
Lili pulang dalam keadaan lesu dan tak bersemangat, semenjak pertenuannya lagi bersama Ans, entah kenapa rasa tak nyaman mulai lagi menyergap perasaanya, padahal selama ini dia sudah baik baik saja bahkan terasa sudah nyaman dengan kehidupannya.
Tapi sore ini tidak seperti biasanya, ditambah lagi waktunya dengan Riko tinggal sedikit lagi, dan sampai sekarang dirinya belum tau pastib akan kelanjutan pernikahan mereka.
Berebeda dengan Lili yang bisa dikatakan mungkin sedang galau, lain halnya dengan Rko yang meradang marah di kantornya, setelah mendapat laporan dari anak buahnya terlebih lagi beberapa foto ia lihat dengan jelas bahwa dua orang itu sedang terlibat pembicaraan yang serius.
Siapa lagi jika bukan Lili dan Ans yang bertemu tadi. dan ya, Riko marah, emosi saat meengetahui kalai Lili kembali bertemu dengan Ans setelah sekian bulan tidak ada laporan tapi kini sore ini entah kenapa kejadian ini terjadi.
" Akhhh,....Brengsekk.!" teriak Riko membanting semua barang barang di dalan ruangnnya rahangnya mengeras, wajahnya merah karena amarah yang tidak bisa tersalurkan pada sadaran aslinya.
" Aku benar benar wanita sia**n lili.! kau benar benar menguji kesabaranku." teriak Riko dengan tangan meninju meja kerjanya dengan brutal, bahkan saat tangannya terluka pun tidak lagi dia peduli.
" Aku tidak akan melepasaknmu Lili. Aku akan membuatmu tetap berada disampingku." ucapnya dengan kemarahan.
Riko pergi keluar dari ruanganya, menuju mobilnya dan melajukannya dengan mengebut, mengarahkan mobilnya ke sebuah bar di dekat kantor miliknya.
Riko kini berada di dalam bar, memesan ruang VIP untuk meneguk minuman haram menurut orang beragama, melampiasakan, semuanya disana dan berusaha untuk melepas penat karena wanitanya.
Mulai minum dan minum, seolah itu hanya air mineral yang tidak menimbulkan rasa pahit dan panas di tenggorakannya, hingga dua botol tela kandas dan kesadarannya mulai sedikit melemah, gawainya berdering dan ternyata yang menelponnya adalah Ruben.
" Hallo " jawab riko dengan kesadaran yang mulai mulai menghilang.
" Hallo. Kau ada dimana.?" tanya Ruben yang mendengar cara bicara Riko berbeda seperti orang mabuk.
" Aku aku ada di bar. kenapa.? kau mau menaniku, kalau kau mau ayo temani aku disini." jawab Riko.
" Kau mabuk Riko.?" tanya Ruben.
" Tidak. aku tidak maubuk. Aku hanya minum sedikit."
" Aishhh kau ini. Tunggu aku disana."
" Ya baiklah segera kemari."
" Kau benar benar keterlaluan Lili. Aku sangat membencimu, aku aku sangat membencimu." racau Riko yang sudah mulai mabuk.
" Kau akan menyesal telah membuatku marah padamu dan aku, aku akan memberi pelajaran asisten sia**an itu."
" Hei kau apa yang kau lakukan bodoh.! "
__ADS_1
" aku ? Aku tidak melakukan apapun di sini. hanya sekedar minum saja. Ayo mari kita minum, sudah lama buka kita tidak berkumpul begini." jawab Riko
" apakah ada masalah, atau kau bertengkar dengan Lili.?" tanyq Ruben menelisik, karan tidak mungkin Riki begini jika tidak ada masalah.
" wanita itu bertemu dengan sekretarismu yang sialan itu, bertemu di belakangku dan itu sangat membuatku marah, Aku benci mereka yang bertemubdiam diam dibelakangku." racau Riko.
Ruben sedikit terkejut mendengar penuturan dari Rico sahabatnya itu, Bagaimana mungkin mengataka mereka mereka bertemu sementara Ans baru saja dari kediamannya.
" Bagaimana bisa kamu bertanya seperti itu Sedangkan ans baru saja kembali dari rumahku.? "
" Aku memiliki buktinya Bodoh. anak buahku baru saja mengirimkan mengirimkan foto mereka berdua saat bertemu di taman."
" Apa kau cemburu karena mereka bertemu.? " Ruben bertanya dengan alis sebelah naik ke atas, menunggu respon dari sahabanya. Karena dia bukan tidak tau bagaimana keadaan rumah tangga Riko, bukankah dia yang menyarankan untum pernikahan sementara itu.
" Cemburu.? Aku tidak cemburu, Aku hanya tidak suka sesuatu yang menjadi milikki digabggu oleh orang lain." jawab Riko yang masih saja mengelak meskipun dalam keadaan mabuk.
" berarti kau tidak perlu marah bukan, karena kurasa sebentar lagi kalian akan berpisah, mengingat kalian sudah menikah lima bulan." lagi lagi Ruben memprofokasi emosu Riko.
" Aku tidak akan membiarkan ini terjadi sialan.! akan Aku pastikan dia tetap berada di sampingku. dan dia tidak akan pernah bisa bersama dengan hal sialan itu.! " Ucap Riko yang tersulut emosi mendengar perkataan Ruben.
