
Bab 413 Ikan Umur Panjang
Meskipun itu pemuda itu memiliki wajah yang sangat tampan sehingga dirinya tidak tahan untuk menatap terus-menerus.
Long Fai yang sedang melihat kereta kuda melewati dirinya merasa ada yang mengawasi di dalam gerobak tersebut. Ketika matanya langsung tertuju kepada dalam gerobak yang terbuka, dia menemukan ada satu wanita yang sangat cantik sedang menatap ke arah dirinya.
Long Fai ketika alisnya berkerut dan berkata kepada diri sendiri, Kenapa dia menatap seperti itu, apakah dia naksir kepada Long Fai?
Long Fai kemudian langsung memalingkan wajah dan melanjutkan lagi perjalanan lagi untuk memandang para warga di kerajaan Shin.
Sementara itu, Qingua yang tiba-tiba ketika dirinya sedang menatap pemuda itu dan menemukan bahwa dia menyadari bahwa dirinya sedang menatap langsung memalingkan wajah karena ketahuan.
“Sial aku ketahuan!” Qingua sedikit berkata dengan nada keras sambil hidungnya mimisan.
Qingua memalingkan wajah ke depan dan beberapa saat lagi kepalanya menoleh ke belakang untuk melihat Pemuda tersebut.
Ketika Qingua menoleh ke belakang tiba-tiba sosoknya tidak ada penghilang entah dari mana.
“Dimana pemuda itu pergi?” Qingua tatapannya bingung kemudian meminta izin kepada penarik gerobak tersebut untuk dirinya meninggalkan gerobak ini karena ada hal sesuatu yang harus dilakukan.
Seketika Qingua sosoknya menghilang di udara tipis sudah menelusuri di kehampaan. Qingua sungguh merasa aneh walaupun pemuda itu, hanyalah manusia yang sangat biasa tapi entah kenapa ada keingintahuan yang sangat besar dari hatinya sehingga tanpa berpikir panjang keluar dari gerobak dan mencari dikehampaan untuk tidak diketahui Long Fai.
Qingua sudah mencari segala cara di tempat keramaian sayangnya tidak menemukan Pemuda berpakaian gelap itu.
Qingua berpikir mungkin saja pemuda itu sudah pergi dari keramaian dan dia sudah tiba di pinggiran keramaian.
“Mari kita coba,” ucap Qingua kemudian menuju ke pinggiran tempat keramaian yang masih ditumbuhi beberapa pohon yang lebat.
__ADS_1
Sudah mengecek di pinggiran tempat keramaian akan tetapi, Qingua masih belum menemukan sosok Pemuda berpakaian baju hitam.
Qingua mengerutkan keningnya dia hampir menyerah dan ingin kembali untuk pergi ke tempat kediamannya. Namun, seketika ada suara yang membuat dirinya langsung menoleh ke sumber suara tersebut.
“Ahhh ini sungguh sangat lega aku baru pertama kali BAB di sungai, Untung saja tidak ada orang yang melihat.” Long Fai mengejan sungguh sangat keras.
"Engah!"
Qingua seketika langsung muntah darah karena orang yang sedang dicari tiba-tiba sedang mengumpat di pohon besar yang di bawahnya ada aliran sungai kecil. Pemuda itu ternyata sedang BAB.
Dirinya melihat Pemuda berpakaian gelap itu sungguh tidak tahan untuk memukuli karena sungguh tidak tahu malu. Tetapi setelah dipikir-pikir setidaknya dirinya yang tidak tahu malu karena berani mengintip orang yang sedang buang air besar.
Long Fai yang tidak tahu bahwa dirinya sedang diintip oleh Qingua di dalam kehampaan akhirnya tanpa malu-malu langsung berdiri sehingga Tintin yang seperti benda pusaka begitu sangat besar langsung terlihat oleh mata telanjang Qingua.
Qingua melihat barang Long Fai seketika hidungnya langsung mimisan sangat deras Bahkan dia ingin sekali menghindar tatapannya namun sayangnya ada seperti perasaan aneh sehingga dirinya selalu menatap ke arah benda yang perkasa itu.
“Ini sungguh besar, apakah jika benda itu dipasangkan ke dalam tubuhku bisa muat?” Qingua memikirkan hal yang sangat nyeleneh sehingga tiba-tiba wajahnya langsung tersibuk dan menggelengkan kepalanya sangat cepat.
