
Bab 105 Maka Kamu Mati..!
Tujuh menit telah berlalu, Long Fai dan lainya sudah tiba di dalam istana Ratu Ho Tu. Kabar Kembalinya permaisuri Ho Tu, sudah tersebar dari ujung ke ujung wilayah.
Wilayah yang di perintahkan permaisuri Ho Tu sedidaknya ada 5 wilayah. Dengan satu wilayah setara dengan kerajaan Naga Azhure.
Wilayah utara di pimpin oleh gubernur pria paruh baya yang bernama Ye Qing.
Wilayah selatan di pimpin gubernur Gu Qinseng
Bagian barat adalah gubernur Wu Lantian, dan timur di pimpin oleh Chen Ma.
Adapun yang menjadi gubernur pusat saat ini di perintahkan oleh Lu Change, ke lima gubernur ini sedang berkumpul di istana Ratu untuk menunggu kedatangan Ho Tu.
"Aku dengar yang mulia Ho Tu kembali sudah membawa tunangan." Gu Qinseng berbisik ke arah Ye Qing.
"Ini benar aku mengetahui dari Lu Change, benarkah apa yang di katakan kamu?" Ye Qing menatap ke arah Lu Change. Dari semua gubernur di sini yang masih menjaga awet muda hanyalah Lu Change dan Gu Qinseng.
Dari semua ke lima gubernur, semua sangat mendukung Ho Tu untuk bertunangan, apa lagi sudah ribuan tahun dia masih menjanda. Sehingga akibat kabar gembira ini, ketika acara akbar akan di selenggarakan, setidaknya akan begitu meriah. Tapi dari ke lima gubernur itu hanya satu yang sangat muram, jika tidak ada orang di sini dia akan membanting meja dan di hancurkan seperti bubuk.
Orang itu adalah Gu Qinseng, dia sangat muram, dia sudah menunggu waktu yang lama, jika permaisuri Ho Tu kembali pulang, maka dia membulatkan tekat untuk menyatakan cinta.
Namun, tiba-tiba, ketika anda mengatakan cinta ternyata nasib buruk menimpanya. Dia sudah di kalahkan oleh pemuda yang mengaku tunangan Ho Tu.
Seperti apa yang di kabarkan oleh Lu Change, pemuda itu bernama Long Fai, dia sangat tampan, namun tidak memiliki basis kultivasi.
Gu Qinseng sedikit meragukan. Dan mungkin saja, Ho Tu hanya menjadikan dia sebagai tameng untuk Ye Fan agar Ye Fan tidak mengejar-ngejar lagi.
Pada saat itu, setelah lima gubernur sudah menunggu waktu yang lama, akhirnya permaisuri Ho Tu menujukan hidungnya di depan kelima gubernur. Ho Tu juga tidak lupa membawa Long Fai yang sekarang sudah memakai jubah raja warna hitam yang selalu dia kenakan di dunia Tong Tian. Hanya saja penampilan Long Fai di kepalanya di tambah seperti Cendikiawan tiongkok kuno.
Setelah Ho Tu tiba, dia duduk paling atas dan bersama Long Fai.
Setelah Ho Tu dan Long Fai duduk saling berjejeran, ke lima gubernur, berdiri langsung. Setelah berdiri, secara serempak, membungkuk dan berteriak.
"Gubernur ini, telah melihat Ratu...!"
"Hmmm baiklah, duduk kembali." Ho Tu mengangguk, setelah itu dia memperkenalkan Long Fai ke lima gubernur: "Perkenalkan dia adalah kekasih aku Long Fai."
Long Fai mengangguk. Terlepas apakah gubernur itu menghargai atau tidak, dia tidak masalah: "Halo aku Long Fai aku calon suami Ho Tu, mohon bantuannya."
Penampilan Long Fai yang sangat tampan, membuat Ho Tu sedikit tersipu. Bahkan Lu Change semakin menatap Long Fai, semakin dia menyadari bahwa Long Fai sangat tampan.
Namun dalam pandangan gubernur selain Lu Change ada tatapan bingung, anda hanyalah tampan? Tidak ada kekuatan, apakah layak jika di pasangkan dengan Ho Tu?
Tapi semua gubernur semuanya terserah kepada Ho Tu. Hanya ada satu yaitu Gu Qinseng, dia sangat tidak setuju jika Ho Tu di sandingkan dengan manusia biasa sehingga dia langsung angkat bicara. "Yang mulia maaf jika aku lancang. Aku sangat tidak setuju jika pemuda yang bernama Long Fai akan menjadi kekasih kamu."
"Aku menghargai pendapat kamu. Tapi alasan kamu tidak setuju?" Ho Tu ingin tahu walau jawabanya sama seperti dia pertama kali melihat Long Fai. Yaitu, pandangan menghina.
