
Bab 328 Kehebatan Sai Lin
Ro Ru melihat cahaya yang begitu sangat menyilaukan seperti matahari yang melesat sangat cepat ke arah dirinya langsung tangan kanannya memukul ke udara.
"Bam!"
Hanya satu kali pukul, langsung cahaya itu bubar dan terpecah menjadi beberapa bagian menyebar ke atas langit.
Ro Ru setelah memukul cahaya tersebut, tiba-tiba sosoknya menghilang dan sudah tiba di hadapan Lin Wuha di bagian belakang.
"Bug!"
Ro Ru dengan hati-hati langsung memukul leher bagian belakang sehingga terpental sangat jauh sekitar dua puluh meter dan langsung pingsan seketika.
Long Fai berteriak, “Sudah cukup! Sekarang bergantian!”
Kemudian Song Chufeng terbang untuk mendekati Lin Wuha yang sudah tidak sadarkan diri karena pingsan akibat dipukul bagian belakang kepalanya.
Ro Ru sementara itu, sungguh sangat terheran. Padahal dia hanya memukul hanya ringan tetapi memiliki efek yang begitu menakutkan.
Setelah satu orang sudah kalah, sekarang bergantian dan wanita yang maju adalah Sai Lin.
Sai Lin sekarang maju dan bertatap wajah dengan Ro Ru. Setelah itu, Sai Lin berkata hormat kepada Ro Ru.
“Halo sekarang aku yang akan melawanmu, aku akan menggunakan kekuatan yang aku bisa,” ucap Sai Lin kepada Ro Ru.
Dia sudah menguasai Seni pedang Kidal dan Seni Pedang Asal Dao.
”Baik, ayo kamu keluarkanlah bagai mana kamu menggunakan jurus pedang yang Tuan Long berikan kepada mu,” balas Ro Ru dia sudah bersiap-siap tangannya dengan gaya tinjunya.
“Hmmmp!”
Sai Lin mengganggukan kepalanya dan serius setelah itu dia mengeluarkan pedang dengan tangan kiri tangan kanan memegang salah satu.
Yang pertama dia menggunakan pedang kidal untuk mencoba menyerang Ro Ru, “Berhati-hatilah! Aku akan menyerang!”
"Swosh!"
Sosok Sai Lin melesat sangat cepat sambil berputar-putar langsung menyerang Ro Ru menggunakan pedang kidalnya.
"Dentang!"
Hanya sekali tinju pedang tersebut langsung hancur. Tetapi, itu bukan akhir. Karena setelah pedang itu hancur, berubah menjadi beberapa bagian, Sai Lin menggunakan niat pedang Dao nya sehingga pedang yang pecah menjadi berapa bagian langsung menyatu menjadi satu.
__ADS_1
"Sring!"
Tebasan pedang itu hampir saja mengenai dada Ro Ru sehingga jika tidak mundur berapa langkah mungkin akan mengeluarkan darah dari dada tersebut akibat tebasan pedang Sai Lin.
Note: Itu bukan jurus klan uchiha ya, 😅
"Swosh!"
Sambil melesat ke atas, mulut Ro Ru mengeluarkan api yang mengamuk-ngamuk langsung menyambar ke arah Sai Lin.
Sai Lin yang hampir saja terkena semburan api yang keluar dari mulut Ro Ru, dia akhirnya berteriak.
"Pemusnahan Dao pedang! Jika tidak ada Dao tidak ada api yang tercipta!”
Setelah berteriak, tangan kanan langsung melambaikan menggunakan pedang sehingga berdengung sangat keras.
"Swosh!"
Ro Ru melompat tinggi seperti Hulk sangat jauh. Kemudian, menukik ke bawah mendarat ke tanah. Setelah itu, akibat menukik sangat cepat akhirnya di samping ada debu yang bertebaran.
“Tinju Tyrannosaurus Rex!”
Ro Ru berteriak sangat ganas langsung tangan kanannya membuat kepalan dan meninju Sai Lin sehingga ketika Sai Lin melihat amukan tinju dari Ro Ru, langsung menggunakan pedang untuk menghalau tinju tersebut.
"Dentang!"
Pedang itu patah tapi kedua orang itu juga semuanya terpental satu sama lain sekitar dua puluh meteran.
Sai Lin yang terpental di udara sambil berguling-guling langsung menancapkan pedangnya ke tanah sehingga dia berhenti seketika.
