
Bab 106 Pergi Ke Rumah Bodir
Long Fai berhenti sejenak, dan tersenyum lembut. "Adik aku bukan orang jahat, melainkan aku adalah dewa kebajikan."
Long Fai bercanda, dia beralasan untuk menenangkan sekumpulan anak ini.
Walau Long Fai sudah membantai sekelompok preman, dan darah itu bersimbah ada di mana-mana tapi jubah hitam itu masih bersih tanpa ternoda sedikit sama sekali oleh darah preman.
"Yakinlah adik, aku bukan penjahat." Long Fai mencoba menenagkan dan dia juga mengeluarkan permen kopiko untuk di kasih ke semua anak yang tegang.
Anak kecil satunya bingung. Dia berkata: "Apa ini?"
"Oh ini adalah permen coba lah ini sungguh nikmat." Kata Long Fai sambil memasukan permen itu kemulutnya. Sedetik kemudian dia akhirnya sadar bahwa ada salah satu gadis yang menatap ke arah dirinya sambil memasang wajah raut yang tidak bisa di jelaskan.
"Hei gadis, makan lah permen ini, sungguh nikmat." Long Fai menatap Li Jeju sambil tersenyum.
"Ahhh baiklah terima kasih," Li Jeju gugup dia dam-diam membuka permen kopiko langsung memasukan ke dalam mulut.
Seketika setelah memasukan permen ke dalam mulut, dia seperti ada ledakan di dalam seluruh tubuhnya.
"Ini," Li Jeju memasuki ke dalam ketenangan pikiran, bahkan dia secara tipis-tipis bisa memahami manual jurus tangan pemecah batu.
Dia memejamkan matanya sambil mencerna pencerahan jurus milik sendiri. Memasuki pencerahan, hanya memerlukan sesaat bahkan dia sangat kaget, pencerahan ini sungguh cepat.
Li Jeju juga melihat anak kecil sepertinya ada cahaya yang menyinari mereka semua. Li Jeju berkata dalam hati: "Kekuatan macam apa itu?"
__ADS_1
Di samping Long Fai, akhirnya dia lega semua anak kecil selamat tanpa ada korban. Long Fai tersenyum dan berkata sambil memohon. "Baik, gadis, aku pergi jaga anak kecil ini dia sedang dalam pemulhan trauma."
Kemudian Long Fai berjalan pelan ke arah tempat keramaian. Namun Li Jeju sebenarnya ingin mengikuti, tapi dia ragu-ragu takut terjadi ada apa-apa kepada sekumpulan anak ini yang sedang memasuki masa pencerahan.
Namun sebelum itu, dia berkata lagi: "Terimakasih telah memberikan hadiah kepada aku yang sangat berharga, jika berkenan bolehkah aku menanyakan nama kamu.."
Long Fai berhenti dan membalas. "Nama aku Long Fai." Kemudia melanjutkan perjalanan lagi. Dia berjalan sendiri. Adapun, Tun Ri saat ini entah kenapa dia terlelap tidur seperti orang mati sehingga Long Fai membiarkan dia untuk tidur.
Di sisi Li Jeju, dia berseru karena baru menemukan keluarga baru di sini. "Long Fai ya, oke baiklah akan aku ingat semoga aku bisa bertemu lagi di masa depan."
...♧..............................♧...............................♧...
Long Fai menelusuri berbagai tempat dengan sangat gesit, bahakan dia menemukan sudah lusinan ada korban pembunuhan yang merajalela. Dia tidak menyangka di alam atas, sangatlah berbahaya di bandingkan dunia Tongtian setidaknya lebih sedikit aman.
Untungnya dia sudah memiliki kekuatan jika tidak maka anda akan cepat menemukan ajal di dunia alam atas.
Long Fai menggelengkan kepalanya: "Tidak di bumi, dan di sini masih ada wanita malam." Namun saat ini, rumah bodir, masih belum di buka karena masih siang hari. Walau begitu ini hanyalah kedok, jika anda memasuki ke rumah bodir sekarang tentu saja di dalam bayak wanita yang malehoy-malehoy datang untuk menggoda dirinya.
