Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Grace Luminas


__ADS_3

Bab 506 Grace Luminas


Kemudian Long Fai langsung menambahkan beberapa kaca, mengelap lantai kayu. membersihkan debu-debu yang menempel di kursi.


Sementara itu, kucing Naga alias Muto, duduk sambil tertidur sambil memandang Long Fai layaknya dia sendiri majikan, dan Long Fai adalah babu.


Ini adalah hal umum bahkan Long Fai memerintahkan Muto untuk berperilaku layaknya hewan biasa karena dia ingin menjadi manusia biasa yang berpura-pura lemah.


“Sekarang sudah membersihkan lantai satu, Sekarang saatnya kita membersihkan lantai lantai dua!" Long Fai langsung mengambil kain yang tidak dipakai untuk menjadikan sebagai pel-pelan.


Ketika dia memasuki kamar lantai 2 yang dipenuhi jaring laba-laba, tiba-tiba menemukan ada kerangka anak kecil sekitaran umur 12 tahun yang sedang tergeletak sambil menunduk. Sepertinya anak ini adalah anak yang malang sehingga untuk menghormati sebagai rumah selanjutnya, Long Fai langsung menguburkan cepat di samping kiri rumah ini.


“Anak kecil, walaupun aku memiliki artefak lantai empat, tetapi aku belum bisa sepenuhnya menghidupkan kamu. Aku harus sekitarnya membuka artefak lantai tujuh sehingga bisa menghidupkan dan membunuh sesuka hati. Sebagai permintaan maaf dariku yang akan memakai rumahmu aku akan mengubur dengan penghormatan yang sangat sopan."


Long Fai sudah mengubur dan menabur bunga yang sangat indah. Dia juga ketika sedang membersihkan berbagai debu yang menempel di dinding ada beberapa lukisan yang sepertinya adalah anak yang menjadi kerangka mayat.


Anak ini memiliki rambut putih yang panjangnya hanya di bawah leher Dia memakai pita rambut dan menggunakan seragam seperti akademi kesihiran.


Tiga jam akhirnya rumah yang pada awalnya seperti hantu tidak ada aurat kehidupan, setelah direnovasi oleh Long Fai, ketika rumah itu menjadi hidup kembali.


Tentu saja Long Fai langsung menggunakan jubah sarjana agar merubah penampilan cara berpakaian menjadi seperti adat pertengahan abad Eropa.


“Muto, apakah pakaiannya sekarang aku kenakan sudah pas?” Long Fai berseru kepada Muto yang sedang tertidur di atas meja tamu.


“Tuan kamu adalah makhluk yang sempurna. Bagaimanapun Tuan memakai baju berbagai jenis, akan sangat bagus-bagus saja.” Muto menjawab dengan malas.


“Hmmm kamu benar. sebagai makhluk yang paling tampan tidak akan khawatir memakai baju yang tidak pas. Karena bagaimana pun jika memakai baju yang jelek jika memiliki wajah yang tampan akan cocok-cocok juga,” ucap Long Fai dengan narsis.


“Hahah Tuan jika mengentut semua Dewi akan bersujud di paha Tuan hanann!" Muto tertawa terbahak-bahak.


Setelah itu, dia langsung mengeluarkan berbagai makanan untuk makanan ringan sambil menikmati hidup. Mungkin membawakan Wang Roulan dan Murong Ruyue akan oke juga untuk menghidupkan suasana.


Tetapi, sepertinya di Tarakan Naga dia sudah bahagia di tempat toko kelontong itu. Alhasil, dia mengurungkan niat untuk mengajak mereka berdua datang ke sini.


Ho Tu juga sudah mengetahui bahwa dirinya memiliki jumlah wanita tujuh yang markas semua sudah saling mengenal di Artefak satu. Akibatnya Ho Tu sungguh sangat senang bermain-main di Artefaknya.


“Aku tidak peduli, semakin mereka bahagia kenapa tidak," ucap Long Fai sambil mengangkat bahu. Dia memakan makanan yang diambil dari Anata ke lantai satu.


Karena Long Fai merasakan rasa jenuh akhirnya mengurungkan niat untuk pergi ke hutan terdekat mencari kayu bakar layaknya Manusia biasa.


