
Bab 284 Wu Mengchen Vs Tun Ri (2)
Tun Ri berkata lagi: “Ayo Nona apakah kamu ingin melawanku lagi ayo aku telah memberikan kesempatan bagimu untuk melawanku.”
Wu Mengchen tatapannya bermartabat ke arah Tun Ri. Dia padahal sudah menggunakan kekuatan kecepatan angin untuk melompat-lompat dari pohon satu ke satunya.
Tapi anehnya sepertinya Tun Ri mempunyai indra yang cukup sangat bagus sehingga pergerakan dirinya langsung tertangkap oleh tangan kanan Tun Ri.
“Baik.. aku akan mengulangi lagi selagi aku bisa menyerangmu yang tidak kelelahan aku akan menyayangi terus-menerus.” Wu Mengchen menjawab dengan serius. Dia langsung menyerang menggunakan teknik angin yang membelah udara.
Dari kedua tangannya mengeluarkan cahaya hijau transparan yang cukup mencolok seperti pedang. kemudian dia melompat sangat cepat seperti Cetah yang sedang mengejar mangsa.
"Sikat!"
Tangan yang mengeluarkan cahaya hijau transparannya mencolok seperti pedang yang sangat tajam langsung disarankan ke arah Tun Ri.
Tun Ri juga berteriak sedikit keras mengeluarkan kata-kata jurusnya.
"Tinju badai petir!"
Seketika dari tinju itu langsung mengeluarkan cicitan listrik yang begitu menakutkan hingga ingin menyambar wajah Wu Mengchen.
Udara dan petir adalah sama-sama unsur yang sangat melekat seperti petir dan tembaga. bahkan tinju yang mengeluarkan petir itu ingin mengenai topi tirai jerami sehingga ada sedikit yang hangus terbakar akibat petir.
Wu Mengchen telah menghindari dari serangan tinju petir dia melakukan tubuhnya ke bawah seperti atletik sirkus langsung salto ke belakang sekitar 6 kali.
Karena di depan tirai topi jeramis sedikit terbakar akhirnya bibir yang sangat seksi terlihat dari mata telanjang Tun Ri.
‘Ini benar dia adalah wanita yang sangat cantik tapi sayangnya aku tidak tertarik sama sekali.’ Kata Tun Ri dia berguman terus menerus di hatinya walaupun dibandingkan Lu Change dan Wu Mengchen perbedaan sangat jauh tapi dia entah kenapa tidak tertarik dengan Wu Mengchen.
Wu Mengchen juga sedikit terkejut bahkan ada keringat yang membasahi dahi hanya sedikit. dia sudah menebak bawah orang yang berpura-pura sebagai iblis Tun Ri memilih kekuatan sangat menakutkan. Bahkan dia juga sudah curiga bahwa kekuatannya sedang dia gunakan kepada dirinya, hanyalah seutas debu saja.
Tun Ri sekali lagi memuji kepada Wu Mengchen: “Hei Nona Kamu memiliki reaksi yang sangat bagus pasti kamu adalah jenius di antara para jenius.”
“Terima kasih atas sanjungannya. tapi aku akan terus menyerangmu tanpa ada kekendoran dalam kewaspadaanku jadilah kamu bersiap-siaplah aku akan menyerang lagi...!” Wu Mengchen semakin semangat darahnya mendidih penuh semangat juang.
__ADS_1
“Hahaha baik Aku senantiasa menunggumu untuk menyerangku kembali Aku sungguh sangat tertarik kepadamu, dan sungguh sangat memuji kepadamu bahwa kamu sangat jenius dan kamu adalah satu-satunya wanita yang sedikit menggunakan otaknya.” Kata Tun Ri dia memuji kepada Wu Mengchen.
Namun Lu Change yang mendengarkan itu saja langsung cemberut karena cemburu Dia meraih batu sebesar kepalan tangan langsung dilemparkan ke arah Tun Ri.
"Swosh!"
"Aduh!"
Tun Ri menoleh ke arah Lu Change, ketika dia melihat Lu Change yang sedang menatap ke arah dirinya dengan tetap yang sangat cemberut tapi ada sedikit berapi-api dia tiba-tiba merinding.
"Upps!"
"Hehehe!"
“Kamu jangan terlalu galak aku hanya bercanda aku berkata seperti ini karena memuji kepada wanita itu agar tidak terlalu tegang percayalah kepadaku.” Tun Ri perkata sambil menggaruk hidung.
“Aku bertanya padamu apakah alasan pria bisa dipercayai?” Lu Change bertanya kepada Wu Mengchen.
