Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Celakalah Bagi Orang Bodoh


__ADS_3

Bab 406 Celakalah Bagi Orang Bodoh


Mereka berdua sungguh sangat marah ketika orang yang sedang ditugaskan untuk menjadi penjaga gapura menghina kepada raja selain Raja miliknya.


Karena tidak tahan dan merasa jiwanya nasionalis langsung marah kemudian berkata kepada penjaga gapura seperti ini, “Maaf, walaupun kami adalah bukan dari kerajaan ini, sayangnya apa yang dikatakan kamu sebagai patokanku juga. Dia adalah raja yang tamak ataupun baik, itu adalah Rajaku. Sepatutnya aku juga akan marah jika ada seseorang yang akan menghina rajaku.”


Penjaga Gapura hanya tersenyum dan berkata di dalam hatinya, kami juga seperti kalian sebelum menempati wilayah ini kami adalah penduduk kerajaan luar mungkin saja kalian Dan kami sama-sama memiliki satu Raja. Terus, jadi apa? Raja sebelum Long Fai Apakah bisa membantu dirinya dan manusia lain yang sedikit kelaparan atau menjadi budak diperlakukan lebih baik? Itu sungguh sangat mustahil, hanya Raja Long Fai lah, memiliki tanggung jawab sebagaimana menjadi Raja.


Penjaga Gapura kemudian berkata kepada kedua orang itu. “Aku sebelum menempati wilayah ini, adalah seseorang gelandangan yang memiliki kekhawatiran dalam hidup. Tidak berdaya, rasa ketakutan akan kematian, melihat teman-temanku mati akibat ditindas oleh para manusia yang di atas statusnya, aku hanya ingin hidup bebas dan bernafas lega.”


“Bukankah sebagai raja akan memperlakukan penduduknya sebagai sama rata dan akan mengayomi semampunya sebagai Raja? Apa yang dia lakukan sebagai raja Kenapa harus memiliki kesenjangan yang begitu sangat besar?”


“Apakah kita ini yang memiliki status para budak dan makhluk rendahan Apakah tidak begitu penting bagi Raja?”


“Ketika aku ketakutan dan kelaparan hanya bisa memandang Raja tamak itu dari kejauhan sambil mengutuk sangat keras, kami para makhluk rendahan hanya ingin melihat raja itu mati yang sangat mengenaskan.”


Kedua orang itu, telah mendengarkan lelucon yang begitu sangat lucu, sehingga tawa itu tidak bisa dibendung langsung keluar sangat lega.


“Hahahaha! Apakah kamu mengenal pepatah ini, jika ada satu semut tidak bisa berubah menjadi singa. Itu sama hukumnya bagi semua makhluk yang terlahir menjadi budak atau makhluk rendahan, tidak bisa menjadi dewa atau sebaliknya.” Salah satu Mata-mata menggelengkan kepalanya sambil menghina penjaga Gapura.


Penjaga Gapura hanya tersenyum tipis dan menjawab perkataan salah satu orang itu, “Kamu salah besar, justru para Raja dan mahluk jahat dan tamak, tidak bisa menjadi Dewa, melainkan hanya menjadi iblis yang tidak memiliki hati yang murni.”


“Hati murini tercipta dari rasa aman, memiliki tanggung jawab yang besar kepada semua yang diperintah. Ada satu lagi, makhluk yang merasa dirinya superior, hanyalah memiliki ketakutan di dalam hatinya.”


Penjaga Gapura, telah mengatakan sedemikian rupa kepada kedua orang itu, langsung tanpa berbasa-basi mengambil air yang di kendil.

__ADS_1


Salah satu mata-mata tiba-tiba wajahnya cemberut dan tidak sedap dipandang. Kemudian, berkata: “Tidak ada yang spesial dalam makhluk kerendahan itu menurutku karena makhluk yang lemah itu hanya membuat menjadi beban, ambil yang berharga buang yang tidak berguna.”


Penjaga Gapura hanya tersenyum dan sedikit skeptis dengan perilaku mereka berdua kemudian Hanya mengingatkan satu kali dengan kata-kata seperti ini, “Pola pikiran kalian harus dirubah, kalian melakukan seperti itu tidak ada manfaatnya lebih baik tinggalkan, lepaskan, kalian sama sepertiku makhluk rendahan bagi raja yang jahat hanya dijadikan bidak catur.”


