Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Bai An Apakah Kamu Minta Ini!


__ADS_3

Bab 97 Bai An Apakah Kamu Minta Ini!


Di samping Ho Tu yang melihatnya dia terkekeh, dia teringat ketika Long Fai mempermainkan dirinya agar supaya dirinya merangsang pelelangan dengan harga yang fantastis.


Namun fantastis itu, dia masih menerima walau ada sedikit rasa kesal dalam hati.


Tapi, ketika anda pergi ke tempat Long Fai anda akan pingsan begitu tahu bahwa barang yang menurut anda tak ternilai, di tempat Long Fai hanya di gunakan rumput liar.


Di sisi Long Fai dia tidak akan berkompromi jika masalah bisnis dia harus mencari keuntungan yang besar.


"Yang mulia Raja, apakah kamu tidak berbelas kasih, jumplah emas selama tiga bulan jika aku meminta kepada Ayah aku takut kena pukul!" Wudang Chanseng mengatakan alasanya.


"Aku tidak memaksa, jika kamu masih tidak cukup emas, lebih baik kamu mengumpulkan." Long Fai menyarankan.


Tapi Wudang Chanseng cemberut, dia malahan berkata nyeleneh: "Yang mulia Raja, jika aku menikah dengan kamu dan aku menjadi selir, apakah kamu bisa mengabulkan."


"Uhuk...!"


Long Fai tersedak: "Kamu aku tidak tertarik dengan kamu, jangan di pikirkan,"


Long Fai dalam hati dia sedikit menuduh semua wanita, khususnya wanita cantik, apakah anda sangat muarahan, apakah menurut anda kecantikan bisa di perjual belikan?


Long Fai tidak berdaya. Dia masih pusing dengan kontrak pernikahan, namun masih ada panah gelap wanita lainnya yang tidak tahu malu.


Wudang Chanseng merasa luar biasa, ketika lamaran anda di tolak. Dia masih berkata: "Kenapa kamu menolak? Apakah aku kurang cantik?"


"Bukan masalah cantik, tapi aku butuh uang, apakah kamu suadah paham." Long Fai mengangguk lalu mengambil minuman teh yang ada di meja dan menyeruputnya.


Wudang Chanseng masih mendesak: "Tapi jika yang mulia menikahi aku, maka otomatis kamu menjadi menantu kerajaan Wudang. Bahkan mungkin saja kerajaan kamu dan kerajaan ayah aku bisa menjadi bersatu."

__ADS_1


Aku tidak tahu kenapa Wudang Chanseng berkata demikian, tapi menurut aku dia mempunyai kelainan pada otaknya. Namun aku tetap menjawab sopan: "Maaf nona, tapi aku tidak tertarik kepada kamu, maaf."


Wudang Chanseng cemberut lalu dia berkata. "Buhh, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan kamu huhhh!"


Kemudian Long Fai melihat bahwa Wudang Chanseng meninggalkan dirinya sambil marah,


"Aku sungguh bingung dengan pikiran wanita," Long Fai tak berdaya.


Kemudian, Ho Tu yang melihat perilaku Long Fai, dia ada rasa khawatir. Awalnya dia meminta Long Fai hanya membuat permintaan pernikahan di atas kertas saja. Tapi, entah kenapa ketika dia di berikan hadiah berupa penjepit rambut, ada gejolak hati yang tak terlukiskan.


Dari Long Fai yang memakaikan atau merapihkan rambut dan memakaikan penjepit rambut Phoenix itu dia entah kenapa ketika berada di dekatan Long Fai ada perasan aneh dan nyaman.


"Aku apakah benar-benar menyukai Long Fai?" Ho Tu tersesat sejenak dan linglung. Bahkan dia tidak tahu harus berbuat apa.


Ketika Long Fai sedang duduk dia melihat bahwa wajah Ho Tu sangat lah mendung dan mata berkaca-kaca.


"Ah,, iya! Aku tidak apa-apa," Ho Tu kembali sadar dan dia pergi hanya menyisihkan Wang Roulan dan Long Fai saja.


"Lanlan mendekatlah, aku ingin berkata, karena kamu adalah wanita. Wanita adalah wanita yang sentimental, aku ingin tahu hal bodoh yang di lakukan putri Chanseng dan Ho Tu." Kata Long Fai. Dengan dia berkonsultasi kepada ahlinya mungkin dia akan tercerahkan.


