Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Kamu Tidak Layak


__ADS_3

Bab 269 Kamu Tidak Layak


“Ada apa jika kamu merasa marah, bukankah ini benar kamu sebetulnya musuh dalam selimut?” Wang Roulan berkata seraya menatap ke arah Su Xin dengan tatapan yang sangat percaya diri.


“Cihh.. kamu sampah... dasar sangat percaya diri... kamu adalah penjilat dan kamu hanya berani berlindung di paha Tetua Ruyue.” Su Xin mendecakkan lidahnya sangat tidak senang.


“Ckckck!” Wang Roulan melihat perilaku Su Xin hanya menggelengkan kepalanya, dia kemudian menatap lagi Su Xin sambil berkata: “Walau aku menurutmu sampah, tapi aku adalah generasi penerus Penguasa Es Phoenix ini... kamu di banding dengan setatus ku di masa depan tidak sebanding dengan ku.”


“Apakah kamu percaya, setelah aku menjadi generasi penerus Wilayah Phoenix es ini, ketika aku melihat kamu, anggap saja kamu hanyalah keset yang selalu di injak-injak.” Kata-kata Wang Roulan sangat arogan. Bahkan dia sepertinya terciprat oleh prilakunya Long Fai yang bermulut tajam.


“Sampah... brengsek beraninya kamu menghina ku..!” Su Xin bergegas mendekati Wang Roulan untuk menampar. Tapi tamparan itu langsung di tangkap begitu sangat mudah oleh Wang Roulan.


Setelah sudah menangkap tamparan Su Xin, dia mendorong ke belakang sehingga Su Xin mundur terhuyung-huyung sekitar 6 langkah.


“Kamu melawan sampah seperti ku tapi kamu tidak berdaya oleh dorongan tanganku yang begitu ringan? Ya..ampun.. kamu sungguh sangat lemah..” Ucap Wang Raolan kemudian dia berjalan meninggalkan Su Xin yang masih menatap ke arah kepergian Wang Roulan.


Su Xin sangat marah hingga paru-parunya Ingin meldeak dia menyerang Wang Roulan secara sembunyi-sembunyi. Karena dengan bakat kultivasi Wang Roulan masih jauh dari pada miliknya, mungkin membuat serangan kecil akan menyusahkan sedikit luka.


Hal itu bertujuan untuk memberikan efek jera kepada Wang Roulan karena berani menghina dirinya karena itulah dia harus memberikan sedikit pelajaran.


Kemudian dia menggunakan teknik seribu tembakan daun es kepada Wang Roulan.


"Swosh!"


"Swosh!"


"Swosh!"


Tentu saja Wang Roulan mengetahuinya dia hanya bibirnya tersenyum seperti bulan sabit. Kemudian dia menghindari tembakan es yang melesat ke arah dirinya sangat mudah.


Setelah menghindar dia masih berjalan ke depan untuk menuju di tempat di mana para murid-muridnya sedang berlatih teknik seni bela diri.

__ADS_1


Melihat dirinya diabaikan akhirnya dia ketiak marah. “Bajingan kamu hanya bisa menghindari terus menerus..”


“Maaf untuk barusan denganku Kamu tidak layak sama sekali...” Wang Roulan tersenyum penuh kemenangan akhirnya dia pergi sama tenang seperti di halaman rumah sendiri sambil melihat-lihat para murid yang sedang berlatih teknik yang dia kuasai.


“Sampah ini... ” Su Xin sangat marah sehingga ususnya sampai biru. kemudian dia juga pergi dari tempatnya kemudian dia menuruni tangga untuk melihat para murid yang sedang berlatih.


Di samping itu Murong Ruyue dari awal sampai terakhir mendengar percakapan antara Wang Raolan dan Su Xin.


Melihat permusuhan antara mereka berdua dia hanya tersenyum seperti bulan sabit. Karena itulah dia mempunyai alasan untuk memilih Wang Roulan.


