
Bab 151 Hanya Satu Tinju Kamu Mati
Yan Kai mendekat ke arah Long Fai dimana sedang melahap makanan itu. Semakin dia dekat ke arah Long Fai semakin besar aura yang pembunuh yang di keluarkan oleh Yan Kai.
Walaupun aura yang di keluarkan oleh Yan Kai sangat menakutkan, tapi dia sedikit curiga. Dia berpikir apakah aura pembunuh yang di keluarkan sendiri palsu sehingga tidak memiliki efek kepada Long Fai?
Hu Mulan dan Mei An sangat berkeringat deras. Dia sangat panik hingga ingin kencing di celana.
“Bastard bagaimana ini... Long Fai..!” Hu Mulan berbisik panik.
“Kamu tenang saja ketika dia sudah dekat, aku jadikan dia karung goni yang sangat menyedihkan.” Long Fai masih memakan sangat tenang dan lahap.
“Hmmm..” Hu Mulan dan Mei An mengangguk kepalanya.
Saat ini, ketika Yan Kai sudah dekat langsung berkata kepada Long Fai: “Apakah Kamu, pemuda yang bernama Long Fai?”
“Maaf rekan, mungkin kamu salah orang. Nama aku bukan Long Fai.” Long Fai menanggapi.
“Aku sama sekali tidak percaya? Apakah kamu berani membohongi aku?” Yan Kai menyipitkan matanya.
Long Fai yang sedang makan sangat tidak suka jika di ganggu. Menurut Long Fai ada tiga pantangan bagi orang untuk tidak melanggar pantangan itu.
Yaitu, ketika anda makan tidak boleh di ganggu, ketika anda tidur tidak boleh di ganggu dan satunya lagi adalah Long Fai lupa apa pantangan itu. Kemudian Long Fai berhenti dari makannya dan menjawab: “Aku berkata kepada kamu, ada satu pepatah terkenal yang sangat melegenda. Yaitu, darah lebih kental dari pada air yang ada di lautan. Apakah kamu paham? Itu sama seperti aku, tidak suka orang yang menggangu ketika aku sedang makan.”
Yan Kai tertawa menghina, menurut dia anda siapa berani menegur tuan muda ini! Yan Kai langsung tertawa: “Hahaha apakah kamu tidak suka hahha.. tap..”
Belum sempat menyelesaikan tertawanya, Yan Kai mulutnya langsung di masukan sepotong daging oleh Long Fai sehingga tersedak.
”Uhuhk...uhukkk....uhukkkk...“ Yan Kai melototi Long Fai sambil mengunyah daging itu hingga habis. Setelah menelan dia berkata dengan amarah tinggi. “Bajingan kamu, sialan....!”
Yan Kai meninju ke arah Long Fai dengan kepalan yang mengandung jejak energi yang sangat menakutkan.
“Ini sudah berakhir... pemuda tampan itu, akan mati...” Ada salah satu pelanggan makanan sambil menatap ke arah Long Fai dengan tatapan belas kasih. Karena pemuda biasa itu tidak memiliki mata sehingga berani memprovokasi tuan muda Yan.
“Untung itu bukan aku, jika itu aku maka matilah.. aku tidak akan bisa melihat matahari esokan harinya.” Di sebelahnya pelanggan tadi, juga ada orang yang berbisik lembut dan menghina kepada Long Fai.
__ADS_1
Ketika tinju yang sangat menakutkan sedang mengarah kepada Long Fai semua pelanggan yang sedang di berada di dalam rumah makan menutup mata.
Namun seketika ada suara patah tulang yang sangat kerasa sehingga semua pelanggan mencobanya membuka mata sedikit, untuk melihat.
Pada saat itu, semua pelayan dan para pelanggan melihat sosok Yan Kai terbang 6 meter setelah di tinju balik oleh Long Fai.
"Bang!"
"Carack!"
“Ahhh tangan aku...!” Yan Kai berteriak ngeri campur marah karena dia melihat tangan sendiri, semua jari-jarinya hancur dan saling bengkok.
Hu Mulan yang melihatnya tentu saja tersenyum diam-diam dia sangat senang setelah Long Fai menghajar pemuda berisik itu,
“Kamu... kamu... kamu... telah menghancurkan tangan aku... ahhhh mati kamu...!” Yan Kai meraung layaknya serigala yang menemukan mangsa. Dia mendekati Long Fai lagi dan meninju menggunakan tangan satunya.
Namun hasilnya tetap sama saja, Long Fai langsung memukul kepala Yan Kai seketika itu meledak kepalanya dan mati seketika.
“Bang!”
Semua cairan otak dan darah langsung membasahi makanan dirinya di pesan.
“Dia membunuh seketika hanya satu tinju..!”
“Ahhh bukankah dia hanya manusia biasa? Kenapa dia memiliki kekuatan yang sangat menakutkan..!”
“Dan terlebih lagi dia telah membunuh tuan muda Yan? Aku takut, pemuda itu dalam bahaya..!”
Semua pelanggan yang sedang makan di tempat saling berdiskusi, bahkan ada juga yang berempati dan menatap ke arah Long Fai penuh kasihan karena sebentar lagi, nyawa pemuda itu akan dalam keadaan bahaya setelah membunuh tuan dari keluarga Yan.