Gu Qinseng, menjawab dengan postur martabat: "Seperti yang kamu tahu, kamu adalah ratu yang yang sangat kuat, dan memerintah wilayah ini sudah ribuan tahun. Semua penduduk di sini menghormati Ratu sebagai hegomoni yang kuat dan luar biasa. Dan ini merasa aneh, apa jadinya jika hegomoni yang memerintahkan wilayah ini sudah ribuan tahun namun, memiliki kekasih yang lebih rendah kultivasinya dari penduduk yang di perintahkan Ratu, apakah ini tidak malu?"
Ho Tu yang mendengarkan setuju. Bahkan dia juga tidak sudi untuk menikah dengan pria yang lemah. Bahkan jika tidak ada pria yang kuat darinya lebih baik dia menjanda. Tapi anda tidak boleh menghina Long Fai sedemikian rupa, jika tidak, pantat anda menjadi korbanya.
"Gu Qinseng, aku setuju apa pendapat kamu. Namun cinta itu rumit, bahkan cinta itu lebih sulit dari pada cara menjadi abadi. Walau Long Fai lemah, aku masih mencintainya terlepas dari apa pun. Jika ada orang yang menghina Long Fai sedemikian rupa maka itu sama saja membuat murka Ratu ini." Ho Tu memandang Gu Qinseng sambil menjelaskan secara ringan.
"Tapi... " Gu Qinseng ingin membantah. Tapi di intruksi oleh Ho Tu: "Tidak ada tapi, keputusan aku sangat mutlak, tidak bisa di gugat apakah kamu paham Gu Qinseng?"
"Ratu, maaf lancang aku tidak berani," Gu Qinseng, menunduk hormat. Namun dia wajahnya jelek. Dia sudah memutuskan menunggu Ho Tu lengah untuk membunuh Long Fai.
__ADS_1
Setelah itu, pertemuan Ratu karena sudah selesai, semua gubernur meninggalkan tempat. Hanya saja Gu Qinseng, sebelum kepergianya ada niat membunuh yang sangat besar yang sudah terkunci ke Long Fai. Bahkan ke empat gubernur sedikit sesak nafas karena aura membunuhnya.
Namun semakin kuat aura membunuh yang di keluarkan oleh Gu Qinseng, dia tidak ada hasil bagi tubuh Long Fai. Karena Long Fai menggunakan baju sarjana dia tidak menyadari sambil meminum teh dengan nikmat yang di sediakan pelayan.
Tentu saja, Lu Change dan ke tiga gubernur sedikit tidak percaya. Orang fana itu di bawah tekanan membunuh, masih tenang dan periang seperti biasanya tanpa jejak khawatiran.
Setelah ruangan ini sedikit sepi hanya menyisahkan Ho Tu, Long Fai dan lu Change. Ho Tu yang sedang menyaksikan Long Fai meminum teh, dia entah kenapa, tersenyum sendiri.
Long Fai yang menyadari juga tidak berdaya: "Apakah kamu mau."
Long Fai menawarkan gelas prunggu yang sedang di pakai dirinya untuk di serahkan oleh Ho Tu.
Ho Tu yang masih tersesat, dia mengangguk setuju, langsung mengambil gelas milik Long Fai langsung meminum. "Ahhh sungguh nikmat."
Long Fai ".."
Lu Change ".."
Ho Tu bingung sambil meneguk lagi teh itu sampai habis dan berkata: "Kenapa kamu menatap aku seperti itu? Ini sangat nikmat dan menyegarkan bukankah begitu?"
Namun Long Fai langsung berkata. "Ini betul teh sangat nikmat, tapi kamu menggunakan gelas aku?"
Saat itulah, Ho tu saat ini baru sadar bahwa dia telah menyambar gelas yang sedang di gunakan Long Fai.
Ho Tu tergagap: "Ak~ak~ aku.. kenapa dengan gelas kamu, bukankah kita sepasang kekasih, huh bodoh, Long Fai kamu bodoh..!"
Long Fai ingin menangis, dia memandang Ho Tu. "kamu kenapa menyalahkan aku.."
Sejam kemudian....
Long Fai pergi berjalan-jalan di istana milik Ho Tu, dia sangat kagum dengan istana yang setiap sisi di tambahkan hiasan yang gemperlap.
Tanpa sadari Long Fai Huang Xialong yang sangat muram mengikuti diam-diam. Dia ingin sekali memberikan pelajaran karena telah mempermalukan dirinya.
Bahkan Huang Xialong mencibir ketika Long Fai sedang mengejek ke penduduk setempat khususnya anak kecil.
"Aaaaaa tuan kamu sungguh hebat." Anak kecil itu berseru setelah melihat Long Fai sedang membuat permainan menggunakan gelang karet.
