
Bab 260 Ji Yao
Xiao Yun sangat berharap ketika Long Fai bergegas maju untuk buat pertunjukan seperti bermain musik dan sebagainya.
“Kamu tunggu mari kita menunggunya dan sambil mendengar musik yang dilakukan oleh wanita itu.” Long Fai memberikan saran kepada Xiao Yun.
“Baik.. ayo kita mencari tempat yang nyaman sambil melihat wanita itu memainkan musik.” Kata Xiao Yun mengangguk setuju.
Setelah itu mereka berdua mencari tempat yang sekiranya lebih nyaman dan lebih tidak terlalu banyak orang yang sedang berdesak-desakan.
Setelah itu Long Fai melihat wanita yang sedang memainkan musik sambil tangan kanannya memainkan lato-lato.
"Tek!"
"Tek!"
"Tek!"
Dalam pandangan Long Fai wanita itu memakai gaun putih seperti putri kerajaan namun sayangnya dia memakai cadar untuk menutupi wajahnya.
Walaupun dirinya tidak sedang melihat wanita itu dengan jejak kekaguman tapi dia juga ingin melihat bentuk wajah wanita yang bercadar.
Di samping Xiao Yun yang melihat Long Fai sedang memainkan lato-lato dan mata itu tertuju terus-menerus ke arah wanita yang sedang bercadar, akhirnya dia berkata kepada Long Fai baik dengan tatapan yang pura-pura cemberut. “Saat ini kamu sedang mendengarkan musik apakah sedang melihat wanita itu dengan jejak kemesuman?”
Long Fai akhirnya tersadar setelah Xiao Yun mengatakan kepada dirinya dengan tatapan yang luar biasa sulit diungkapkan. Kemudian dirinya membalas sambil menggaruk hidung: “Tentu saja aku sedang mendengarkan wanita itu yang memainkan musik.”
“Ohh, apakah kamu ingin melihat bagaimana rupa wajah wanita itu yang sedang memainkan cadar?” Xiao Yun tersenyum.
“Ohh.. itu tentu.. Aku ingin tahu bagaimana rupa wajah wanita itu.” Long Fai menatap Xiao Yun sambil tersenyum.
__ADS_1
"Bajingan dasar kamu...!” Xiao Yun tersenyum.
“Kenapa kamu cemburu..” Long Fai tersenyum.
“Bah.. cemburu pamanmu..!" Seketika Xiao Yun memuntahkan omong kosong.
“Hahahah.. kamu jangan di pikirkan.. aku sungguh tidak tertarik dengan wanita itu. selagi ada kamu di sampingku kenapa aku harus mencari wanita lain untuk menghangatkan tempat tidur hehehe.” Long Fai menggoda Xiao Yun.
"Huh!" Xiao Yun saat ini dia tidak membalas namun ada raut yang tersipu yang terpampang jelas di wajahnya.
Sudah berapa menit lamanya mereka berdua saling bertukar mesra dan bercumbu bukan hanya itu saja Xiao Yun dari awal dan sampai akhir dia sangat lengket di tubuh Long Fai.
kemudian ketika kepalanya sedang disandarkan di bahu bagian kanan Long Fai dia melihat bahwa wanita bercadar yang sedang memainkan alat musik tiba-tiba berhenti. Setelah itu dia bangun dari duduknya dan memandang para penonton berapa detik kemudian wanita bercadar berkata.
“Terima kasih karena kalian sudah mendengar lantunan alat musik yang aku mainkan kepada kalian para penonton karena sesi ini sudah berakhir sekarang tinggal sesi berikutnya. Siapa yang bisa memainkan alat musik dan sambil bernyanyi maka dia akan menjadi suamiku.” Kata wanita yang wajahnya ditutup menggunakan cadar.
Wanita itu bernama Ji Yao. Dia adalah wanita yang terkenal di daerah ini dengan kecantikan yang sangat misterius tanpa orang yang mengetahui. Karena sejak dari dulu dia sangat menyendiri dan tidak ada pernah orang yang melihat bentuk asli wajahnya karena selama masa hidupnya dia menggunakan cadar.
