Terpaksa Aku Menikah

Terpaksa Aku Menikah
Season Dua Kembali Dari Berlibur


__ADS_3

Kini Helena da Ans sudah tiba di Bandara, dan langsung di sambut oleh Miko dengan wajah yang berseri, hal itu membuat Ans muak karena menurutnya Miko adalah pengganggu padanya.


"Apa kau puas membuatku akhirnya kembali" ketus Ans.


Miko hanya memasang wajah polosnya seolah tidak melakukan keslahan san dia pun tidak paham akan pembicaraan Ans "aku tidak mengerti tuan" ucap Miko.


"Ck, jangan berpura oura bod*h di hadapanku Miko!" ketus Ans.


"Aku memang tidak tau apa maksud tuan" uca Miko masih kekeh.


"Baiklah, karena kau bod*h maka aku tidak butuh bawahan seperti mu" ucap Ans dengan seringai liciknya.


"Jangan tuan!" ucap Miko cepat "aku harus bagaimana tuan, hanya tuan yang bisa menyelesaikan semuanya" ucap Miko dengan wajah memelas yang pada akhirnya memilih untuk tidak membahayakan pekerjaanya.


"Bagus, dan kau bawa semua semuanya"!" titah Ans yang langsung merangkul pingga Helena yang tidak mau ikut campur urusan kedua pria itu, membawa nya pergi meninggalkan Bandara.


Sampai di rumah, kedua orang tua Ans sudah menyambut mereka di depan pintu, dengan wajah yang mengukir senyum kebahagiaan melihat anak dan menantunya yang baru kbali membuat kenangan di tempat yang akan menajdi sejarah bagi mereka.


"Kalian sudah kembali sayang" ucap Bunda langsung menggandeng lengan Helena dan memeluknya.


"Sudah Bun, dan Helen bawa ole ole untuk Bunda dan Ayah, tadinya sih mau antar kerumah tapi karena kalian sudah disini jadi langsung aku kasih"


"Oh ya, apa itu?" tanya Bunda antusias.


"Nanti Bunda tau, Miko sedang mengeluarkan semuanya" ucap Ans yang ikut angkat bicara.


Mereka melihat Miko yang kesusahan mengeluarkan semua barang dari bagasi mobil, sontak saja mereka tertawa melihatnya "hukuman untuk orang yang berani mengganggu kesenanganku" ucap Ans yang melihat wajah memelas Miko.


Miko yang mendengarya semakin memelas, dia tidak menyangka jika ternyata dia akan mendapat ganjaran, padahal dia melakukan itu semua karena pekerjaan kantor.


"Kasian dia Ans" ucap mama yang merasa kasihan pada Miko yang sepertinya kwalahan mengangkut semua barang yang dibawa dari tempat Ans dan Helena berlibur.


"Bantu dia sayang" ucap Helena.

__ADS_1


"Biar saja, aku atasannya jadi mana mungkin membantunya" ucap Ans acuh.


"Ans bantu dia" titah Bunda.


"Tidak mau! aku mau kekamar, ayo sayang kita istrahat lagi, kau pasti lelah bukan" ucap Ans yang berniat menggandenga tangan Helena.


"Sayang...bantu atau aku akan marah dan jangan tidur di sampingku malam ini" bisik Helena tepat di telinga Ans agar tidak terdengar oleh kedua mertuannya.


Helena bagaimana pun dia harus menghormati kedua mertunya, sehingga membuat pelajaran pada suaminya tapi jangan sampai di ketahui mertuanya, dan Riko yang mendengar bisikan Helena menajdi gelisah.


Dia sangat tau bagaimana Helena, memang dia tidak mengamuk tapi diamnya membuat Ans uringan sendiri, bagaimana tidak jika Helena diam maka dia tidak akan mau di sentuh oleh Ans.


"Sayang..." tekan Helena.


Ans yang tidak memiliki pilihan lagi hanya biaa pasrah, dengan langkah lunglai dia berjalan menuju mobil dan mengambil beberapa barang yang mereka bawa, entah apa saja isinya, yang pasti saat ini Ans sangat kesal tapi tidak bisa marah apa lagi melawan.


"Sepertinya ancamanmu cukup manjur Helen" ucap Bunda yang sudah paham akan keadaan seperti itu.


