Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Tidak Percaya


__ADS_3

Bab 340. Tidak Percaya


Long Bing sungguh bingung, ingin rasanya pergi meninggalkan tempat pertarungan ini tapi sayangnya, Long Fai sudah mengetahui Di mana letak keberadaannya.


Bahkan, jika melarikan diri itu tidak sangatlah etis, karena bagaimanapun bocah Naga adalah adik sendiri. Melarikan diri salah melawan juga tidak ada gunanya.


Sembari menggertakan giginya, dia langsung menuju ke arah adik sendiri yang sudah menjadi kepala babi karena sudah dipukuli terus-menerus oleh Long Fai.


Sementara itu, Long Fai akhirnya tebakannya tidak meleset karena, dari pawakan bocah Naga tersebut sama persis seperti Long Bing, jika Long Bing adalah suku Naga, lalu Su Ming ras monster juga?


Saat ini Long Fai sedang mengamati bagaimana Long Bing yang sedang bertindak mengarah kepada diri sendiri.


Setelah beberapa nafas, akhirnya Long Fai dan Long Bing, saling bertatap wajah.


Long Fai menatap ke arah Long Bing masih tenang tidak ada jejak ketakutan, tapi sayangnya Long Bing menatap Long Fai ingin terkencing-kencing.


“Sudah beberapa hari, aku tidak melihatmu sepertinya kamu sudah menjadi tambah cantik ayo kemarilah dan saling berpelukan.” ucapan Long Fai mengeluarkan senyum tipis dan sedikit merasa lucu melihat tingkah laku Long Bing yang ketakutan.


Sementara itu melihat saudara perempuan sedang di goda oleh Long Fai, tiba-tiba bocah Naga tersebut langsung marah. ”Brengsek.. kamu kira dia siapa hentikanlah omong kosongmu mana mungkin saudara perempuanku akan begitu dekat dengan manusia sepertimu yang jah~!”


Belum sempat menyelesaikan kata-katanya seketika Long Fai mengeluarkan daging Dinosaurus yang sudah dipanggang yang telah dimasukkan ke dalam penyimpanannya, langsung dimasukkan ke mulut bocah tersebut.


“Mmmm~Mmmm~Mmmm~ Nyam...nyam..nyam..!” Bocah Naga tersebut melototi wajah Long Fai sambil mengunyah daging Dinosaurus itu, sangat lezat.


“Bocah nakal, sebaiknya kamu tidak terlalu berbicara takut saja mulut yang kecil itu akan dengan makanan.” Long Fai melirik ke arah bocah Naga tersebut, kemudian dia melanjutkan perkataannya kepada Long Bing. “Apakah anak nakal ini adikmu?”


“Be...be..benar. Dia adalah adiku, bisakah kamu melepaskan biar aku saja yang mengurusi?” Long Bing sungguh sangat gelisah dan takut, bahkan dia ingin cepat-cepat lari dari tempat ini.


“Baik, aku hanya memberikan karena tidak sopan telah melukai pengawalku.” Long Fai mengangguk. Setelah itu, langsung menyerahkan bocah tersebut kepada Long Bing layaknya karung sampah.


“Kakak... bagai mana kamu seperti ini, bukankah suku Naga tidak boleh tunduk kepada siapapun, kenapa sekarang kamu nurut kepada manusia rendahan seperti dia!” Bocah Naga itu jari-jarinya menuju ke arah Long Fai.

__ADS_1


"Pak!"


"Aduh!"


Bocah tersebut meringis kesakitan sambil mengelus-elus pipi yang sudah lebam dan berkata tidak percaya kepad Long Bing.


”Kakak.. kamu menampar ku! Kenapa kamu memilih manusia rendahan seperti dia daripada ak~!”


"Pak!"


"Aku!"


"Pak!"


"Kakak.. uwoooo!"


Akhirnya Bocah Naga tersebut menangis tersedu-sedu karena di tampar terus-menerus oleh Long Bing. Sejatinya, Long Bing menampar adik sendiri karena terpaksa tidak punya pilihan lain.


Menampar adik Anda adalah pilihan yang tepat, setidaknya Anda tidak terkena tamparan Long Fai.


