Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Alat Penangkal Petir


__ADS_3

Bab 467 Alat Penangkal Petir


Kemudian Yan Songyi bangun dari tidurnya sambil memegang dadanya karena merasakan rasa sakit yang amat luar biasa.


“Kesenjangan sangatlah besar lebih baik kamu menyerahlah dan kembali untuk berlatih sehingga tidak ada cedera lagi yang akan diderita oleh kamu,” kata Shi Qian sambil mengusap-usapkan tangannya setelah meninju Yan Songyi.


“Kalian semua telah merebut apa yang harus aku miliki Bagaimana mungkin aku akan menerimanya! Tentu saja aku tidak akan menerima!” Yan Songyi mencoba bangun dan menyerang lagi menggunakan jurus yang sama.


Shi Qian hanya tersenyum tipis dengan menawan. Sekarang dia tidak menggunakan jurus perubahan binatang melainkan dia menggunakan kekuatan fisik saja.


Shi Qian maju ke depan sambil menghindari tebasan pedang yang dilancarkan oleh Yan Songyi.


Sementara itu, Yan Songyi melihat serangannya masih dihindari begitu sangat mudah oleh Shi Qian, sungguh sangat marah sekaligus. Apalagi, dia menemukan bahwa Shi Qian mendekati dirinya sambil tersenyum main-main.


Shi Qian menghindari begitu mudah sambil melangkah zig-zag dan bersalto-salto di udara. Kemudian, Langsung Melompat ke atas seketika tangan kanannya berubah menjadi ribuan ular seperti Orochimaru ingin mematuk wajah Yan Songyi.


Alhasil, Yan Songyi meloncat ke belakang sekitar 10 langkah menghindari patukan dari ular itu.


"Bom!"


"Zzzzzz!” Ular itu, mendesis menyebar setelah tidak mengenai target Yan Songyi.


Setelah menyebar, kumpulan ular itu menjadi satu dan berkumpul berubah menjadi ular raksasa berwarna hitam sedikit kemerah-merahan.


Ular besar, langsung memuntahkan api untuk membakar Yan Songyi.


"Buar!"


Alhasil, baju Yan Songyi langsung terbakar sehingga kulit yang putih itu terlihat oleh para penonton.


Yan Mofan, seketika langsung meloncat untuk menghalau serangan api itu.


"Jurus Naga air mengaum!" Seketika ada air yang berbentuk naga langsung memadamkan api itu yang mengarah ke penjuru.


Tidak tinggal diam saja, Yan Mofan langsung mengeluarkan jurus lagi yang lebih kuat.


"Semburan naga Es!”

__ADS_1


"Bom!"


Naga es itu menyembur ke arah ular raksasa berwarna hitam sehingga langsung membeku dan tidak bisa bergerak lagi.


Shi Qian langsung menatap ke arah Yan Mofan dan berkata: “Kamu datang di waktu yang tepat. Jika kamu tidak datang di waktu yang tepat, mungkin saja dia akan terbakar.”


Yan Mofan matanya menjepit ke arah Shi Qian lu berkata: “Kamu wanita yang memiliki kejahatan di hatinya, pantas saja kamu akan membunuh Jika kamu ingin mau.”


Shi Qian terkekeh, ”Apakah kamu percaya pangeran? Aku belum membunuh Makhluk hidup satupun, kesehari-harian aku hanyalah wanita yang mengumpulkan pasir di sungai.”


“Jangan mengatakan omong kosong!” Yan Mofan meraung dan seketika, kaki kanannya melangkah ke depan kemudian langsung digeserkan ke kanan seketika setelah kakinya menggeser ke kanan mengeluarkan ribuan as yang sangat besar untuk menerjang Shi Qian.


"Woshh!"


Shi Qian langsung melompat mundur agar tidak terkena serangan bongkahan es itu yang keluar dari tanah tiba-tiba.


Xia Wanying suka Langsung Melompat untuk menyerang Yan Mofan.


"Sring!"


Kamudian, Xia Wanying langsung maju untuk menguruskan pedang ke arah Yan Mofan.


“Aku tidak suka menunda-nunda pertarungan lebih cepat pertarungan berakhir maka lebih cepat juga kita semua akan pergi dari sini!” Xia Wanying berkata kepada Shi Qian sambil mengunuskan pedang ke arah Yan Mofan.


"Tembok Es!"