Ketika sudah melihat pemuda itu duduk di antara ranting yang sedikit besar, tiba-tiba matanya langsung melotot tajam. Karena Qingua melihat pemuda itu duduk di pohon yang dirinya sudah mengetahuinya.
Pohon itu adalah pohon yang tidak bisa berbuah hanya mengeluarkan bunga yang berbau seperti kotoran ayam bahkan getah dari pohon itu sungguhlah sangat pahit seperti pahitnya hidup.
Akan tetapi, tiba-tiba ketika pemuda itu sedang duduk dari ranting pohonnya langsung berbunga berbentuk raksasa dan mengeluarkan buah Persik 🍑 yang sungguh sangat matang bahkan dirinya juga ketika melihat buah persik itu rasa lapar langsung bergejolak di dalam perutnya.
Qingua kemudian berkata: “Bagaimana pemuda itu melakukannya ini sungguh sangat mustahil, pohon itu bukanlah pohon persik tapi pohon yang sangat tidak enak. Namun, entah kenapa pohon itu langsung berbuah persik yang sangat lezat?”
Ketika Long Fai sedang memakan buah persik tiba-tiba sepertinya ada orang yang mengamati tapi tidak bisa menemukan siapa orang yang sedang mengamati.
__ADS_1
“Aneh apakah perasaanku saja?” Long Fai kuman sambil memakan buah persik tersebut.
Setelah memakan satu buah persik rasanya masih kelaparan sehingga dengan mudahnya, Long Fai meraih ranting yang sedikit panjang tapi tidak terlalu besar setelah itu, Long Fai mengeluarkan senar dari penyimpanannya untuk dijadikan alat pancing yang sederhana.
Long Fai setelah membuat alat pancing yang sederhana kemudian tangannya mengeruk tanah untuk mengambil beberapa cacing.
Hanya beberapa saat langsung mendapatkan lusinan cacing yang besar-besar.
“Hmm cacing yang sungguh sangat besar mungkin saja ikan yang akan ditangkap juga besar,” guman Long Fai mendapatkan cacing itu langsung dipasangkan untuk menarik umpan ikan.
Ketika cacing itu di lemparkan ke sungai kecil yang habis untuk BAK Long Fai, tiba-tiba Qingua yang melihatnya hanya bingung, dia berpikir bahwa apakah sungai kecil ini masih ada ikan yang berani memakan umpan pemuda tersebut?
Sudah cukup lama Long Fai menunggu ada ikan yang memakan umpannya, bahkan Qingua entah kenapa menunggu dan menonton Long Fai yang sedang memancing sampai merasakan ngantuk.
Kemudian ketika sedang menunggu bagaimana pemuda itu mendapatkan ikan tiba-tiba matanya membelak tajam.
Karena Qingua melihat dia mendapatkan ikan yang dirinya cukup mengenali yaitu ikan umur panjang. Walaupun ikan itu tidaklah berguna tapi jika ada orang yang mendapatkan ikan itu akan menjadi kaya dan diramalkan akan menjadi penguasa yang menakutkan.
“Bagaimana mungkin!” Qingua mulutnya berseru bahkan dirinya untuk mencari ikan itu sungguhlah sangat sulit sudah hampir satu abad lamanya dirinya belum pernah menemukan ikan umur panjang.
Akan tetapi, tiba-tiba ada pemuda menurut Qingua adalah manusia biasa tanpa sebab tiba-tiba mendapatkan ikan itu hanya di selokan kecil.
Apaka kamu percaya? Tentu saja kamu tidak percaya jika menjadi Qingua.
Karena sangat terkejut, Qingua seketika langsung muncul di samping Long Fai.
“Kamu mendapatkan ikan itu! Bagaimana mungkin, bagaimana kamu menggunakannya!” Suara Qingua yang secara tiba-tiba muncul di belakang Long Fai, sontak langsung kaget hampir meloncat untuk terjun ke sungai kecil tersebut.
__ADS_1
“Ahh sial!” Long Fai kaget langsung menoleh ke sumber suara tersebut.
Setelah melihat ke arah sumber suara itu, akhirnya Long Fai langsung mengenalnya dan berkata: “Bukankah kamu yang tadi di dalam gerobak kereta?”