Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Perubahan Fang Molin


__ADS_3

Bab 432 Perubahan Fang Molin


Satu batang dupa berlalu, Long Fai membangunkan Fang Molin. Long Fai cukup ingin tahu, bagaimana seseorang setelah melakukan hubungan musim semi, entah kenapa memiliki kecenderungan untuk tidur.


Tetapi Long Fai yang pernah belajar di bumi penyebab merasakan tuk setelah berhubungan musim semi adalah, karena hormon oksitosin dan menurunkan kadar kortisol (hormon pemicu stres) di dalam tubuh. Oksitosin yang meningkat dan kortisol yang menurun ini menjadi penyebab kamu merasa mengantuk setelah berhubungan intim.


Ini masuk akal, semua keanehan dunia itu pada dasarnya sudah dijelaskan di berbagai bidangnya. Hanya saja jika dunia kultivator dijelaskan secara akal mungkin tidak akan masuk.


Long Fai mengusap-usap dahi Fang Molin, akan tetapi setelah dahi itu diusap-usap dia hanya meringkuk lagi dan mencoba memeluk tubuh Long Fai yang tidak memiliki baju.


Long Fai menyerah, mungkin baru sekarang dua wanitanya yang sudah tahu dunia artefak lantai satu, mungkin di masa depan semua wanitanya akan dimasukkan ke dalam dunia Artefak lantai satu sesuka hati. Untuk lantai dua dan selanjutnya, Long Fai tidak mengizinkan karena itu rahasia.


Long Fai kemudian menjentikkan dahi Fang Molin sedikit ditingkatkan sehingga, seketika Fang Molin matanya langsung berkerut seperti ada rasa sakit di dahinya.


“Bangun apakah kamu tidak merasa kasihan tanganku yang dipeluk terus-menerus sehingga merasakan kesemutan?” kata Long Fai sambil mantap lurus.


"Uhhh!”


Akhirnya mata Fang Molin langsung membuka dan menguap sangat lebar dan merentangkan tangannya sangat semangat. Dia sudah menerima bahwa sekarang dirinya bukan wanita yang memiliki penyimpangan. Melainkan Dia adalah wanita yang sudah normal memiliki pasangan bernama Long Fai.


“Lihatlah sekarang tubuhmu memiliki keindahan yang bisa meruntuhkan negara.” Setelah itu, Long Fai langsung mengeluarkan cermin perunggu dan diserahkan kepada Fang Molin.


Kemudian Fang Molin berdiri sambil duduk kemudian menerima cermin perunggu itu langsung melihat wajahnya di cermin tersebut.


Seketika dia setelah melihat wajah yang sekarang tiba-tiba terpana. Wajah sekarang sungguh sangat cantik bahkan jika dirinya laki-laki mungkin akan jatuh cinta dengan wajahnya sendiri.


“Apakah ini wajahku? Apakah ini bentuk tubuhku? Apakah ini tandukku kenapa berubah dan identitas suku kami di mana!” Fang Molin seketika terpana mencari pernik biru yang menempel di dadanya sudah hilang.


Melihat kepanikan Fang Molin, Long Fai langsung menjelaskan seperti ini: “Kamu tidak perlu khawatir, sekarang tanda pernik biru sudah menyatu dengan tubuhmu. Sudah digantikan dengan tanda biru yang berada di dahi. Lihatlah!”

__ADS_1


Akhirnya Fang Molin melihat ada tanda kecil sebiji kelereng berwarna biru yang nampak jelas di dahinya. Dia mengusap usap tanda itu di dahi tapi merasakan bahwa tanda itu tidak keras seperti pernik yang pada waktu itu. Tanda yang menempel di dahinya seperti bercak biru yang sudah menyatu dengan kulit.


Bahkan dia baru menyadari bahwa matanya pupilnya berbeda dari yang satunya. Jika yang kiri pupilnya berwarna biru, yang kanan berwarna hitam.


Fang Molin masih menggelengkan kepalanya tidak percaya kemudian berkata kepada Long Fai, “Sua...”


Niatnya Fang Molin ingin memanggil suami kepada Long Fai, akan tetapi langsung ditelan hidup-hidup dan mengalihkan pertanyaan lain, “Apakah perubahan bentuk tubuhku ini diakibatkan dengan danau yang telah kita mandi?”