Wu Mengchen membalas sambil mengangguk lembut. “Semua pria adalah sama aja dia hanya tahu tentang kecantikan. Sehingga kamu harus siap-siap meminum cuka nya lebih banyak.”
"Hei!"
“Jika aku percaya padamu maka sama aja aku akan memasuki perangkat lubang buaya.” Wu Mengchen menambahkan api sehingga Tun Ri sangat jelek wajahnya tidak sedap dipandang.
Tun RI menghilangkan kepalanya kemudian berkata lagi kepada Wu Mengchen. “oke sebaiknya kamu jangan menambahkan bara Api Dalam percakapan ini lebih baik kamu harus fokus untuk mengalahkanku.”
"Baik!"
Wu Mengchen kembali lagi serius dia langsung menstabilkan nafasnya dan menatap ke arah Tun Ri untuk menyerang lagi.
Dua keterampilan seni bela diri gagal untuk menyerang Tun Ri Bahkan dia juga tidak bisa menyobek bajunya.
Setelah itu, dia berjalan pelan untuk menghampiri daun rumput yang sedikit runcing. setelah itu dia mengambilnya memotong sekitar panjangnya satu jengkal jari.
Wu Mengchen setelah memotong daun rumput dia menatap ke arah Tun Ri dan berkata: “Aku akan menggunakannya pedang yang telah kupelajari ratusan tahun semoga kamu bisa menerimanya.”
__ADS_1
“Baik aku akan melihat-lihat pedangmu yang akan digunakan kepadaku aku juga sungguh sangat terkejut dengan bakatmu yang sangat jenius.” Tun Ri terkagum-kagum mempunyai satu keterampilannya sudah tingkat sempurna dan itu sudah dianggap jenius sejati tapi wanita ini yang memakai topi jerami sudah mengeluarkan lebih dari 2 ke tampilannya sudah dia kuasai hampir 60%.
Untuk menilai wanita memakai topi jerami sudah jelas-jelas adalah jenius di antara jenius. Tapi sayangnya dia bertemu dengan dirinya yang notabennya kekuatannya sudah diambang yang sangat kuat bahkan dirinya juga tidak tahu sebatas mana kekuatannya.
Tapi meskipun sudah kuat ketika dia memikirkan kekuatan Long Fai tiba-tiba dia menjadi merinding mengingat pukulan yang diarahkan ke kontaknya sangat sakit, sering ke tempat sadar dia mengelus-elus pantatnya.
Hukuman yang dikeluarkan oleh Long Fai Jika dia mengingatnya sangat merinding dan tanpa sadar mengeluarkan keringat dinginnya.
Hanya karena dirinya menjadi karung pasir dia berkeringat deras.
Wu Mengchen juga curiga entah kenapa Tun Ri tiba-tiba memiliki sifat yang aneh seperti gelisah sehingga dirinya berkata: “Ada apa denganmu? Kenapa kamu memiliki wajah seperti itu apakah ada kegelisahan yang kamu sedang diderita?”
"Ah.."
Tun Ri akhirnya tersadar dia kemudian berkata lagi: “Tidak apa-apa itu hanyalah masalah sepele yang menggejjal di pikiranku.”
“Hmmm baiklah aku akan memulai lagi.” Kata Wu Mengchen dia akhirnya memutuskan untuk bersiap-siap menembakkan rumput liar yang memiliki karakteristik daunnya runcing dan menggunakannya pedang untuk diarahkan ke arah Tun Ri.
“Aku akan menggunakannya niat pedang ini bersama rumput ini aku harap kamu berhati-hatilah..!!” Wu Mengchen berteriak tapi tidak terlalu keras.
“Aku sudah siap sekarang ayo gunakan niat pedang itu untuk menyerangku.” Kata Tun Ri dia juga menggunakan jurus tamparan telapak Azhure.
"Baik!"
Wu Mengchen menganggukan kepalanya kemudian dia mengumpulkan niat pedang di tangan yang sedang memegang daun rumput hijau.
Setelah itu....
"Bam!"
Rumput itu melesat seperti meriam bahkan ada gelombang kecut yang sangat kecil meninggalkan di telapak tangan Wu Mengchen.
Rumput itu melesat sangat cepat hanya membutuhkan kurang lebih 2 detik sudah tiba di hadapan Tun Ri. Tapi, Tun Ri langsung menggunakan jurus tepak tamparan Azhure.
"Plak!"
__ADS_1
Sekali tamparan tangan Tun Ri yang mengenai sepucuk daun rumput langsung meledak mengeluarkan gelombang kejut sekitar 20 meter.
"Bam!"