Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Lato-lato


__ADS_3

Bab 258 Lato-lato


“Hei.. bangun kenapa kamu kalah dengan manusia biasa seperti..? Bukankah kamu tuan muda dari keluarga tertentu, kenapa kamu kalah dengan pemuda biasa seperti dia..!” Wanita yang memiliki riasan tebal menggerakkan dirinya sambil memarahi pria gendut itu.


Pemuda gendut itu bangun udah tidurnya dia menatap ke arah wanita yang memiliki rias tebal di wajahnya dengan cara melotot tajam. Sehingga wanita itu yang melihat tatapan saja dari pria gendut langsung mundur berapa langkah karena merasa takut.


“Apa yang ingin kamu lakukan..” Wanita itu sangat takut.


"Bajengan.!"


"Plak!"


Pria berbadan gendut langsung menampar pipi wanita itu sehingga wanita itu langsung terjatuh lagi.


Ketika wanita itu terjatu, sontak langsung menatap kearah pria gendut dengan cara tidak percaya: “Kamu menampar ku.."


“Jadi apa? Aku menampar kamu apakah adaa masalah..!” Pria gendut terengah-engah sehingga paru-parunya ingin meledak akibat menahan amarah yang menggebu-gebu.


“Kamu.. kamu sangat jahat kepada ku... dasar kamu bedebah..!" Wanita itu berteriak melekik seperti burung yang sedang berkicau, namun dia di tampar sekali lagi oleh pria gendut.


"Plakk!"


“Apakah jika aku tidak menamparmu tidak memarahimu situasi akan berubah? Bukankah sama aja hasilnya aku di matamu tetap salah..!” Pria gendut berkata terus terang. Bahkan dia tidak bisa berkata apa-apa setelah mendapatkan pencerahan dari Long Fai dan akhirnya sadar bahwa wanita yang ada di depannya sungguhlah sangat kejam hanya memanfaatkan dirinya.


“Kamu...” Wanita tak bisa berkata apa-apa bahkan untuk membantah tidak bisa karena dia mendekati pria gendut hanya ingin kekuasaan dan sumber daya sehingga dirinya bisa tenang.


karena dia tidak bisa membantah akhirnya dia mencoba bangun untuk memeluk kaki pria gendut itu dan berkata seraya: “Sayang maafkan aku.. aku mohon minta maaf karena telah tidak ber perasaan kepadamu...”


“Maaf pamanmu..!” Pria gendut langsung mengkibaskan kakinya agar wanita itu yang sedang memerlukannya langsung terlepas.


“Aduh..!” wanita yang memiliki riasan terbaik di wajahnya langsung jatuh lebih karena pria gendut itu mengkibaskan kakinya.


“Sayang tunggu..!” Wanita itu berteriak lagi setelah melihat pria gendut itu meninggalkan dirinya namun sayangnya dia tidak menggubris dari panggilannya.


“Ahhh pria gendut brengsek aku benci kamu..” Wanita itu berteriak sangat benci.


Namun seketika pria gendut itu langsung menoleh sambil menatap ke arah wanita itu dengan Aura yang membunuh.

__ADS_1


"Huh!"


Hanya hembusan Aura saja wanita itu tidak tahan akhirnya terjatuh pingsan lagi.


~


~


~


Di samping Long Fai dia sekarang sedang bergandeng tangan bersama Xiao Yun dengan sangat gembira, dengan pakaian hitam yang sangat estetik dan di sampingnya ada Xiao Yun yang memakai baju merah sedikit gelap yang sangat memancarkan aura pesonanya sehingga siapapun yang melihatnya dari lawan jenis, langsung terkesima mimisan karena parasnya begitu cantik.


Bahkan bukan hanya itu saja Xiao Yun dan Long Fai, setiap melihat berbagai makanan dia akan mencicipi satu persatu.


Sudah berapa lamanya dia mengitari tempat makanan dan mencicipi berbagai jenis makanan yang menurut dirinya sangatlah menarik. Setelah itu, mereka berdua beralih ke tempat permainan yang paling digandrungi oleh anak-anak.


Ketika dia sedang menuju ke tempat permainan yang sangat meriah tiba-tiba mata Long Fai sangat berbinar karena dia melihat satu permainan yang dirinya sangat mengenali permainan ini sungguh sangat populer ketika dia di bumi.