" kenapa.? Bukannya kamu tidak mencintainya.? lalu kenapa kamu masih menahanya disisimu.? harusnya biarkan saja dia pergi bersama orang yang di cintainya, dan aku yakin kalau Ans pun akan dengan senag hati menerima Lili dan mereka akan menjalani kehidupan bersama dan mungkin saja mereka akan menikah." ucap Ruben panjang lebar yang direspon amarah oleh Riko.
" kenapa.! beri aku satu alasan untuk itu." ucap Ruben yang sudah mulai kesal.
" karena aku mencintainya.! " teriak Rico frustasi.
Ruben tersenyum mendengar ucapan Riko, akhirnya Riko mengakui juga perasaannya terhadap Lili. dan itu membuat dirinya sangat puas.
" Kenapa tidak kau katakan saja perasaanku padanya, katakan kalau kau mencintainya dan kau ingin pernikahan kalian kata Bertahan. " ucap Ruben memberi saran.
" Apa kau lupa kalau dia mencintai pria lain, Bukankah Karna dia juga alasannya aku menjadi gila sehingga berlari ketempat ini. " ucap Riko dengan wajah yang sendu mata yang sudah memerah.
" Apa salahnya mencoba.? Bagaimana bisa kamu tahu perasaan nya jika kamu sendiri pun tidak berusaha untuk mencari tahu. jangan menjadi bodoh dan berbuat hal bodoh seperti diriku dulu yang jika sedikit saja aku terlambat Aku pasti akan menyesal seumur hidupku. "
Riko tidak lagi menjawab, dia memilih diam dan mencerna setiap ucapan Ruben yang ada benarnya juga, bagaimana bisa dia tahu perasaan Lili Jika dia tidak mencari tahu.
jikalau pun Lili tidak menyukainya atau menaruh perasaan padanya maka dia bisa meminta untuk mulai mencoba menjalaninya saja dulu, saling mengenal lebih dalam, dan benar benar menerima pernikahan mereka ini.
" Aku mau pulang." ucap Riko yang langsung berdiri dari tempatnya, meski oleng tapi dia berusaha untuk berjalan.
__ADS_1
" Ck, menyusahkan saja orang ini." decak Ruben dan langsung memapah tubuh Riko dan membawanya pulang kerumah, tapi sebelum itu tarlebih dahulu Ruben menelpon aisten Riko untuk mengambil mobil milik Riko disini.
Tok...Tok..Tok..
Ruben mengetuk pintu rumah milik Riko, saat mereka sudah tiba di de teras rumah itu, dan tak lama kemudian pintu terbuka menampakan wanita canti yang tak lain adalah Lili.
Lili sangat terkejut melihat keadaan Riko yang mabuk berat. " apa yang terjadi dengan Riko.?" Lili bertanya dengan artis yang mengerut ke dalam.
" dia minum dan mabuk berat. dan sangat menyusahkan ku saja.! " ruben menggerutu kesal karena harus meninggalkan istriya hanya karna Riko.
" Bagaimana bisa.?" tanya Lili lagi.
" kau tanyakan saja padanya. Ya sudahlah aku mau pulang dulu istriku menunggu di rumah. " ucap Ruben yang langsung melesat pergi meninggalkan kediaman Riko.
Lili memapah tubuh riko dan membawanya kekamar lelaki itu, dengan sesekali ia menggerutu kesal, karena tidak biasanya Rimi mabuk seperti ini selama mereka menikah.
" apa yang terjadi denganmu Kenapa kamu mabuk malam ini.! " Ketus Lili yang kemudian merebahkan tubuh berikut ke atas ranjang miliknya.
" Ini semua karenamu. kamu yang membuatku menjadi gila seperti ini.! kaub sudah berani bertemu dengan dia lagi dibelakangku dan aku tidak suka itu." racau Riko dengan tangan menahan tubuh Lili agar tidak beranjak.
" Apa maksudmu.?" tanya Lili terkejut, bagaimana bisa Riko tau kalau dia baru saja bertemu dengan Ans.
" Kau jangan lagi berpura pura, sia**n ! kau bertemu lagi dengannya kan.! kenapa.? kenapa kau melakukan ini ha.!" teriak Riko yang kini sudah bangun dari tidurnya
" Ka kamu salah paham Riko, kamu dengarkan penjelasan aku dulu." ucap Lili terbata karena merasa takut dengan kemaran Riko.
" Apa.? apanya yang salah paham.? apa kau pikir aku bodoh iy.! apa kau pikir aku tidan tau kalau kau masih menyimpan rasa terhadapnya." bentak Riko.
" Tidak bukan seperti itu. Maksudku em itu." Lili tidak lagi melanjutkan perkataanya karna Rko sudah menarik dirinya dan merebahkannya di ranjang yang kemudian dikukung oleh tubuh Riko.
" Aku tidak menerima alasan.! dan asal kau tau aku tidak akan melepaskanmu dari sisiku, dan hanya ini satu satunya cara agar kau bisa tetap disini.
Dn seketika suasana berubah menjadi hari yang sangat menyakitkan mungkin bagi lili, tapi bagi Riko ini adalah hari dimana dia akan mempatenkan hak kepelikannya terhadap lili saat kesucian dan kehormatan Lili berhasil ia renggut.
flashback off...
Bersambung....
jangan lupa like,koment vote,rated dan beri hadiah ya readers tercinta.....
__ADS_1