Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Berdebat


__ADS_3

" Untuk apa kamu datang kemari." tanya mama Nanda dengan cuek dan tatapan matanya melotot melihat Ruben. Karna memang ia sudah mendengar semua kisah pernikahan Santi dari Bunda yang menelponya tadi pagi pagi buta.


" ihh mama...Kok tanya begitu sih sama kaka ganteng ini.? kan dia mau jemput kak Santi mah." protes Nanda.


Tante hanya mendelik menatap tajam anaknya yang berani bicara seperti itu. " Nanda.! masuk dan kerjakan PR mu." ucap tante dengan tegas.


" Tapi aku mau disini mah." tolak Nanda yang masih betah berada di samping Ruben.


" Mama bilang masuk.!" tegas tante.


Nanda mencebik saat mendengar perintah mamamya kemudian pergi dengan menghentakan kakinya kasar . Ia tau kalau saat sudah nada bicara tegas berarti ia tidak main main.


Setelah Nanda memasuki kamarnya, pandanganya beralih pada tamu yang tak lain adalah suami keponakannya, ia masih melototi Ruben dengab mata yang melebar hampir menyembur keluar, tapi itu tidak membuat Ruben takut atau gentar.


" Saya mau menjemput istriku." jawab Ruben lantang.

__ADS_1


" cih, untuk apa kau menjemputnya.? bukankah kalian sudah bercerai." tanya tante dengan nada menyindir.


" Tidak.! kami tidak pernah dia harus melarikan diri kesini ha.! ketus tante. Dia masih kesal dengan menantu kakaknya itu karna sudah menyakiti keponakannya karna kebodohanya. " katanya pengusaha, tapi terlalu bodoh dalam cinta." lanjut tante dengan sindiran pedasnya.


Ruben yang mendengar itu menjadi tersulut emosi. Ia tidak suka dihina dengan dikatai bodoh meski ia mengakui kalau ia memang bersalah karna dia tidak melihat cinta dari istrinya, namun dia pun tak terima dikatakan bodoh oleh orang yang tidak dikenalnya dan ini adalah perkenalan pertama mereka.


" Hei.! aku tidak suka kau mengataiku bodoh ya.! apa kau tidak mengenal aku.? aku bisa saja bersikap kasar padamu.! beruntungnya kau saudari dari ayah mertuaku kalau tidak kau pasti sudah aku hajar." sentak Ruben.


" Kau berani padaku ha.! dasar menantu tidak tau diri, tidak punya tata krama pada orang tua.! aku heran kenapa kakakku mau punya menantu seperti mu." balas tante sewot. Karna tentu saja ia todak mah kalah dari menantu kakanya ini.


" kau.! aku yakin pasti kau mengancam keponakanku itu iya kan. Kau pasti menggunakan uangmu untuk mebuat dia menikah denganmu, dan aku yakin pasti sebenarnya Santi tidak mau denganmu hanya saja ia terpaksa untuk semua itu." cerca tante panjang lebar


Mendengar cercaan itu membuat Ruben semakin emosi. Ia hendak berjalan maju untuk membalas perkataan lawannya, namun tertahan karna Asistennya yang mencegah bersama pria paruh baya yang tak lain adalah Ayah Nanda.


flashback....

__ADS_1


Saat mobil berhenti di halaman rumah yang lumayan besar namun tidak sebesar paviliun milik tuannya, tapi lebih besar dari rumah istri tiannya yang ada di kota M.


Ruben turun dari mobil dan melangkah memasuki halama rah tersebut, sedangkan Ans masih sibuk dengan gawainya untuk mengecek email masuk yang berisi laporan dari peruasahaan karna sedang mengawasi perkembangan perasahaan dan juga kinerja para pegawai selama mereka tidak ada disana.


Ans menyenderkan punggunga di mobil sambil menunduk memperhatikan ponselnya hingga sebuah suara mengalihakna perhatiannya dari gawai yang dia pegang.


" Maaf anda siapa.? tanya seseorang itu.


Ans menoleh kearah suara dan melihat pria paru baya yang bisa di tebak kalau pria itu adalah pemilik rumah itu. " Saya sedang mengantar bos untuk menjemput istrinya


menyergit heran dengan jawaban Ans, alisnga mengkerut mencoba memahami perkataan tamu yang tak dikenal itu karna jika mencari istri bosnya kenapa di rumahnya. Mekihat hal itu Ans kembali berkata


" Santi keponakan anda adalah istri bos saya." lanjut Ans yang menjawab pertanyaan yang terbaca dari raut wajah pemilik rumah itu


"ohhh.... Kalau begitu mari masuk pak." ajak ayah Nanda.

__ADS_1


Brsambung....


__ADS_2