
Bab 485 Terlahir Kembali
Wang Roulan dan Murong Ruyue melihat Fang Shi sedang memakan jasad Fang Wutian layaknya anjing sedang kelaparan.
Mereka berdua cukup merasakan tidak nyaman dan ingin muntah.
“Wuekkkk sungguh menjijikan guru, aku harus membunuh juga!” Wang Roulan menutupi hidungnya sambil menahan agar tidak muntah.
“Dasar anjing sialalan mati saja kamu!”
Bang!
Wang Roulan langsung mengeluarkan cambuk ajaib yang memiliki grigi di punggungnya.
Slash!
Alhasil Fang Shi dalam mode anjing melolong sangat keras. Dia meninggal dalam tubuh terpotong menjadi dua bagian.
”Guru ayo kita pergi dari sini, mungkin sebentar lagi suku Fang lainya akan menyadari bahwa kedua sukunya sudah mati,” kata Wang Roulan sangat serius. Walaupun dia bisa mengalahkan suku Fang hanya seseorang sendiri, tetapi Wang Roulan sungguh malas untuk melakukan seperti itu, dia hanya ingin hidup tenang dan tentram.
Karena visi yang dia dapat adalah, menjadi abadi harus hidup tenang, hidup di pengasingan dan menghindari maslah. Jika maslah tidak bisa dihindari maka tinju akan melayang slogan itu kata Long Fai langsung diterapkan.
Tetapi, dia juga menyadari bahwa semakin menghindari maslah, maka masalah yang dengan senang hati mendekatnya. Sudah beberapa kali banyak masalah menghantui.
Murong Ruyue juga menganggukan kepalanya. Untuk hidup sehat dia juga harus menghilangkan pikiran negatif dan sentimental.
Menjadi manusia yang tercerahkan, adalah melakukan hal kebaikan dan menghindari perbuatan yang menyimpang. Kata Long Fai, semua musibah lahir dari buah tangan.
Untuk menghindari seperti itu, dia juga menerapkan hal sehat. Seperti: makan tiga kali sehari dan berolahraga istirahat secukupnya.
Aksi ini sudah ditetapkan setelah dirinya mengandung anak Long Fai, alhasil dia seperti terlahir kembali sebagai janin. Dan sifat dingin dan pikiran mantan yang sudah meninggal perlahan menghilang.
“Ayo kita mencari ketenangan yang lainnya di tempat selain ini.” Murong Ruyue terbang sambil diikuti Wang Roulan.
Swosh!
Dia terbang seperti peri sesungguhan. Setiap terbang, layaknya kembang api sungguh menyihir beberapa orang yang melihatnya.
__ADS_1
Bahkan ada sebagian pemuda yang tidak mengetahui identitas Wang Roulan dan Murong Ruyue sehingga langsung mengikuti secara diam-diam.
“Sungguh wanita yang sangat cantik, seperti peri yang berdebu. Daya tarik seperti kembang api."
Ada juga tuan muda yang tergila-gila dengan kecantikan kedua wanita sampai tanpa malu-malu mengikuti dari belakang.
“Hei cantik, siapa kalian bolehkah kenalan?" Dia mengikuti sambil terbang. Padahal wanita itu jelas-jelas pemilik toko yang fenomenal tetapi dia tidak mengatahuinya.
Mungkin karena harga yang mahal sehingga dia tidak berniat membeli makanan dari toko kelontong Lembah Harum.
Dia melihat bahwa kedua wanita itu, masih mengabaikan tanpa melihat kebelakang. Akhirnya marah dan mencoba mencegat didepannya.
”Hei cantik, tuan ini berkata sopan. Kenapa kalian acuh terhadap tuan ini? Perkenalkan aku adalah Shi Bufan salah satu putra pemilik lembah danau ini. Senang hati berkenalan deng...."
“Aku tidak tertarik dengan mu menyingkirlah!" Murong Ruyue langung memotong pembicaraannya sehingga Shi Bufan tersedak seperti memakan lalat, wajahnya juga jelek seperti sumur keruh.
Ingin sekali Shi Bufan menampar kedua wanita didepanya. Jika bukan karena cantik seperti peri, mungkin sudah di eksekusi mati.