Long Fai membawa keranjang yang sulit lempar untuk dibawakan di belakang punggungnya. Dia dengan semangat langsung menaiki pegunungan sedikit curam sambil menyembunyikan kekuatannya. Di dunia Arcadia tidak seperti dunia seni bela diri yang banyak para kontemporer terbang di atas langit menggunakan pedang atau berbagai artefak lainnya.


Benua Arcadia sungguh saat ini cocok untuk menyejukkan pikiran.

__ADS_1


Long Fai mengumpulkan kayu bakar satu demi satu dengan menikmati pemandangan benua Arcadia, Sampai pada suatu saat dia tidak menyadari bahwa di sisi lain ada wanita yang sangat cantik berpakaian hitam set ada campuran warna putih yang sedang bertarung melawan sekumpulan penyihir.


Tembakan Es peringkat empat!


Swosh!


Swosh!


Sihir es yang diluncurkan oleh wanita berambut putih itu sungguh sangat cepat layaknya peluru melesat ke arah sekumpulan penyihir.


Para penyihir suka langsung melafalkan mantra satu persatu.


Sihir Tameng Turtle!


Sring!


Seketika semua kumpulan penyihir itu, langsung mengeluarkan tameng untuk menghalau serangan tembakan es yang dilancarkan oleh wanita berpakaian hitam dan putih.


"Tsk... ” Wanita itu mengurutkan bibirnya karena sudah merasa tidak tahan lagi. Bahkan dia sendiri merasakan mananya akan hampir habis sehingga jika ini terjadi, tentu saja akan membahayakan bagi tubuhnya.


“Tidak akan kubiarkan mereka menangkapku!” Dia meloncat menggunakan sihir es sambil menghindari serangan yang dilakukan oleh sekumpulan penyihir.


Para penyihir itu tertawa jahat langsung menggunakan serangan sihir lagi untuk membekukan agar wanita itu tidak bisa melarikan diri.


Bom!


Ahhh!


Akhirnya dia langsung terhempas dan menukik ke bawah sehingga terjatuh tepat di hadapan rumah Long Fai yang sudah tertata rapi.


Bom!


“Uhuk... uhuk... siapapun tolong aku!” Akhirnya wanita itu pingsan tak sadarkan diri. Kemudian kumpulan penyihir itu melihat wanita yang sedang diburu sudah kalah tidak bisa melawan lagi karena terkapar pingsan, kita saling memandang dan tertawa jahat karena misinya sudah berhasil untuk menculik wanita itu.


Akan tetapi Muto depan halaman rumah langsung mengeluarkan aura yang menindas hanya beberapa persen, tiba-tiba para penyihir itu langsung meledak menjadi kabur darah.


Bom!


Bom!


Bom!


Bahkan para penyihir tidak tahu bagaimana dia meninggal dan tahu siapa yang menyerang dirinya tanpa diketahui.

__ADS_1


“Berani membuat keributan di halaman rumah Tuan Xiandi, maka sudah dipastikan aku akan membunuhnya meow!” Muto memainkan cakar yang sangat tajam layaknya kucing imut.


Dia melirik ke arah wanita yang sudah tak sadarkan diri. Muto tahu bahwa wanita itu hanyalah kelelahan kehabisan energi mana bukan cedera yang sangat serius. Karena itulah dia mengabaikan wanita itu sampai tersadarkan diri.


“Aku tidak ingin melakukan hal yang sepele dengan para semut sepertimu. Lebih baik kamu tunggu saja Ketika Tuan Xiandi menemukanmu apakah akan berprestasikan untuk menolong ke dalam atau tidak.” Setelah berkata, Muto langsung memejamkan matanya.


Beberapa jam kemudian, akhirnya Long Fai menuruni pegunungan sambil membawa beberapa potong kayu bakar dan beberapa buah-buahan untuk diambil.


Walaupun buah yang di dalam artefak miliknya lebih berharga, tetapi Long Fai merasa akan sangat disayangkan jika buah-buahan ini yang manis akan terbengkalai terjatuh di tanah tanpa ada yang memakan.


Namun, setelah tiba di rumah Long Fai menemukan ada wanita yang berpakaian seperti bangsawan sedang terjatuh tidak sadarkan diri. Dengan dirinya sebagai pria sejati langsung menolong wanita itu ke dalam rumahnya.


