
Bab 290 Asmara Wu Mengchen
Teriakannya Cai Xuansi begitu keras seperti raungan hewan, monster beruang itu ketiga kepalanya memuntahkan tembakan cahaya merah langsung melesat ke arah Cai Xuansi.
Cai Xuansi meliuk-liuk seperti capung yang lihai, bahkan sepertinya serangan monster beruang tidak bisa menyentuh sehelai rambut dari Cai Xuansi.
Cai Xuansi meliuk-liuk sangat mudah setelah itu dia menggunakan kapaknya untuk memukul kepala beruang yang bagian tengah.
"Bang!"
Dua kepala beruang langsung meraung kesakitan. Dia meraih tubuh Cai Xuansi layaknya kain lap setelah itu dilemparkan lagi seperti bola kasti.
"Swosh!"
Cai Xuansi berputar-putar di udara tapi dia bisa mendarat dengan selamat tanpa ada kecangguan tertentu.
Melihat kepala monster beruang yang terdapat bagian tengah sedikit gegar otak cukup mengeluarkan banyak darah akhirnya Cai Xuansi tersenyum menyeringai jahat dia langsung melancarkan serangan keduanya.
Dia berniat untuk menyerang secara memberi buta sehingga monster beruang itu langsung mati seketika.
"Ok... Aku tidak akan berlama-lama untuk melawanmu monster bastard..!” Cai Xuansi berteriak langsung menyerang master beruang itu dengan kekuatan penuh.
"Hiya..!"
Tiba-tiba tangan kanan Cai Xuansi yang sedang memegang kapak itu sepertinya mendapatkan kekuatan dari surga sehingga Wu Mengchen yang melihatnya sepertinya bergidik ngeri.
Tangan itu sepertinya mengandung jejak kekuatan yang sangat dahsyat sehingga merasa Jika tangan itu sekali tinju langsung meruntuhkan gunung-gunung.
"Sring!"
__ADS_1
Wu Mengchen melihat Cai Xuansi menggunakan kapak itu untuk membelah monster burung itu dari kepala sampai ke bawah menjadi dua bagian operasi itu sungguh sangat cepat tanpa membutuhkan berlama-lama dia langsung membunuh seketika.
Setelah membunuh monster beruang Cai Xuansi mencari inti monster yang bentuknya seperti batu dan berbeda warna-warna. setelah menemukan inti batu monster itu dia simpan di cincin penyimpanannya.
Batu monster itu tidak dijualnya melainkan dikumpulkan untuk dijadikan bahan pernik-pernik di Kerajaan Naga Azhure.
Tapi untuk mencari inti batu monster itu dia tidak serta-merta membabi buta kepada semua monster untuk diburu.
Naga Azhure memiliki peraturan jika ada monster yang menyerang kepada pengikut Naga Azhure, Anda boleh menyerang dan mengambil inti monster tersebut.
Tapi, Chika monster itu tidak menyerangnya maka anda tidak boleh menyerang balik apalagi mengambil inti monster tersebut.
Peraturan itu sudah disepakati oleh semua pengikut Naga Azhure maupun di belahan dunia Tongtian atau sebagainya.
Di samping Cai Xuansi setelah menggal tubuh monster beruang dan sudah mengambil inti bintang monster itu dia memotong-motong daging beruang itu untuk keperluan yang akan mendatang sehingga tidak akan dapat repot mencari makanan lagi.
Cai Xuansi membersihkan darah yang mencipta di tubuhnya dan di kapak. Bahkan daging beruang itu yang sudah dipotong-potong menjadi berapa bagian sekiranya sudah cukup untuk satu minggu keperluan bertahan hidup di hutan belantara ini.
Wu Mengchen berkata: “Umm.. bolehkah aku membantumu untuk memotong daging ini?”
Cai Xuansi kemudian melirik ke arah Wu Mengchen, kemudian dia melihat wanita itu yang memiliki tubuh yang sangat bagus kulit yang putih dan kedua tangan itu yang sangat ramping seperti tidak pernah melakukan hal-hal yang kasar akhirnya Cai Xuansi berkata: “Di lihat dari tanganmu aku sudah mengira bahwa kamu hanyalah wanita Tuan Putri yang tidak pernah memasak nasi tidak pernah memasak makanan seperti sayuran daging-dagingan dengan tanganmu yang masih lembut seperti itu, kamu seharusnya adalah wanita manja bahkan tangan halusmu itu sudah membuktikan bahwa kamu tidak pernah melakukan hal-hal kasar seperti memotong daging.”
