Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Panggil Aku Suami


__ADS_3

Bab 431 Panggil Aku Suami


Fang Molin langsung dicium oleh Long Fai merasakan rasa jijik. Tetapi, walaupun rasa-rasa jijik, sepertinya dia merasakan rasakan kesenangan yang tak terlukiskan ketika kedua lidah itu saling menari-nari.


Apakah ini yang dimanakah ciuman? Setidaknya seperti itu Fang Molin yang sedang dipikirkan.


Awalnya ketika dua lidah saling menjalin satu sama lain, Fang Molin sedikit kaku tidak bisa lentur. Akan tetapi, Fang Molin lambatnya waktu tiba-tiba bisa mengikuti ritme ciuman dari Long Fai.


Long Fai semakin erat memeluknya bahkan ada rasa manis ketika lidah itu sedang menjalani lidah Fang Molin. Mungkin efek bunga yang telah dimakan ketika tadi sehingga seluruh tubuhnya akan mengeluarkan bau wangi yang begitu samerbak.


Bunga itu dinamakan Bunga wangi ke abadian. Ketika kamu memakan bunga itu tanda kumat akan mengeluarkan bau yang sangat semerbak seperti bau parfum berkualitas mahal.


Bau wangi dari bunga itu, tidak terlepas dari bau badan saja akan tetapi darah keringat bahkan semua cairan tubuh akan memiliki efek yang sangat luar biasa. Satu tetes darah yang sudah terkontaminasi bunga uang muka abadian akan dihargai ratusan keping emas Jika saja Long Fai mengetahui.


Di samping sedang berciuman, Long Fai mengusap-usap kedua belah pantat Fang Molin penuh perasaan sehingga pada saat itu, Fang Molin mengeluarkan suara garangan yang keenakan.


Long Fai langsung melepaskan ciuman itu dengan paksa sehingga pada saat itu, Fang Molin yang sedang menikmati ciuman sambil mata terpejam tiba-tiba tersentak tanpa sudah berkata: “Kenapa kamu melepaskan?”


Pada saat itu, seketika raut wajah Fang Molin tersipu langsung pembalikan wajah untuk tidak melihat Long Fai kembali. Bisa-bisanya ketika di waktu yang genting seperti ini Fang Molin berkata sangat memalukan.


“Hahhaha kamu menyukai ciuman?” Long Fai kemudian memeluk lagi dengan erat dan melanjutkan perkataannya lagi. “Ayo kita memasuki ke kolam penyempurnaan bentuk tubuh, aku hanya ingin melihat wajahmu bertambah cantik setelah terkena air itu.”


Long Fai kemudian memegang pergelangan tangan Fang Molin langsung membawakan dia ke kolam secara bersama-sama.


Dengan pikiran, Fang Molin tiba-tiba menyadari tidak memakai busana.


“Apa yang kamu lakukan!” Fang Molin menggertakan dirinya dia langsung menutupi kedua gunung besarnya menggunakan tangan kirinya.


“Aku sudah melihat gunung mu ketika pada waktu itu, bahkan kamu menyuruh agar aku meremass sangat kencang?” Long Fai bingung. Namun, Long Fai juga paham aslinya.


“Kamu diam!” Fang Molin berjinjit langsung membungkam bibir Long Fai sambil tersipu sehingga gunung itu langsung menempel ke dada Long Fai tanpa disadari.


Long Fai langsung memeluk lagi dan menceburkan ke danau kecil itu. Seketika setelah Fang Molin menceburkan tubuhnya ke danau itu, tiba-tiba Air Yang jernih langsung membasuh ke seluruh tubuh Fang Molin.

__ADS_1


Air ajaib sedang merubah tubuh Fang Molin secara perlahan-lahan agar lebih terlihat cantik dan terlihat sangat menawan.


Long Fai juga tidak memakai busana sehingga sontak langsung memasukan tongkat pedasnya ke tubuh Fang Molin.


“Sial kamu Long Fai!” Wajah Fang Molin jelek dan ada sedikit tersipu ketika tongkat pedas yang besar menyusup ke goa sendiri dengan perlahan.


