
Bab 472 Bagiku Wanita Nomer Satu
Babi pink sedikit membungkuk dan terengah-engah. Mengumpulkan kekuatan lagi, dia langsung mencoba berdiri dan menggunakan tangan kanannya untuk mencakar Ji Yao.
“Raja ini tidak akan kalah! Hiya!"
"Woshh!"
Seketika kecepatan tangan babi Pink ingin menyentuh Ji Yao. Alhasil, Ji Yao langsung berdiri dan mengangkat Guqin untuk memukul tangan babi Pink.
"Hahaha!"
"Bam!"
Langsung hancur tangannya dan darah itu menetes sangat deras. Alhasil Yan Dongliu mundur lusinan langkah, sosoknya langsung berubah menjadi manusia yang memiliki tangan buntung.
Ji Yao berkata terlebih dahulu, “Jika kamu melawan ku lagi, akan dikhawatirkan nyawa sudah menghilang. Pikirkan baik-baik, hargai hidupmu.”
“Tidak ada yang berharga dibandingkan mendapatkan wanita yang aku inginkan! Kamu harus menjadi selirku dan memeluk paha ku! Dimana Raja kamu biar aku sembelihan!" Yan Dongliu sungguh garang dan tidak pernah kapok akan pringatan Ji Yao.
“Untuk berurusan dengan ku, tidak ada hubungannya dengan dia, enyahlah lebih baik kamu pergi! Apakah kamu tidak memiliki wajah kepada Raja yang sedang menontonnya kamu seperti badut?”
Kata-kata badut yang dilontarkan Ji Yao, mebuat para Raja dan ratu langsung tertawa terbahak-bahak.
"Hahahah!"
Seketika Yan Dongliu suram langsung meletuskan aura yang sangat ganas sehingga ada beberapa Raja yang terhuyung-guyung mundur beberapa langkah.
“Kalian adalah kerajaan rendah, tidak ada izin untuk mempermalukan aku seperti badut, apakah kalian paham? Jika tidak maka aku akan membuat kalian paham menggunakan kepalan tanganku,” ucap Yan Dongliu dengan mengancam kepada mereka semua.
Alhasil langsung bisu tanpa suara karena takut jika nyawanya melayang.
Tiba-tiba ketika dalam keadaan suram, Bibi Dong muncul di udara tipis sudah di tengah-tengah pertempuran.
__ADS_1
Seketika semua Raja dan para penonton raut wajahnya berubah seketika. Bahkan Yan Agung langsung menatap cerah ke arah Bibi Dong.
”Ahhh penguasa tanah suci biru perak, Yan Dongliu telah melihat Ratu!" Alhasil Yan Agung langsung membuat pose hormat dengan wajah yang sudah menjadi kepala Babi.
Bibi Dong mengangguk dan mengabaikan. Dia langsung berjalan untuk melihat Ji Yao lebih seksama.
Ji Yao mengerutkan keningnya setelah melihat Bibi Dong. Apakah ada sesuatu di wajahnya sehingga dia menatap seperti itu? Alhasil Ji Yao berkata langsung.
“Hmmm maaf siapa kamu? Apa yang akan kamu lakukan ketika mendekati ke arahku?"
Bibi Dong hanya berkata: “Hmm apakah kamu selir dari Raja Naga Azhure?”
“Ini benar. Ada yang bisa kami bantu?” Ji Yao berkata lagi.
Tetapi, Bibi Dong menggelengkan kepalanya dan menjawab, “Aku Bibi Dong penguasa tanah suci biru perak. Aku datang kesini hanya ingin melihat selir Naga Azhure. Ternyata kamu cantik juga. Terlebih lagi, kekuatan kamu bisa menelanjangi Yan Dongliu begitu memukau.”
“Terimkasih... Tetapi, apa hubungannya dengan semua ini? Kenapa kamu mengenal Suamiku?” kata Ji Yao ingin tahu.
“Tidak, dia telah membunuh Raja Shi Yang, Oscar, dan Dai Mubai. Ini sungguh patut di acungi jempol.” Bibi Dong tersenyum cemerlang.
Bibi Dong tersenyum dan berkata lagi, “Semua peserta Naga Azhure sungguh sangat mencolok. Bahkan, pelayan itu juga memiliki kekuatan yang mencengangkan sehingga putri Yan Agung sungguh kewalahan. Aku sangat khawatir dan sungguh tertarik bagaimana Kerajaan Naga Azhure itu,”
“Jika memungkinkan diperkenalkan, aku ingin berkunjung ke kerajaan Naga Azhure saat ini juga setelah pertemuan sudah selesai.” Para punggawa juga mengangguk setuju dengan kata-kata Bibi Dong saat ini juga. Karena mereka juga sangat tertarik dengan wilayah Naga Azhure yang memiliki murid kelas atas dan tidak memiliki kecacatan.
