Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Lidah Anda Sungguh Beracun


__ADS_3

Bab 113 Lidah Anda Sungguh Beracun


"Nama yang aneh dan baru aku dengar di sini," Kata Hu Mulan sambil menatap ke arah Long Fai, dengan tatapan cerah. Dia tak ingin berpaling dengan wajah tampan Long Fai.


"Maaf nama aku asing, karena aku dari tempat yang jauh," Jawab Long Fai. Karena dia di tatap terus menerus oleh Hu Mulan, dia memalingkan muka.


Hu Mulan cemberut, karena Long Fai memalingkan.wajahnya. Namun dia masih berkata sopan: "Kamu datang dari daratan jauh? Dan akhirnya kamu tersesat disini?"


"Betul, aku datang dari daratan shinobi yang sangat jauh." Long Fai seperti biasanya. Dia mengeluarkan omong kosong lagi.


"Aku baru dengar daratan shinobi?" Hu Mulan memegang dagu.


"Kenapa di pikirkan, apakah kamu mencoba pergi ke dunia shinobi.." Long Fai tersenyum.


"Tidak...tidak, mari kita lupakan. Oh iya karena kamu tersesat, maka sebaiknya kamu ikutlah dengan aku, sudah di pastikan akan aman. Dunia ini kejam." Hu Mulan menawarkan. Namun Bu Aotian, yang paling arogan berkata lagi: "Mulan, apakah ini tidak akan merepotkan? Dia hanyalah manusia biasa dan akan memperlambat kita untuk bertindak!"


"Tidak, kamu tidak boleh kasar, kita hanya membantu. Setelah kita selesai dan mendapatkan harta dari rerutuhan kuno, maka sudah selesai dia tidak ada hubunganya dengan kita." Hu Mulan menjelaskan panjang lebar kepada kelompoknya.


"Baiklah.." Semua kelompok pada mengangguk.


Hu Mulan akhirnya memandang lagi ke arah Long Fai. "Baiklah, sekarang kamu ikutlah dengan aku ke reruntuhan kuno, setelah selesai aku akan melepaskan kamu di tempat keramaian, karena di sini cukup berbahaya."


"Baiklah terimakasih, karena telah menolong." Long Fai mengepalkan tanganya sangat hormat.


Setelah itu, Fai dan mereka pergi kedelan untuk memasuki reruntuhan kuno.


Tiga puluh menit kemudian....

__ADS_1


Long Fai sudah tiba di depan reruntuhan kuno. Dia melihat istana yang gerbangnya memasuki dunia lain.


"Apakah ini yang di namakan reruntuhan kuno?" Long Fai berseru. Walau di sini dalam pandangan Long Fai area ini tergolong sepi, namun dia tahu banyak lusinan kelompok yang bersembunyi dari kegelapan, bahkan sebagian besar sudah ada yang masuk.


"Mari kita masuk!" Hu Mulan memberikan intruksi. Kebetulan, Long Fai berdiri paling belakang sambil melihat-lihat sekitar area yang tempatnya harta karun terbengkelai.


Beberapa menit kemudian, Long Fai tiba-tiba matanya cerah karena melihat tumpukan emas yang sepertinya menggunung dan teramat luar biasa. Long Fai berlari langsung mendekati emas itu: "Hahahaha aku kaya...setidaknya harta ini bisa di gunakan untuk membangun wilayah aku mencukupi satu bulan."


Yi Lianfan, sama sekali tidak bahagia. Sudah sangat jelas perbedaan manusia biasa dengan para kultivator. Jika seseorang kultivator, dia hanya fokus kekuatan dan hal manusiawi di tinggalkan. Namun manusia fana kebalikanya.


Yin Pou berkata sangat tidak senang. "Apakah bagusnya harta itu, sungguh menyedihkan jika kamu ingin menjadi abadi, tinggalkan hal-hal yang berbau duniawi."


Long Fai yang sedang bergembira, dia menoleh dan berkata sambil tersenyum: "Bukankah mencari sesuatu yang anda sukai, itu lebih baik dan abadi yang sebenarnya. Karena itulah aku tidak ingin menjadi abadi. Menjadi abadi hanya membuat kita seperti iblis."


"Ohh ternyata lidah kamu lebih tajam dari pada kekuatan kamu. Hahaha bagus sangat bagus, aku ingin melihat akhir teragis kamu di reruntuhan kuno ini!" Bu Aotian mencibir dan menghina.


