Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Biksu Xuanzang


__ADS_3

Bab 488 Biksu Xuanzang


“Hahaha adik ini tidak meremehkan kakak, tetapi kenyataan 'kan?” Shi Wumeng berkata terus terang. Dia juga mengatakan bahwa memang kenyataan tidak menggunakan kekuatan untuk melawan dirinya. Walaupun dia praktisi, tetapi dikeluarkannya adalah paling lemah.


Yang difikirkan hanyalah wanita dan wanita. Tetapi pada akhirnya wanita yang didapat menggunakan teknik jiwa, sudah pergi akibat di rusak oleh musuh yang menginginkan wanitanya.


Shi Bufan mengangguk dan berkata: “Benar. kakak ini memang terlemah dari keluarga Shi. Tetapi kakak ini sedang belajar teknik pedang, kakak ini hanya ingin meminta pendapat kepada adik apakah teknik yang dipelajari sudah bagus atau tidak.”


Shi Wumeng mengangguk percaya diri tidak perlu membuang keringat karena pada akhirnya Shi Bufan akan menuai kekalahan.


“Baik, adik ini akan melihat teknik yang kakak pertama pelajari. Ingat gunakan seluruh tenaga." Dia sungguh sangat percaya diri sehingga Shi Bufan diam-diam, tersenyum penuh kemenangan. Apakah kalian pikir sekarang Shi Bufan adalah ayam yang lemah sehingga kalian melihat Shi Wumeng masih meremehkannya?


Shi Bufan tidak ingin berlama-lama. Dia memperagakan pedang Chaos bagian pertama.


“Bersiap-siaplah adik karena aku akan menggunakan seluruh kemampuan ku!"


Hiya!


Bam!


Ledakan angin yang keluar dari tumit Shi Bufan langsung meningkatkan kecepatannya. Shi Wumeng yang melihat langsung panik.


‘Sial dia sebenarnya jiwa naga level sepuluh! kapan kakak sampah naik level!’ Dia berteriak didalam hatinya sambil berkeringat deras, sambil menggunakan teknik burung gagak tua.


Kedua tangan Shi Wumeng memperagakan sayap burung langung ingin menangkis tongkat kayu Shi Bufan.


Swosh!


Slash!


Dang!


Siapa sangka tongkat kayu itu langsung mematahkan tulang pergelangan tangan kanan Shi Wumeng.


Saat ini, setelah mematahkan pergelangan tangan Shi Wumeng, dia memutar untuk mencoba memukul punggungnya.


“Hahaha adik, bagaimana teknik yang aku gunakan!"


Bang!


Engah!


Punggungnya terkena sabetan tongkat kayu langung terjatuh tersungkur sambil muntah darah. Akhirnya dia pingsan tanpa membutuhkan beberapa menit.

__ADS_1


Para pelayan yang hendak mengantar beberapa hidangan untuk Shi Bufan rahangnya terbuka lebar cukup lama. Dia tidak mengira hanya sebuah pukulan kayu, sampai membuat tuan mudah ketiga tak sadarkan diri.


Akhirnya mereka bertepuk tangan.


“Hahaha Tuan muda! Kamu sungguh sangat hebat! akhirnya aku beru pertama kali melihat Tuan mengalahkan sampai seperti itu!"


Disanjung sedemikian rupa, dia tidak tergerak karena sudah ribuan kali ketika menjadi raja tertinggi mendapatkan pujian itu hingga muntah darah.


“Baik, serahkan makanan ini kepada ku, setelah itu kamu boleh pergi." Shi Bufan menghampiri pelayan itu dan mengambil nampan yang ada beberapa hidangan enak.


Kemudian dia bersila di tanah, dia memakan hidangan itu penuhh kerumitan. Makanan ini adalah sampah. Sebagai mantan raja makanan ini tidak layak. Tetapi karena tidak ada pilihan lain Shi Bufan terpaksa memakan hidangan tersebut.


Sambil memakan, dia masih terngiang-ngiang kedua wanita cantik. Memang benar juga dia sungguh cantik bahkan dirinya tidak bisa melupakan raut wajah yang memukau.


“Siapa sebenarnya dia? Dan identitas apa yang dia miliki? Apakah dia seseorang permaisuri yang menyamar?” Shi Bufan menggelengkan kepalanya.


~


~


#Di tempat Lain!