Ji Yao mengangguk dan menjawab, “Kami dengan senang hati, akan menyambut mu. Ok! kami semua akan menuntun yang mulia Ratu untuk berkunjung ke kerajaan Kami.”
Setelah itu, Ji Yao langsung duduk dan menunggu Long Fai kembali lagi.
Kemudian Yang Chen dan dua lainnya sudah mendekati Ji Yao dan duduk secara berbaris-baris.
“Ahh Ratu Tanah suci juga di sini?" Shi Qian bingung.
Bibi Dong mengangguk lembut dan berkata: “Benar aku di sini hanya ingin berkunjung ke kerajaan kamu setelah acara ini selesai.”
__ADS_1
“Baiklah, kami semua hanya menunggu Tuan Long Fai, setelah datang kami akan pergi karena sudah menyelesaikan pertempurannya." Xia Wanying juga ikut berkata.
Alhasil Ji Yao mempersilahkan agar Bibi Dong duduk di sebelahnya. Sehingga Yan Dongliu langsung mulutnya berkedut. Secara tidak langsung, Bibi Dong sukarela menjadi selir Long Fai, dan itu tidak menerimanya.
Seharusnya dirinya yang mendapatkan perilaku seperti itu. Tetapi semuanya sia-sia setelah Naga Azhure menyerang.
Alhasil Yan Dongliu meminum cuka terlalu banyak sehingga hatinya asam terlalu cemburu.
Pikiran marah yang sudah padam, akhirnya tersulut lagi.
“Brengsek! Dimana Raja kamu, biar aku penggal! Ahh aku tidak menerimanya karena seharusnya kamu, kamu, sudah menjadi milikku! Ahhh!”
Yan Dongliu marah seperti singa dia mengobrak-abrik apa yang dilihat sehingga banyak para penonton yang terluka.
Pada saat Yan Dongliu ingin menyiksa Bayi baru berumur dua bulan, tiba-tiba di sampingnya ada tangan yang muncul secara tiba-tiba. Tangan itu membawa seruling hitam dan langsung memukul kepala Yan Dongliu sehingga langsung gegar otak.
"Pak!"
“Kamu tua bangka tak tahu malu!" Setelah itu, Long Fai menendang sehingga Yan Dongliu terpental dan mendekati Yan Qinchen.
"Ayah!"
Yan Qinchen melihat Yan Dongliu sudah tak sadarkan diri sehingga akhirnya lega. Setidaknya Long Fai tidak membunuh.
Yan Qinchen membawakan ke istana dengan secara kilat. Alhasil setelah sudah di istana tiba-tiba Yan Qinchen menemukan ibunya yang sedang menatap ganas ke arah Yan Dongliu.
“Kamu Bajingan laki-laki bangsatt! Gara-gara kamu aku tidak jadi menikah dengan cinta pertama ku, bodohnya aku merelakan tubuhnya dan mempunyai anak yang tidak lain, adalah kamu!” Fu Yumi marah dan menunjuk-nunjuk ke arah Yan Dongliu.
Yan Qinchen tersenyum pahit, apakah efek jurus buah persik pencuri monyet begitu dahsyat, sehingga semua wanita tidak tahan dan langsung terjatuh di paha ayahnya?
Melihat seperti itu, Yan Qinchen sungguh tertarik untuk mempelajari. Akan tetapi, dia harus memprioritaskan Yan Dongliu untuk dirawat.
“Ibu mari kita pikirkan nanti, kita harus membawa Ayah untuk diselamatkan. Dia memiliki kepala yang rusak akibat di pukul oleh Raja Azhure," pinta Yan Qinchen.
__ADS_1
“Aku tidak peduli, dia mati aku juga tidak peduli! Dia sungguh sangat jahat ini adalah hukuman setimpal!” Teriak Fu Yumi.
Yan Qinchen tidak bisa berkata apa-apa lagi akhirnya dia sendiri langsung membawakan Ayahnya untuk beristirahat di kamar. Tetapi dia juga meminta beberapa penjaga agar tidak terjadi sesuatu akibat para selir Yan Dongliu sudah sadarkan diri.