Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Dua Kali Lipat Harga


__ADS_3

Bab 370 Dua Kali Lipat Harga


Si Mo dan Si Fang mengangguk setuju akhirnya menghirup aroma masakan telur burung Unta dengan sangat rakus.


"Ledakan!"


Jiwa Naga Level 7!


Jiwa Naga Level 8!


Jiwa Naga Level 9!


Level jiwa Naga masih berlanjut sehingga hampir menyamai level jiwa Naga Si Lan yang memiliki level 15, namun Si Lan juga meningkatkan level sampai level 20.


Hanya menghirup aroma telur Unta yang matang bisa meningkatkan level Naga sedrastis ini? Membayangkan keajaiban lagi Si Lan dan kedua lainya terkejut bukan main.


Sekarang akhirnya Si Fang dan Si Mo paham bagaimana telur ini begitu sangat mahal. Karena, aroma saja setara obat peningkatan level dewa, apa lagi dia belum memakan telur dan nasi tersebut.


Memikirkan citra rasa dan khasiat yang terkandung dalam telur tersebut Si Mo dan Si Fang sungguh tidak sabar.


Di samping, Long Fai sudah selesai menggoreng tinggal menyedihkan kepada ketiga pelanggan.


Long Fai keluar dari dapur, langsung membawakan hidangan dengan nampan kepada mereka bertiga.


“Makanan sudah siap, ayo makanlah selagi panas." Long Fai tersenyum sambil menaruh hidangan itu, sungguh sangat profesional.


Dari asap yang mengepul, Si Lan dan kedua orang itu langsung menghirup sangat rakus, sampai-sampai asap yang mengepul tidak diijinkan pergi dari pandangannya.


Bahkan sampai telur tersebut sudah tidak panas karena terlalu lama akibat ketiga orang tersebut mencium aroma dan asap yang mengepul.


Setelah hidangan nasi dan telur burung Unta dingin, barulah mereka bertiga menyantap makanan tersebut hanya sekali nafas.


Tidak membutuhkan satu batang dupa, mereka bertiga sudah memakan hingga bersih tanpa ada satu butir nasi yang tertinggal.

__ADS_1


“Makanan ini sungguh ajaib, aku memakan ini sepertinya akan khawatir kekuatannya akan meningkat secara drastis,” ucap Si Fang dengan mata yang berbinar binar.


“Benar, walaupun telur ini memiliki aroma pantat, namun sepertinya kita tidak perlu berlatih dengan hanya memakan di toko ini, kita sudah tidak terkalahkan hahaha!” Si Mo ikut berkata karena terlalu bergembira.


Si Lan hanya tersenyum lembut, akhirnya kedua saudara kandung bisa percaya bahwa ada makanan yang begitu sangat enak dan bukan itu saja, tapi makanan toko ini pengganti latihan dan obat-obatan.


Si Lan menatap Long Fai dan berkata. “Tuan Long, bisakah aku memesan lagi untuk di bungkus?”


Tiba-tiba Long Fai menggelengkan kepalanya dan berkata: “Satu pelanggan hanya satu kali memesan, jika kamu ingin mencicipi masakanku kamu kembali besok.”


“Ohh iya harga semua menu akan dua kali lipat naik bagi pelanggan, jika kamu memesan lagi besok menjadi 300 kepin emas, jika besok lagi menjadi 600 keping emas. Itu adalah peraturan toko kami.”


“Bahkan jika kamu meminum teh di waktu itu, harga 10 keping emas, sekarang jika kamu ingin memesan menjadi 20 keping emas.”


"Apa!"


“Tuan apakah peraturan ini sungguh konyol, bagaimana mungkin ada peraturan yang tidak manusiawi jika kamu memakai peraturan tersebut bukankah kamu sama saja memeras uang kami!”


Si Lan langsung bangkit dari tidurnya karena Jia seperti ini di masa depan akan kesulitan pergi ke toko ini karena harganya selalu naik.


