
Bab Mematahkan Tangan
Karena Long Fai bercanda bersama Nalan Hu, mereka berdua tanpa sadar sudah tiba di mana tempat para murid dalam berkumpul.
Karena itulah ketika dia sedang bercanda dan dia tidak menyadari tiba-tiba Qin Luo yang menarun kebencian kepada Long Fai, melihat bahwa orang yang sedang di gandrungi, sedang bermesraan dengan orang yang dia benci yaitu Long Fai.
Dia juga masih menaruh kebencian terhadap Long Fai karena telah menewaskan penjaga diri sendiri.
"Sepertinya ada yang berkata?" Long Fai berpura-pura linglung dan tidak melihat.
Dia berpura-pura sambil menoleh kiri, kanan, depan, dan samping dengan bodoh Long Fai berkata seperti ini. "Ini aneh aku mendengar suara yang memarahi, tapi tidak ada wujud, apakah ada hantu di sini?" Setelah itu Long Fai berpura-pura merinding dan ketakutan.
Tapi Qin Luo melihat perilaku Long Fai seperti di ejek sehinga dia memarahi Long Fai sambil menujuk jarinya.
"Bajingan hah! Apakah kamu pura-pura buta, sial Long Fai aku di sini, aku ingin menampar kamu karena telah membunuh penjaga aku."
Saat ini Qin Luo seperti cacing kepanasan dia sangat marah. Namun reaksi Long Fai seperti biasanya dengan berpura bodoh dia memandang ke bawah membuka telepak kaki, membuka batu dengan itu, Long Fai berkata seperti ini. "Sial dimana suara itu aku sudah mencari di bawah batu tapi tidak ada orang, ini benar-benar hantu."
"Kamu..!" Qin Luo ingin pingsan dia sangat marah begitu dia di ejek, apa lagi, dia melihat banwa Nalan Hu tersenyum kepada Long Fai dengan lucu.
Tidak bisa di maafkan!
Qin Luo tak tahan, dengan itu dia mengeluarkan pedang yang sangat tajam di cincin penyimpanaan.
Setelah mengeluarkan pedang, dia menatap ganas ke arah Long Fai, dan berkata seperti ini. "Bajingan kamu, sial mati kamu!"
Tangan kanan Qin Luo langsung mengayunkan pedang ke depan hendak menebas Long Fai. Nalan Hu yang melihatnya tentu saja panik, dia ingin mengeluarkan pedannya tapi, tiba-tiba Long Fai mengentikan bahwa dia berkata anda tidak perlu untuk mengeluarkan keringat untuk anjing galak ini cukup dirnya yang membuat tembakan.
Tangan kanan Long Fai mengeluarkan kipas putih yang cantik langsung menahan tebasan pedang Qin Luo.
"Dentang!"
__ADS_1
Pedang Qin Luo dan kipas milik Long Fai bertabrakan sehinga mengeluarkan percikan kembang api sedikit.
Setelah menahan mengunakan kipas putih tubuh Long Fai berbutar dari sisi kanan. Setelah itu tangan kiri Long Fai yang kosong langung mengunakan jurus telapak lotus buda dengan peringkat surga, dan mengunakan sedikit kekuatn saja.
"Puf!"
Dada Qin Luo terkena telapak tangan kiri Long Fai sehinga dia terpental jauh ke dalam tempat di mana para murid dalam sedang berkumpul.
Nalan Hu yang melihat Long Fai mengunakan jurus yang aneh dia tidak tahu jurus apa itu, bahkan di perpustakaan sekte tidak ada gaya yang cocok seperti yang di gunakan Long Fai.
Long Fai melihat bahwa Qin Luo terpental sangat jauh sekitar empat puluh meter. Long Fai mendekati sambil melompat, kemudian tiba-tiba kipas itu di setiap siku kayu mengluarkan balati yang sangat tajam dan berkilau.
Setelah melompat, Long Fai mendekati Qin Luo yang sedang duduk di tanah, baju bagian dada yang ada darah membasahi, apa lagi di bagian bawah Qin Luo kencing di tempat.
"Long Fai! Apa yang sedang ingin kamu lakukan!" Qin Luo berteriak, dia takut hinga ingin kencing.
