
Bab 43 Tekad Adalah Kekuatan
Setelah Bai An memutuskan untuk memanjat paha Long Fai dia mencoba tenang. Setelah itu dia mengamati bagai mana tangan Long Fai mengambil monster ikan yang sangat ganas ini.
Dari beberapa menit dia mengamati...
Satu menit berlalu...
Tiga menit telah berlalu...
Namun Bai An masih bingung, kenapa Long Fai memiliki kekuatan yang sangat absolute, bayangakan saja, ketika Bai An melihat cara Long Fai ketika menangkap ikan, tangan Long Fai seperti memiliki kehendak semesta, bahkan cengkraman itu seperti penjara kematian bagi monster ikan itu.
Bai An seperti ilusi, dia melihat seperti jika tangan Long Fai di masukan di kolam, tangan itu seperti berubah menjadi sebesar gunung, ketika monster ikan raksasaa itu terkena cengkraman Long Fai seseolah tidak berkutik.
Bahkan ketika monster ikan itu setelah di cengkram oleh Long Fai, kekuatan ikan itu menghilang dan seketika ikan monster itu seperti di kutuk menjadi ikan biasa.
"Uhh heheh, ikan ini sungguh gemuk!" Kata Long Fai, dia melihat ikan yang di ternak sekarang sangat gemuk penuh daging." Kata Long Fai dia tidak sabar untuk menyembeleh ikan ini dan di jadikan santapan.
Tapi Long Fai melihat bahwa Bai An dari tadi belum mengambil ikan sedikit sama sekali, dia merasakan sakit di pantat sehingga Long Fai berkata seperti ini dengan sedikit cemberut. "Hei kamu apakah kamu takut? Kamu sangat pengecut, jika kamu ingin menajadi kultivator yang tiada taranya, maka kamu, harus kamu harus menghilangkan rasa takut itu, besarkan tekat, mantapkan tekat dan tekat adalah ada pada diri sendiri, tekat adalah kekuatan segalanya, jika tidak ada tekat maka tidak ada kekuatan yang absolute."
Kata-kata Long Fai yang memarahi Bai An, langaung memasuki ke dalam pikiran Bai An. Dalam benak Bai An ini adalah petunjuk arahan bagi Long Fai, sekaligus ujian bagi dirinya.
"Tekat adalah kekuatan, kekuatan adalah tekat, jika tidak ada tekat maka tidak ada kekuatan!" Suara itu terngiang-ngiang di benak Bai An, dan dia ingin memahami kata-kata itu.
Bai An seperti ingin memahami tapi tidak bisa memahami, sehingga pada saat itu..
"Ledakan!"
Tiba-tiba di jiwa Bai An ada getaran dan dengan ajaib ada informasi manual seni bela diri tingkat surga yang menanam di benak Bai An.
Tubuh-tubuh Bai An mereformasi dan tulang-tulang di perkuat otot-otot darah langsung berjalan dengan cepat.
Setelah itu, dia membuka mata dan langsung bersujud di hadapan Long Fai.
"Terimakasih Boss aku sudah mengerti!" Kata Bai An dia sangat berterima kasih. Dia bersyukur karena mendapatkan bimbingan oleh Long Fai.
__ADS_1
Dalam benak Bai An dia bersimpulan bahwa Long Fai adalah renkarnasi putra surga, dengan hanya sebuah kata-kata seperti jalan surga sendiri.
Ini sangat menakutkan jika Long Fai mengatakan hal-hal buruk bukanya anda takut jika terkena kutukan? Maka dari itu Bai An sangat mantap setelah memilih Long Fai sebagai memanjat paha.
"Ehh apa yang terjadi?" Namun tindakan Bai An membuat bingung Long Fai, sehingga kepala ini, rasanya sakit ketika melihat perilaku aneh Bai An.
"Ok Jika kamu paham maka tugas lah kamu ambil ikan ini, dan kita jual." Dengan bingung dia pergi meninggalkan Bai An yang aneh.
...~...
Di ruangan tertentu, ada sebuah dekorasi yang serba putih, dan sangat segar di pandang. Dengan cermin prunggu kuno di sebelah tempat tidur itu, terdapat wanita dengan rambut putih dan baju jubah putih.