“Oh iya sebenarnya ini adalah harga yang pantas, karena produk aku bukan produk palsu tapi nyata bisa membuat orang menjadi kuat hanya memakan produk yang aku buat.”


“Bahkan di waktu itu, jika kamu mempercayainya ada orang membeli satu lembar daun teh dengan harga fantastis satu tahu pendapatan bersih kerajaan.”


Long Fai ingat ketika dimasa pelelangan pas awal bertemu Ho Tu dia mendapatkan untung yang sangat banyak, akan tetapi sekarang Ho Tu menjadi istrinya.


Si Lan tersenyum jelek, kemungkinan dia tidak tahu harus berbuat bagai mana, dia sungguh membutuhkan makanan toko ini tapi semakin dia membeli hidangan toko tersebut semakin tinggi harga yang di beli.


Sungguh sangat tidak masuk akal peraturannya.


Si Lan kemudian menatap Long Fai mencari celah. “Tuan Long, bisakah di masa depan ada promo makanan? Karena harga yang tidak masuk akal, kita semua hanya datang ke toko Tuan jika ada promo.”


Long Fai tersenyum, “Untuk promo selalu ada. Tapi entah kapan harinya aku tidak mematok kapan. Jadi, kamu harus rutin datang kemari jika tidak ingin ketinggalan promo dari tokoku.”

__ADS_1


“Baiklah!” Si Lan tidak bisa berbuat apa-apa lagi mungkin dia datang kesini secara rutin jika ada promo.


Kemudian Si Lan membayar 150 keping emas kepada Long Fai setelah itu dia keluar dari Toko Kelontong tersebut.


Begitu keluar, Si Lan melihat bahwa Lin Kun sedang mencabuti bulu monster burung raksasa penuh semangat, ketika dia lebih seksama melihat bintang monster itu sepertinya sangat familiar.


“Burung ini seperti pernah aku melihatnya ... ”


Tiba-tiba, Si Lan teringat langsung berteriak, “Aku ingat burung itu!”


“Saudara perempuan ada apa?” Si Fang dan Si Mo berkata secara serempak setelah melihat Si Lan terkejut.


Si Lan dengan terbata-bata, berkata kepada Si Fang dan Si Mo. “Kamu... kamu... apakah kamu kenal burung tersebut,”


Akhirnya Si Fang terlebih dahulu melihat jari telunjuk Si Lan yang diarahkan ke suatu tempat. Begitu melihat ada Lin Kun yang sedang mencabuti bulu monster burung dia hanya menggelengkan kepalanya.


“Kakak perempuan, aku tidak mengetahuinya kenapa?” Si Fang bingung. Namun, juga seperti tidak familiar dengan bentuk monster burung tersebut.


“Ahh dasar adik bodoh!” Si Lan bersungut-sungut kemudian menjelaskan kepada kedua orang itu sangat bersungguh-sungguh.


“Kamu tahu, monster burung itu adalah monster peliharaan dari sekte Teratai salju, dan monster burung tersebut dikenal tak terkalahkan bahkan sangat disegani dan tidak ada orang yang bisa melawan monster burung tersebut.”


“Akan tetapi, monster burung raksasa itu, sekarang akan menjadi hidangan toko Kelontong Long Fai, aku khawatir jika pihak Sekte tersebut tidak tinggal diam dan mencari keberadaan burung tersebut.”


“Apa!"


Si Mo terkejut sangat keras dekat telinga Si Lan sehingga Si Lan langsung galak dan meraih telinga Si Mo dan menjewer.


“Sial apakah kamu tidak lebih keras lagi hah! Telinga ku sakit setelah mendengarkan teriakan mu!”


Si Mo tersenyum canggung dan berkata. “Maaf aku terlalu bersemangat,”


Si Lan marah tapi berkata mendesak, “Mari kita pergi secepat mungkin aku khawatir pihak Sekte Teratai Salju sudah mencari keberadaan burung raksasa tersebut.”

__ADS_1


“Baik!” Akhirnya kedua orang itu berteriak serempak langsung menghilang di udara tipis.


__ADS_2