Wang Roulan sudah berpindah bukan di danau yang dia kunjungi. Tetapi dia sudah tiba di perbukitan yang sangat indah. Ada tebing yang sangat curam dan memiliki batu yang besar. Dia memainkan beberapa Guqin untuk membuat nyaman Murong Ruyue.


Entah kapan sifatmu berubah kepadaku


Aku bagaikan bunga yang kau tanam tanpa disirami


Sikapmu terlalu baik jika ada maumu


Mungkin kamu tak mencintaiku sepenuh hati


Lebih baik aku pergi meninggalkanmu


Kamu hanya bersikap manis kepadaku,


pada saat kamu butuh, kamu perlakukan aku seperti ratu


Jika sudah mendapatkan yang kamu inginkan, memandangkupun tak mau.


Begitu teganya dirimu padaku


Kamu menggantungkan hatiku!

__ADS_1


Aku bagaikan bunga yang kamu tanam tanpa disirami!


Sikapmu terlalu baik jika ada maumu


Mungkin kamu tak mencintaiku sepenuh hati? Lebih baik aku pergi meninggalkanmu?


Kamu hanya bersikap manis kepadaku,


pada saat kamu butuh, kamu perlakukan aku seperti ratu! Jika sudah mendapatkan yang kamu inginkan, memandangkupun tak mau.


Begitu teganya dirimu padaku


Kau menggantungkan hatiku.


Kamu menggantungkan hatiku!


Kamu menggantungkan hatiku!


Murong Ruyue walaupun tidak mengetahui bahasa apa yang digunakan Wang Roulan, tetapi entah kenapa membuat meneteskan air mata dan matanya berkaca-kaca melihat Wang Roulan.


Bahkan ketika musik dan nyanyian itu sedang berlangsung, seseolah langit mendung dan ikut bersedih sehingga menjadi suram. Banyak hewan-hewan yang melolong penuh kesedihan.


Setelah musik dan nyanyian berhenti, Murong Ruyue sudah basah bajunya akibat digunakan untuk membuat lap air mata.


“Walaupun guru ini tidak mengetahui apa yang kamu nyanyikan, tetapi seperti lagu ini mengandung dewa yang sedang bersedih. Aku sepertinya tersesat dalam musik ini.”


Wang Roulan mengangguk dan menjawab: “Kamu benar guru, aku juga merasakan kesedihan seperti tercabik-cabik. Ini membuat aku ingin tahu kandungan lagu ini.”


Ketika dia sedang berbincang satu sama lain, ada pemuda yang berpakaian baju putih biasa dia memakai keranjang bambu di belakangnya.


Pemuda itu memiliki wajah yang tampan dan kotor. Kepala botak dengan nafas cepat karena sudah berjalan kaki selama beberapa hari.


Pemuda itu, mendekati Wang Roulan dan Murong Ruyue. Kedua wanita melihat pemuda itu juga, dia menemukan bahwa dia tidak memiliki basis kultivasi hanyalah manusia biasa.


“Amitabha! Halo nona terkasih, hamba ini telah mendengar lagu yang cukup bagus dan hamba ini cukup tersentuh. Aku dari wilayah timur, sedang melakukan perjalanan ke barat mencari kita suci keabadian. Perkenalkan namaku Xuanzang seseorang biksu biasa.”


“Dengan hormat sebesar-besarnya, lirik lagu itu sungguh membuat aku mendalami apa artinya hidup. Jika Nona terkasih, bolehkan hamba ini ingin mengetahui siapa pemilik dari lagu itu.”


Kedua wanita itu sungguh sangat terkejut pemuda tampan ini cukup lembut tidak ada jejak nafsu yang keluar dari wajah biksu kecil.


Karena Bisku Xuanzang tidak ada niat jahat, maka Wang Roulan membalas dengan baik. “Lirik lagu ini diciptakan oleh suami ku. Jika biksu ini ingin meminta untuk memberikan sebuah syair, dengan berat hati biksu ini harus meminta izin kepada suami ku.”


“Ahh itu memang harus meminta izin, kebaikan akan menemui kebaikan. Kejahatan akan menuai kejahatan. Amitaba hamba ini ingin bertemu Tuan Nona," ucap Biksu Xuanzang sangat hormat .

__ADS_1


Akhirnya, Wang Roulan dan Murong Ruyue membawakan Biksu Xuanzang untuk menemui Long Fai di kediamannya.


__ADS_2