Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Chu Fang


__ADS_3

Bab 305 Chu Fang


Long Fai yang terbang ke arah timur untuk berpetualangan selanjutnya. Dia terheran-heran di wilayah ini sebagian besar terdapat hutan yang sangat rimbun.


Pohon-pohon yang menjulang ke atas langit seperti menara tower sungguh sangat besar bahkan sepertinya hutan ini memiliki umur yang sangat panjang.


Banyak monster-monster yang memiliki sayap sedang terbang ke sana kemari seseorang sedang menargetkan dirinya.


Tapi sayangnya masa itu langsung tersambar petir ketika berniat menyerang dirinya.


Long Fai sudah beberapa jam meliuk-liuk di udara Dia terbang tak terkendali dan tak tanpa arah.


Sampai beberapa jam kemudian tiba-tiba dari kejauhan adalah letusan gunung berapi yang sungguh sangat dahsyat bahkan semburan larva itu sungguh tinggi sampai menembus langit.


“Letusan ini sepertinya 6 kali lipat dari letusan gunung Krakatau.” Long Fai mengangguk terus-menerus Dia pernah membaca diartikel ketika masih di bumi. bahwa pada zaman dulu adalah letusan Krakatau yang sangat dahsyat sehingga erupsinya sampai mendekati ke wilayah Tiongkok.


Bahkan akibat erupsi yang dihasilkan ledakan gunung Krakatau di sekitarnya langsung menghilang.


Ketika gunung Krakatau meletus langsung menghilangkan semua badan gunung itu sampai beberapa lusin tahun akhirnya anak gunung Krakatau tumbuh.


Dan sekarang ketika dirinya sedang di duniaku lagi kultivator, Long Fai melihat letusan gunung yang begitu dahsyat dan semakin dirinya mendekati letusan gunung itu semakin banyak hujan batu panas yang menerpa dirinya.


Long Fai mengerutkan keningnya karena semakin dirinya mendekati ada banyak orang yang sedang di bawah gunung itu sepertinya ada pada reruntuhan kuno yang baru terlahir.


Karena dirinya bingung akhirnya berkata kepada artefak naga. setelah memberitahu kepada Artefak Naga, itu memang benar bahwa ada reruntuhan kuno yang lahir di bawah gunung berapi itu.


Akhirnya Long Fai menatap ke arah gunung itu dengan serakah lagi pula setiap ada reruntuhan kuno yang lahir maka di situ ada harta yang sangat berharga berbagai macam emas artefak dan sebagainya.

__ADS_1


“Hahaha ayo kita pergi dari sini untuk mengambil semua harta yang terkandung di dalam gunung api itu..” Long Fai tertawa bahagia langsung melesat dan turun dari terbangnya untuk berpura-pura sebagai pejalan kaki.


Long Fai Setelah turun dan berjalan kaki Dia melihat banyak orang-orang dari lawan jenis dan sejenisnya sedang berkelompok bahkan ada yang menatap ke arah dirinya dengan tatapan yang menyepelekan.


Tentu saja Long Fai tidak peduli dengan tatapan sinis yang dilakukan kepada orang yang berada di sekitarnya. Yang terpenting dan prioritas utama dari Long Fai adalah harta karun yang terkandung di dalam gunung berapi itu.


Bahkan itu masuk akal juga karena dari tampilan Long Fai adalah tampilan pemuda yang biasa seperti manusia fana yang tidak memiliki basis kultivasi.


Long Fai mengamati dari kejauhan dan banyak juga para kelompok yang bersembunyi di kegelapan untuk secara sembunyi-sembunyi.


Long Fai tidak bertalat-tanah dia langsung mencari cara masuk ke tempat reruntuhan kuno itu. Namun, sayangnya ketika dirinya sudah menemukan lorong, tiba-tiba ada pemuda yang memegang bahu dan berkata.


“Rekan, reruntuhan kuno ini baru muncul. Sebaiknya kamu menunggu beberapa menit agar keselamatan dirimu akan terjamin.”


Long Fai juga tidak melanjutkan lagi melainkan dirinya menatap ke arah pemuda itu yang telah mengingatkan setelah itu berkata: “Hahah terima kasih rekan karena telah mengingatkanku andai saja kamu tetap mengingatkanku mungkin akan mati lebih cepat.”


