Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Ketiga Wanita Sombong


__ADS_3

Bab 215 Ketiga Wanita Sombong


“Wajah aku... tubuh aku.. menjadi sangat cantik..!” Xia Fai berseru kagum sekaligus bahagia. Mempunyai dia menatap kearah Wang Roulan seraya berkata lagi: “Terimakasih..karena berkatamu..aku berubah menjadi seperti ini.”


Perasaan Xia Fei campur aduk. Ada rasa bahagia dan ada rasa terharu. Bahkkan karena peristiwa ajaib ini, dia sampai berkeringat.


Wang Roulan mendengarkan bahwa Xia Fei berterima kasih kepada dirinya langsung mengerutkan keningnya.


“Kenapa kamu berterima kasih kepada aku?” Katanya Wang Roulan di dahi itu berkerut bingung.


“Iyah.. ini berkat kamu.. karena kamu memainkan Gukin sehingga aku menemukan pencerahan sehingga garis keturunan Rubah ekor sembilan mencapai tingkat yang sempurna.” Xia Fei tersenyum lebar bahkan sampai lupa menutup mulutnya sangking bahagia.


“Apakah seperti itu...!” Wang Roulan juga kagum, dia pikir hanya suara musik bisa menenangkan hewan dan menjinakkan hewan. Namun, tidak di sangka bahwa akan melebihi yang dia kira. Jika seperti ini, bukankah anda akan mendekati kekekuatan Long Fai?


“Baiklah.. baikla.. mari kita lupakan, sekarang kita melihat air sudah mendidih. Ayo kita minum untuk merayakan keberhasilan kamu..hehe" Wang Roulan tersenyum manis.


Kemudian dia bangun dari duduknya langsung menghampiri ketel yang sudah menguap karena panas. setelah itu dia mengambil dua gelas perunggu kuno untuk dituangkan air teh itu.


Air teh itu sangat panas bahkan ketika air itu dituangkan ke dalam gelas seperti ada asap yang mengepul. Setelah menyiramkan air teh itu ke gelas, langsung dia serahkan kepada Xia Fei.


“Minumlah selagi masih panas ini cukup menyegarkan." Wang Roulan tersenyum sopan.


“Baiklah....!” kemudian Xia Fei meraih gelas itu, yang mengeluarkan air panas yang sangat mengepul mengepul untuk diminum sedikit demi sedikit.


“Mmmm..!” sekali lagi dia kaget setelah meminum air teh itu. ketika dia meminum teh sepertinya pikirannya menjadi sangat refleks dan ringan.


“Teh ini?” Xia Fei berkuman terus menerus sambil memandang teh itu.


“ini adalah tes pencerahan satu lembar teh sangat berharga lihatlah di sana... banyak teh pencerahan yang tumbuh liar tanpa ada yang mencurinya.” Kemudian Wang Raolan menunjukkan Xia Fei ke arah hamparan yang luas yang terdapat teh pencerahan tumbuh liar dan sangat subur.


“Bahkan aku masih terkejut dengan semua yang aku rasakan.” Xia Fei menggelengkan kepalanya tidak berdaya.


“kamu harus membiasakan ini yakinlah di masa depan mungkin kamu akan mati rasa seperti aku.” Ucap Wang Roulan dia juga merasa lucu dengan perilaku Xia Fei.

__ADS_1


~


~


~


...----------------...


#Sungai Naga Biru


Di Sungai naga biru mereka bertiga Lin Fan Yun Che dan Tun Ri sedang mandi bersama tanpa busana. bahkan akibat tanpa busana itu Tintin yang sangat besar terombang-ambing tanpa karuan tanpa beban.


Yun Che dari tebing yang tingginya 20 meter langsung terjun sambil salto berputar-putar langsung memasuki air yang jernih dan dalam.


"Byur...!”


“Ha hahaha sungguh sangat nikmat..!” Yun Che seperti anak kecil yang sangat bahagia berenang kemari tanpa beban pikiran.


Kemudian Lin Fan mencoba mengikuti gaya Yun Che yang dilakukan. dia mencoba terjun yang lebih tinggi tebingnya sekitar 30 meter dia melompat sambil bersalo satu tanpa busana.


"Byurr!"


“Hahaha ini sungguh sangat keren aku suka seperti ini Hahaha..!” Lin Fan sangat gembira sekarang dibandingkan ketika dia menjadi raja pikiran ini sungguh tertekan namun sekarang setelah menemukan sahabat karibnya dan menemukan kebahagiaan seperti mandi di air terjun sungguh sangat membuat hati ini sangat, gembira.