Jika adik Anda masih sembrono, labih baik jelaskan saja ketika Anda sudah di istana kerajaan.


Sementara itu, Long Fai matanya terbuka lebar setelah melihat kakak beradik sedang bertengkar layaknya kucing saling mencakar-cakar.


Long Bing sadar bahwa pertengkaran ini sedang ditatap oleh Long Fai terus menerus. Sehingga sedang cepat, langsung meminta izin untuk meninggalkan tempat ini secepatnya.


“Baik, terimakasih meluangkan hidup adikku, saatnya aku akan berpamit dulu.” Kata-kata itu, setidaknya Long Bing sudah tidak akan melihat Long Fai lagi. Sayangnya seketika Long Fai berkata seperti ini: “Hukuman ini belum berakhir sekarang karena aku sepertinya berbelas Kasih dengan adikmu, sebagai ganti, kam akan ku perintahkan untuk mencangkul area tanah ini yang tidak terlalu luas untuk ditanami beberapa biji-bijian.”


"Puf!"


Long Bing seketika ingin muntah darah bahkan dadanya terangah seseorang ingin meluapkan rasa amarah kepada Long Fai.

__ADS_1


“Apakah kamu ingin menolak?” Long Fai menyipit matanya.


Seketika sipitan mata dari Long Fai, langsung membuat bulu kuduk Long Bing merinding semuanya sehingga dengan terburu-buru langsung menjawab. “Ba~ba~ baik..”


“Hmmm bagus lah, nah ini cangkul cepat lah hari sudah mulai sore..” Long Fai suaranya sedikit ditingkatkan.


Fang Yuan hanya tersenyum namun, perajurut yang sedang menonton, tiba-tiba langsung terpana di tempat karena, Ratu Naga Emas, tiba-tiba ketakutan di hadapan Long Fai.


Bahkan setelah beberapa nafas semua perajurit seperti tidak bisa percaya apa yang sedang dilihat mereka semua bahkan ada yang sering mengusap-usap matanya karena saa ini, mereka melihat sang Ratu sedang mencangkul tanah dan itu sepertinya sedang sangat ketakutan.


Apakah ini bercanda?


Jika pihak kerajaan yang mengabdi kepada Ratu Naga Emas melihat Long Bing sedang mencangkul mungkin akan membuat malu. Bahkan tidak sedikit yang tidak terima atas perlakuan manusia tersebut.


Apalagi setelah mengetahui bahwa sang ratu telah kembali dari tidurnya selamat ribuan tahun banyak pelamar yang sudah mendekati ke arah Long Bing.


Jika sang pelamar melihat bahwa orang yang sedang digandrungi sedang mencangkul tanah mungkin dia akan marah dan mengutuk Long Fai sedemikian rupa.


Untuk pihak musuh masa lalu Long Bing, pihak perajurit tidak mengetahui apakah sudah secara diam-diam akan membuat serangan kepada kerajaan Naga Emas, atau masih belum mendapatkan informasi bahwa Long Bing telah terbangun.


Tapi, apa yang tidak di ketahui semua orang dan pihak musuh Long Bing adalah, bahwa peti yang di buat untuk menyegel Long Bing, Array itu masih belum rusak, alias pihak musuh masih mempercayai bahwa Long Bing masih dalam keadaan tersegel.


Sementara itu, Long Bing juga memerintahkan adiknya untuk membantu mencangkul, sehingga semua perajurit yang sedang melihat seperti sedang bermimpi.


Tiba-tiba Long Fai berteriak: “Kalian juga harus membantu mencangkul, semakin banyak yang mencangkul semakin cepat pekerjaannya!"


Di intruksi oleh Long Fai, Fang Yuan langsung melirik beberapa perajurit untuk mengikuti mencangkul.


Bahkan dari beberapa perajurit, ada yang menyirami air secara merata. Sehingga tidak membutuhkan beberapa batang dupa, akhirnya semua tanah sudah siap tanam.


Sekarang saatnya tugas Fang Yuan untuk menabur bibit-bibit yang telah di beri oleh Long Fai.

__ADS_1


Hanya sekali lempar, tiba-tiba langsung tumbuh dengan kecepatan mata telanjang. Bahkan langsung berbuah tanpa menunggu beberapa waktu.


__ADS_2