“Kamu masih tidak percaya dengan keahlianku walaupun aku memiliki tangan yang seperti ini tapi jangan kira aku tidak bisa huh..” Wu Mengchen mendengus pelan Dia sangat tidak setuju dengan kata-kata yang dilontarkan Pemuda Xuansi.
Karena cemberut dia mengeluarkan belati dari cincin penyimpanannya langsung meraih daging beruang itu dan dipotong-potong.
Cai Xuansi hanya mengangkat bahu dia tidak berkata lagi namun ketika dia melihat bahwa Wu Mengchen sedang mengambil daging beruang itu menggunakan jari tiga saja sepertinya dia merasakan rasa sedih dengan daging dan darah itu.
Cai Xuansi langsung memberi nasehat. “Jika kamu ingin memotong daging itu jangan menggunakan jari tiga saja tapi semua jari kamu yang berada tangannya menggenggam Semua daging itu agar tidak bergoyang-goyang.”
__ADS_1
“Jika cara memegang mu seperti itu maka akan kesulitan, umm apakah kamu merasa jijik?”
“Ummm..” Wu Mengchen malu dia ingin berkata tapi tiba-tiba langsung diinstruksi oleh Cai Xuansi.
“Biarkan aku ajarkan kepadamu cara memegang daging dan memotongnya.” Cai Xuansi langsung menghampiri Wu Mengchen dan dia tiba di belakang Wu Mengchen langsung meraih kedua tangan dia sehingga tanpa disadari Wu Mengchen tiba-tiba tubuhnya bergetar karena dia dipeluk dari belakang oleh pemuda yang masih berumuran 15 tahun dan dirinya sudah ratusan tahun.
Tapi meskipun begitu, entah kenapa hatinya menjadi berdebar-debar dan wajahnya menjadi merah seperti apa matang.
Kedua tangannya dipegang oleh Cai Xuansi dari belakang dia hanya mengangguk setuju sambil mengikuti arahan yang dilakukan oleh Cai Xuansi.
Hanya membutuhkan 3 menit berlalu akhirnya Cai Xuansi memberikan arahan dan pelajaran untuk memotong daging kepada Wu Mengchen.
Setelah itu dia melepaskan pelukan dari belakang Wu Mengchen tanpa pikir panjang Bahkan dia tidak tahu bahwa wajah Wu Mengchen tersipu sangat malu dan penuh warna merah di wajahnya.
“Oke sekarang sudah paham kan? Setelah itu kamu boleh mempraktikkannya.” Cai Xuansi langsung memotong daging menggunakan belati tanpa pikir panjang dan tidak melirik lagi ke arah Wu Mengchen.
Wu Mengchen yang melihat sikap cuek dari Cai Xuansi dia diam-diam cemberut. Bahkan dirinya juga cukup curiga apakah pemuda ini sungguh manusia normal padahal dia sudah memeluk dirinya tapi dia tidak melihat tanda-tanda kemesuman yang dipancarkan oleh Cai Xuansi.
Akhirnya dirinya menggelengkan kepalanya terus memandang ke Cai Xuansi. ”Halo kita sudah cukup lama berbincang denganmu tapi kita belum pernah mengungkapkan nama kita masing-masing.”
Cai Xuansi langsung kaget dia baru menyadari hal itu sehingga dia menjawab. “Ahh.. benar kita berdua belum menanyakan nama masing-masing.”
“Baiklah.. perkenalkan namaku Cai Xuansi salam kenal.”
“Hmmm baik, namaku Wu Mengchen salam kenal kembali.” Balas Wu Mengchen sangat ringan.
Cai Xuansi berkata lagi: “Oh, ngomong-ngomong Dari mana kamu berasal? Apakah kamu berasal dari dunia ini dan kebetulan kamu sedang ke hutan menemuiku?”
Wu Mengchen menggelengkan kepalanya dia berkata seperti ini kepada Cai Xuansi. “Tidak aku baru sampai di dunia ini ketika kamu sedang membuat Api bakar. ngomong-ngomong aku berasal dari dunia atas.”
__ADS_1
Cai Xuansi juga mengangguk dia. “Sama sepertiku aku juga berasal dari dunia atas tapi kita dari wilayah planet-planet yang sangat jauh.”
“Kamu benar, kita satu dunia tapi berbeda planet.” Wu Mengchen membalas dan mengangguk kepalanya.