
Bab 404 Nalan Hu Sekarang
Tidak butuhkan waktu yang lama akhirnya Long Fai dan Murong Ruyue sudah tiba di bawah pohon kehidupan yang menjulang ke atas tanpa batas.
Long Fai mengusap batang raksasa pohon kehidupan itu seketika tiba-tiba dari batangnya keluarlah ranting pohon yang sangat lebat berbunga raksasa menjadi buah tiba-tiba buah itu langsung pecah menjadi sosok Nalan Hu yang masih memejamkan matanya.
Akan tetapi, Long Fai yang baru pertama kali melihat Nalan Hu Setelah sekian lama tiba-tiba pangling. Long Fai ingat bawa ketika dulu, Nalan Hu tidak memiliki rambut berwarna putih akan tetapi sekarang rambut Nalan Hu berubah menjadi putih seperti dirinya.
Long Fai pengen tahu apa yang terjadi sehingga ada salah satu Malaikat berkata lewat pikirannya.
“Tuan Xiandi, Tuan akan pangling itu masuk akal. Karena di dunia ini Dan dunia luar berbeda kecepatan waktu mungkin, Tuan di dunia Luar hanya beberapa minggu saja tapi di sini sudah berabad-abad lamanya. Masuk akal juga jika umur Nalan Hu sekarang menjadi sangat tua dan rambutnya sudah memutih....”
“Karena efek pohon Kehidupan, kecantikan Malam Hu masih terjaga bahkan kecantikannya bertambah mematikan.”
Long Fai akhirnya mengangguk itu masuk akal. Kemudian berkata: “Baik masuk akal juga tapi aku sudah lama menunggu untuk menghidupkan Malam Hu sayangnya belum ada waktu yang pas.”
Malaikat menjawab, “Di dunia ini Nualn Hu akan terjamin keselamatannya selama tidak pernah keluar dari dunia ini berapa ribu lamanya tahun masih akan awet dan terjaga.”
“Yah kamu benar, tidak ada yang perlu dikhawatirkan bagiku,” ucap Long Fai. Lagi-lagi perkataan dirinya dengan Malaikat Murong Ruyue tidak mengetahuinya seseorang hanya beberapa saat.
Long Fai berkata kepada Murong Ruyue, “Bagaimana? Apakah sekarang kamu telah melihat wanita yang telah aku bicarakan?”
Murong Ruyue serius dan berkata sambil menganggukkan kepalanya, “Benar, Aku sekarang sudah melihatnya ini ternyata sangat cantik seperti perih sesungguhnya.”
“Maka dari itu, aku sudah sangat lama menantikan kehidupannya.” Long Fai menganggukkan kepalanya setelah itu, Long Fai mengajak Murong Ruyue agar keluar dari dunia Artefak.
Murong Ruyue menganggukkan kepalanya setelah itu tiba-tiba pandangannya buram dan sudah tiba di toko kelontong posisinya seperti sama yaitu sedang duduk.
__ADS_1
Murong Ruyue cukup tercengang sepertinya dia sudah berlalu larut di dunia Artefak sangat lama, akan tetapi dia menemukan bahwa ketika sudah di dunia luar, dia sendiri melihat Si Lan belum memakan hidangan itu sedikitpun.
Long Fai hanya tersenyum dan menjelaskan, “Kamu tidak perlu kaget walaupun kita sudah lama di duniaku, nyatanya di dunia ini belum sampai satu detik.”
“Apakah seperti itu?” Murong Ruyue sungguh sangat serius tatapannya jika apa yang dikatakan Long Fai itu benar mungkin saja satu hari di dunia nyata jika di dunia Artefak sudah beratus-ratus tahun berlalu.
Ini sungguh mencengangkan bagi Murong Ruyue, karena kesenjangan waktu cukup berbeda sangat jauh.
Long Fai tidak bertanya lagi melainkan dia hanya meminta izin kepada Murong Ruyue untuk meninggalkan toko kelontong ini dia harus kembali ke tempat dunia Orc.
Mungkin saja setelah dirinya datang ke tempat itu lagi ada perubahan yang menentukan dari para mayat hidup.