Hati Su Xin penuh jejak kebencian dan amnesia sangat besar walaupun dia sudah menghilangkan sifat manusia tapi tidak sepenuhnya hilang masih ada sifat-sifatnya masih tertinggal. Semakin tinggi kekuatan kultivasi orang maka alat khusus untuk menghilangkan sifat manusia juga sedikit berkurang.


Sehingga dirinya juga tahu para murid-murid ada yang diam-diam berkencan di luar sana. untuk masalah kasih sayang dia hanya menutup mata.


Untuk sekarang dia harus mendisiplinkan Su Xin dan harus menerima bahwa Wang Roulan adalah generasi penerusnya.


Namun sebelum itu, dia juga sangat menyukai bagaimana cara Wang Roulan untuk menghadapi Su Xin yang begitu sombong dan sudah percaya dengan kekuatan serangan Su Xin yang diarahkan Wang Roulan tidak ada apa-apanya.


Setelah itu dia mencoba berdiri dan berjalan sangat pelan untuk membuka jendela. setelah jendela itu terbuka dia memandang dari kejauhan sambil mengingat wajah Long Fai yang sangat mirip dengan pemuda yang pernah dicintai yang sudah meninggal pada masa lalu.


~


~


~


#Gurun Salju Wilayah Phoenix Es


Di penghujung hujan salju dicampur badai salju yang begitu Dahsyat menerpa tubuh Long Fai. Namun meski begitu Masih berdiri sangat tegak dan berjalan melangkah maju.


Bahkan dia tidak berpikir untuk terbang sehingga mempersingkat waktu untuk menemui Wang Roulan.

__ADS_1


Dia hanya memilih berjalan sangat tenang sambil melihat diri ke kanan wilayah gurun dengan Tatapan yang sangat luar biasa.


tatapan luar biasa itu bukan bermaksud untuk menilai pemandangan gurun as tapi dia hanya takjub dan sekaligus merasa kesan karena sepanjang perjalanan ini dia bersin terus-menerus.


"Haciu..!"


"Haciu..!"


"Haciu..!"


Long Fai bersin terus menerus sambil memegang hidungnya karena merasa gatal. Seharusnya dengan baju jubah sarjana, ditambah lagi bakat pasifnya tidaklah mudah untuk terkena bersin.


Namun anehnya dia masih merasakan bersin ketika dia sedang berjalan di hamparan es yang sangat luas.


“Aneh.. entah kenapa aku bersin terus menerus..?” dia berpikir sangat keras sambil bersin dan berjalan.


Namun berapa detik kemudian dia akhirnya marah. “Brengsek... siapa yang beraninya membicarakan ku di belakang.. apakah kamu tahu aku adalah penerus para dewa..”


Teriakan Long Fai sangat seperti microphone dia sudah menduga bahwa yang sedang membicarakan dirinya diam-diam di belakang adalah Bai An. sehingga dia mengutuk keras terus-menerus kepada Bai An karena ini adalah yang paling masuk akal.


Bai An pengikut pertama dan dia juga sering terkena pemukulan oleh dirinya sehingga mungkin saja ketika anda pergi meninggalkan tempat Naaga Azhure diam-diam Bai An memfitnah dirinya dari belakang.


“Hehehe tunggu kamu Bai An setelah aku menyelesaikan akun aku akan mencarimu.” Kata Long Fai sambil mengepalkan tangannya.


Sementara itu, dia dunia Tongtian tepatnya di kerajaan Naga Azhure, Bai An yang sedang bersantai telanjang bulat di sungai naga biru tiba-tiba bersin.


"Haciu..!”


Bai An menggaruk hidungnya sambil linglung kemudian berkata lagi: “Aneh.. siapa yang di siang bolong ini membicarakanku?”


Bai An seketika merinding mungkin saja yang sedang mengutuk dirinya adalah Long Fai sehingga dia menjadi berkeringat deras.

__ADS_1


Namun apa yang tidak diketahui kedua orang itu adalah bahwa Murong Ruyue lah yang membicarakan Long Fai terus menerus, bahkan dia sangat bimbang ketika long pai sudah tiba di tempat istana Phoenix Es.


Dia bimbang tidak sanggup untuk melihat wajah tampan Long Fai.


__ADS_2