
Bab 293 Batu Pelepas Keperawanan
Cai Xuansi menggendong Wu Mengchen hati yang sangat berat. tapi di samping itu dia juga menikmati sentuhan lembut gunung kembarnya yang menyentuh punggung dirinya.
Bau tubuh yang begitu sangat wangi seperti anggrek musim semi memasuki terus-menerus ke hidungnya Cai Xuansi.
‘Sial.. Jika seperti ini maka aku tidak tahan aku harus cepat-cepatnya mencari tempat gua untuk memulihkan kaki yang terkilir...’ Kata Cai Xuansi berguman di dalam hatinya.
Setelah itu dia melompat terbang ke atas untuk mencari tempat yang sekiranya ada gua.
Dia mencari ke sana ke sini tapi tidak menemukan satupun tempat gua untuk beristirahat sehingga Cai Xuansi sangat marah.
Walaupun dirinya sudah memiliki ketahanan tubuh yang menurutnya sudah baik tapi dia juga tidak suka hal-hal yang merepotkan seperti ini.
Cai Xuansi berkata: “kita tidak menemukan tempat untuk menyembuhkan lukamu bagaimana ini.”
“Terserah kamu...” Wu Mengchen tidak bertanya lagi entah kenapa ketika dirinya digendong sama Cai Xuansi ada rasa kenyamanan tertentu dalam hatinya sehingga dia enggan sekali untuk turun dari gendongan itu.
“Kamu..” Cai Xuansi cemberut.
“Kenapa kamu memarahiku jika aku tahu aku sudah menyuruhmu untuk ke tempat itu Huh dasar bodoh..” Wu Mengchen cemberut.
"Brengsek..!" Mulut Cai Xuansi bertambah berkedut hebat dia ingin sekali membanting Wu Mengchen ini. tapi dia harus tetap bersabar karena yang dihadapi adalah seseorang wanita wanita yang tidak punya otak.
"Baik!"
Cai Xuansi akhirnya menghilang nafas lega dia langsung turun dari terbang itu dan Wu Mengchen sambil berjalan pelan untuk menghemat tenaga.
Ketika dirinya melangkah demi langkah ada rasa getaran dari kedua gunung kembar itu yang saling mendesak di punggungnya sehingga ada perasaan yang sangat luar biasa terhadap Cai Xuansi.
“Di tempat ini seluruhnya hutan akan sangat sulit untuk mencari tempat persembunyian seperti gua.” Cai Xuansi tersenyum pahit.
Namun, Wu Mengchen menggelengkan kepalanya dia berkata seperti ini. “Itu belum tentu kita belum menelusuri bagian-bagian tebing sungai karena di situlah terdapat gua-gua yang tersembunyi.
__ADS_1
Mata Cai Xuansi langsung cerah dia mengangguk terus-menerus dan menjawab: “kamu bener kita belum menelusuri diantara tepung-tebing sungai karena kita selalu fokus di antara pegunungan ayo kita pergi mencari Sungai siapa tahu ada gua yang tersembunyi untuk istirahatmu.”
“Baik..” Wu Mengchen tersenyum lembut sehingga kata-kata itu terdengar telinga Cai Xuansi langsung mengerutkan keningnya.
“Suaramu mu yang barusan aku dengar lebih baik dari pada kamu yang marah-marah. Bisakah kamu berkata lembut tanpa marah-marah.” Cai Xuansi bertanya serius.
Namun jawabannya Langsung dengan balasan yang dingin tapi ada merasa tersitu yang sangat malu dari wajah Wu Mengchen.
“Kamu dalam posisi seperti ini masih bisa merayu. Apakah kamu kira aku bisa terkena rayuanmu? Perlihatkanlah kamu masih 15 tahunan aku sudah ratusan tahun tidak mudah untuk merayuku dasar kamu.”
Saat ini, wajah Cai Xuansi sangat jelek seperti memakan lalat. Karena kata-katanya serba Salah ketika memuji kepada Wu Mengchen.
Cai Xuansi menggelengkan kepalanya dia tidak akan bertanya lebih lebih padi yang karena diam itu emas.
Dengan pendengaran yang sangat tajam sepertinya 200 m kurang lebih dia mendengarkan suara air terjun yang begitu deras sehingga menandakan ada air sungai yang tidak jauh darinya.
Cai Xuansi Langsung melompat tanpa bertele-tele dia pergi menghampiri sungai itu yang sekiranya sudah dekat.
Benar saja ketika dia terbang menghampiri sumber suara sungai itu dia melihat di air terjun itu yang sangat deras di belakangnya ada seperti gua yang cukup besar.
“Awas.. kepalamu jangan menggeleng-geleng aku tidak melihatnya..” Tiba-tiba Wu Mengchen memarahi Cai Xuansi.
