Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Bab 488


__ADS_3

Bab 488


Sebenarnya kedua wanita itu ingin terbang untuk mempersingkat jarak tempuh. Tetapi, mereka menemukan bahwa biksu itu tidak bisa terbang alias dia hanyalah manusia biasa tanpa berkultivasi.


Ini sungguh sangat aneh, kalian mungkin akan mengetahui walaupun di daratan naga ini manusia biasa pasti tentunya sudah bisa berlatih walaupun ranahnya rendah. Dapat dikatakan Manusia Biasa pasti berkultasi walaupun tidak terlalu besar kesenjangannya.


Namun, Bisku Xuanzang ini sungguh tidak memiliki Aura sedikitpun Bahkan dia mengakui tidak bisa terbang dan tidak bisa mengeluarkan energi kultivasinya untuk membuat dirinya terbang.


Menilai dari pakaiannya yang terlalu kotor dan seperti rusuh ini masuk akal market berdua menilainya.


Akhirnya Wang Roulan dan Murong Ruyue menggunakan energi kultivasinya, untuk menerbangkan dan membawakan biksu itu untuk mendekati Long Fai.


Ketika dia sedang terbang!


“Whohahaha! Apakah ini adalah perasaan ketika para praktisi menggunakan kekuatannya untuk terbang? Sungguh keren, jika aku bisa berkultivasi mungkin bisa terbang dan akan tetap terlalu kecapekan.”


Biksu Xuanzang melihat pemandangan yang begitu indah dari atas langit bahkan tidak sekali atau dua kali meraih awan putih dan meraba-raba dengan penuh kesenangan.


“Halo jika kami berdua lancang terhadap biksu ini. Kami hanya mengatakan apakah kamu tidak berkultivasi?"


Xuanzang tatapannya serius tetapi masih ada jejak ketenangan dalam hatinya dia berkata kepada Wang Roulan, ”Amitaba! Hamba ini tidak bisa berkultivasi. Tetapi Budha mengajarkan kebaikan dan menghilangkan sifat iblis yang terdapat di benak masing-masing orang. Hamba ini rela menjadi biksu agar terhindar dari iblis hati yang selalu membisikkan dari depan belakang kiri kanan setiap waktu.”


“Jalan abadi terlalu panjang banyak cara untuk menjadi abadi tentu saja mengajarkan kebaikan dan welas asih mungkin salah satu menjadi abadi. Hanya saja hamba ini sedang mencari bagaimana menemukan menjadi abadi berbagai penjuru dunia.”

__ADS_1


”Setalah Hamba ini mendengar lantunan musik dan nyanyian yang begitu indah sepertinya hamba telah tertuntun ke jalan yang benar. Mungkin saja, dengan bantuan Tuan yang Nona sebutkan, akan menuntun hamba ingin menjadi abadi.”


Biksu Xuanzang langsung meletakkan keranjang sambil memperlihatkan buku-buku yang telah dia ambil dan dipelajari kepada kedua wanita.


Buku itu, dia pelajari dari berbagai penjuru dengan sejarah atau kitab kebenaran untuk menjadi abadi walaupun berbagai kitab yang dirinya ambil dikumpulkan berbeda dan ada sedikit kontradiksi.


Sedikit kontradiksi dan sedikit menyimpang akan dibuang biksu itu akan mengambil yang baik.


Bahkan Xuanzang menyerahkan buku legenda burung Kunpeng dari pedalaman yang terkecil yang menjadi salah satu legenda di wilayah itu apalagi di dewa-dewakan.


Menurut Xuanzang pada awalnya burung Kunpeng adalah burung biasa yang memiliki bulu berwarna kuning. Karena kebaikan burung itu menyelamatkan salah satu hewan yang sebenarnya adalah perwujudan Dewa alhasil, burung berwarna kuning itu diberkati pikiran dan pencerahan sehingga mengandalkan bakat itu akhirnya burung yang berwarna kuning sekarang melambung tinggi menjadi burung dewa Kunpeng.


Bulu burung itu berubah menjadi emas dan menyilaukan menyinari area pedalaman yang menganggap burung menjadi dewa. Bahkan dari wilayah pedalaman itu mempercayai bahwa bukit yang berwarna emas itu adalah peninggalan dari kotoran sisa Dewa burung Kunpeng.


Meskipun dan tidak perlu diketahui kebenarannya, Bisku Xuanzang mengambil untuk dijadikan koleksi dan membaca ketika di waktu senggang.


Biksu Xuanzang hanya tersenyum dan menakupkan kedua tangannya lalu berkata hormat. “Amitaba! Walaupun buku ini banyak yang mengira adalah buku dongeng saja tetapi ada pesan yang tersembunyi dari setiap buku yang hamba ambil."


Wenren Wushuang juga berkata: ”Lalu Bisku ini sudah membaca semua keseluruhan buku ini yang sudah menumpuk?”


“Ini benar, hamba ini membaca buku itu ketika sedang melakukan waktu senggang dan beristirahat. Walaupun berpakaian ribuan ke tempat wilayah itu lebih baik daripada membaca 1000 bab buku, tetapi hamba ini melakukan keduanya.” Xuanzang mengangguk dan tersenyum.


“Kamu biksu yang aneh." Murong Ruyue masih menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya dengan kecepatan terbang dari kekuatan kedua Wanita itu sudah sampai di toko kelontong milik Long Fai.


Long Fai yang sedang duduk di meja yang sedikit tenang Entah kenapa dalam benak pikirannya tiba-tiba ingin melukis monyet Sun Wokong. Akhirnya dia langsung melukis gambar Sun Wokong tanpa pikir panjang.


Tiba-tiba beberapa saat kemudian dia sudah menyelesaikan lukisan indah itu tetapi ada Murong Ruyue yang mendekatinya.


“Suami, ada biksu aneh yang ingin bertemu denganmu. Katanya dia ingin meminta izin agar memberikan berbagai lirik dan syair seperti Wang Roulan.”


Long Fai tidak berpikir lama akhirnya langsung beranjak untuk menemui biksu yang telah disebutkan tadi.


Long Fai melihat ada biksu berpakaian putih kotor dan memiliki penampilan kurus. Sepertinya dia jarang memakan makanan bergizi sehingga tertapa angin saja akan runtuh terjatuh.


Long Fai menganggukan kepalanya dan berkata, “Hallo aku Long Fai pemilik lagu yang digunakan oleh istriku Wang Roulan. Apakah biksu ini ingin meminta izin agar memberikan karya yang aku buat?”


Biksu Xuanzang langsung bergegas hormat dan berkata dengan sangat tulus, “Amitaba.. perkenalkan nama ku Biksu Xuanzang. Memang benar bahwa apa yang dikatakan Tuan benar. Hamba ini ingin meminta izin untuk melihat karya yang Tuhan berikan kepada kedua istri Tuan."


Namun, Long Fai setelah mendengarkan nama dari biksu itu, tiba-tiba terkejut.


“Tunggu! Nama mu Xuanzang?” Long Fai terkejut.


“Benar Tuan hamba ini Xuanzang.” Dia sungguh hormat kepada Long Fai saat ini.


Long Fai masih terpana karena nama Xuanzang adalah nama biksu terkenal di serial Televisi di bumi.

__ADS_1


Biksu Xuanzang adalah guru dari Sun Wokong. Kebetulan dia sedang melukis gambar Sun Wokong.


Biksu Xuanzang adalah guru Budha dari Sun Wokong dan babi Cu Patkai dan siluman kucing.


__ADS_2