
Bab 87 Tidak Ingin Menyerah
Kemudian tangan yang sedang memegang pedang, Su Yan mengibaskan dari arah bawah ke atas.
"Sring!"
Namun Long Fai tentunya melihat serangan yang dilakukan oleh Su Yan. Kemudian seruling itu Long Fai gunakan untuk menahan tebasan pedang Su Yan.
"Dentang!"
Suara itu sangat keras, bahkan akibat tabrakan antara pedang dan seruling hitam milik Long Fai, pedang itu tidak bisa menahan kerasnya seruling, akhirnya patah.
"Crack!"
Melihat pedang patah mata Su Yan terkesima dia bodoh, seseolah tidak mempercayai apa yang di lihat di depannya.
Long Fai yang melihat Su Yan dalam ke adaan tersesat, dia tidak tinggal diam. Kaki kanan Long Fai langsung menendang tangan kanan Su Yan, sehingga tangan Su Yan yang sedang memegang gagang pedang, akhirnya lepas.
Bahkan, Su Yan sendiri menjerit kesakitan..
"Ahhhh! Tangan aku, ahhh kamu sangat kasar kepada wanita," Su Yan menatap ganas ke arah Long Fai.
Long Fai cemberut: "Selama pertarungan kata ciurang dan berbelas kasih tidak di gunakan selalama ada musuh, maka pada saat itu kamu harus berusaha membunuh."
Su Yan marah, bahkan dia bingung entah kenapa basis kultivasinya di penjara, bahkan tubuh dirinya merasakan sangat lemah. Tapi Su Yan masih dalam berusaha.
Dia mencoba mengeluarkan jurus Angin Berhembus Timur.
"Hiyaaaa!" Su Yan berteriak. Dan dari tubuhnya, dia meledakan energi angin yang sangat berderu-deru.
Bahkan Nalan Rua, Wang Roulan dan lainya dia meraskan kejutan angin yang sangat luar biasa ini. Namun karena Long Fai menggunakan artefak Jubah Sarjana, energi negatif itu tidak berguna baginya. Bahkan Long Fai masih diam tanpa bergerak masih di depan Su Yan. Dia menatap Su Yan sambil tersenyum lembut.
Long Fai berkata kepada Su Yan: "Angin kamu segar, akhirnya aku tidak gerah."
"Kamu...!" Su Yan akhirnya sadar, dia melompat ke belakang dengan waspada. Dia masih tidak tahu, kenpa jurus miliknya tidak mempan kepada Long Fai.
"Apakah kamu ingin menyerah." Long Fai tersenyum lembut.
"Hmpp kamu jangan bilang seperti itu, aku masih sadar. Jadi, aku tidak akan menyerah! Hiyaaa..!" Su Yan berlari sangat cepat, dia mengeluarkan pedangnya lagi sambil menggunakan jurus pedang tingkat atas.
__ADS_1
Nama jurus pedang itu adalah Jurus Pedang Pembunuh Masal. Jurus pedang ini adalah kartu As nya jika dia menggunakan jurus ini, maka setidaknya dia bisa membunuh lebih dari 10 orang dalam tarikan nafas.
Pedang itu mengeluarkan cahaya neon warna merah seperti bara arang. Ketika dia sudah dekat di hadapa Long Fai, seharusnya dia hanya perlu menebas dengan sekuat tenaga. Namun entah kenapa, tiba-tiba pedang itu langsung di tangkap oleh tangan kosong Long Fai.
"Kamu menangkap pedang ini menggunakan tangan kosong!" Su Yan berseru, dia sama sekali mustahil baginya untuk menahan menggunkan tangan kosong. Tapi, mengingat bahwa orang yang ada di depanya adalah orang yang membunuh raja Dayan ini sedikit masuk akal.
Tapi kekuatan macam apa yang di gunakan Long Fai, entah kenapa basis kultivasi sendiri bisa di segel.
"Aku menangkap pedang ini karena, menurut aku pedang ini sangatlah lemah, lihatlah...!" Long Fai berkata dan meperlihatkan tananya meremaas pedang itu hingga hancur.
"Crackk..!"
Tatapan Su Yan sangat luar biasa. Dia menggelengkan kepalanya dan menggertakan giginya dan berteriak: "Nona.. ayo kita serang bersama...!"