Dia menemukan bahwa wanita itu banyak kelelahan kehabisan mana. Mungkin saja tertidur beberapa saat akan memulihkan mananya lagi. Karena itulah Long Fai tidak berniat untuk menyembuhkan menggunakan keterampilan.


Long Fai saat ini harus menjadi seperti manusia biasa tanpa ada kekuatan sedikitpun agar mereka yang hanya akan percaya bahwa dirinya adalah manusia biasa. Dengan itu, Long Fai bisa menilai apakah masih ada penyihir baik atau tidak.


Long Fai ke belakang mengambil keteng peninggalan dari rumah ini dan menimba air sumur lalu membakar menggunakan kayu yang telah diambil di hutan. Long Fai ini sungguh seperti manusia biasa bahkan dia tidak menggunakan hukum asalnya untuk memercikkan api agar lebih mudah.


Ditinggal memanasi air, seketika wanita yang memiliki rambut putih beberapa menit kemudian langsung tersadarkan diri dia beranjak dan melihat sekeliling bawah dirinya sudah aman.


“Aku tidak diculik oleh para penyihir iblis itu? Aku dimana ini?" Ketika Dia sedang kebingungan tiba-tiba mencium bau kayu bakar yang tidak jauh dari tempat tidurnya. Kemudian dia bangun untuk menemukan sumber kayu bakar itu.


Beberapa saat, akhirnya melihat ada pemuda yang sepertinya masih berumur tujuh belas tahun sedang membakar kayu yang di atasnya ada katel.


“Manusia biasa?" Wanita itu menyipit dia baru pertama kali berdekatan dengan manusia biasa Karena dari kecil sampai sekarang pertemanannya adalah kelas bangsawan.


Tetapi, walaupun dia adalah manusia biasa, kamu sepatunya harus berterima kasih terlebih dahulu.


Long Fai sudah memanaskan air itu langsung membalikkan tubuhnya, tetapi tiba-tiba melihat wanita berambut putih itu sudah berdiri sambil menatap ke arah dirinya.


“Ahh kamu sudah bangun, aku tadi melihat kamu tergeletak di depan pekarangan rumahku, karena takut terjadi sesuatu denganmu maka aku membawakan muka dalam rumah.” Long Fai menangguk dengan hormat.


“Terimakasih karena telah menyelamatkanku, perkenalkan nama ku adalah Grace Luminas. Putri ke empat dari pemimpin Kadipaten Hill. Grace sungguh berterima kasih kepadamu karena telah menyelamatkanku dari pengajaran para penyihir,” ucap Grace Walaupun dia juga tidak tahu bagaimana mungkin manusia biasa bisa menyelamatkan dirinya dari pengejaran sekumpulan penyihir yang jahat.


“Ahhh Nona, kamu sepertinya salah paham karena aku menemukan Nona terletak di halaman rumahku, ada yang lebih lagi.” Long Fai berpura-pura bodoh sambil melambaikan tangannya.


“Ahh jadi seperti itu,” balas Grace menghela nafas di dalam hatinya. Bagaimana mungkin ada manusia biasa yang berani melawan penyihir akan bodoh jika melawan karena sudah pasti akan meninggal.


“Hmm benar, aku hanya menolong karena merasakan iba.” Long Fai mengangguk.


“Baik, karena kamu yang telah menyelamatkanku dan merawat di dalam kamar, tempat dari kadipaten Hill mengundang kamu untuk pergi ke rumahku agar keluarga ku bisa membalas budi.” Grace memperagakan seperti bangsawan.


“Apa boleh buat aku menerimanya,” ucap Long Fai tanpa berbasa-basi.

__ADS_1


‘Cih, manusia rendahkan tetaplah manusia rendahan memangnya siapa kamu ingin memanjat dengan menjilat keluarga ku, aku mengundang mu hanya formalitas saja tidak adalah cara lain.’ Dalam hati Grace dia menghina terus-menerus kepada Long Fai. Bahkan setelah undangan itu sudah selesai mungkin saja keluarga Grace memerintahkan beberapa bawahannya untuk membunuh Long Fai diam-diam.


__ADS_2