Wanita itu sedang berguling-guling seperti roda berputar. Kadang juga tangan wanita itu memukul kasur itu beberapa kali.
Kadang selimut yang putih seperti susu, di tutupkan ke arah wajah wanita itu, seseolah malu.
"Sial.. Bajingan kamu bocah bau busuk.. Berani sekali kamu memeluk aku dan mencium aku ahhhh!" Setelah mearahi, wanita itu memukuli bantal itu dengan marah, namum kemarahan itu ada rona merah di wajah wanita itu..
"Dasar Long Fai, bodoh... dasar bau kamu sialaan...!" Wanita itu memukul terus-menerus bantal yang dia kenakan.
Wanita itu yang tidak lain adalah guru Wang Roulan, untuk saat ini di ruangan kamar dia tersipu malu.
Memikirkan itu wajah Wang Roulan sangat tersipu dan marah..
"Beraninya kamu mengambil ciuaman pertama aku bocah bau...Ahhhhgrt!" Untuk saat ini perilaku Wang Roulan seperti kucing imut yang sedang marah.
Setelah menenangkan batinya dia mencoba menutup wajah itu dengan selimut putih. Namun ketika mengingat kejadian itu dia memerah lagi.
"Bau.. Bau.. Bajingan bau kamu Long Fai..! Humpp aku harus memangil bocah nakal itu untuk mendapat hukuman.
Setelah itu Wang Roulan memerintahkan tukang sapu untuk mengirim berita agar Long Fai menemui dirinya.
"Hacuiuu!" Secara tiba-tiba, Long Fai tanpa sebab bersin.
"Aneh kenapa aku tiba-tiba bersin? Apakah ada orang yang diam-diam mengutuk dirinya dan membicarakan aku di belakang secara diam-diam?" Kata Long Fai, dia aneh. Dia pernah mendengar bahwa jika anda tanpa sebab bersin maka ada orang secara diam-diam membicarakan anda di belakang.
__ADS_1
Memikirkan ini Long Fai merinding dan berteriak. "Sial siapa yang membicarakan aku di belakang hah!"
Setelah itu, dia hendak menantikan ketika dia mengumpulkan ikan dan di makan sisanya dia jual.
Namun seketika itu Bai An mengetuk pintu....
"Knock!"
"Knock!"
"Kncok!"
"Boss.. Ada tukang sapu mengatakan kabar bahwa kamu di undang untuk menemui guru Wang." Kata Bai An dia berkata dengan menyringai.
"Puf!"
Seketika itu, Long Fai menyemburkan darah dari mulutnya, setelah mendengarakan apa yang di katakan Bai An.
"Apakah yang di katakan kamu benar?" Kata Long Fai dia merasakan sakit pantat dan panik.
"Bos ini memang benar bahwa tadi ada tukang sapu berkata bahwa, mengasih kabar untuk Long Fai menemui guru Wang, hehehe selamat kamu Bos ahirnya kamu menjemput bunga peri." Kata Bai An dia menyringai dan tersenyum sangat lebar.
"Pamanmu..!" Long Fai ingin menangis tanpa air mata.
Setelah itu dia sebelum menemui giru Wang, dia harus menyiapkan barang-barang yang mungkin di sukai guru Wang.
Long Fai mempersiapkan segala sesuatu dengan sangat matang, bahkan dia membawa ikan yang dia tangkap oleh Bai An untuk oleh-oleh.
Setelah sekiranya sudah siap, Long Fai mengganti baju dengan warna merah yang sangat bagus.
Dia ingin mengganti baju jubah merah. Namun baju sarjana ajaib ini, seketika berubah menjadi merah, apa lagi jubah ini lebih bagus. Setelah itu, dia memunculkan kipas hitam andalanya.
Long Fai bercermin di cermin prunggu kuno, dia merasa bahwa dia sekarang sangat tampan.
"Aku sangat tampan sekali." Setelah memuji sendiri kemudian Long Fai pergi untuk menemui guru Wang Roulan.
__ADS_1
~Gambar di atas adalah Long Fai~