“Brengsek!” Cai Xuansi ingin menangis di dalam hatinya dia sungguh sangat sial dengan wanita ini bahkan apa yang dikatakan oleh dirinya seperti semuanya salah di matanya.
Untuk menghindari dari amarah terus dari wanita itu dia lebih baik membenamkan diri dan tidak berkata terlalu banyak.
Dia dengan wajah yang penuh garis hitam karena kesal langsung menghampiri air terjun sangat besar langsung memasuki ke dalam gua itu.
“Baik.. Sekarang sudah sampai aku akan menurunkannya di Batu itu yang cukup lebar.” Kata Cai Xuansi.
"Baik!"
Wu Mengchen menganggukkan kepalanya dia langsung setuju untuk ditaruh ke batu merah itu yang sedikit lebar.
__ADS_1
ketika dirinya diletakkan di batu tersebut tiba-tiba batu itu menyala merah langsung berubah jadi jaya memasuki ke dalam tubuh Wu Mengchen.
"Ahh!"
Wu Mengchen menjerit tapi jeritan itu tidak kesakitan atau rasa tidak nyaman melainkan ada rasa kenikmatan seperti sedang bercinta bahkan semua tubuhnya tiba-tiba seketika panas ingin melepaskan semua bajunya dan matanya menatap ke arah Cai Xuansi penuh kenafsuan.
Tentu saja Cai Xuansi melihat keanehan yang dipancarkan oleh Wu Mengchen tiba-tiba mengurutkan keningnya. “Ada apa? Apa yang terjadi..”
Wu Mengchen menjelaskan sambil menggertakan giginya sambil menatap ke Cai Xuansi penuh ke serakahan pada tubuhnya.
“Sial.. batu ini adalah batu pelepas keperawanan orang wanita yang menyatu dengan batu ini dia akan menjadi bergairah selama satu hari tidak ada obatnya hanya obat yang manjur harus memuaskan tubuh ini sampai mereda...” Entah kenapa setelah Wu Mengchen terkena batu melepas perawan dia tidak malu-malu langsung melepaskan semua bajunya.
Setelah itu dia berkata kepada Cai Xuansi dengan gairah yang sangat panas. “Si'er ahh.. peluk aku belah itu buku aku tertahan cepat..”
Cai Xuansi yang melihat semuanya ini dia langsung memerah bahkan situasi ini tidak terpikirkan olehnya apalagi dia melihat bentuk tubuh Wu Mengchen tidak memakai pakaian apapun sambil menatap ke arah dirinya penuh gairah dia hanya menelan liur.
Bukan itu saja dia melihat Wu Mengchen tangan kanannya menggesek-gesekan area sensitifnya sangat keras sehingga mengeluarkan cairan yang teramat banyak karena efek dari batu melepas perawannya begitu adiktif.
“Sayang cepat.. ahh Cibay ku.. sudah tidak tahan cepat...!” Wu Mengchen menggertakan giginya tapi tubuhnya sangat panas.
“Apakah kamu gila... apakah tidak ada penawar lain..” Cai Xuansi berteriak dia ingin menolak Tapi hidungnya sudah mimisan.
“Tidak ada penawaran lain selain kita harus berhubungan seperti layaknya suami istri cepat aku sudah tertahan ah tidak ahh Cibay ku...!” Kata Wu Mengchen dia sambil menggesek-gesekan itunya menggunakan tangan sangat cepat sehingga cairan itu bertambah banyak menetes di tanah.
karena dia sudah tertahan bahkan ingin sekali memasukkan Tintin Cai Xuansi kepada dirinya, akhirnya dia langsung menerkam tubuh Cai Xuansi dan melepaskan bagian bawah sehingga Tintin yang besar yang masih tidur terlihat oleh mata Wu Mengchen.
Wu Mengchen melihat Tintin sangat serakah, di memainkan itunya tapi sudah beberapa waktu itunya tidak berdiri berdiri sehingga Wu Mengchen bertanya penuh ketidak sabaran.
“Sayang apakah kamu pria normal Kenapa ini tidak berdiri berdiri cepat aku sudah tidak tahan aduh aku ingin dimasukkan tintinmu..” Wu Mengchen masih membelai Tintin itu.
Tapi Cai Xuansi ingin menangis tanpa air mata, dia menjawab seperti ini. “Bajingan di situasi seperti ini Apakah aku bisa membangunkan tintinku..”
“Cepat.. apakah kamu tidak ingin mencicipi tubuhku..” Wu Mengchen tidak terkendali akhirnya menerkam Cai Xuansi.
__ADS_1
"Ahh.. tidak aku di perkosa..!”