"Baiklah," Wang Roulan mendekat dan duduk di samping Long Fai. Ketika Wang Roulan sudah duduk, tiba-tiba Long Fai memeluk pinggangnya dan kepalanya di senderkan di bahu kiri Wang Roulan.


"Jangan bergerak, aku ingin bersandar sebentar bersama kamu." Long Fai berkata sambil mata terpejam.


Wang Roualan sambil menoleh ke wajah tampanya yang sedang terpejam dia akhirnya berkata dalam hati. "Aku mungkin wanita yang paling beruntung setelah mendapatkan kamu."


Wang Roulan tersenyum tipis lalu dia mencoba men cubit-cubit pipi dan hidung Long Fai.


"Aww sakit kamu terlalu keras..!" Long Fai berteriak sambil berpura-pura kesakitan.

__ADS_1


"Huh kamu sangat lucu, aku tahu kamu mempunyai kulit tebal, mana mungkin kamu akan kesakitan." Sambil menatap Long Fai dia berkata sambil terkekeh.


"Aku berkulit tebal, Lanlan, lihatlah aku tadi menolak wanita cantik, itu membuktikan bahwa aku tidak akan tergerak oleh kecantikan. Long Fai memandang wajah menawan Wang Roulan terus, melanjutkan perkataanya lagi: "Oh iya lupa, aku ingin tahu kenapa nona Chanseng begitu tak tahu malu untuk menawarkan tubuhnya untuk sebuah bunga lotus merah."


"Aku tidak tahu, tapi apa yang harus tahu adalah hati wanita itu sangat rumit, contohnya aku dan kamu." Wang Roulan mengkerucutkan mulutnya. Dan melanjutkan kata-kata lagi. "Terus menurut aku, Ho Tu itu menyukai kamu sesungguhnya. Mungkin tebaakan aku salah sedikit dia awalnya hanya ingin membawa kamu hanya sebatas pernikahan di atas kertas saja. Namun pandangan itu berubah setelah kamu memberikan hadiah penjepit rambut, di tambah lagi kamu bisa meningkatkan suatau benda menjadi barang yang berharga, akhirnya dia semakin ingin tahu tentang diri kamu."


"Aku sangat pusing, jika dia menyukai aku, apakah kamu mau berbagi kamar." Long Fai menyringai.


"Kamu mulai lagi." Wang Roulan terkekeh sambil wajah memerah. Kemudian Wang Roulan dia menoleh kiri dan kanan untuk memastikan tidak ada orang yang berada di sini, karena dia berinisiatif untuk mencium Long Fai.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" Kepala Long Fai penuh tanda tanya. Namun secara tiba-tiba Wang Roulan berkata sedikit mendesak. "Kamu diam..!"


Setelah itu, kedua tangan Wang Roulan memegang kedua sisi pipi Long Fai, sambil berdiri menghadap.


Sambil memerah dia langsung mencium Long Fai, penuh kasih sayang.


"Cup!"


Long Fai berseru, ternyata Wang Roulan berani mengambil inisiatif untuk menciumnya, bahkan dia dengan berani langsung duduk di pangkuan Long Fai.


Saat ini, kedua insan sedang berciuman mesra. Tapi tiba-tiba...


"Halo Boss aku kebetulan sedang di luar melihat dua wanita cantik yang sedang mencari kamu, hahaha bos kamu sangat hebat, setelah menjadi raja, kamu membuka harem baru dan para wanita cantik langsung memeluk selakanga...! Ehh...? Apakah aku salah tempat, maaf rekan aku kira kamu raja Xiandi maaf." Tiba-tiba jantung Bai An berdetak kencang dia berkeringat deras karena takut kena tampar di bokongnya..


Di samping Wang Roulan, yang sedang mendominsai ciuman, dia langsung melompat dari pangkuan Long Fai seperti tikus kepanasan langsung duduk di samping Long Fai dengan wajah sangat merah.


Tapi Long Fai sangat marah, di dahinya banyak urat biru karena menahan amarah.


"Hahah bagus Bai An kamu adalah bawahan aku yang berbakti, sebagai hadiah karena ketulusan kamu, apakah kamu mau ini," Kata Long Fai sambil mengepalkan tanganya sambil di tunjukan kepada Bai An.

__ADS_1


__ADS_2