Helena yang mendengar perkataan mertuanya hanya tersenyum kikuk, ternyata mertuanya tau jika sekarang sedang mengamcam suaminya, dan itu membuatnya menjadi tidak enak hati.


"Maaf Bunda" ucap Helena tidak enak hati.


"Tidak usah minta maaf" ucap Bunda "mau Bunda beritau satu rahasia" bisik Bunda.


Helena antusias mengangguk ingin rahasia apa yang dimaksud mertunya, Bunda melirik ayah sebelum kembali berbisik "Ayah dulu juga seperti itu, dia akan takut jika Bunda marah dan mengancam jangan tidur di samping Bunda" bisik Bunda.


Helena terkikik geli mendengar perkataan Bundanya, dia tidak menyangka jika ternyata sikap suaminya bukan tanpa alasan seperti tu, karena ternyata bibit awal ada didepan mata.


"Bunda, apa yang Bunda bicarakan pada menantuku?" tanya Ayah dengan penuh selidik.


Ayah curiga jika Bunda menceritakan sikapnya dulu, dia sangat ingat bagaimana sikapnya dan itu sama seperti dengan Ans yang saat ini, di lihat lagi gerak gerik Bunda yang mengundang kecurigaan.


"Tidak ada Yah, Bunda tidak mengatakan ala pun, iya kan sayang" ucap Bunda dengan kerlingan mata untuk Helena.

__ADS_1


"Iya Yah, tidak ada apa apa" jawab Helena.


Mereka bergegas masuk dalam rumah, menikmati waktu berasama, dan mencicipi semua makanan yang di bawa Helen dari sana yang kebanyakan adalah makan khas daerah disana.


***


Riko berencana akan pulang ke rumah siang ini, entah kenapa dia sangat ingin makan siang dirumahya, mungkin karena Lili tidak bisa datang ke kantor hari ini, dan selama beberapa hari juga Riko tdak lagi bertemu dengan Janeth dan dia berpikir mungkin wanita itu sudah kembali tanpa tau jika akan asaa kejutan yang menyambut dirinya kedepan.


Segera Riko membereskan berkas yang di atas meja, dia langsung melesat pergi meninggalkan ruanganya setelah semuanya selesai, menancapkan gas mobilnya dan melesat keluar dari parkiran perusahaan.


Tidak sampai lima menit, Riko menurunkan laju mobilnya sebelum akhirnya berhenti tepa di samping mobil yang sedang bermasalah dengan seorang gadis cantik yang bepakaian modis tapi tidak sexi.


"Janeth" gumam Riko.


Ragu ragu Riko untuk turun, dia tidak ingin menolong tapi merasa kasihan pada wanita itu, mengingat Janeth belum tau apa apa tentang indonesia.


Setelah berperang batin, akhirnya Riko memutuskan untuk turun dan mengahampiri gadis itu "Janeth!" panggil Riko.


"Riko, kau..Oh syukurlah ada yang mau berhenti dan orangnya adalah dirimu" ucap Janeth bernafas lega.


"Kenapa mobilmu?" tanya Riko.


"Tidak tau, aku tidak mengerti tiba tiba saja mati dan tidak mau lagi di stater" jawab Jneth dengan wajah bingungnya.


"Mungkin mogok, kau sudah hubingi bengkel"


"Kau mengejekku Riko!" ketus Janeth.


"Siapa yang mengejekmu? aku bertanya apa kau sudah menghubungi bengkel bukan mengejekmu" balas Riko dengan kening mengerut.


"Bagiama bisa aku menghubungi bengkel, sementara aku sedang berusahan mencari bantuan" jawab Janeth dengan wajah dibuat sekesal mungkin.


"Maaf, aku pikir kau sudah menghubungin, dan lagi kenapa bukan Anita saja yang kau hubungi? dikan orang sini juga?" tanya Riko

__ADS_1


"Itulah masalahnya sekarang, nomornya tidak bisa di hubungi" jawab Janeth dengan helaan napas yang terdengar kasar.


Riko diam seseaat, berpikir apa yang harus dia lakukan, "baiklah aku akan menghubungi Bengkel agar mobilmu di periksa dan aku akan mengantarmu pulang" ucap Riko yang di jawab anggukan santusias oleh Janeth.


__ADS_2