Di sisi Long Fai dia tidak peduli dan langsung berdiri dan berkata: ‘‘Ayo kita pergi.... kita cari tempat yang nyaman..”
“Hmmm baiklah...!”
Mei An dan Hu Mulan mengangguk dan dia juga mengikuti Long Fai untuk pergi dari tempat ini.
__ADS_1
Kemudian Long Fai membayar kepada pihak rumah makan. Setelah itu, dia benar-benar keluar dari tempat itu sendiri.
Ketika dia sudah keluar, Long Fai melihat Yan Ming yang kepalanya seperti babi yang sangat jelek akibat di jadikan karung pasir oleh Long Fai menatap ke arah dirinya, seseolah tidak percaya.
“Tidak mungkin.... dimana kakak aku...!” Yan Ming berteriak sambil melotot kearah Long Fai.
“Oh jadi itu kakak kamu? Jangan khawatir, dia sudah tenang di alam baka bersama raja Yama. Jika kamu tidak percaya maka lihatlah.” Long Fai tidak peduli dia langsung pergi begitu saja
Seketika Yan Ming langsung berlari menuju ke tempat di mana Yan Kai memasuki rumah makan. Berapa detik dia masuk, langsung berteriak.
“Ahhh kamu Long Fai... kamu telah membunuh kakak aku....!” Yan Ming meraung layaknya Monster.
Kemudian ada aura iblis yang keluar dari tubuh Yan Ming langsung terbang dan menjebol dinding rumah makan itu, dia langsung menyerang Long Fai.
“Ahhh Long Fai,aku ingin kamu mati...ahhh!” Aura yang mengamuk-ngamuk langsung keluar sangat ganas. Dan saat ini, Yan Ming yang hatinya sudah di rasuki iblis langsung menyerang Long Fai.
Namun Long Fai masih tetap sama, dia hanya membalas sangat ringan, hanya mengeluarkan seruling hitam itu dan langsung memukul pipinya Yan Ming bagian kanan seketika rahangnya hancur dan Sosok Yan Ming langsung terbang tak terkendali seperti layangan putus.
“Kanu di berikan peringatan sekali lagi kamu mati... jika mencoba menyerang aku. Kamu di berikan kesempatan untuk hidup kali ini saja.” Long Fai sama sekali tidak perlu membunuh. Baginya membunuh atau tidaknya itu sama saja, pihak keluarga Yan akan menargetkan dirinya.
Setelah memukul Yan Ming, Long Fai menatap ke arah Mei An: “Gadis kecil, aku menyerang baju ini kepada kamu. Baju ini adalah baju simbol orang Naga Azhure, dan kamu sekarang menjadi bagian Naga Azhure tidak ada orang yang berani melukai kamu.”
“Di masa depan jika kamu berkelana, bertemu orang Naga Azhure lainnya baik dunia ini atau dunia lain, maka bergandengan tanganlah.”
Setelah memberikan tiga set baju, Dan Mei An memakai, dia merasa ada hawa yang nyaman yang keluar dari baju ini langsung merasuki ke tubuhnya. Dia tidak tahu perasaan ini, namun bagi dia energi ini sangat nyaman.
“Terimakasih.. aku sangat menyukai..” Mei An berterima kasih.
“Kamu tidak harus berterima kasih, sekarang kamu sudah menjadi bagian Naga Azhure. Dan satu lagi aku akan memberikan hadiah kepada kamu,” Long Fai menyerahkan cincin yang di ukir coretan merah darah. Cincin ini, dia tempa di dunia Artefak lantai dua dan besi ini adalah besi kualitas terbaik dan warna merah yang bercorak pada cincin adalah darah yang dia ambil dari Naga kuno melahap. Walau naga kuno itu lebih rendah dari Naga Taiko itu sendiri namun untuk di sandingkan di dunia luar, setidaknya Naga melahap tak terkalahkan. Bahkan dia berspekulasi, jika cincin ini digunakan oleh Mei An, dia sudah yakin akan memiliki efek ajaib layaknya penduduk Naga Azhure lainnya.
“Uhh terimakasih..!" Mei An langsung memakai cincin itu. Seketika setelah memakai cincin Naga langsung bercahaya dan rasanya seperti menggigit jari manis Mei An.
“Aduhh...!” Mei An merasakan rasa sakit di jari tengah walau sementara. Dan ketika rasa sakit itu hilang, tiba-tiba ada perasaan energi yang keluar dari cincin itu langsung memasuki ke tubuh Mei An dan merubah Meridian dan tubuhnya. Bahkan cincin itu sudah menyatu menjadi seperti tato di jari tengah Mei An.
“Ahhh cincin ini menyatu dengan jari aku...” Mei An berseru. Bahkan dia merasa sangat kuat dan bisa menghancurkan Yan Ming satu pukulan.
__ADS_1
Long Fai yang melihatnya juga sudah menebak. Namun Hu Mulan yang melihatnya langsung cemberut: “Kenapa aku tidak menjadi kuat seperti dia dan seperti Jiang Feng, Long Fai aku juga ingin...”
"Ahhh ini....?” Long Fai menggaruk rambutnya.