Namun ketika hindaran itu sudah berhasil, dia tidak menyangka bahwa dari pukulan yang tidak mengenai dirinya, namun memiliki gelombang 🌊 angin yang dahsyat sehingga dirinya terpental menabrak dinding. Dinding itu jebol.


Sosok berpakaian gelap itu melarikan diri dan pergi mencari rekan bantuan yang sedang menunggu diluar sana.


“Oi... kamu Cemen jangan lari kamu..!” Qin Luo melompat juga dan terbang sangat cepat.


“Bajingan orang itu sangat cepat tidak baik...!” Mulut sosok berpakaian gelap berkedut mulutnya dia. Namun pada akhirnya dia terkena pukul di punggungnya.


"Sikat!"


"Pak!"


"Ahhh..!"


Sosok gelap itu menjerit sambil berguling-guling di tanah layaknya bola. Punggung dia kesakitan dan merasakan rasa memar yang teramat hebat di punggung itu.


“Hahahah rasakan!” Qin Luo tertawa bahagia dia mendekati sosok berpakaian gelap dan berkata: “Kamu siapa? Kenapa kamu mencoba menyusup ke tempat paviliun aku...!”


Melihat mata garang yang sangat bahaya, sosok berpakaian gelap tidak takut sama sekali. Melainkan berkata: “Bukan maling namanya jika apa yang kamu katakan akan aku bocorkan lebih baik aku mati..!”


“Sial... dia bunuh diri...” Qin Luo meraung-raung sangat kesal. Dia harus melaporkan informasi kepada ratu Wang Roulan secepatnya.


Qin Luo langsung melompat jauh dan menghilang. Namun di atap kejauhan ada dua pemuda menggunakan pakaian gelap sama seperti manusia yang bunuh diri.


“Situasi Ini sangat sulit. Kita masih meremehkan musuh. Untung kita tidak membantu jika tidak kita akan mati bersama.” Salah satu orang dengan pakaian gelap berkata kepada rekan satunya.


Tapi, pada saat ini, tiba-tiba di belakang kedua orang itu ada tawa yang sangat bahagia.


“Hahaha bajingan kamu ketipu.. Mati lah kamu...!” Qin Luo meraung seperti nyamuk.


“Brengsek... kita ketipu....!” Kedua sosok itu ngeri dan panik.


"Ahhh"


"Bang!"


"Bom!"

__ADS_1


#Dunia Atas Wilayah Permaisuri Ho Tu.


Pada saat ini Ta Kong yang hampir saja sampai ke rumah yang dia singgah langsung mengerutkan keningnya dia mendengar ada suara gaduh.


“Lakanatt dasar keluarga Yan...!” Ta Kong meraung dan langsung masuk ke rumah dia melihat bahwa isterinya dan anak satu satunya sudah bercucuran darah yang membasahi semua kepala. Namun Ta Kong masih merasakan jejak kehidupan di antara kedua.


“Sayang maaf aku terlambat.” Ta Kong meratapi.


“Tidak apa-apa aku masih bertahan demi anak.” Hua Qin.


Ta Kong mengangguk dan menyerahkan minuman ini kepada Hua Qin. “Minumlah ini adalah air ajaib bisa menyembuhkan luka kamu dan putri kita.


“Baik... ” Hua Qin meminum berapa teguk terus dia berikan kepada putrinya sampai habis. Posisi ini orang yang paling banyak meminum air lemon teh paling banyak adalah putri dari Ta Kong.


Putri itu bernama Ta Mei. Pada saat itu, Hua Qin tiba-tiba menatap ke arah Ta Kong dengan tatapan luar biasa, bahkan Ta Mei ikut menatap kearahnya.


“Aku tahu, tapi aku akan membereskan keluarga Yan bajingan ini. Tunggu sebentar.” Ta Kong mengintruksikan.


“Baiklah suami.. hajar dia dan bunuh.” Kata Hua Qin sangat serius.


“Tenang saja, semuanya akan mati aku yakin...!” Ta Kong perlahan berdiri. Kemudian menatap lusinan keluarga Yan yang sedang menatap ke arah dirinya dengan tatapan menghina.


“Heh dasar pria tua..kamu cukup gerak cepat. Jika tidak, kedua orang terpenting itu akan mati. Namun sebelum itu, aku akan mencicipi tubuh istri kamu hahaha!”


Ta Kong marah langsung bergegas ke arah orang yang menghina Hua Qin. Dia langsung meninju kepala orang dari keluarga Yan sampai meledak seperti semangka.


"Bang!"


“Mati kamu..” Setelah meninju, dia tidak berhenti di situ saja, dia langsung menyerang lagi dan lagi.


"Bang!"


"Ahh!"


Karena dia sudah memiliki pemahaman yang sangat ilahi, akhirnya Ta Kong bisa menyempurnakan teknik seni beladiri yang sedang dia gunakan.


Jenis seni beladiri yang digunakan oleh Ta Kong adalah seni melonjak kekerasan. Sekarang karena teknik itu sudah di hilangkan kekurangan nya, akhir dia bisa menggunakan tanpa ada efek samping kehilangan akan


“Hahaha akhirnya aku bisa membunuh kalian semua bedebah dasar keluarga Yan sial..!”


"Sikat!"


"Bang!"

__ADS_1


Satu kali tunju mengenai dada orang keluarga Yan langsung dada itu bolong seperti sundel bolong.


"Ahhhh dia monster jangan aahhhgr..!”


__ADS_2