Nalan Rua bingung. Dia tidak sempat bereaksi namun dia langsung mengangguk kepalanya dan berkata. "Baiklahhh..!"
Kemudian Nalan Rua melompat terbang. Dia mengepalkan tanganya sehingga dia mengeluarkan sinar emas langsung menggantam tubuh Long Fai.
"Ini sungguh menyilaukan mata aku sakit!!" Long Fai cemberut dalam pandangan Long Fai, jurus sinar cahaya emas yang di lakukan Nalan Rua, itu seperti lampu senter raksasa layaknya pasar malam yang menerangi tubuhnya, sehingga mata Long Fai merasa silau.
Karena merasa silau akibat sinar cahaya yang di lakukan Su Yan, Long Fai meraih pergelangan tangan Su Yan yang sangat halus. Setelah itu dia melemparkan tubuh Su Yan ke atas, sehingga menghantam Nalan Rua.
"Ahhh!"
"Bug!"
Kedua wanita itu, terjatuh dan dia meraskan rasa sakit.
"Ayo kalian semua majulah!" Long Fai berteriak sangat tenang.
Nalan Rua dan Su Yan saling memandang. Setelah itu, mereka berdua saling mengangguk.
"Ayo..!" Kedua wanita itu langsung menyerang menggunkan sekuat tenaganya. Su Yan menggunakan kartu As nya lagi, sedangkan Nalan Rua dia menggunakan tinju jurus tinju. Tinju itu dia setiap kepalan mengeluarkan sinar emas seperti lampu.
"Hiya...!" Kedua wanita berteriak. Namun alhasil tetap sama.
kedua tangan Long Fai saling memegang salah satu dari dua wanita. Sambil tersenyum, Long Fai meninju kedua perut wanita itu menggunakan siku kaki yang saling bergantian."
"Bug!"
__ADS_1
"Engah!"
"Bug!"
"Engah!"
Su Yan dan Nalan Rua meludahkan darahnya dari mulutnya dia mundur dan terjatuh. Su Yan mengertakan giginya dia berlari ke arah Long Fai seperti kucing marah dia mencoba memukul Long Fai tanpa menggunakan jurus.
"Ahhhh! Aku tidak ingin kalah...!"
Tapi percuma...
"Bug!"
Su Yan terjatuh dengan posisi duduk.
"Ahh..! Pantat aku...!" Su Yan meraskan sakit di pantatnya dia menatap Long Fai sangat ganas. Namun Long Fai mengangkat bahu dia tidak peduli.
"Aku belum menyerah Long Fai...!" Su Yan berdiri lagi. Namu begitu sangat mudah di dorong oleh Long Fai sangat ringan.
"Menyerahlah, kamu masih lemah." Long Fai berkata sambil tersenyum.
"Aku masih bertahan tenanglah!" Su Yan menggertakan giginya dia kembali ingin memukul Long Fai tapi tetap sama saja, Su Yan akan di jadikan karung sampah oleh Long Fai.
Nalan Rua juga bergegas maju, dia mengeluarkan pedang tingkat menengah yang dia temui ketika berpetualang.
"Hiyaaaa!" Sambil berlari, dia membawa pedang itu menggunakan kedua tangannya. Namun Long Fai masih menggelengkan tanganya dia langsung menangkap pedang itu sangat mudah.
Setelah itu, Long Fai memukul menggunakan tangan kirinya di bagian punggung.
"Bug!"
"Bug!"
Nalan Rua terjatuh tersengkur. Dia sama sekali bunggung entah kenapa kekuatan yang di miliki hilang. Bahkan jika kekuatan itu ada masih tidak berfungsi semestinya.
Yun Che yang melihat, dia tertawa dalam hati. Menurutnya, kedua wanita itu sangat Naif, bahkan dirinya yang sudah berjuang keras masih tidak bisa menandingi kekuatan aneh yang ada di lakukan Long Fai.
"Hufff kedua wanita itu sangat naif tidak ingin kalah, jika seperti itu, maka hanya di jadikan karung sampah oleh Long Fai hahaha!" Tun Ri juga tertawa setelah melihat kebodohan yang di lakukan kedua wanita itu.
__ADS_1
Di atas langit dalam kehampaan, permaisuri Ho Tu dan Ming Qing juga menggelengkan kepalanya. Dia sudah mengalami menjadi karung pasir oleh Long Fai.
Bahkan dia sangat ketakutan.