“Jika aku melihat raja Shin Jing, tidak dipungkiri lagi aku akan memukuli wajahnya!”


Akhirnya mereka berdua amarahnya tidak bisa terbendung lagi akibat mendengar Raja sendiri dihina oleh penjaga Gapura.


“Bajingan! kamu menghina Raja kami, apakah kamu ingin meminta pemenggalan kepala!” Dua mata-mata itu, langsung berdiri dan salah satunya memarahi penjaga gapura sambil menunjuk-nunjuk tangannya ke arah penjaga tersebut.


“Ada apa? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya karena aku merasa tidak puas dengan raja yang seperti dia sungguh sangat jahat ini adalah rasa kekesalanku kepada Raja Shin Jing.”


“Jalan kebenaran memanglah tidak mulus seperti meminum, terlalu banyak rintangan seperti saat sekarang aku sedang menghadapi dua pria yang sangat bebal dan bodoh. Padahal sudah tahu bahwa Raja hanya menjadikan kalian sebagai bidak catur dan tidak peduli dengan kehidupan kalian!”


“Ahh kamu menghina Raja kami lagi Aku tidak tahan untuk memenggal kepalamu!” Salah satu langsung mengeluarkan pedang yang di punggungnya bergerigi-gerigi tajam.


Pedang yang sedikit besar ketika ditebas ke arah penjaga Gapura, sepertinya bercahaya yang sangat menyilaukan langsung di arahkan ke kepala penjaga Gapura.


Melihat Serangan yang begitu sangat cepat bahkan dia sendiri berpikir, jika itu dulu mungkin sudah ketakutan dan mati. Sayangnya sekarang sudah berbeda. Sekarang sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk melawan sehingga ketika pedang itu diarahkan ke palanya, sepertinya pedang itu tidak memiliki kecepatan yang sangat nyata. Sehingga, tangan kanannya dengan mudah langsung meraih kendil tersebut dan digunakan untuk menghalau tebasan pedang.


"Dentang!"


Kendil Vs Pedang bertabrakan sehingga mengeluarkan percikan kembang api yang sangat memukau.


Tiba-tiba pedang itu langsung patah menjadi dua setelah menebas dan mengenai kendil yang digunakan untuk meminumnya tadi.

__ADS_1


“Bajingan! Bagaimana ada kendil yang sangat keras seperti itu ini sungguh sangat mustahil!” Mata-mata yang telah menyerang menggunakan pedang terkejut bukan main.


Bahkan, dirinya merasakan ketika pedang itu mengenai kendil tersebut, dan bertabrakan tangannya menjadi kebas akibat getarannya sangat kuat dari benturan yang dihasilkan.


Tangan kanan sedang memegang pedang yang patah kemudian tangan kirinya mempersiapkan untuk memukul perut penjaga gapura itu.


"Swosh!"


“Aku sudah bilang, ketika kalian menjadi beban otomatis menjadi bodoh. Orang bodoh dan selalu percaya diri hanya mendapatkan celaka,” kata penjaga Gapura. Setelah itu, tangan kirinya meraih tangan salah satu mata-mata.


Kemudian setelah ditangkap penjaga Gapura itu, langsung meremass sehingga jari-jemari mata-mata tersebut langsung hancur.


"Crack!"


"Kyaaa! Tangan ku!” Teriakan mata-mata itu, sungguh sangat melolong seperti babi yang akan disembelih.


Setelah menghancurkan jari jemari, penjaga Gapura langsung menendang perut orang itu sehingga dari mulutnya memuntahkan satu tekuk darah.


"Bang!"


"Engah!"


Orang itu, meluncur sampai keluar dari Gapura. Kemudian penjaga Gapura melirik ke salah satu orang yang tersisa dan berkata seperti ini, “Jika kamu ingin melawanku dan tidak merasa puas setelah rekanmu dihajar olehku, kemarilah Jika kamu berani.”


“Bajingan! Memangnya kamu siapa! Jika Raja Shin Jing kami mengetahui Kamu akan mati percayalah!”

__ADS_1


__ADS_2