“Hahaha.. apa yang dikatakan Long Fai, ini selalu mengasikkan, kita harus melepaskan semua hal seperti sifat kultivator, karena kita sudah menjadi kuat kita tidak boleh sombong harus kembali seperti manusia biasa bersikap rendah, dan menjalankan semua yang dilakukan orang manusia biasa contohnya seperti ini..!” Kemudian Tun Ri lompat terbang ingin terjun bebas seperti yang lainnya.


"Sikat!"


Tun RI langsung melompat terjun bebas berputar-putar seperti salto langsung diharamkan ke air yang sangat dalam.


"Buyur..!”


Ketiga orang itu sangat bahagia seperti kembali sediakala ketika semuanya masih anak-anak bermain air bermain apapun yang tidak inginkan sampai pada suatu saat dia tidak melihat ada tiga wanita yang sangat cantik sedang datang ke sungai itu.

__ADS_1


“Nonan Ning... ada tiga orang yang sedang mandi dan dia tidak memakai busana apa yang harus kita lakukan..!” Orang yang berkata adalah Tantan Jingling. Dia adalah pengawal sekaligus untuk melindungi nona Ning dari keluarga udang agar tidak terjadi bahaya.


“Kita usir mereka, di sini adalah tempat pemandian yang kita favoritkan.” Yang Ning dalam raut itu tidak ada jejak kepedulian. Walau sungai Naga Biru memiliki kekuatan yang sangat dahsyat tapi hanya berlaku pemuja Xiandi, beserta Ratu dan selir.


Di luar yang di sebutkan air sungai itu tidak memiliki efek sama sekali, bahkan orang berbeda negara, walau melihat harta Karun yang sangat luar biasa di wilayah Naga Azhure, hidupnya tidak akan lama, karena sudah menjadi mayat.


“Apaan tuh...?” Tiba-tiba Yun Che melihat ada tiga wanita yang seumuran dengan dirinya yang sedang mendekati ke arah dirinya dan lainnya.


Sontak, mereka bertiga langsung tubuhnya mencelupkan ke air agar Tintin itu, tidak terlihat oleh ketiga wanita.


“Nona kenapa kamu datang kesini apakah kamu tidak merasa malu? Lin Fan maju sambil menutupi Tintin yang sangat perkasa menggunakan kedua tangannya. Walaupun sebagaian tubuh sudah di dalam air, tapi karena air sungai sangat jernih mengakibatkan masih terlihat jelas.


“Kenapa harus malu? Aku datang kesini untuk mengusir kamu karena telah menempati tempat pemandian aku.” Yang Ning berkata sangat tenang.


“Apa kamu bilang.. hah... sungai ini adalah milik Naga Azhure, dan kita bertiga adalah penduduk Naga Azhure, jadi sungai ini kami tempatkan tidak ada masalah sama sekali.. jika kamu ingin mandi di tempat ini, kamu harus menunggunya..!” Yun Che berkata dengan nada keras.


“Aku tidak suka menunggu, kamu pergilah dan mencari tempat yang lain.” Yang Ning berkata lagi.


“Sial kamu...!” Yun Che cemberut dia ingin menampar wanita sombong yang ada di depannya.


Namun Tun Ri juga berkata dengan sopan: “Ini? Nona, apa yang di katakan teman aku memang lah benar jika Nona ingin mandi di sini tunggu sebentar maka kami akan pergi.” Di bandingkan Yun Che, Tun Ri dan Lin Fan dia masih sabar karena dia sudah merasakan menjadi raja, sehingga menghadapi wanita sombong tidak ada gunanya, dan anda harus mengalah.


“Cepat..!” Tatan Jingling berteriak.


“Kamu... bisakah bersiap sopan Nona.. wanita cantik adalah wanita yang bersabar dan penuh lapang dada yang sangat luas.” Lin Fan juga sepertinya tidak senang dengan cara ketiga wanita itu,


“Ada apa...? Jika kamu berani melawan Ayo hadapi aku...!” Tantan Jingling menghina ke arah Lin Fan.


“Adik kecil, hanya membuang-buang waktu saja.." Lin Fan menggelengkan kepalanya langsung pergi mendekati kedua orang itu langsung meninggalkan dan mengabaikan Tantan Jingling.


Di samping Tantan Jingling dia marah karena dia mendengar bahwa dirinya disebut adik kecil sehingga marah.


“Jangan panggil aku anak kecil... panggil aku Jingling..!” Tantan Jingling marah dan langsung terbang untuk menampar Lin Fan.

__ADS_1


Note: Jangan panggil aku anak kecil.. paman...! Panggil aku Syifa :D


Lin Fan yang melihat wanita bodoh itu hanya mengerutkan keningnya, kemudian dia sudah siap untuk menghardik Tantan Jingling.


__ADS_2