
Bab 73 Bai An Masih Berjuang
Hati Ho Tu penuh dengan badai, dia ingat di masa lalu ada sebuah legenda ada dinasti yang runtuh akibat terkena sapuan sayap burung gagak sayap empat.
Menurut legenda, burung gagak sayap empat dia sebenarnya memiliki besar yang seperti gunung. Bahkan jika burung itu terbang wilayah yang di lewati burung gagak ekor empat akan mendung.
Ho Tu melihat Long Fai dan lainya mendaki burung gagak ekor empat. Walau dia melihat burung yang di tunggangi Long Fai tidak sebesar menurut legenda, tapi dari penampilan burung itu dia sudah menebak bahwa burung itu adalah burung gagak ekor empat.
"Ming Qing apakah kamu tahu apa burung itu?" Ho Tu menatap ke arah Ming Qing, kemudian Ming Qing membalas sangat serius sambil menatap burung yang sedang terbang dengan tampilan martabat: "Yang mulia aku tahu, dia adalah burung yang ada di legenda kan?"
Ho Tu mengangguk sangat serius dan berkata. "Mari kita ikuti..!"
"Baik!"
......................
Di pertempuran....
Fang Mo sekarang bajunya compang-camping seperti orang gila. Dengan tangan sebelahnya mengalami patah tulang, dia yang sekarang sudah babak belur penuh lebam menatap ke arah Bai An sangat ganas: "Kamu menjadi pemuda yang durhaka kepada aku nak."
"Aku tidak peduli... kamu memiliki tipu muslihat dengan kerajaan dan keluarga Long untuk merencanakan kejahatan bagi kakak laki-laki.. hummpp kamu sebelum mencelakai Long Fai langkahi dulu aku, bahkan jika tidak ada aku, kamu hanya di tatap oleh Long Fai, kamu akan lari terbirit-birit." Bai An berkata sambil menepuk dada sangat bangga.
"Hahah nak, kamu sangat bangga. Apakah kamu tahu bahwa perajurit Dayan sedang mengepung wilayah Long Fai yang sedang di singgahi?" Fang Mo tersenyum penuh kemenangan.
"Aku tidak takut, selama aku masih hidup, aku akan bertahan." Kata Bai An dia langsung meluncur lagi untuk menyerang Fang Mo.
"Bang!"
"Bom!"
"Dar!"
Suara demi suara yang begitu menggelegar terdengar seperti guntur yang menakutkan.
"Sial nak ..!" Fang Mo mengumpat sambil menghindari tebasan kapak yang di lakukan oleh Bai An. Untuk memperlambat waktu dia terus menghindar. Jika bala bantuan datang dia akan sangat lega.
Namun karena penghindaran itu di lakukan secara berulang-ulang, maka setamina yang di keluarkan akan terus menerus sehingga dia mengalami kelelahan.
__ADS_1
Bai An menebas tidak mengenai, tapi tangan kiri Bai An meninju kepala Fang Mo hingga dia melihat Fang Mo terpental sangat jauh di udara sambil berputar-putar.
"Bang!"
Fang Mo menghantam tanah sangat keras sehingga tanah itu menjadi cekung seperti wajan raksasa.
"Ini kesempatan untuk membunuh kamu..!" Bai An menghampiri, dia ingin memenggal kepala Fang Mo dengan satu serangan. Namun serangan itu gagal karena tiba-tiba...
"Kamu sangat lancang terhadap raja ini...!" Ada suara di samping Bai An tanpa dia sadari, tiba-tiba Bai An meludah kan darah sangat banyak dan ....
"Bang!"
Bai An meluncur tak terkendali seperti layang-layang putus. Namun dia bisa mendarat dengan mulus.
Bai An memandang Raja Dayan Xiobai sambil menatap serius.
"Jadi ini kamu raja kekaisaran Dayan." Kata Bai An dia menahan nafas.
Dayan Xiobai membalas: "Ini benar raja ini adalah Dayan Xiobai raja yang memerintahkan wilayah ini. Aku datang ke sini, karena aku mendengar berita bahwa kamu membantai bawahan aku, apakah betul?"