"Heheheh adik, lihat ini adalah menara monas!" Kata Long Fai dia membuat patung monas menggunakan karet gelang.
"Huuu tuan ini sangat keren..!" Sekumpulan anak kecil itu yang awalnya satu berubah menjadi banyak seseolah sedang melihat pertunjukan sirkus.
"Tuan apakah kamu bisa membuat yang lebih keren.." Ada anak kecil yang semangat sambil loncat-loncat.
"Baiklah...!" Long Fai membuat lagi.
"Sxfc..!"
"Heheheh ini aku sudah membuat, ini adalah menara Efel 😎." Kata Long Fai.
"Woooo tuan kamu sangat hebat.!" Anak kecil semuanya bersorak. Saking hebohnya ada salah satu wanita dia dengan identitas tuan putri keluarga Li. Wanita itu bernama Li Jeju.
Li Jeju mendekati sekawan anak kecil. Dan berkata: "Adik apa yang kamu lakukan kenapa kamu sangat heboh?"
"Nona muda, lihat, ada pemuda tampan yang sedang membuat pertunjukan." Salah satu anak kecil menjawab sangat gembira sambil menunjuk jari ke Long Fai.
Li Jeju, akhirnya melihat pemuda itu. Dia setuju apa yang anak kecil katakan bahwa pemuda itu sangat tampan. Li Jeju juga diam-diam merasa bahwa pemuda itu luar biasa, hanya saja dia manusia biasa tanpa jejak kekuatan.
__ADS_1
Sampai pada suatu saat, ada sekelompok geng pereman tiba-tiba langsung menyerang anak kecil dan menyandranya.
"Ahhhh!"
"Tidak... Tuan.. Aku takut, aku tidak ingin mati..!" Anak kecil yang di sandera oleh permenan itu menangis sangat ketakutan.
Bahkan Li Jeju langsung menyelamatkan segerombolan anak kecil agar tidak menjadi korbanya.
Long Fai yang tadinya ceria, tiba-tiba berhenti tersenyum. Dia sama sekali tidak tega jika ada anak kecil menjadi korban. Long Fai menatap ke pereman itu: "Lebih baik kamu lepaskan, jika tidak tangan kamu hilang."
"Hahaha hei pemuda sok jagoan, siapa kamu beraninya mengancam kepada aku." Preman yang sedang menyandra menghina.
Bahkan Li Jeju jika dia menyerang preman itu, dia takut jika leher anak kecil akan di penggal.
Di samping Long Fai, kata-kata Preman itu sungguh bodoh, sambil menggelengkan kepalanya, Long Fai mendekati preman itu dengan tenang seraya berkata. "Kamu mati."
Long Fai mendekati preman itu, bahkan hukum jasa tiba-tiba beroprasi otomatis untuk membunuh preman itu.
Pereman itu, tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba tubuhnya gemetar ketakutan, dia melihat Long Fai seperti mahkluk buas yang sangat mengerikan. Bahkan dia tidak ada kekuatan untuk memegang belati yang sedang di pegang.
"Tidak...tidak.. Kamu jangan mendekat..!" Preman itu terjatuh sambil menatap Long Fai ngeri. Namun Long Fai tetap berjalan dan mengeluarkan seruling andalanya untuk memukul kepala preman itu.
"Pak!"
"Bom!"
Kepala preman itu langsung meledak, seperti semangka yang jatuh dari ketinggian.
Setelah itu, Long Fai melirik sekelompok preman yang masih linglung apa yang sedang terjadi. "Sekarang giliran kamu mati untuk pergi ke raja Yama."
Akhirnya, preman itu tersadar dan marah, "Brengsek ayo kita bunuh pemuda laknat ini..!"
"Baklah..!"
"Ayok!
"Swosh!"
Kelompok yang tersisa langsung mengepung Long Fai, namun kelompok itu, tiba-tiba kehilangan kultivasi dan menjadi manusia biasa.
Long Fai meraih tangan orang yang menyerang duluan. Setelah memegang, tangan kanan Long Fai, langung memukul kepala hingga meledak.
"Bom!"
"Sekarang kamu..!" Kata Long Fai dan bergegas.
"Tidak...Ahhhgrt!" Orang itu menjerit dan mati seketika.
"Tidak dia monster...!"
"Ahhhh!"
"Bom!"
Kelompok bandit itu, kepalanya semuanya meledak dan membasahi jalan di situ.
Tentu saja anak kecil yang di sandra ketakutan ingin muntah, karena darah dan otak sedang bersimbah di tanah.
__ADS_1
Setelah Long Fai membunuh sekelompok bandit dia mendekati anak yang bekas di sandra. Namun anak itu tiba-tiba berteriak.
"Jangan mendekat...Ouhhhgrt!" Anak kecil itu takut dan muntah terus sambil ngengsot mundur.