
Bab 397 Datang Di Waktu yang Salah
Ning Ming mengerutkan dahinya dan menatap ke arah paman Cedel langsung berkata, “Paman, kita baru pertama kali mendengar bahasa yang sangat aneh bahasa apa itu kita untuk menanyakan sebuah informasi menjadi kesulitan.”
Paman Cedel menjawab, “Ini benar gadis, Untuk masalah ini Paman bahkan kita semua yang sedang bekerja di sini tidak akan mengetahui apa yang bahasa mereka gunakan,”
“Untuk masalah ini kita seharusnya melapor kepada Tuhan kita bagaimana gadis? Apakah kamu setuju?”
Ning Ming memegang dagu dan berpikir secara serius setelah itu berkata: “Paman, usulan ini memang benar lebih baik kita harus mempertanyakan kepada Tuan kita, siapa tahu dia bisa menggunakan bahasa Pulu untuk udah kan bertukar informasi satu sama lain.”
Setelah itu Ning Ming dan paman Cedel saling menganggukkan kepalanya dan meloncat terbang langsung menghilang di udara tipis sosoknya sudah jauh lusinan kilo meter.
Untuk Ning Ming bersumpah kepada diri sendiri walaupun belum pernah mengarungi Dunia lain Tapi menurut legenda semua ras berbeda alam sejatinya memakai bahasa Indonesia.
Sayangnya, baru inilah dia menemukan bahasa aneh yang sepertinya tidak bisa dipahami karena hanya memiliki satu suku kata yaitu Pulu.
~
~
#Di Toko Kelontong.
Long Fai seperti biasa dia selalu menunggu pelanggan untuk datang ke sini walaupun sudah satu hari belum ada pelanggan pun yang datang ke tempat tokonya.
Long Fai tidak masalah jika tidak ada pelanggan yang datang, lagipula orang berdagang tidak harus muluk-muluk langsung ramai dan mendapatkan uang banyak.
Untuk menjadi sukses harus memiliki ketahanan mental dikarenakan pada awalnya jika orang-orang berjualan yang dihadapi ketika pertama berjualan adalah sepinya pelanggan.
Mempunyai hati yang tabah, dan telaten itu adalah kunci untuk menjadi pedagang yang sukses. Sekarang tidak memiliki pelanggan belum tentu di masa depan.
Long Fai masih dalam keadaan yang senggang sehingga melihat Murong Ruyue langsung menghampiri.
Long Fai mengambil biji bunga matahari, dan mengupas.
__ADS_1
“Nah makanlah, aku akan membantumu untuk mengupas biji matahari ini.” Long Fai berkata kepada Murong Ruyue yang sedang di sebelahnya sambil senyum sopan.
“Hmm terimakasih suami,” balas Murong Ruyue langsung mulut yang indah itu membuka dan mengemut jempol dan jari Long Fai yang sedang memegang satu biji bunga matahari.
Long Fai akhirnya bingung melihat tingkah laku dari Murong Ruyue, karena bukannya mengunyah biji bunga matahari yang telah diberikan untuk kepada dia, Long Fai menyadari bahwa Murong Ruyue mengemut jempol dan jari telunjuk milik dirinya.
Sensasi geli campur hangat ketika jemari milik dirinya sedang diemut oleh mulut Murong Ruyue, hati Long Fai titik merinding sebujur tubuhnya sehingga tanpa disadari Tintin itu, perlahan-lahan mengeras.
Long Fai lepaskan jari itu dari mulut Murong Ruyue sehingga Long Fai mendengar Murong Ruyue berkata bingung.
“Ada apa suami?" Murong Ruyue berkata dengan kepalanya penuh tanda tanya karena bingung.
“Ketika kamu memakan biji bunga matahari dan mulut kamu mengenai tanganku tiba-tiba tubuhku merinding,” Long Fai berkata dengan gelisah Bahkan dia tanpa disadari memandang bibir merah seksi dari Murong Ruyue pingin rasanya mencicipi.
“Hmmm ketika aku memakan biji bunga matahari ada rasa asin yang menempel di jari jemarimu sehingga aku langsung menjilati karena rasanya enak,” kata Murong Ruyue. Dia berpikir mungkin saja rasa asin itu adalah bumbu rempah-rempah yang ditaburkan oleh Long Fai di biji bunga matahari.
Long Fai tidak bisa menahan tersenyum langsung berkata: “Menurut mu, rasa Ini asin? Apakah kamu menyukainya?”
“Suami, rasa itu sungguh menyukai aku ingin memakan lagi,” jawab Murong Ruyue, dia tidak tahu apa yang diberikan oleh Long Fai, makan tapi rasa bumbu itu sungguh sangat nikmat.
