
Bab 407 Zhang Takimachi
“Kamu bertanya kepadaku aku siapa? Aku akan menjelaskan sekali lagi. Aku adalah orang yang ingin memukuli Raja Shin Jing untuk melampiaskan kekesalan dan kekecewaan.” Penjaga Gapura kemudian mengatakan hal demikian, dirinya sudah menebak bahwa kedua orang itu hanyalah berpura-pura menjadi pengemis untuk datang ke tempat wilayah bekas Suku Orc hanya untuk melihat bagaimana keadaan wilayah sekarang.
Bisa jadi, mereka berdua sudah mengamati sejak awal terbentuknya kerajaan Naga Azhure pada masa itu.
Sekarang karena melihat kedua orang itu sungguh sangat mencurigakan, maka dirinya harus bersikap defensif mungkin saja akan melibas semua nya untuk menghilangkan masalah yang akan mendatang.
Mata-mata itu yang mendengar lagi hinaan penjaga Gapura, sontak langsung marah dia menggunakan jurus 10 tinju kebenaran yang telah dilatih sejak lama.
Kedua tangannya mengangkat sejajar dengan dada kemudian, orang itu menatap ganas ke arah penjaga Gapura.
“Humpp mungkin saja kendil itu sungguh sangatlah kuat tapi tidak benar jika tubuhmu memiliki ketahanan seperti kendil itu. Bahkan, Jika kamu kuat, lalu apa? Kamu merusak jari jemari kawanku. Tapi, dengan tinju sepuluh kebenaran yang telah aku latih sejak lama, kamu mungkin akan kewalahan dan menutup mata selamanya.” Orang itu menghina kepada penjaga Gapura.
“Di sini Jika kamu ingin melawanku lakukanlah jangan terlalu banyak kata-kata yang tidak berguna dan membuang tenaga,” balas penjaga Gapura dengan senyum sinisnya.
“Hump baik, Jika kamu memintanya akan aku laksanakan terimalah keterampilanku ini dan semoga kamu akan menutup Mata selamanya!”
"Hiya!"
Sepuluh tinju itu, seperti superhero mobile legends yang memiliki karakter bernama Chou kedua tangannya bercahaya transparan kuning seketika menghantam sekujur tubuh penjaga gapura tersebut.
Bagi para penduduk yang sedang menonton, walaupun tidak banyak hanya beberapa saja, mereka semuanya hanya memandang dan menggelengkan kepalanya kepada mata-mata itu. Karena terlalu arogan dan terlalu sombong.
Penjaga Gapura ditinju sekujur tubuhnya dengan sepuluh kali tinju tidak merasakan rasa sakit hanya seperti dipijat saja tubuhnya.
__ADS_1
Mata-mata itu, setelah sepuluh kali tinju sudah selesai tiba-tiba wajahnya sepertinya memiliki rasa kelelahan yang sangat jelas di wajah.
Kemudian, melihat bahwa penjaga Gapura Masih berdiri dengan tenang seperti pohon pinus kuno akhirnya hatinya bergetar.
Bagaimana mungkin, ada orang yang tidak apa-apa terkena jurus yang begitu menakutkan, walaupun memiliki ketahanan tubuh yang sangat kuat jika terkena tinju miliknya mungkin saja ada lebam yang ditinggali di kulit.
Akan tetapi, dia melihat pria itu tidak memiliki lebam sedikitpun di sekujur tubuhnya sehingga kepalanya menggelengkan terus-menerus dan berkata seperti ini, “Tidak mungkin, Apakah ini nyata bagaimana kamu melakukan seperti itu! Ahh aku tidak mempercayainya kamu adalah monster! Kamu adalah monster jahat sepatutnya kamu dibunuh tidak tinggal diam aku harus membunuhmu!”
Melihat orang itu begitu panik seperti cacing kepanasan, penjaga gapura tersebut langsung menggelengkan kepalanya dan berkata dengan menghina. “Sepertinya kalian semua sudah kehilangan rasa kepercayaan diri yang tadi kamu ungkapkan kepadaku.”
“Dimana sifat bangga kalian, di mana sifat Arogan yang kamu lakukan kepadaku? Dimana sifat superior yang tadi kamu pancarkan kepadaku, melihat kamu yang sekarang sungguh sangat menyedihkan seperti cacing kepanasan.”