Murong Ruyue tidak melarang hanya mengangguk dan berkata, ”Hati-hati!”
Long Fai kemudian sosoknya hilang di udara tipis dan digantikan di tempat itana yang masih separuh jadi.
~
~
Di sebelah Utara wilayah Orc yang telah runtuh banyak mayat Orc berkelimpangan, satu lima Orc yang berpencar satu sama lain melihat suku Orc pada mati hanya mengelus dada dan rasa sakit yang teramat hebat di dalam hatinya.
Sekarang setelah sudah memiliki kekuatan yang sangat cukup akibat buah yang diberikan oleh Long Fai, mungkin saja bisa melawan ras manusia yang arogan dan membunuhnya.
Orc itu ada yang lebih aneh dan cukup terkejut karena ketika para mayat hidup tenggelam ke tanah, tiba-tiba ketika keluar sudah membawakan manusia yang sepertinya tidak memiliki kultivasi alias manusia itu adalah manusia rendahan.
Namun Orc tidak akan begitu langsung membunuhnya, karena dia tahu manusia seperti ini bukanlah manusia yang jahat melainkan manusia yang rendah hati dibandingkan manusia yang memiliki status kolongmerat.
__ADS_1
Para manusia yang memiliki basis kulativasi, tentu saja sangat sombong bahkan ada setiap generasi manusia yang kekuatannya sangat kuat akan dijuluki sebagai Raja Iblis.
Raja iblis tidak hanya ada satu saja melainkan lebih dari satu. Semua Raja iblis pada sejatinya adalah jahat dan tidak ingin diatur kepada orang yang lebih rendah daripada dirinya.
Kata-katanya adalah hukum bagi orang yang memiliki gelar raja iblis jika tidak patuh maka mati. Ini sama kasusnya wilayah Orc Raja iblis murka sehingga akhirnya semua suku Orc udah musnah hanya mengisahkan lima anggota suku saja.
Begitupun manusia sekitar seratus yang diculik oleh para mayat hidup menatap satu Orc tiba-tiba tatapannya langsung melotot tajam penuh tidak percaya.
Dia hanya yakin suku Orc sudah punah karena di bantai oleh Raja iblis pada waktu itu yang belum lama ini.
Semua manusia itu sungguh sangat ketakutan karena mungkin saja Orc tersebut, akan melampiaskan rasa kekesalan kepadanya karena mereka semua adalah ras manusia.
Namun, tiba-tiba mereka semua langsung terheran karena mendengar Orc tersebut berkata: “Kalian tidak perlu takut walaupun suhu kami dihancurkan oleh Raja iblis dari suku manusia, tetapi kalian bukan pelakunya.”
“Kami menculik kalian hanya ingin menyelamatkan kalian, dan membantu untuk memulihkan kerajaan ini yang sudah diambil oleh Tuanku."
Mereka semuanya saling memandang dan tidak tahu apa yang harus dikatakan bahkan untuk percaya juga sedikit mustahil.
Sayangnya Orc itu tiba-tiba mengeluarkan beberapa tumpuk makanan berupa buah-buahan untuk diserahkan kepada mereka semua sehingga, manusia itu yang dari kalangan rendah sudah kelaparan tanpa sadar menelan ludah dan ragu-ragu untuk mengambil buah itu.
Orc kemudian menjelaskan: “Kalian tidak perlu risau ambillah jika merasa ingin memakannya! Ini adalah berkah dari Tuanku, untuk kalian semua! Ketika kalian memakan buah ini, maka akan mempunyai tenaga yang kuat untuk membantu mendirikan wilayah bekas suku
kami.”
Pada awalnya mereka semua ragu-ragu tapi, akhirnya karena tersulut kelaparan langsung mengambil buah yang telah disediakan dari Orc dan para mayat hidup.
Satu orang mengambil buah itu, kemudian disusul orang lainnya untuk bergantian mengambil buah-buahan sekedar mengisi rasa perut yang lapar.
__ADS_1
Orc tersenyum lembut sambil mengangguk. Akhirnya sudah membawa seratus orang dari kalangan manusia rendah dan dijadikan sebagai penduduk tetap di wilayah bekas suku Orc.