Tentu saja semua para penonton sudah mengetahui akan kehebatan bermain musik atau bernyanyi dari Ji Yao. Bukan hanya itu saja setiap satu tahun sekali ketika acara festival musim semi banyak pelamar yang saling berdatangan namun hasilnya nihil.
Para cendekiawan yang bermain musik langsung kalah telak oleh permainan Ji Yao. Tapi para pelamar yang tergila-gila oleh kecantikan Ji Yao dia tidak tinggal diam, dia masih bersemangat dan masih berusaha untuk mendapatkan hati dari wanita Ji Yao.
Sekarang karena festival musim semi telah diselenggarakan lagi akhirnya dia datang untuk melawan wanita Ji Yao dalam hal tentang musik dan bernyanyi, tentu saja orang yang tergila-gila kepada kecantikan, dia sangat berlatih dengan giat agar bisa melampaui keahlian dalam memainkan musik atau bernyanyi sehingga bisa mendapatkan hati Ji Yao.
Ji Yao sudah mengajukan tawaran tantangan dan dia hanya duduk manis sambil menunggu para penantang memainkan alat musik.
kemudian akhirnya ada suara yang mengajukan.
“Aku akan maju..!” tiba-tiba ada pemuda yang memakai baju brokat putih polos yang sangat bersih seperti peri berdebu berjalan membawa Guqin sambil menatap kearah Ji Yao.
__ADS_1
Otomatis Ji Yao melihat pemuda itu yang sedang menatap ke arah dirinya dengan tatapan lembut. Kemudian Ji Yao hanya mengangguk lembut dan tersenyum formalitas.
“Ohh.. tuan muda Feng.. apakah kamu tidak menyerah sampai sekarang..” Ji Yao berkata sangat lembut seperti angin musim semi sehingga orang yang mendengarkan merasakan jejak kenyamanan yang sangat enak.
“Untuk mengarungi samudra, Aku tidak akan pernah menyerah selagi aku membawa perahu. Begitu juga sebaliknya aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan hatimu selagi aku masih hidup.” Kata Pemuda Feng.
Pemudan bernama Yang Ying Feng dia sudah 4 kali melawan Ji Yao dalam permainan musik namun dia mengalami kekalahan dan sekarang dia akan melawan 5 kalinya.
“Baik... aku akan menghargai perjuanganmu.” Ji Yao mengangguk dan berkata lembut.
Yang Ying Feng akhirnya menghampiri tempat di mana bekas Ji Yao bermain musik. Setelah itu dia duduk dan meletakkan Guqin untuk dimainkan sekarang.
Ji Yao juga mengangguk dan berkata: “Baiklah kamu bisa memulai memainkan alat musik.”
“Baiklah..!" Yang Ying Feng melakukan kepalanya seketika dia mempersiapkan untuk memetik senar Guqin.
setelah sudah mempersiapkan dan menyesuaikan suasana hatinya dia langsung memetik senar Guqin.
Pada saat itu...
"Dang!"
Senar Guqin langsung dimainkan sehingga mengeluarkan suara yang sangat merdu bahkan para penonton yang mendengarkan seketika langsung terkesima.
Di samping Ji Yao, dia hanya mengangguk lembut mungkin setelah 5 tahun berlatih dia sedikit bagus bermain senar Guqin. Tapi tetap saja permainan musik itu masih kalah dengan dirinya.
Sehingga dia menggelengkan kepalanya setelah musik ini selesai, dia akan mengatakan yang sebenarnya bahwa permainan Yang Ying Feng sungguhlah sangat hambar.
para penonton sangat menyukai permainan musik yang dilakukan Yang Ying Feng, tapi Long Fai yang mendengarkan dia seperti merasakan sakit kepala, karena permainan musik ini sungguh sangatlah jelek dan seperti permainan anak-anak saja.
__ADS_1
Mungkin saja jika pemuda itu yang sedang memainkan musik yang sangat jelek di bumi, dan ada orang yang sedang sakit gigi sudah di pukuli hingga babak belur