“Wanita ini sungguh galak. Ada pepatah mengatakan semakin galak wanita semakin cepat tua. Tuan ini sarankan agar tidak terlalu galak," ucap Shi Bufan wajahnya tidak bisa menyembunyikan kejahatan dan amarah.
“Kamu apakah tuli? Kami tidak tertarik apa yang sedang kamu bicarakan, huh!” Wang Roulan memeluk kedua tangannya langsung terbang menyamping sehingga Murong Ruyue sama dirinya melewati Shi Bufan.
“Bagus, kalian berani mengabaikan aku. Tunggu saja sebentar lagi kamu akan menjadi mainanku! Bayi itu akan aku keluarkan dari perut wanita dingin itu hidup-hidup.” Dia mengepalkan tangannya langsung meloncat terbang untuk pergi ke tempat persembunyiannya.
Sesampainya dia tiba di tempat yang remang-remang. Walaupun sebenarnya tempat itu adalah kamarnya.
Banyak bunga teratai berbagai warna dan ada juga mosnter ayam kecil berwarna hitam yang sudah ke klupas.
berbagai macam bunga hewan sudah di sajikan tempat piring kecil.
Kemudian Shi Bufan menyayat kecil tangannya langsung menulis menggunakan tinta darah.
Seketika tulisan itu bercahaya merah dan semua saji bergetar-getar lambung bercahaya merah dan menyusup keluar. Dalam cahaya itu ada mahluk berwana merah yang memiliki tanduk hitam dikepalainya.
Hantu itu berniat menipulasi pikiran Wang Roulan dan Murong Ruyue agar menurut menjadi mainannya.
Tetapi seketika ada Ras Ding Ling yang keluar dari kehampaan.
__ADS_1
“Bajingan setan rendahan, kamu ingun mencelakakan Nyonya Xiandi! Tidak akan aku maafkan!" Dia membuka kita merah dan menuliskan beberapa kata langsung bercahaya dan seketika buku merah, langsung bergetar-getar dan gemuruh.
Dari buku merah itu, keluarlah setan berjubah putih seperti Otsutsuki lambung menyerang setan bajang sampai hancur.
Bang!
Engah!
Alhasil Shi bufan terpental tiga meter sambil memuntahkan lima suap darah.
"Uhuk! Uhuk! Bajingan siapa yang berani menggangu ku! Ahhh!"
Tiba-tiba hantu jubah putih muncul dari tanah didepan Shi Bufan langsung hendak menyerang.
"Raarrr kamu berani sekali mencoba menipulasi nyonya Xiandi! Tidak akan aku maafkan!"
Dia cepat sekali langsung berubah menjadi cahaya dan membuat Shi Bufan kejang-kejang dan pingsan.
Dua jam berlalu tanpa disadari ada pelayan yang menemukan tuan mudah Shi tergeletak pingsan. Alhasil dia panik mencari patriak Shi.
Beberapa saat kemudian Patriak Shi datang menghampiri cucunya. Menemukan dia baik-baik saja, alhasil kepanikan hilang.
Namun, ketika dia membangunkan ada hal aneh. Tiba-tiba Shi Bufan berubah menjadi idiot.
Dia marah dan berteriak. Memerintahkan bawahannya untuk mencari menggunakan tali jiwa.
Sayangnya tikus Ding Lan dia adalah mahluk tinggi sehingga tindakannya susah diketahui.
Akhirnya berita bahwa Shi Bufan menjadi idiot tersebar luas di daerah itu. Banyak para wanita yang merayakan kemenangan ini akhirnya tuan muda arogan karena manjadi idiot.
Di dalam kamar, Shi Bufan menjadi autis seperti anak kecil. Dia dikurung di kamar agak tidak menjadi malu bagi keluarga.
Namun, apa yang tidak diketahui Shi Bufan tiba-tiba terpeleset kulit pisang dan pingsan sesaat.
Ketika dia sedang pingsan, ada retakan ruang kecil dan cahaya merah memasuki kedalam pikiran Shi Bufan.
Setelah beberapa detik cahaya itu memasuki kedalam otak Shi Bufan, dia langsung beranjak bangun. Matanya tajam seperti dewa dan dia juga memiliki aura pedang yang bahaya.
__ADS_1
“Aku belum mati, tetapi aku terlahir kembali di dunia yang aneh ini? Dan tubuhku sekarang juga seperti pemuda dua puluh tahun!”