”Hmm jika hanya melakukan satu kali, kamu tidak akan merasakan menjadi wanita yang seutuhnya dan tidak bisa merasakan kebahagiaan ketika melakukan musim semi bersama? Kita di masa depan, akan melakukan seperti ini tiap hari agar kamu memahami apa itu wanita,” ucap Long Fai sambil tersenyum lembut di telinga kiri Fang Molin sehingga dia tiba-tiba merinding bercampur perasaan aneh.


Setelah itu, Long Fai langsung menggoyangkan pinggulnya dengan semangat sehingga tiba-tiba, Fang Molin kau bahagia.


“Ahh bajingan kamu Long Fai! Pelan-pelan ahhh!”


“Ahh lepaskan! Cepat ahhh!"


“Panggil aku suami!”


“Tidak! Aku tidak menyukaimu! Lepaskan barang besar mu itu!"


"Plak!"


"Panggil aku suami!”


“Tidak!" Fang Molin menggelengkan kepalanya sangat cepat sambil menangis bahagia.


"Plak!"


”Aduh!"


“Panggil aku suami!” Long Fai berkata lagi dengan serius.


“Aku tidak menyukai mu tidak! Ahh!"


"Plak!"

__ADS_1


“Panggil aku suami!” Long Fai tersenyum sambil menatap Fang Molin Walaupun dia menangis tapi ada rasa yang sangat bahagia bahkan pinggul Fang Molin, merasakan bahwa sedang menggoyang-goyangkan dengan sangat semangat sehingga Long Fai tidak perlu lagi untuk menggoyangkan pinggulnya.


Bukan hanya itu saja, bahakan perubahan tubuh Fang Molin terlihat sangat terlihat jelas. Dari pernah berwarna biru yang menempel di badannya seketika menghilang dibandingkan dengan kulit yang sangat putih. Akan tetapi, di dahi Fang Molin ada tanda berwarna biru sebesar biji kelereng yang sangat jelas. Tanduk yang awalnya di dahi berubah satu tiba-tiba berubah bentuk menyamping pada dua tanduk di bagian kepala kiri dan kanan.


Rambut biru yang awalnya sebahu, tiba-tiba langsung memanjang sampai ke pinggang. Kulit Fang Molin bertambah sangat putih dan sudah digambarkan menjadi manusia seutuhnya hanya saja ada tanduk yang membedakan di kepalanya.


Pupil mata Fang Molin di bagian kiri berwarna biru dan kanan berwarna hitam.


Saat ini, mereka berdua sungguh sangat lama memasuki musim semi yang sangat bahagia sehingga kedua tangan Fang Molin langsung menarik tubuh Long Fai memeluk sangat erat karena dia merasakan akan memasuki masa kritis.


“Ahhh Long Fai aku membenci kamu ahhh mmmmm!” Bibir semerah ceri matang Fang Molin, langsung dibungkam menggunakan bibir maskulin Long Fai. Sehingga tanpa sadar, Fang Molin memainkan lidah itu sungguh senang.


Long Fai setelah puas mencium bibir Fang Molin, seketika langsung melepaskan dan berkata dengan tersenyum lembut.


“Cepat panggil aku suami,” katanya.


“Ahhhh Su-su Suam!"


”Kyaaa!"


Fang Molin berteriak sangat keras penuh gembira setelah mengeluarkan cairan suci dari tubuhnya sangat banyak sehingga membasahi danau perubahan bentuk.


Fang Molin menempel sambil memeluk Long Fai sangat erat. Kamudian Long Fai sedang berdiri sehingga setelah itu, langung di bawakan Fang Molin ke atas danau kecil yang di sampingnya ada batu yang sedikit lebar dan meletakkannya.


“Tadi kamu mengatakan kurang jelas, coba tatap aku dan panggilan aku dengan sebutan suami," ucap Long Fai tersenyum lembut.


“Suami.” Fang Molin tersipu sambil menatap Long Fai. Kemudian setahun Long Fai mendengarkan kata-kata yang tulus dari Fang Molin langsung mencium bibirnya.


"Cup!"


Sekarang Long Fai melihat penampilan Fang Molin yang begitu menawan. Kedua tanduk di kepalanya dan tanda biru di dahinya sungguh sangat menyihir, apalagi pupil mata yang berbeda membuat Fang Molin seperti Waifu.


Penampilan Fang Molin hanya dikatakan seperti Kaguya Otsutsuki

__ADS_1


__ADS_2