Akhirnya Murong Ruyue bingung. Karena ingin tahu langsung berkata: “Rasa apa yang paling nikmat selain bumbu yang ditaburkan ke biji bunga matahari?”
“Ciuman,” kata Long Fai sambil tersenyum dan menatap bibir indah milik Murong Ruyue.
“Humpp,” Murong Ruyue tersipu malu dan memalingkan wajah akan tetapi tangan kiri Long Fai, langsung meraih dan berkata: “Kenapa kamu malu ini wajar jika kamu dan aku adalah sepasang kekasih tidak ada larangan untuk berciuman.”
Murong Ruyue sungguh kehilangan ketenangan Ini benar, ciuman adalah rasa yang nikmat Dia pernah berciuman ketika berhubungan intim di istana Phoenix Es ketika Long Fai salah mengira bahwa dirinya adalah Wang Roulan.
Long Fai sungguh tidak tahan, dan berkata lagi, ”Jika ciuman itu adalah ciuman kesalahan, sekarang untuk meresmikan hubungan kita, di hari ini, ayo kita melakukan ciuman peresmian antara kamu dan aku sebagai pasang kekasih bagaimana? Apakah kamu bersedia?”
Murong Ruyue tidak bisa berpikir jernih sepertinya isi kepalanya sedang konsleting listrik sehingga mulutnya masih terbuka lebar tidak tahu apa yang harus dibicarakan lagi.
Long Fai tidak pikir panjang langsung mendekati wajah Murong Ruyue untuk mencoba mencium dan menikmati bibir merah dari Murong Ruyue yang memiliki wajah sangat cantik dan menawan.
__ADS_1
Murong Ruyue otaknya tidak bisa berpikir tapi lama-kelamaan kedua matanya langsung terpejam ingin menangkap ciuman dari Long Fai.
Sebetulnya hanya membutuhkan jarak setengah dari jari telunjuk mereka akan berciuman penuh gairah. Akan tetapi, tiba-tiba di dalam toko itu ada ratakan ruang langsung memunculkan Ning Ming terlebih dahulu.
“Tuan, aku menemukan informasi penting bahwa ketika aku menemukan gunung yang memiliki tanah liat merah, ada sesuatu yang menakjubkan. Yaitu, aku menemukan suku monster yang memiliki? Ehh apakah aku salah orang?” Tiba-tiba Ning Ming hatinya panik dan berkeringat deras karena dirinya melihat Long Fai dan Murong Ruyue hanya membutuhkan beberapa jengkal jari langsung ciuman.
‘Sial maafkan aku Tuan, telah merusak acara Indah kalian! Ahh bodohnya aku!’ batin Ming Ming hatinya panik karena telah mengganggu acara romantis mereka berdua. Seketika langsung menghilang dari udara tipis tapi di udara itu ada suara yang menggema dari Ning Ming.
“Ahh maafkan aku Tuan telah merusak rencanamu!”
Long Fai dan Murong Ruyue seketika langsung tubuhnya berubah menjadi batu tidak bisa bergerak karena hanya membutuhkan beberapa jengkal jari akan berciuman tapi ada pengganggu yaitu Ning Ming, sehingga yang awalnya Tintin itu sudah berdiri keras, seketika langsung loyo.
‘Bajingan! jika kamu bukan wanita akan ku hajar bokong mu!’ Long Fai mulutnya berkedut hebat.
Long Fai melihat Murong Ruyue yang malu karena tidak jadi berciuman. Setelah itu, Long Fai memejamkan matanya sebentar dan berkata seperti ini: “Mari kita tunda terlebih dahulu, kita lanjutkan malam hari, mungkin bawahanku ada sesuatu yang penting yang ingin dikatakan,”
Long Fai padahal sudah yakin bahwa di toko ini tidak ada seorangpun bahkan mereka berdua. Bahkan Ro Ru sedang berada di luar untuk melihat-lihat Fang Yuan.
Karena ciuman itu tidak terjadi akhirnya berkata dengan nada tinggi untuk memanggil Ming Ming agar dia pergi menghadap ke arah dirinya.
Setelah Long Fai memanggil Ning Ming.
Saat itulah Ning Ming memasuki toko sehingga Long Fai yang melihatnya entah kenapa ususnya biru karena marah.
Long Fai menahan marah sambil berkata, “Ketika aku melihatmu, aku jadi teringat bawahan satunya.”
“Bawahan Tuan? Siapa nama dia?” Ning Ming berkata dengan bodoh.
“Heheh bawahan ku bernama Bai An.” Long Fai tersenyum tapi di wajahnya ada urat biru yang menonjol karena menahan amarah.
......................
__ADS_1
INI ADALAH RAS PULU PULU YANG AKU PIKIRKAN 😂
......................