"Melihat perilaku kamu terhadap aku, kamu mungkin sangat membenci sekali sehinga tingkah laku kamu seperti badut yang melompat tembok." Kemudian Long Fai menginjak dada Qin Luo dengan sangat keras.
"Aku tahu, tapi aku tidak ingin mebunuh mu tapi, aku akan mengasih pelajaran buat kamu." Dengan itu, kipas yang memuncukan belati tajam langung menusuk tangan kanan Qin Luo, dan dia mematahkan tulangnya.
"Crack!"
"Ahhh!"
Rasa sakit karena patah tulang Qin Luo tidak tahan sehinga dia pingsan.
Long Fai berniat mematahkan tangan satunya tapi, sebelum belati menusuk dari atas ada sebuah gada emas ruyi yang ingin menghantam dirinya.
"Bom!"
Long Fai terpental menyamping kiri sangat jauh dan dia berhenti karena menabrak pohon. Walau Long Fai terkena gada emas ruyi, tubuhnya tidak merasakan sakit, karena pintu nadi sudah di buka hinga tiga puluh.
__ADS_1
Kemudian orang yang menembak Long Fai adalah seseorang wanita dengan pawakan seperti super hero. Wanita itu berkata seperti ini dengan dingin. "Di dalam sekte tidak ada mempercobaan pembunuhan."
Wanita itu bernama Liu Wan, dia juga salah satu murid dalam yang berbakat. Ketika dia mengetahui bahwa adik Long Yu, yang di sebut sampah di terima menjadi murid dalam, dia terkejut sangat ingin tahu.
Dia berkata kepada diri sendiri, apakah pemborosan itu sudah sembuh, dan sekarang dia menjadi jenius seperti kita?
Tapi setelah melihat Long Fai dia aneh, karena ranah Long Fai masih tahap awal, dan ranah itu adalah ranah paling lemah, tapi di samping itu juga, dia melihat pertarungan antara Long Fai dan Qin Luo, dan Qin Luo berahir kekalahan telak.
Liu Wan memandang di mana Long Fai terjatuh.
Setelah terpental dan berhenti menabrak pohon, Long Fai bangun dari tidurnya. Dia juga melihat bahwa jubah sarjananya tidak ada kotoran sedikitpun setelah dia terjatuh menyentuh tanah.
Ini sangat keren!
Long Fai berjalan tanpa memandang Liu Wan, sehinga Liu Wan merasa aneh, apakah anda berpura-pura misteriua.
"Hei kamu, karena kamu membuat masalah, kamu di hukum untuk menyapu area ini dengan bersih." Kata Liu Wan dia merasa kesal karena di abaikan.
"Iya!" Kata Long Fai dia sangat singkat tanpa melirik sedikit sekali ke arah Liu Wan.
"Kamu!" Wajah Liu Wan tidak sedap di pandang, dia sudah memikirkan bahwa jika Long Fai perotes dia akan maju untuk bergegas memukuli. Namun tanpa di duga Long Fai sangat lurus sehinga, tanpa berpikir Long Fai menyapu area ini sangat tanpa perotes. Apa lagi dengan menyapu dari awal hinga ahir dia tidak memandang sedikit ke arahnya.
Di samping Nalan Hu yang melihat perilaku Long Fai, diam-diam merasa lucu, dia pernah di posisi itu. Tapi sekarang dia dan Long Fai sudah seperti teman.
Tapi pada saat itu Long Fai yang sedang menyapu, tiba-tiba ada suara yang Familiar.
"Oh adik.. Selamat kamu telah menjadi murid dalam, mungkin ayah akan banga jika mengetahui." Long Fai melihat pemuda itu dengan wajah tampan seperti dewa perang berjalan mendekati dirinya dengan senyum ramah.
Tapi sekali lagi mata Long Fai menjadi dingin, sehinga efek aura itu Nalan Hu dan Liu Wan mengigil dan tidak bisa bergerak. Long Fai melihat siapa yang ada di sampingnya Long Yu, dia mengenalnya.
"Dasar wanita jala*ng sunguh hina." Kata Long Fai dia menatap ke arah wanita itu.
__ADS_1