Long Fai juga mengangguk kemudian berkata sambil memperkenalkan dirinya. “Nama ku Long Fai mohon bantuannya.”


Chu Fang hanya mengangguk secara ringan kemudian berkata: “Namamu sangat mendominasi Naga Fai.”


Long Fai menggaruk hidungnya kemudian berkata lagi: “Ini adalah nama pemberian dari orang tuaku sebagai orang tua maka akan menginginkan nama yang keren dan anak yang berbakti heheh.”


Chu Fang tersenyum tipis, dia berkata lagi kepada Long Fai. “Baik, kamu tunggu sebentar dilihat dari Aura spiritual Kamu sepertinya kamu bukan praktisi seni bela diri. Bagaimana kamu ke sini? Apakah kamu sengaja untuk memasuki keruntuhan kuno?”


Long Fai menjelaskan: “Aku hanya mendengar suara letusan gunung yang dahsyat. Tanpa sadar, aku ingin tahu dan disinilah aku melihat semua orang sungguh sangat ramai. Menurut para kelompok yang sedang berkumpul ada reruntuhan kuno, sehingga aku sangat tertarik.”


"Ohh seperti itu..!" Chu Fang mengangguk sambil mengelus dagunya yang tidak memiliki janggut setelah itu dia berkata lagi. “Kamu benar di sini adalah reruntuhan kuno. Tapi sebaiknya kamu berhati-hati dan ikutlah bersamaku karena di sini sangatlah bahaya.”

__ADS_1


Melihat Chu Fang yang begitu peduli kepada dirinya akhirnya Long Fai sangat berterima kasih walaupun sebenarnya dirinya sedang berpura-pura lemah. “Terimakasih atas bantuanmu maka mohon bantuannya.”


Setelah itu, Long Fai mengikuti Chu Fang di sampingnya. Kebetulan dirinya melihat Chu Fang berjalan mendekati pohonnya sangat rimbun untuk berteduh akibat teriknya matahari.


“Ayo... Long Fai kita di sini terlebih dahulu sembari menunggu reruntuhan kuno bisa kita masuki.” Kata Chu Fang dia tersenyum.


Melihat senyuman Chu Fang yang begitu lembut dan tulus tiba-tiba elang sedikit bergidik dan tanpa sengaja dirinya menjauh sedikit.


Tentu saja Chu Fang yang melihat perilaku Long Fai mengerutkan keningnya dan berkata lagi. “Ada apa denganmu Kenapa kamu memiliki perilaku seperti itu?”


Long Fai menggelengkan kepalanya: “Tidak.. melihat tatapanmu yang begitu lembut kepadaku aku sungguh merinding. Apakah kamu pria normal?”


Seketika wajah Chu Fang langsung mengeras setelah itu dia menatap ke arah Long Fai dan berkata: “Sial.. terlalu berpikir jauh bagaimana mungkin aku jeruk makan jeruk.”


Ketika mereka berdua sedang berdiskusi tiba-tiba ada wanita yang berpakaian sangat anggun dan sepertinya tempramen sangat dingin seperti es.


Wanita itu, visualnya seperti peri dan bukan dari dunia sekarang. Chu Fang dan Long Fai tentu saja melihatnya sehingga Chu Fang berbisik.


“Lihat ada wanita yang sangat cantik menurut yang aku ketahui dari buku-buku yang telah kubaca untuk memikat wanita yang begitu cantik kita harus berpura-pura dingin dan tidak peduli.”


“Dan itu aku belum pernah mencobanya ayo kita mencoba bagaimana itu akan tertarik pada dirinya.”


Long Fai banyak pengangguran dia tidak peduli sama sekali bahkan dirinya tiba-tiba teringat kata-kata dari Wang Roulan bahwa suara kentut anda bisa melelehkan hati Wanita, sehingga ketika dia menyadari langsung panik.


Dan entah kenapa ketika melihat kata-kata itu tiba-tiba dirinya merasakan rasa mulas dan rasa ketuknya sangat hebat.


Long Fai bateriak dalam hati. ‘Sial.. Aku tidak ingin kentut... jika aku kentut maka aku takut wanita itu akan meleleh di pahaku..’

__ADS_1


__ADS_2