Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Hukum Jasa


__ADS_3

Bab 89 Hukum Jasa


Long Fai saat ini kaget bukan main. Tapi Long Fai masih mengernyit matanya: "Apakah kamu gila? Jika aku di jadikan suami sementara mu, aku khawatir jika banyak pria yang akan mengkroyoki aku.. tapi tadi kamu bilang, bhwa kamu dari alam atas?"


"Betul kami dari alam atas, di alam atas hegomomi kekuatan tidak seperti di dunia Tongtian. Di sana banyak monster tua yang hidupnya lebih dari jutaan tahun yang masih bersembunyi, bahkan aku saja sudah hidup ribuan tahun." Ho Tu mengangguk.


"Berati untuk melihat ke adaan kamu, kamu adalah nenek tua yang sudah berumur ribuan tahun.." Long Fai diam-diam mengangguk.


Tapi, tiba-tiba Tun Ri memotong percakapaan mereka berdua: "Aku dengar di alam atas ada orang yang bernama permaisuri Chi Yao."


"Hmmp betul Permaisuri Chi Yao dia sudah di nobatkan menjadi ibu dewa bagi rakyat dunia iblis, dan wilayah kerajaan timur. Bahkan dia semenjak kematian raja Tun Ri dia sudah menikah dengan Ye Fan." Ho Tu mencoba menjelaskan.


Namun dari raut wajah Ho Tu dia seperti menggertakan giginya dia sangat tidak mau bahwa dirinya akan di kendalikan oleh Ye Fan.


"Bajingan Ye Fan, dan kamu keparat Chi Yao kalian semua bedebah, tunggu aku di alam atas akan aku cabik-cabik..!" Pekik Tun Ri dalam hati. Dia tak mengira bahwa rencana ini sudah di lakukan secara matang. Dan Chi Yao yang di lihat sebelumnya hanyalah berpura-pura lembut.


"Kamu berlatih giat maka aku akan membantu kamu.." Long Fai, tiba-tiba berkata kepada Tun Ri, sehingga Tun Ri menatap kosong ke arah Long Fai seraya berkata: "Kamu.. Kamu apakah tahu asal aku." Tun Ri bingung.


"Aku mengetahui, kamu tidak perlu marah, kanu hanya perlu berlatih giat." Setelah itu, Long Fai memandang Ho Tu. "Menurut apa yang kamu katakan, apakah Ye Fan sedang mengincar kamu?"


Kata-kata Ye Fan langsung membuat jijik bagi Ho Tu. Dia berkata sambil tersenyum pahit: "Ini benar, dia Ye Fan mengejar-ngejar aku, tapi aku sama sekali tidak menyukainya."


Long Fai juga tidak berdaya, kemudian dia menatap Wang Roulan: "Bagai mana menurut kamu."


"Suami sebaiknya kamu membantunya, karena ini sebatas pernikahan kontrak itu bisa di batalkan semau kamu. Dan di pikir-pikir Ye Fan mengincar Ho Tu mungkin berniat jahat untuk memperluas wilayah dengan cara pernikahan." Wang Roulan berbisik dan berkata lagi dengan suara rendah: "Lagian permaisuri Ho Tu cantik, kenapa tidak menerimanya hehe."


"Kamu, apakah kamu tidak cemburu, atau marah?" Long Fai bingung.


Wang Roulan mengangguk: "Apa yang perlu di cemburukan ini wajar saja, kamu adalah pria terkuat, masuk akal wanita mencari perlindungan."

__ADS_1


"Ok, ok, baiklah," Kata Long Fai terus dia menoleh di hadapan Ho Tu melanjutkan kata-katanya: "Baiklah aku membantu kamu, tapi imbalan apa yang kamu berikan terhadap aku?"


"Imbalan?" Ho Tu bingung dia belum memikirkan masalah ini. Bahkan dia bingung apa imbalan yang akan di berikan.


"Lupakan, itu bisa di pikirkan nanti. Oh iya kapan kamu akan membawa aku pergi ke alam atas." Long Fai berkata.


"Mungkin dalam dua hari." Ho Tu menjelaskan.


Namun Ming Qing yang di sebelahya cemberut. "Ingat ini hanyalah pernikahan kontrak selebihnya kamu tidak berharap lebih."