"Jadi apa? Bukankah kekuatan di dunia ini penting?" Yi Lianfan menambahkan.


"Hahaha kekuatan penting, tapi kamu kalian semua di bawah kecantikan wanita menjadi bodoh..!" Kata Long Fai sambil menujuk ketiga pemuda itu.


Namun pemuda satunya yang dari awal dan akhir berdiam saja, akhirnya berkata: "Kamu para kultivator, masih mengurusi dan gampang terbawa hasut oleh pemuda fana, itu membuktikan kalian lemah."


"Hahaha!" Long Fai tertawa dan melihat ke pemuda tinggi dan kekar langsung berkata lagi; "Di antara ke empat pria ini, yang cukup pintar adalah kamu."


Ketiga pria itu malu dan bergegas ke depan ingin menampar Long Fai, namun Hu Mulan melindungi Long Fai seraya berkata: "Cukup, bisakah kalian tidak ribut.."


"Pemimpin dia sudah memprovokasi kita bertiga...!" Ketiga orang itu marah dan tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


Long Fai yang bersembunyi di belakang Hu Mulan, berkata lagi sambil mengejek. "Itu benar, apa yang aku katakan tadi benar. Kalian seseorang kultivator masih tunduk di bawah kecantikan bukan kah itu di sebut kultivator palsu? Kultivator adalah kultivator. Detik ini ketika kamu menjadi kultivator maka akan melepaskan beberapa sifat tujuh dosa mematikan. Yaitun dosa nafsu. Kalian membanggakan diri bahwa anda adalah kultivator, namun sangat suka pergi ke wanita bodir hahah!"


"Kamu...!" Ketiga pria tersipu. Apa yang dia Long Fai pikirkan kenyataanya sebuah kebenaran. Anda bertanya, kenapa Long Fai mengetahuinya? Karena dia sudah mendapatkan gelar sarjana ilahi, otomatis dia belajar ilmu piskologis di dunia lantai dua.


Ketiga pemuda itu, terengah-engah dia ingin sekali memukuli bocah ini.


Bu Aotian: "Kamu adalah pria dengan lidah berbisa, dan pria pengecut yang bersembunyi di bawah wanita. Jika tidak ada dia, kamu sudah mati."


Long Fai mengangkat bahu dan berkata: "Itu tidak benar, aku adalah pria yang lurus, dermawan dan welas asih."


"Sudah cukup...!" Hu Mulan pusing akan perseteruan ini. Dia melanjutkan lagi: "Jika kalian membuat gaduh di sini, maka akan ada kelompok yang menargetkan kita."


"Baiklah, ayo kita menelusuri yang lebih dalam." Kata pemuda pendiam. Pemuda itu bernama Jiang Feng.


Ke lima kelompok itu, bergegas dan meninggakkan Long Fai. Namun Bu Aotian sebelum meninggalkan, dia berhenti sejenak dan berkata sangat lirih kepada Long Fai. "Kamu mungkin selamat hari ini, tapi tidak sekarang, aku akan mencari kesempatan untuk membunuh kamu."


Long Fai hanya tersenyum tipis, anda sangat lah arogan. Tapi di mata aku, anda hanyalah karung pasir.


Long Fai mengangkat bahu: "Ok aku tunggu, bagai mana kamu ingin membunuh aku."


"Hahah baiklah aku sangat suka sifat kamu, maka bersenang-senanglah dan berpuas-puasalah sebelum kematian kamu mendekat."


Bu Aotina menepuk bahu Long Fai penuh tekanan, namun Long Fai masih berdiri seperti pohon wilow kuno tanpa bergerak sedikit sama sekali. Tentu saja, Bu Aotian sangat kaget dan tersesat sejenak. Kemudian, dia kembali ke sifat arogannya lagi.


Long Fai, mengelengkan kepalanya: "Tidak di dunia asli, atau di novel yang aku baca di Bumi, orang yang memiliki nama Aotian, Ritian adalah orang yang sombong. Tapi kamu sayang bertemu dengan aku, karena kalian bukan Protagonis di dunia ini, tapi akulah putra takdir yang sesungguhnya."


Setelah itu, Long Fai menyimpan harta emas ini ke Artefak Naga tanpa tersisa sedikit sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2