Long Fai tetap berjalan sampai pada akhirnya berpapasan dengan wanita yang sangat menawan, dan bibir merah yang sangat manis seseolah jika ada pria tak tahan untuk menggigit.
Dengan setiap langkah maka ada seperti efek aura yang mengikuti seseolah bunga sedang bermekaran. Kulit wanita itu sangat putih seperti susu, dan setiap pandangnya ada aura nakal dan centil. Pada saat ini wanita yang sangat anggun berpapasan dengan Long Fai. Namun Long Fai tidak melihatnya, dia kebetulan sedang tidak fokus dia hanya melihat makanan demi makanan yang sekiranya enak dan lezat.
Wanita itu berhenti sejenak dan memandang Long Fai yang sedang membeli sesuatu di depanya sekitar 10 meter darinya.
"Siapa pemuda itu? Kenapa aku baru melihatnya?" Wanita itu bernama Xia Fei. Dia adalah pemilik rumah bodir Mawar Merah. Menurut apa yang dia lihat, pemuda itu sangat tampan dan tatapanya sangat tajam dan tenang.
__ADS_1
"Ini menarik maka aku harus mengundannya." Xia Fei berjalan mendekati Long Fai. Saat ini Long Fai mendengar bisikan Artefak Naga ada mansia dengan garis keturunan Rubah ekor sembilan yang sudah sempurna sedang mendekati dirinya.
Namun Long Fai yang sedang menawar hanya tersesat sejenak sampai dia menghiraukan.
"Ahhh nak, terimakasih, kamu sangat murah hati...!" Penjual itu, bergembira karena dia di kasih tip oleh Long Fai.
"Baiklah Nek, aku pergi duluan." Long Fai juga riang sampai padah akhirnya, dia ada suara yang sedang memanggil dirinya. "Hei kamu berhenti dulu." Ucap Xia Fei.
Long Fai berhenti dan menatap ke arah Xia Fei, dia terheran-heran entah kenapa di dunia atas banyak wanita cantik yang mencoba mendekatinya.
"Kamu nanya, kamu bertanya-tanya?" Jawab Long Fai sambil memiringkan kepalanya seseolah sedang memikirkan.
"Benar adik, aku memanggil kamu." Xia Fei tersenyum menawan. Kemudian, Xia Fei berkata lagi: "Nama aku Xia Fei, pemilik rumah bodir yang tersebar di wilayah permaisuri Ho Tu. Kalo boleh tahu, siapa nama kamu, aku sungguh tertarik dengan kamu."
"Oh, nama aku Long Fai menantu dari permaisuri Ho Tu." kata Long Fai sambil berpostur layaknya raja.
Tapi dalam pandangan Xia Fei Long Fai sangat menarik dan narsis bahkan dia juga percaya bahwa kata-kata Long Fai hanyalah omong kosong.
"Puf.. Kalo begitu, aku harus hormat kepada raja Long." Xia Fei mencoba tersenyum menawan. Namun setelah melihat raut wajah Long Fai yang masih polos akhirnya menyerah dan berkata lagi: "Aku melihat kamu sangat menarik, maka dari itu aku mengundang kamu untuk pergi dengan aku."
Long Fai menolak langsung. "Tidak..tidak jangan di pikirkan, aku adalah pria yang normal, jika kamu mencari pria untuk kepuasan kamu, lebih baik pria lain."
Xia Fei cemberut dan menjelaskan. "Kamu sangat narsis aku tidak akan melakukan sesuatu yang merugikan kamu, aku hanya tertarik dengan kamu maka dari itu, aku mengundang kamu untuk meminum teh bersama. Lagi pula rumah bodir tidak hanya seperti yang kamu bayangkan, di sana juga ada ruangan khusus untuk minum bersama."
Long Fai canggung karena terlalu khawatir dia membalas sambil memegang hidung: "Maaf aku terlalu khawatir."
__ADS_1
"Baiklah, ayo Long Fai ikutlah dengan aku." Kata Xia Fei.