“Sekarang aku belum pernah memukul orang dalam seumur hidupku, karena ada bahan percobaan untuk pemukulan maka kalian akan dipukuli oleh hahaha!” Penjaga Gapura tertawa kemudian seketika matanya menyipit tangan kanannya mengepal sangat erat langsung meninju wajah orang itu.
"Bam!"
Orang itu, meluncur sekitar 10 meter dan mendekati orang yang satunya lagi yang sudah dipukul oleh penjaga Gapura.
Kemudian, setelah memukul kedua orang itu, tangannya menepuk-nepuk seperti sedang menghilangkan kotoran yang membandel di kedua tangannya.
Kemudian penjaga Gapura Langsung Melompat ke atas dan mendekati sisi bendera untuk melihat kedua orang itu apakah sudah melarikan diri atau tidak.
“Hmmm aku mempercayai bahwa mereka adalah mata-mata yang ditugaskan dari Raja, untuk mengamati wilayah ini. Jika kamu mengacaukan wilayah ini yang telah dibangun oleh Tuanku maka itu tidak bisa terjadi. Jika mereka masih memiliki kepala yang bebal, maka dengan senang hati aku akan memukuli mereka.”
Ada satu penduduk yang melaporkan perkelahian ini kepada Orc. Sehingga sekarang, Orc itu, bangkit dan mendekati penjaga gapura yang sedang berkelahi dengan penduduk kerajaan luar.
__ADS_1
Orc itu, udah di samping penjaga gapura. Kemudian langsung berkata. “Apakah kamu telah mendapatkan penjahat yang ingin menyusup?”
“Benar, aku sehabis berurusan dengan kemungkinan dia sebagai mata-mata. Tadi melihat kedua orang itu sudah aku hempaskan ke tempat ini, tapi sudah tidak ada? Mungkin saja dia sudah melarikan diri dan kemungkinan, mereka akan melapor kepada sang Raja.” Balas penjaga Gapura.
Orc itu, menatap ke arah penjaga gapura dan berkata, “Terimakasih sudah melindungi wilayah ini dari penyusup yang tidak tahu diri.”
Penjaga Gapura banyak membalas ringan, “Tidak apa-apa, sekarang kita adalah satu penduduk yang memuja Tuan Long, alangkah baiknya kita semua bahu saling membahu untuk memperkuat wilayah ini.”
“Kamu benar, aku harus bekerja keras untuk mengamankan wilayah ini agar lebih menjadi damai.” Orc hanya senyum dan mengangguk.
Orc itu, kemudian berkata lagi, “Oh iya, Kamu adalah manusia dan sudah dipastikan kamu memiliki nama?"
“Ahhh maafkan aku, nama ku adalah Zhang Takimachi, lalu siapa nama kamu?” Zhang Takimachi kata balik kepada Orc itu.
Seketika, Orc itu langsung tersenyum pahit dan berkata. “Aku tidak memiliki nama, karena suku Orc kami jika diberikan mama, akan sangat berbahaya bagi orang yang telah memberikan nama. Bisa-bisa, Orang yang memberikan nama kepada suku Orc kekuatannya akan hilang akibat diserap menjadi kekuatan Orc.
“Apakah ada yang seperti itu?” Zhang Takimachi berseru kagum dia baru mendengar ada peraturan seperti itu. Mungkin saja, memang ada peraturan seperti yang dikatakan Orc tersebut, hanya saja dirinya tidak cukup mengetahui informasi yang begitu penting dari dunia ini.
Zhang Takimachi memegang dagu dan mengelus-ngelusnya padahal tidak memiliki jamkot.
Tiba-tiba Zhang Takimachi matanya berbinar-binar langsung menatap ke arah Orc.
“Bukankah, meminta bantuan kepada Tuan Long mungkin saja permintaanmu akan dikabulkan?” ujar Zhang Takimachi.
Orc itu hanya tersenyum pahit lagi, “Aku memiliki gagasan seperti itu tapi sungguh sangat tidak etis.”
__ADS_1
Orc hanya berharap karena jika sudah memiliki nama mungkin bentuk tubuhnya akan berubah menjadi sempurna dan tidak menjadi bentuk yang seperti sekarang memiliki kulit hijau dan menyeramkan.
Leluhur dulu, memiliki wajah yang sangat tampan karena memiliki nama. Sehingga, dia juga harap memiliki nama dan memiliki wajah tampan seperti leluhur pada masa lalu.