Nama permainan itu adalah Lato-lato. Permainan itu sempat viral di dunia bumi ketika dia masih belum dipindahkan ke duniaku Kultivator.



Tetapi apa yang tidak disangka adalah akhirnya dia menemukan permainan yang sama persis ketika berada di bumi yaitu lato-lato.


Otomatis Long Fai langsung mendekati orang yang sedang menjual permainan ini. Di samping Xiao Yun, melihat keanehan yang dipancarkan oleh dia mengerutkan keningnya langsung berkata: “Suami apa yang kamu inginkan apakah kamu ingin membeli permainan ini?”


“Ahh.. ini adalah permainan nostalgia yang dulu aku permainkan. Aku sungguh sangat menyukai ini, ketika aku mempelajari cara bermain lato-lato, tanganku sampai biru karena terbentur oleh kedua bola kecil ini..” Jawaban Long Fai sambil tersenyum lebar sehingga gigi yang sangat putih terlihat oleh mata telanjang Xiao Yun.


"pff!" Xiao Yun tersenyum sangat menawan karena perilaku yang dipancarkan oleh Long Fai seperti anak kecil yang melihat permainan yang sangat mengasyikkan.


Saat ini Long Fai membeli 2 set permainan Lato-lato. setelah membayar berapa keping uang perak wong pake akhirnya menatap ke arah Xiao Yun sambil tertawa gembira.


"Yuner.. lihatlah ini..!" Long Fai berkata kepada Xiao Yun untuk melihatkan permainannya kepada dia.


"Tek!"


"Tek!"

__ADS_1


"Tek!"


Long Fai memainkan lato lato sangat gembira entah kenapa dia bisa menggunakan kedua tangannya ketika sedang bermain lato-lato.


“Woww Suami kamu sungguh hebat..!" Xiao Yun tertawa gembira sambil bertepuk tangan kecil Untuk mensupport apa yang dilakukan oleh Long Fai.


"Hahaha!"


"Tek!"


"Tek!"


"Tek!"


Long Fai tertawa sambil memainkan atraksi yang sangat keren baginya. bahkan anak kecil yang melihat cara permainan yang dilakukan oleh Long Fai dia mendekati secara tidak sengaja.


Tapi dari kejauhan ada berapa pemuda yang melihat tingkah laku long Sai menjadi tatapan menghina karena begitu norak.


“Ohh lihat apakah dia adalah masa kecil kurang bahagia? Sungguh memalukan sekali..” Pemuda itu berkata kepada temannya yang di sekitarnya sehingga teman itu sendiri juga mempertawakan apa yang dilakukan oleh Long Fai.


Long Fai melihat Tatapan sarkasme yang dipancarkan oleh beberapa pemuda itu dia hanya mengabaikan saja karena kesenangan dari manusia memiliki tingkatan yang berbeda-beda jadi tidak sepatutnya merendahkan kesenangan dari orang lain.


Namun ketika dia sedang mengabaikan tiba-tiba dari kejauhan Ada Satu pemuda yang sepertinya memiliki umur 30 sampai 40 tahun membawa pisau langsung ingin menikam anak kecil yang sedang menonton dirinya.


"Hei adik.. awas kamu minggir..!" Sontak Long Fai melompat sekitar tingginya 6 m dan sejauh 10 m untuk menghalau anak kecil itu agar tidak terkena belati yang dilakukan oleh pemuda yang tiba-tiba nongol.


karena pemuda itu berniat membunuh dan tidak ada niat kebaikan maka artinya juga akan membunuh pemuda itu tanpa ada belas kasih.


Setelah sudah mengamankan anak kecil, lato-lato yang di tengahnya langsung diputar sangat cepat seperti gangsing langsung memukul kepala pemuda itu sehingga kepalanya langsung meledak seperti semangka yang terjatuh ketinggian 20 m.


"Bam!"


"Ahhhh!"


Orang yang di sekitarnya langsung panik dan ingin muntah ketika dia melihat cara pembunuhan Long Fai yang meledakkan kepalanya hingga mencipratkan tubuh para penduduk yang sedang menikmati festival musim semi.


Tentu saja pemuda yang menghina Long Fai tadi, sontak langsung menutup rapat-rapat bibirnya. Karena takut akan perilaku yang sangat berbahaya yang dikeluarkan oleh Long Fai

__ADS_1


__ADS_2