"Hahaha bagus, sangat bagus. Di usia kamu ini memiliki kekuatan penghancur yang menakutkan, aku menawarkan kamu untuk bergabung menjadi bawahan aku. Jika kamu bersedia aku janjikan kamu memiliki manfaat yang tidak ada habisnya." Dayan Xiobai menawarkan Bai An untuk mengabdi kepadanya. Dengan usia yang masih muda, dia memiliki kekuatan yang menakutkan.
Maka dari itu, jika dia bisa merekrut Bai An sudah di pastikan dia akan memiliki pion yang sangat menakutkan sehingga jika di masa depan untuk menjajah negara kecil yang tidak populer maka akan mudah seperti meminum air.
"Aku di haruskan mengabdi ke kerajaan? Hahaha apa kah kamu percaya, kamu sebagai raja Dayan sebenarnya jika di bandingkan keset yang di gunakan Long Fai kakak laki-laki aku kamu hanyalah kentut." Bai An menghina dia tidak tahu jenis kepercayaan dirinya yang di miliki Dayan Xiobai.
Bahkan patriak Bai yang sedang mengamati dari kejauhan dia tersedak setelah mendengar kata-kata Bai An.
"Dafuk.. Kapan anak ini memiliki mulut yang tajam..!" Dia tak percaya apa yang di lihat Bai An yang sekarang. Jika dulu, di tatap oleh sendiri Bai An akan gemetar. Namun dia melihat anaknya sendiri Bai An menghina terang-terangan di depan Raja.
"Sial mulut kamu sangat berbisa namun aku menyukai!" Patriak Bai bahagia. Namun dia juga khawatir jika anak sendiri mengalami kecelakaan akibat melawan raja Dayan.
Di sisi Bai An, setelah menghina dia menatap Dayan Sumei yang kebetulan ada di samping raja. Dia berkaya sambil menujuk ke arah Dayan Sumei: "Jadi gara-gara kamu, baik.. sangat bagus bahkan ramalan Long Fai benar bahwa sebentar lagi pihak kerajaan akan datang ke sini untuk mengambil akun, kamu pelaacur dasar penghianat."
"Apa kamu bilang..!" Dayan Sumei jelek wajahnya dia menatap ke arah Dayan Xiobai seraya berkata: "Ayah bocah rendahan ini begitu lancang.. aku ingin dia mati...!"
"Huh tenang kamu nak kita memiliki perajurit yang ada di belakang tunggu saja kamu bedebah ayo kita mundur dan baiarkan bawahan aku yang mengambil tindakan." Dayan Xiobai mendengus ke arah Bai An.
__ADS_1
"Kamu... kamu kalian semuanya yang aku perintahkan...! Bunuh bocah bedebah ini dan cincang-cincang dagingnya hingga tak tersisa!"
"Baik Rajaa!" Para perajurit langsung terbang secepat kilat. Perajurit itu tingkatan kultivasi seperti Fang Mo.
"Swoshh!"
Para perajurit melemparkan berapa jurus yang dia pelajari. Bahkan ada yang lansung bergegas ke arah Bai An dia meninju perut Bai An. Orang yang meninju Bai An jumplahnya ada dua orang.
"Bang!"
"Sikat!"
Bai An di bombardir dia akhirnya cedera bahkan berdarah.
"Ahhhhhh aku tidak ingin kalah!" Bai An meraung, dia mengibaskan kapak itu 90 derajat dan tiba-tiaba...
"Berdengung!"
"Sring!"
"Ahhh!"
"Puff!"
Lusinan perajurit ada yang terpotong menjadi dua bagian, bahkan ada yang kepalanya menggelinding.
"Ahhhh!" Bai An meraung dia melompat. Setiap lompatan dia akan memenggal salah satu perajurit yang ada di udara maupun di darat.
Sambil melompat, Bai An melemparkan kapak itu kedepan. Kapak itu memanen nyawa perajurit sebagaian.
Dayan Xiobai dan Dayan Sumei raut wajahnya jelek. Perajurit yang dia latih cukup lama ternyata masih lemah di hadapan Bai An.
Dayan Xiobai berteriak: "Kamu cepat serang dia secara bersama!"
"Baik Raja!"
"Ayo kita kepung!" Fang Mo dan lainya melancarkan serangan secara bersamaan.
__ADS_1