“Hmmmmp ini adalah lawan dari pihak Long Fai, akan masuk akal juga jika tidak ada yang menang jika aku kalah itu hanya kurang pengalaman.”
Kemudian setelah itu, dia langsung berdiri menutup matanya mencoba menstabilkan pikirannya langsung berkata dengan sedikit lirih.
Kemudian tangannya sepertinya mengeluarkan sinar emas yang menyelimuti. Setelah itu, warna emas itu dan mengelilingi pedang.
Setelah cahaya emas itu sudah menyelimuti tangan dan pedang tersebut, tiba-tiba Sai Lin berteriak.
“Meluncurlah pedang! Tembak dia!"
"Swosh!"
Pedang melesat sangat cepat bahkan hampir menyamai kecepatan cahaya itu sendiri.
__ADS_1
Akan tetapi, Ro Ru sudah dengan ditambah pengalaman yang panjang dalam pertarungan dia bisa merasakan kecepatan pedang yang sedang menghampirinya.
Benar saja, pedang itu sungguh sangat cepat dan dilapisi aura yang berwarna emas akan tetapi, tangan kanan Ro Ru langsung memegang pedang tersebut sehingga terseret sejauh mata memandang sehingga hutan-hutan tersebut pada patah karena tertabrak tubuh Ro Ru.
Mungkin jarak antar Ro Ru dengan terseretnya ke hutan yang sangat jauh kira-kira Bandung ke Jakarta. Setelah memegang pedang itu menggunakan tangannya dan berhenti, sekarang bergantian Ro Ru yang berlari ke depan sambil melemparkan pedang itu sungguh sangat cepat seperti olahraga lempar galah.
"Swosh!"
kecepatan lemparan itu mengakibatkan pedangnya memiliki kecepatan seperti ketika Sai Lin.
"Swosh!"
"Tidak baik!”
Dari atas, Sai Lin sepertinya ada meteor jatuh menimpa kepada dirinya sehingga dengan buru-buru melompat ke kiri sangat jauh.
"Bam!"
Pedang yang dilemparkan oleh Ro Ru, mendarat sehingga mengakibatkan guncangan tanah seperti gempa.
Tidak beberapa nafas pedang itu sudah menancap, sosok Ro Ru sudah tiba di samping pedang langsung meraih dan menyerang Sai Lin menggunakan gagang pedangnya.
Ro Ru tersenyum tipis penuh kemenangan langsung mengumpat di belakang Sai Lin dan memukul menggunakan siku pedang sehingga mulut Sai Lin mengeluarkan darah.
"Engah!"
Sai Lin terguyung-guyung ke depan hendak ingin terjatuh ke tanah tapi sosok Ro Ru udah tiba di hadapannya langsung memukul perutnya menggunakan gagang pedang.
"Pak!"
Sekali lagi Sai Lin mengeluarkan darah dari mulutnya, sehingga akhirnya tanpa disadari pingsan seketika.
Long Bing yang menonton dari kejauhan sungguh sangat terpana kekuatan peningkatan dari Ro Ru sepertinya meningkat drastis bahkan jika dirinya melawan tidak berdaya.
Long Bing berpendapat bahwa akibat meroketnya kekuatan Ro Ru karena campur tangannya Long Fai.
Melihat teman sendiri memiliki kekuatan yang melebihi darinya, dia tidak tahan untuk menjilat paha Long Fai agar bisa menjadi bawahannya tapi karena dia adalah ratu untuk melakukan hal seperti adalah gengsi.
Bagaimana mungkin seseorang Ratu yang hidup ribuan tahun akan tunduk untuk menjerat paha dari Long Fai, tapi mungkin saja jika dulu tidak menghina setelah ingatannya kembali mungkin sekarang sudah menjadi selir atau Ratu.
Long Bing menggeleng tidak berdaya dia sungguh sangat menyesal karena telah menghina sedemikian rupa kepada Long Fai, dia ingat sekali memutar waktu untuk memperbaiki hubungan antara dirinya dan Long Fai.
Long Bing tersenyum kecut dan berkata, “Lupakan, selagi temanku sudah memiliki tanduk yang utuh apa yang harus aku sesali temanku bahagia aku juga bahagia.”
__ADS_1
Long Bing kemudian terbang untuk mendekati Long Fai dan lainya sambil menunggu kelanjutan Ro Ru untuk melawan Ning Ming.