“Benar, sudah aku jelaskan bahwa danau ini bisa merubah bentuk tubuh menjadi yang sangat sempurna. Sekarang kamu melihat sendiri bukan tubuhmu sekarang menjadi sangat cantik dan sangat menawan. Bahkan aku bertambah jatuh cinta denganmu. Dengan perubahan kamu, sekarang akhirnya sudah meninggalkan dari suku Fang.”


“Kamu bukan dari bagian suku Fang, kamu adalah kamu.”


Dikatakan cantik oleh Long Fai, entah kenapa jantungnya berdebar-debar bahkan seketika Ingin rasanya memeluk tubuh Long Fai.


‘Apa yang sedang aku pikirkan! Kenapa otakku berubah menjadi seperti ini!’ Fang Molin berteriak di dalam hatinya, dia ingin menangis tapi tidak ada air mata.


“Hahaha! Akhirnya kamu sudah menjadi gadis seutuhnya. Tidak ada yang tidak mungkin karena aku Long Fai hahah!” Saking semangatnya tertawa, tiba-tiba tangan Long Fai langsung memeluk tubuh ramping Fang Molin.


Jantung Fang Molin seketika langsung berdetak sangat cepat seperti diterjang ribuan rusa. Bahakan, tanpa disadari wajahnya menjadi sangat merah seperti apel matang.


‘Hiya wajah dia sungguh sangat dekat tidak aku tidak tahan!’


"Engah!"


Fang Molin seketika langsung pingsan tidak tahan melihat wajah Long Fai yang sangat tampan setelah menyadari.


“Uhh?” Long Fai tiba-tiba bingung sambil menggaruk kepalanya dan kepalanya juga penuh tanda tanya.


“Oi apakah kamu seperti itu? Bagaimana kamu menjadi seperti ini? Apakah kamu Hinata Hyuga kedua?” Long Fai tidak habis pikir melihat Fang Molin, seperti karakter Hinata Hyuga ketika ditatap oleh Long Fai sangat lama akhirnya pingsan.

__ADS_1


Kemudian Long Fai meraih tubuh Fang Molin yang sedang pingsan langsung dibawakan ke dunia luar tepatnya di kerajaan Naga Azhure.


Ketika sudah keluar lagi, Long Fai menemukan Zhang Takimachi masih menatap kepergian Long Fai secara tiba-tiba. Setalah Long Fai muncul kembali di hadapannya langsung berteriak.


“Ahhh Tuan Orc, lihat dia datang kembali orang aneh itu!” pekik Zhang Takimachi.


Begitu Orc tersebut melihat Long Fai, seketika mulutnya berkedut dan langsung menjitak kepala Zhang Takimachi.


“Aduhh tuan Orc! Kenapa kamu memukul kepalaku,” ucap Zhang Takimachi sambil meringis kesakitan.


“Buka mata mu, apakah kamu melihat patung itu dengan orang yang ada di depanmu memiliki kesamaan?” Dada Orc terengah-engah karena marah.


Zhang Takimachi seketika langsung melihat patung yang menjulang tinggi dan melihat wajah pemuda yang ada di depannya. Zhang Takimachi sepertinya menebak bahwa patung itu dan pemuda itu memiliki wajah yang sangat mirip dan sangat tampan.


“Tuan Orc pemuda ada di depannya dengan patung Tuan kita sama-sama tampan!”


"Ahhh!"


"Plak!"


“Dia adalah tuan Long Fai!” seru Orc sambil melototi Zhang Takimachi.


"Apa!"


Saat itulah Zhang Takimachi baru tersadar bahwa patung itu dan pemuda di depannya adalah orang yang sama. Seketika dia langsung berlari untuk mendekati Long Fai.


Kamudian setelah mendekati Long Fai, seketika langsung bersujud penuh syukur. “Ahh Tuan Xiandi! Aku telah melihat Tuan Xiandi!”


Teriakan Zhang Takimachi membuat para warga yang sedang melakukan aktivitas terpana mendengar nama yang begitu sangat sakral.

__ADS_1


“Apa! Ada Tuan Xiandi!"


“Ayo mari kita lihat!”


__ADS_2