Seketika bongkahan raksasa langsung menabrak Xia Wanying sehingga langsung terjatuh ke belakang sekitar tiga langkah.


Setelah menstabilkan tubuhnya, Xia Wanying langsung menancapkan pedang itu ke tanah dan mengeluarkan jurus.


"Pedang Halilintar!"


Seketika ada Guntur yang keluar dari pedang itu dan menjalar ke segala arah. Apalagi semua tanah itu berubah menjadi es akibat jurus Yan Mofan.


Air adalah media penghantar terbaik setelah tembaga. Sehingga pada saat itu, Yan Mofan langsung yang tersetrum dan terpental ke atas sambil berputar-putar beberapa kali.


“Kesempatan bagus!" Mata Xia Wanying ketika langsung serius dengan kilat menghilang untuk memukul punggung Yan Mofan tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Ahhh tidak baik!" Benar saja, ketika Yan Mofan sedang terhempas ke atas seketika di belakangnya ada Xia Wanying yang hendak memukul lehernya menggunakan gagang pedang.


Sementara itu, Yan Qinchen lihat kedua saudaranya dalam masalah besar, akhirnya seluruh tubuhnya diselimuti listrik yang sangat menyilaukan seketika langsung menghampiri mereka untuk menghajar Xia Wanying.


"Ketika kamu ingin mengalahkan kedua soudara ku, maka kamu harus menghadapi ku terlebih dahulu,” ucap Yan Qinchen sambil menangkap langsung pedang Xia Wanying.


Seketika Xia Wanying langsung tersetrum tubuhnya langsung bergetar berkejang-kejang.


Perut Xia Wanying langsung ditendang oleh kaki Yan Qinchen.


"Bang!"


"Wutt!"


Tendang itu, memiliki kekuatan yang sangat kuat sehingga Xia Wanying langsung terhempas ke belakang. Untung saja, ada Yang Chen langsung menangkap tubuh Xia Wanying.


“Kamu tunggu di sini terlebih dahulu, dia memiliki hukum petir. Mungkin dengan melawanku yang memiliki kekuatan yang sangat kuat di bagian fisik akan tidak apa-apa." Setelah itu, Yang Chen langsung melirik ke arah Yan Qinchen.


Yang Chen kemudian berkata kepada Yan Qinchen dengan tenang, “Apakah kamu merasa bangga karena memiliki hukum petir yang kamu kuasai? Jika benar, aku akan menyarankan kepada kamu berbahagialah sekarang karena mungkin besok kamu akan menjadi karung pasir seperti Tuan kita melakukan para penjahat.”


“Cihh, hukum petir adalah hukum yang paling kuat. Walaupun dia bisa menggunakan jurus pedang petir, tetapi pada sejatinya dia bukanlah praktisi yang bisa menguasai hukum petir seperti aku.”


“Dia hendak ingin memukul saudaraku tidak akan biarkan!”


Yan Qinchen begitu menghina. Akan tetapi Yang Chen hanya berkata tentang, “Baiklah, karena kamu juga telah melukai saudara Wanying, aku membalaskan kepadamu.”


Yang Chen langsung mengeluarkan benda seperti penangkal petir. Setelah mengeluarkan benda itu langsung senar tembaga ditancapkan ke tanah.


Senar tembaga itu, cukup panjang sehingga ketika Yang Chen mendekati Yan Qinchen tidak mengalami masalah.


”Humpp apakah kamu ingin melawan hanya menggunakan tongkat seperti itu sungguh sangat mimpi!” Yan Qinchen langsung menunjukkan jaringnya dan seketika langsung meludahkan petir yang sangat menggelegar berwarna biru menyambar ke arah Yang Chen.


Yang Chen langsung melambaikan tangannya sambil membawa tongkat penangkap petir. Seketika, petir yang berwarna biru yang sangat galak langsung mengenai tongkat penangkal petir itu seketika menghilang masuk kedalam tanah.


“Apa yang terjadi!” Sekarang Yan Qinchen dengan benda yang sedang dipegang oleh Yang Chen.


Dia tidak mengira bahwa jurus petir yang sangat menakutkan itu akan kalah hanya menggunakan tongkat besi yang sudah berkarat. Tentu saja, Yan Qinchen dadanya ingin meledak karena marah. Baginya pihak Naga Azhure sungguh sangat keterlaluan.

__ADS_1


__ADS_2