Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Orang Gila


__ADS_3

Bab 133 Orang Gila


Tun Ri akhirnya melangkah maju ke depan sambil berjalan pelan- pelan. Sudah ribuan tahun pemandangan ini sudah sedikit berubah.


Melihat ada patung yang terpapang jelas dari Chi Yao dan Ye Fan, Tun Ri kesal dan berkata: “Bajingan aku ingin melihat raut wajah kamu ketika kamu tahu bahwa aku masih hidup hahaha!”


Para warga dan perajurit yang melihat ada pemuda hitam dan tampan yang sedang tertawa lebar, akhirnya orang yang melihat tidak bisa mengkerutkan keningnya.


“Ibu, apakah dia pemuda gila? Kenapa dia tertawa seperti orang gila?” Ada dua orang satunya wanita paruh baya dan membawa anak.


Anak kecil itu, melihat pemuda entah sebab apa, tertawa sendiri anak kecil itu berkata kepada ibunya.


“Stt kamu diam jika orang gila ini mendengar kita akan bahaya.” Wanita paruh baya itu, memberikan peringatan kepada anaknya.


Sontak, anak kecil itu, di tegur ibunya langsung takut dan membungkam mulut: “Ibu..! Aku takut jika pemuda gila itu menggigit aku!”


Di sisi Tun Ri, ketika mendengar ketakutan wanita paruh baya yang sedang membawa anak kecil, akhirnya malu dan berdehem kecil. “Ehmmm siall apa yang tadi aku perbuat!”


Setelah itu, Tun Ri kembali berjalan menghampiri tempat istana yang megah ini. Namun sebelum itu, dia di hentikan oleh penjaga istana.


"Hentikan!"


Tun Ri karena di hentikan, akhirnya mengerutkan keningnya seraya berkata: “Maaf tuan, aku adalah punggawa dari ratu Ho Tu. Aku datang kesini untuk membawakan sebuah kabar.”


“Aku tidak percaya kepada kamu, kamu adalah orang gila yang tadi tertawa sendiri.”


“Kamu sebaiknya, pergi jika tidak maka jangan salahkan aku jika kasar.”

__ADS_1


Para penjaga istana sangat serius dan bermartabat.


“Aku tidak peduli. Aku kesini karena terburu-buru. Aku tidak ada waktu untuk mengurusi kamu.” Tun Ri berkata sopan tanpa ada jejak ketakutan.


“Sial kamu bocah! Apakah kamu tidak patuh! kamu adalah orang gila, jadi sebaiknya kamu pergi jika tidak maka nyawa kamu akan tidak selamat!” Perajurit penjaga itu sungguh ganas dan garang.


Bahkan, mata penjaga itu, melotot ke arah Tun Ri penuh kebencian. Namun, Tun Ri tidak ada jejak rasa takut sama sekali malahan dia langsung menghina: “Kamu sebaiknya menyingkir anjing yang baik jangan menghalangi jalan!”


“Kamu!” Mulut kedua penjaga itu, berkedut dia tidak tahan lagi akhirnya mengambil pedang dan langsung menebas Tun Ri tanpa omong kosong.


“Lihat nak pemuda itu akan di penggal karena lancang kepada pihak kerajaan. Jika kamu sudah besar aku harap kamu harus melihat tingginya langit dan harus mempunyai mata untuk melihat.”


‘‘Baik ibu, aku akan menjadi manusia rendah hati dan tidak menjadi orang yang tidak tahu diri.” Anak kecil itu, mengangguk serius dia langsung di intruksi ibunya dan berkata: “Ayo nak, kita harus menghindar dari sini karena akan begitu bahaya.”


“Baik ibu...” Anak kecil itu menurut. Walau sebenarnya anak kecil itu, ingin sekali melihat pertarungan yang mengasikan. Tapi karena di instruksi oleh ibunya, dia tidak bisa melawan.


Di sisi Tun Ri dia tidak panik sama sekali dia langsung menangkap tebasan pedang itu.


Pedang yang berkedip langsung di tangkap menggunakan tangan kosong. Setelah itu, Tun Ri berteriak: “Dasar kamu perajurit cepmek keparat!”


"Bom!!"


Tun Ri meninju perut kedua perajurit itu.


"Bang!"


"Engah!"

__ADS_1


Perajurit yang di tinju perutnya, akhirnya terpental menabrak dinding sehingga roboh. Perajurit yang di sebelahnya, dia menoleh ke arah Tun Ri sambil marah langsung memukul kepala Tun Ri.


Tapi, sayang tapi. karena Tun Ri sudah siap menghalau tinju perajurit itu.


Tangan Tun Ri menangkap kepalan perajurit menggunakan tangan kiri. Setelah tangan kanan langsung jarinya membentuk telunjuk semua. Setelah itu, Tun Ri menusuk dada perajurit itu mengenai jantung, seketika perajurit itu mati seketika.


"Puf!"


“Hahaha mati kamu....” Tun Ri tertawa bahagia. Dia mengabaikan sekitarnya langsung menuju kedalam tempat istana di mana Ye Fan berada sama Chi Yao.


Tun Ri sangat akrab tempat ini. Bahkan selama ribuan tahun dia tidak lupa. Dia merasa hanya sekejap dia mati namun sudah ribuan tahun telah berlalu.


“Hmm aku ingat dulu di sini ada anjing hitam peliharaan istana. Apakah masih?” Kata Tun Ri sambil berjalan dan memegang dagu.


Setelah berapa menit, akhirnya Tun Ri sudah di depan pintu aula.


“Hallo aku adalah punggawa dari sang ratu Hu Tu. Aku di sini datang untuk menemui raja dan ratu kamu, mohon di bantu.” Kata Tun Ri walau dia adalah mantan raja iblis, setelah renkarnasi dia sudah mendapatkan pencerahan dari Long Fai bahwa anda jangan mengulang buku yang lama. Anda harus membuka lembaran baru dan sifat yang baru. Yang jahat di tinggalkan, yang baik ambil menjadi panutan.


Di depan Tun Ri karena penjajah ini tidak sombong, maka dia tidak galak dan anda harus sopan juga.


‘‘Kamu adalah punggawa ratu Ho Tu?” Penjaga itu sedikit curiga namun, dia masih mengangguk kan kepalanya dan berkata: “Baiklah, kamu boleh masuk dan jangan membuat keributan.”


“Terimakasih Tuan..!” Tun Ri memasuki kedalam dan di pandu salah satu penjaga tadi. Penjaga itu, membalikan tubuh dan berkata kepada Tun Ri. “Umm kamu tunggu di sini. Aku akan menyampaikan risalah ini kepada yang bersangkutan.’’


“Baiklah aku menunggu di sini.” Tun Ri menunggu sambil memandang ruangan di sekitarnya.


Tiga menit berlalu, akhirnya penjaga itu menyampaikan kepada Tun Ri: “Kamu sudah di perbolehkan masuk. Maka dari itu aku pergi dulu.”

__ADS_1


"Baiklah tuan terimakasih..” Tun Ri tersenyum. Namun dia mengepalkan tanganya sangat erat hingga di kepalan itu, ada energi gelap dan sangat jahat.


“Heheh Chi Yao tunggu aku raja ini sudah kembali untuk mengasih kabar. Dan aku akan melihat wajah busuk kamu yang seperti pantat babi.”


__ADS_2