"Kamu tenang, aku tahu ini adalah kontrak biasa. Setelah masalah ini selesai aku kembali." Long Fai tidak suka cara bicara Ming Qing. Dia ingin sekali menampar bokongnya.


"Hmmp baiklah jika kamu tahu." Ming Qing mendengus sambil memeluk kedua tanganya.


"Aduh sakit!" Tiba-tiba Ho Tu mencibuit Ming Qing dan berkata: "Kamu harus sopan kepada penolong. Apakah kamu ingin menjadi karung pasir oleh Long Fai.


"Tuan aku tidak berani." Ming Qing mengelus-elus tempat bekas cubitan Ho Tu.


"Baiklah, tapi untuk sekarang aku hanya ingin bersantai di sini." Ho Tu berkata di tidak ingin pergi dulu ke alam atas.


"Baiklah itu terserah kamu.." Long Fai tidak melarang.


......................


Di wilayah Naga Azhure setelah dua hari kemudian semua penduduk, sudah selesai menciptakan patung Long Fai ke tingkat sempurna bahkan 10 menit semenjak peresmian patung ini, tidak banyak penduduk yang memberi doa dan memberi umur panjang kepada Long Fai, seseolah Long Fai dewa dan panutan sendiri.


Bahkan apa yang orang tidak di sadari adalah, setiap membuat menyembah patung, ada cahaya emas yang keluar dari patung langsung melesat cepat ke tubuh Long Fai.


"Ini cahaya emas apa ini...!" Long Fai berseru, dia baru menemukan cahaya emas yang begitu nyaman ketika cahaya itu memasuki tubuh Long Fai.

__ADS_1


Bahkan cahaya emas ini seperti titik-titik cahaya kunang-kunang yang keluar dari penjuru Naga Azhure.


"Lan-lan, apakah kamu melihat cahaya yang memasuki ke tubuh aku?" Long Fai berkata kepada Wang Roulan yang di sebelahnya. Namun pertanyaan itu nihil jawabannya.


Bahkan ketika dia menanyakan kepada Tun Ri dan lainya hanya menggelengkan kepalanya.


"Cahaya apa ini?" Long Fai bingung. Namun Artefak Naga memberikan sinyal informasi, bahwa cahaya emas itu adalah kekuatan iman atau nilai pahala dan hukum jasa.


Semakin banyak orang yang menyembah anda maka semakin banyak nilai iman hukum pahala yang akan di dapat.


Yang pertama nilai pahala ini bisa di gunakan, oleh pengguna untuk menyerang musuh dan sebagainya. Nilai jasa juga bisa untuk pertahanan dir. Sebagai contoh, dengan orang yang mempunyai hukum nilai jasa, maka orang itu bisa mengendalikan petir kesengsaraan. Jika musuh menyerang Long Fai atau berniat jahat, maka dengan pikiran, Long Fai bisa mengutuk musuh itu dengan sambaran petir. Semakin banyak nilai jasa, maka semakin kuat petir itu.


Yang kedua nilai jasa bisa di gunakan untuk mengendalikan awan untuk di jadikan kendaraan


Yang Ketiga, jika nilai jasa semakin tinggi akan kemungkinan besar bisa mengendalikan jalan surga atau lebih tepatnya menjadi dewa.


"Oh seperti itu." Long Fai mengangguk dia juga semenjak mempunyi hukum jasa, tiba-tiba dia bisa mengetahui cara untuk menggunakan jasa ini.


Long Fai sambil gemetar, di keluar dari gubuk. Setelah keluar dia mencoba menggunakan pikiran untuk mengendalikan alam.


Selang berapa menit, tiba-tiba langit menjadi mendung, bahkan mendung itu sangat menyeramkan.


Long Fai licik, dia melihat Bai An yang sedang linglung melihat atas, tiba-tiba dia mencoba menggunakan petir itu untuk menyambar Bai An.


"Gemuruh!"


"Jedar!"


"Ohh sial... ada petir..!" Bai An terlambat, dia sebenarnya sudah menghindar berapa lusin meter namun seseolah petir itu berbelok arah, akhirnya tersambar.

__ADS_1


"Duarr!"


Sambaran petir mengenai Bai An, sekarang tubuh Bai An gosong, dia bingung apa yang sebenarnya terjadi. Namun ketika melihat Long Fai menatap dirinya dengan kelicikan dia merinding.


__ADS_2